Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 326 Pahlawan selalu datang terlambat


__ADS_3

Didalam danau darah tersebut Teppes dan para leluhur vampire yang lainnya mulai memulihkan diri mereka, akan tetapi mereka langsung merasakan keberadaan dari Satans dan Teppes kemudian langsung bersiap untuk bertarung kembali. menggunakan danau darah yang ada disekitar dirinya, “Wrrssukk…” Teppes mengendalikan danau darah tersebut menggunakan kekuatan sihir miliknya.


“Satans kau sudah kelewatan, karenamu aku kehilangan anggota keluargaku yang berharga” kata Teppes.


“Srrasshkk…” dia menggunakan danau darah tersebut untuk menyerang Satans, puluhan tombak kristal darah langsung muncul dan “Sraastt… Sraastt… Sraastt…” langsung menyerang kearah Satans, akan tetapi “Wusshkk… Fusshkk…” menggunakan satu gerakannya berputar Reno langsung menghancurkan semua tombak kristal darah tersebut.


“Kalau cuman ini yang bisa kau lakukan maka kau memang pantas untuk mati” kata Satans.


“Diam kau dasar mahluk sialan” kata Teppes.


“Brrushkk… Brrushkk… Brrushkk…” para vampire kelas prajurit lalu bermunculan dari dalam danau darah tersebut, dan dengan cepat mereka mengarahkan serangan cakaran mereka kearah Satans. Cakar para vampire tersebut telah dibalut oleh kristal darah yang mana membuatnya lebih tajam dan dapat mencabit-cabit baja dengan mduhnya, akan tetapi “Trranggs…” tubuh dari Satans sangatlah kuat dan dapat menahan serangan dari para vampire kelas prajurit tersebut.


“Apaaa dia dapat menahannya dengan tubuhnya” kata para vampire kelas prajurit tersebut, mereka terkejut setelah berusaha untuk menyerang punggung Satans akan tetapi tidak dapat menembus tubuhnya.


“Dasar nyamuk-nyamuk kecil, berani juga kalian” kata Satans.


“Brrusshkk…” dia marah karena ada yang berani menyerangnya dan saat ini energy amarahnya telah mengalir kearah kapak miliknya, “Trraaskk… Trranggst…” kapak artefak milik Satans lalu bertambah besar dan bertambah kuat lagi. dan “Fusshkk…” dengan sekali tebasan puluhan vampire kelas prajurit yang mana menyerangnya tadi langsung terbunuh, tubuh mereka terbelah dua dengan sekali tebasan dari kapak milik Satans, geram karena melihat hal tersebut Teppes lalu menggunakan kekuatan sihir miliknya “Srrashkk…” dia mengendalikan danau darah tersebut dan membuatnya untuk mengekang gerakan dari Satans.


“Sudah ku katakan padamu, aku mulai bosan, apa kau tidak bisa menggunakan tri lain” kata Satans.

__ADS_1


“Srraaahkk…” air darah yang ada mencoba untuk mengekang Satans mulai menguap, itu semua karena kekuatan energy Satans yang mana terus meningkat dari waktu kewaktu yang bahkan membuat air darah tersebut menguap karenanya. Lalu “ROOAARR…” dengan satu hentakan suaranya, “Burrsshk…” Satans lalu menghancurkan air danau darah yang mana mengekang dirinya, lalu mengambil kesempatan tersebut “Busshkk…” dengan cepat Satans langsung melesat kearah Teppes dan mengarahkan serangan kapak miliknya kearah Teppes.


“Burrn… Busshhtt… Busshhtt… Busshhtt…” lalu dari tangan kiri Teppes keluar tiga bola api yang mana terlemparkan kearah Satans, “Srringg… Srringg… Srringg…” namun dengan tebasan kapak miliknya Satans dapat menghancurkan ketiga bola api tersebut dengan mudahnya. “Wusshkk…” Satans dengan cepatnya kemudian bergerak mendekati Teppes, dan Teppes sendiri langsung menggunakan air danau darah disekitarnya untuk melindungi tubuhnya.


“Percuma saja” kata Satans, dia menambahkan energy sihir miliknya kebilah kapaknya.


Dan dengan sebuah serangan yang kuat “Srraahkk…” Satans memberikan serangan pada Teppes yang mana telah menutupi dirinya dengan air danau darah, disaat yang bersamaan pula dua sosok leluhur Vampire muncul didepan Teppes dan mereka menggunakan tubuh mereka untuk menahan serangan dari Satans. “Busshkk…” Teppes bersama dengan kedua leluhur vampire tersebut langsung terhempas jauh kembali kekastil mereka, “Bummshk… Dusshkk…” mereka bertiga terjatuh tepat diruangan singgasana milik Teppes.


“Gaahkk… kalian berdua tidak apa-apa..??” tanya Teppes.


Akan tetapi kedua leluhur vampire tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan Teppes, “Srraahhktt…” dan kedua tubuh leluhur vampire tersebut langsung berubah menjadi abu dan menghilang dibawa angin. Melihat hal tersebut Teppes merah dan juga mengisi keluarnya yang mana telah mati tersebut, mereka adalah para pengikut terpecaya Teppes yang mana adalah para murid yang telah dia anggap sebagai anak-anaknya sendiri, dan kematian mereka semua memberikan pukulan yang sangat berat pada Teppes dan karena hal itulah saat itu juga dia telah bersiap dengan sihir terlarang miliknya, sihir tersebut adalah sebuah sihir ledakan yang mana membuat dirinya sebagai pemicu ledakan tersebut dan akan membunuh dirinya dan semua mahluk yang ada dialam itu jika diaktifkan.


“Hahhaha.. yaampun itu tadi hampir saja, aku kira tadi itu adalah akhri dariku” kata Incubus.


Dia keluar dari sebuah asap ungu kehitaman dengan pipa rokok yang mana adalah artefak miliknya, pipa rokok tersebut membuat Teppes tidak dapat menyadari keberadaannya dan bahkan dapat mengendalikan alam bawah sadar Teppes.


“Sialan karena aroma dari pipa rokoknya itu aku hampir menghancurkan seluruh kerajaanku” pikir Teppes.


Aroma dari pipa rokok milik Incubus membuat emosi dari Teppes menjadi tidak dapat terkendali, dan dia jadi mudah sedih dan cepat marah lalu karena hal itulah sihir Teppes menjadi melemah dan dapat dengan mudah dihancurkan oleh Roy Black dan Satans. Semua hal yang membuat Roy Black dan Satans bertambah kuat adalah karena dirinya, sang iblis yang mana mengendalikan emosi setiap mahluk hidup yang dia lihat dan membua emosi tersebut tidak dapat terkendali.

__ADS_1


“Hehehe… jangan marah seperti itu, aku melakukan semua ini juga karena terpaksa, kalau tidak ada kekuatan sebesar itu dibelakang Satans maka aku juga tidak akan melakukan hal ini” kata Incubus, dia bersikap seperti seorang anak kecil dengan tubuh pria dewasa dan melihat hal itu membua Teppes menjadi jijik pada dirinya.


“Kau sudah selesai…” kata Roy Black yang mana secara tiba-tiba muncul dibelakang Incubus.


“Akhirnya kau datang juga Roy, tunggu apa lagi lakukanlah, selesaikan semua ini” kata Teppes.


“Kau tidak pantas mendapatkan pengampunan dengan cara seperti itu, sekarang ini Satans telah mengumpulkan para pasukannya kami yang tersisa, dan dengan pasukan itu kami akan membunuh seluruh vampire yang ada disini, dan hanya dengan cara itulah baru kau mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang penting bagimu” kata Roy Black.


“Dasar hewan kotor, aku kutuk kalian berdua” kata Teppes, matanya berubah menjadi merah dan energy darah merah kemudian langsung menyelimuti tubuh Roy Black dan juga Incubus.


“Kau pikir kutukan ini akan dapat membunuh kami” kata Roy Black.


“Kutukan itu memang tidak dapat membunuh kalian langsung, akan tetapi dia membawa diriku untuk membunuh kalian berdua” kata Rio yang mana muncul dari depan gerbang istana Teppes.


“Sialan ini gawat” kata Incubus.


“Burrnn…” dengan sihir api miliknya Rio lalu menciptakan sebuah bola api besar ditangan kanannya, “Fusshkk…” dia lalu melemparkan bola api tersebut keatas udara, terpengaruh dengan bola api tersebut Roy Black dan juga Incubus melepaskan pandangan mereka dari Rio, “Busshkk…” kemudian dengan cepat Rio langsung telah berada didepan Roy Black dan juga Incubus. “Trringgs…” menggunakan golok naga waktu miliknya, Rio langsung mengarahkan serangan tebasan pada kedua mahluk raja tersebut “Srraashhkk….”.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2