
“Trranggs… Krrangg… Trranggs…” kedua sisi saling menyerang menggunakan senjata milik mereka, Angga yang mana menggunakan parang miliknya dan siluman rusa yang menggunakan tombaknya, mereka berdua sama-sama saling menyerang dengan liarnya. Lalu disaat siluman rusa tersebut merasa dipojokkan oleh serangan dari Angga, “Srraakkks…” dia menggunakan tombak miliknya untuk mengendalikan akar-akar pepohonan disekitarnya “Crraakkk…” dengan cepat secara tiba-tiba kaki Angga ditangkap oleh akar pepohonan yang ada disekitarnya.
“Sekarang saatnya” kata siluman rusa tersebut, “Buushh…” dia dengan cepat mengarahkan serangan tusukan kearah Angga.
“Crranggs….” Disaat yang bersamaan Angga menjatuhkan parang miliknya ketanah, “Woof…” lalu dari dalam bayangan parang tersebut sesosok anjing hitam tiba-tiba muncul, “Crrraakk…” dan mengigit ujung tombak siluman rusa itu. “Woof… Woof…” tiga sosok anjing hitam lalu muncul kembali dari balik bayangan parang tersebut, “Trrasskk… Krraaskk…” menggunakan cakaran dan taring mereka para anjing-anjing hitam tersebut berusaha untuk membebaskan Angga dari akar pepohonan tersebut.
“Wuussh… Crrasst…” sementara itu siluman rusa putih tersebut membebaskan tombaknya dan menusuk mati anjing hitam itu, dan disaat dia melihat kearah Angga dia mengetahui kalau dirinya telah kalah jumlah. Saat ini Angga telah ditemani oleh tiga sosok anjing hitam yang mana terlihat sangat buas, “Grrr….” Anjing-anjing hitam tersebut melihat siluman rusa putih itu dengan tatapan yang mengancam.
“Woof… Woof… Woof…” ke 3 sosok anjing hitam itu lalu langsung melompat dan berusaha untuk menyerang siluman rusa tersebut, dengan taring mereka sosok anjing hitam itu berusaha untu mengigit siluman rusa tersebut “Taasskk… Srrastt…” tetapi dengan tehnik tombaknya siluman rusa itu mampu menghadang setiap serangan dari ke 3 sosok anjing hitam tersebut.
“Wuuff… Crrastt… Crrasst…” dengan tusukan yang berputar siluman rusa putih tersebut mengalahkan para sosok anjing hitam tersebut, “Fuussh…” tetapi Angga dengan cepat mengambil kesempatan “Swwuss…” dia langsung menyerang dari belakang siluman rusa putih tersebut, “Trraanggsskk…” siluman rusa putih itu langsung menghadang serangan Angga dengan bagian belakang tombaknya.
“Jangan kira aku dapat dengan mudah kau kalahkan” kata siluman rusa putih tersebut.
“Kau juga sama, jangan kira aku adalah lawan yang mudah” kata Angga.
“Trraanggs…” tiba-tiba saja Pastur kepala puntung muncul dari belakang siluman rusa putih tersebut, dan dengan kedua tangannya dia menahan gerakan siluman rusa putih itu.
“Apa-apaan ini, bagaimana bisa kau ada dibelakangku…??” kata siluman rusa putih tersebut.
“Tanyakan saja saat kau sudah dialam sana” kata Angga, “Srrasstt… Srrasstt…” dengan parang milik pastur kepala puntung dia menebas kepala siluman rusa putih tersebut.
“Gaahkk…” siluman rusa putih itu langsung mati dengan tebasan tersebut, tubuhnya langsung mengeluarkan darah dari lehernya yang telah terpotong tersebut. Melihat hal itu Angga dapat tahu kalau dia telah mengalahkan siluman tersebut.
“Akhirnya selesai juga, itu tadi pertarungan yang lumayan juga dan sekarang aku harus beritahu Rio kalau pimpinan para siluman sudah kalah” kata Angga yang mana mengeluarkan smartphone miliknya.
__ADS_1
“Trranggssk…” lalu tiba-tiba saja ujung tombak milik siluman rusa putih tersebut pecah, “Srringgss…” energy kehidupan lalu mengalir dengan derasnya dari pecahan ujung tombak siluman rusa tersebut. “Crrasst…” kepala dari siluman rusa yang mana terpotong tadi kembali terpasang lagi ketubuhnya, melihat hal itu Angga langsung dengan cepat mengambil inisiatif untuk menyerang “Srraakk…” tetapi sebuah akar poho muncul dari dalam tanah dan menghalangi serangan tebasan Angga.
“Manusia jangan kira aku akan kalah darimu, kau akan membalas atas semua perbuatanmu padaku” kata siluman rusa putih tersebut.
“Hahhaha… maaf Rio tampakan musuhku hidup kembali, mungkin ini akan jadi sedikit lebih lama dari yang direncanakan” kata Angga yang berbicara dengan Rio lewat smartphonenya.
“Jadi begitu, Angga mundurlah aku akan menyelesaikan mereka sekarang” kata Rio.
“Apa..?? tetapi aku bisa mengalahkannya” kata Angga.
“Jangan membantah, bantuan musuh sudah memasuki hutan dan sebentar lagi mereka akan menghampirimu” kata Rio.
“Rooaarr… Brrruggssh…” para mahluk gaib yang mana dipanggil oleh pengguna aplikasi dari kubuh Batara Surya mulai muncul, mereka secara beramai-ramai memasuki hutan dan mengincar para pasukan Rio yang mana tersebar didalam hutan tersebut.
“Hmm… kelihatannya dia sedang menyiapkan sesuatu, tetapi aku tidak akan lengah lagi akan kubalas tebasanmu itu” pikir siluman rusa putih tersebut.
“Crranggs…” Angga lalu menusukkan parang miliknya ketanah dan dari bekas tusukannya tersebut aura hitam mulai keluar, “Fuussh….” Bersama dengan angin aura hitam tersebut lalu menyebar kesekitar siluman rusa putih itu. “Srraaahhk…” dari aura hitam tersebut keluar suara-suara yang tidak menyenangkan, siluman rusa putih yang mendengarkan hal tersebut langsung merasakan sebuah perasaan yang tidak enak.
“Apa ini…?? Aku merasakan dilihat oleh banyak mahluk buas disekitarku” pikir siluman rusa putih tersebut.
“Wooff…” lalu secara tiba-tiba dari atas kepala siluman rusa putih tersebut sebuah kepala raksasa anjing hitam mulai muncul, “Crraakk…” dan dengan taringnya dia berusaha untuk menyerang siluman rusa putih tersebut “Wuush…” tetapi dengan cepat siluman rusa putih itu berhasil menghindari serangan gigitan tersebut.
“Apa itu..??” kata siluman rusa putih yang terkejut tersebut.
“Ssshhh…” tubuh dari kepaal anjing hitam tersebut lalu menghilang seperti sebuah asap, “Wooff…” lalu secara tiba-tiba kepala raksasa anjing hitam itu muncul kembali dari bawah kaki siluman rusa putih tersebut. “Crraasstt…” dengan cepat gigitan dari mulut anjing hitam tersebut mengigit dan mengaoyakkan kaki siluman rusa putih tersebut, dan disaat yang sama siluman rusa putih itu lalu langsung menggunakan kekuatan tombak miliknya untuk mengendalikan pepohonan disekitarnya.
__ADS_1
“Trraakk…. Crraakk… Srraakk…” pepohonan tersebut lalu mulai mengelilingi siluman rusa putih tersebut, “Wuussh… Srrraahh…” akar-akar pepohonan tersebut lalu memukuli setiap asap aura hitam tersebut dan membuatnya mulai menghilang dengan sendirinya. Lalu setelah aura asap hitam itu menghilang siluman rusa putih tersebut pada akhirnya menyadari kalau Angga sudah tidak ada lagi disekitarnya.
“Hmm… dimana dia, jangan bilang kalau dia kabur” kata siluman rusa putih tersebut.
“Crraakk…” dia menusukkan tombak miliknya ketanah dan mulai berusaha untuk mencari angga, rusa putih itu berusaha untuk terhubung dengan setiap pepohonan disekitarnya dan mencari keberadaan dari Angga, tetapi dirinya sama sekali tidak dapat menemukan keberadaannya.
“Srrrahhkk…” sementara itu Angga yang mana keluar dari sebuah bayangan muncul dan mendatangi Rio, dengan jubah milik Rio dia berhasil keluar masuk dari bayangan untuk sampai ketempat Rio.
“Kau kelihatan sangat marah, tetapi ingatlah tujuan awal kita” kata Rio.
“Aku tahu itu, hanya saja sama sekali tidak menyenangkan meninggalkan pertarungan seperti itu” kata Angga.
“Yah… anggap saja itu adalah kekalahanmu, lagi pula kau telah diberikan waktu untuk mengalahkannya” kata Rio.
“Cih…. tetapi jubah yang kau punya bagus juga, itu lebih baik dari pada jubah milikmu yang lama” kata Angga.
“Hahah… aku juga tidak percaya Teppes akan memberikan ini padaku” kata Rio.
Jubah darah malam sebuah alat sihir tingkat tinggi yang mana dapat membuat penggunanya menjadi penguasa bayangan, siapapun yang menggunakan jubah ini akan dapat mengendalikan bayangan miliknya semaunya. Dan dengan jubah ini Rio membuat para anggota serikatnya dapat terhubung langsung dengan bayangannya, mereka lalu dapat pergi dengan cepat melalui bayangan mereka.
“Nah… kalau begitu, mari kita mulai mengamuk sebentar” kata Rio, “Trringss…” Rio lalu memanggil Banaspati untuk datang dengan smartphone miliknya.
“Hahahah… waktunya untuk pembantaian” kata Banaspati yang mana sangat bersemangat ketika dipanggil.
Bersambung….
__ADS_1