Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 82 Harta karun yang sebenarnya


__ADS_3

“Boomssh… Krraasstt…” kedua siluman tersebut bertarung selama lebih dari 2 jam dan menyebabkan kehancuran hutan disekitar mereka, “Raaoorr… Crrasstt…” siluman manusia singa yang mana sedang kesulitan itu lalu menggunakan sihir miliknya untuk menyembuhkan beberapa luka-luka ditubuhnya. “Buusskk…” namun disaat dia mencoba untuk memulihkan diri dengan cepat siluman manusia serigala putih memukul perutnya dan membuat dirinya memuntahkan darah.


“Sialan…” kata siluman manusia singa “Crraasstt…” menggunakan mulutnya dia mengigit pundak dari siluman manusia serigala putih tersebut, melihat hal tersebut “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” menggunakan kedua tangannya siluman manusia serigala putih itu lalu mulai mencabik-cabik punggung dari siluman manusia singa tersebut. Menghadapi serangan bertubi-tubi dari cakaran siluman manusia serigala putih itu “Krrraasskk…” dengan kuat siluman manusia singa tetap mempertahankan gigitannya dan membuat pundak siluman manusia serigala putih berdarah, “Ssrraasshh…” darah bercucuran keluar dengan sangat cepat dari pundak siluman manusia serigala putih tersebut.


“Rooaarrr… Crraastt…” dengan kuatnya siluman manusia serigala putih tersebut lalu membalas gigitan dari siluman manusia singa tersebut, keduanya lalu saling menggigit satu sama lainnya dan membuat darah dari kedua siluman itu keluar dengan derasnya. lalu disaat obat racun milik Rio sudah kehilangan efeknya siluman manusia serigala putih tersebut lalu mulai melemah, “Buusskk…” melihat sebuah kesempatan itu siluman manusia singa lalu memberikan serangan pukulan telah diperut siluman manusia serigala putih tersebut, “Gaaahhh…” siluman manusia serigala putih itu lalu terhempas sambil menumpahkan sejumlah besar darah dari tubuhnya.


“Kelihatannya dia sudah mencapai batasnya kah” kata Rio yang mana melihat pertarungan mereka berdua sambil memakan sebuah coklat batangan.


“Rooaaarr…” dengan kecepatan penuh siluman manusia singa itu lalu berlari kearah siluman manusia serigala putih yang mana sudah terluka parah dan melemah, “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” dengan cakaran dari kedua tangannya siluman manusia singa itu lalu melancarkan seranga bertubi-tubi ke tubuh siluman manusia serigala putih tersebut. “Srraasstt…” dengan tubuh yang sudah melemah karena efek dari sihir amukan siluman manusia serigala putih itu lalu mati rasa dan tubunya bahkan sudah rusak parah, “Krraasstt…” tubuh dari siluman manusia serigala putih tersebut lalu terdengar suara-suara retaknya tulangnya karena serangan pukulan dan cakaran dari siluman manusia singa tersebut.


“Sekarang mari kita akhiri ini” kata siluman manusia singa tersebut, dia mengumpulkan energy sihir miliknya dikelima ujung kukunya, “Buusshh…” dia lalu dengan cepat mengarahkan serangan cakaran ke dada siluman manusia serigala putih tersebut.


“CRRRAASSTT…” dengan kuatnya serangan dari siluman manusia singa itu lalu membuat tubuh dari siluman manusia serigala putih tersebut hancur berkeping-keping, setelah memastikan kalau siluman manusia serigala putih itu mati terbunuh “Brruukks…” siluman manusia singa tersebut lalu jatuh lemas karena kehabisan tenaga. Disaat siluman manusia singa itu sudah kehambisan tenaga dan juga hampir mati, “Trraak…” Rio datang menghampiri dirinya dengan membawa kedua senjata sihir ditangan kanan dan tangan kirinya.


“Haaah… akhirnya kau menunjukkan dirimu juga” kata siluman manusia singa tersebut.


“Dari cara bicaramu itu kau tampaknya sudah tahu kalau aku melihat kalian bertarung” kata Rio.


“Aku adalah siluman singa, penciuman miliku lebih tajam dan aku dapat membedakan bau manusia dan juga bauk siluman dengan mudahnya” kata siluman manusia singa tersebut.


“Kalau kau sudah tahu lalu kenapa kau tidak menyerangku” kata Rio.


“Aku juga tidak tahu, mungkin karena kemarahanku dan rasa ingin balas dendam yang aku punya, karena itulah aku sudah tidak perduli lagi pada kau ataupun pada nyawaku sendiri” kata siluman manusia singa tersebut.

__ADS_1


“Aku mengerti…” kata Rio yang mana juga menyimpan amarah ingin balas dendam kepada pamannya, “Trraakk…” Rio lalu memegang tubuh dari siluman manusia singa dengan tangan kirinya.


“Kau sudah akan mengakhiriku bukan, kalau begitu lakukan dengan cepat” kata siluman manusia singa itu.


“Ssshhhttt…” dari tangan kiri milik Rio tersebar energy sihir dari tehnik sihir racun yang kuat, sihir racun itu lalu merasuki tubuh dari siluman manusia singa dan merambat keseluruh tubuh dari siluman manusia singa tersebut.


“Apa yang kau lakukan, kenapa aku tidak merasakan sakit sedikitpun” kata siluman manusia singa itu.


“Itu adalah sebuah racun khusus yang mana membuat tubuh seseorang lumpuh dan jadi tidak dapat merasakan apa-apa, tetapi itu tidak akan menyembuhkan dan hanya membuatmu tidak merasakan rasa sakit” kata Rio.


“Hahahah…. Kau ternyata cukup baik juga…., kalau seperti ini aku memiliki sebuah permintaan untukmu” siluman manusia singa tersebut.


“Permintaan apa, asal kau tahu saja kalau itu sesuatu yang merepotkan maka aku tidak akan melakukannya” kata Rio.


“Haaah.. baiklah kalau begitu, katakan apa yang kau mau” kata Rio.


“Anak-anakku mereka masihlah sangat kecil dan jumlah mereka cuman tiga orang, aku tidak bisa membiarkan garis keturunanku terputus” kata siluman manusia singa tersebut.


“Tidak perlu kau lanjutkan lagi, aku mengerti kau ingin bilang apa, kau ingin aku menjaga anak-anakmu bukan tetapi aku tidak yakin kalau bisa menjaga mereka” kata Rio.


“Hahahha… aku paham maksudmu\, tetapi apa kau yakin karena harta karun dari ujian DS Game kali ini ada pada diriku\, dan harta karun itu adalah ****” kata siluman manusia singa tersebut.


“Apa kau bilang, kau serius dengan kata-katamu itu” tanya Rio, tetapi siluman manusia singa tersebut sudah tidak sadarkan diri dan kehilngan nyawa miliknya.

__ADS_1


Dengan cepat setelah mengetahui keberadaan dari harta karun yang dikatakan oleh siluman manusia singa itu, “Buussh…” Rio langsung berlari kearah wilayah siluman manusia singa itu dan disana dia melihat ada banyak mayat siluman singa betina. Dan diantaranya ada beberapa anak-anak siluman singa yang mana sedang bersembunyi disemak-semak, melihat hal tersebut Rio mengeluarkan sebuah gulungan sihir yang mana memilik fungsi untuk menyimpan benda hidup didalamnya.


“Hei-hei jangan bandel kalian ini, ini permintaan ayah kalian” kata Rio.


Dengan sigap Rio berusaha menangkap ketiga anak siluman singa tersebut dan setelah beberapa menit dengan beberapa bekas luka cakaran diwajahnya Rio pada akhrinya berhasil menangkap ketiga anak siluman singa tersebut.


“Akhirnya ketangkap juga kalian bertiga, ayo jangan banyak gerak ini gulungan mahal tau” kata Rio, “Srraanggss…” cahaya lalu keluar dari dalam gulungan itu dan mengurung ketiga anak siluman singa tersebut didalam sebuah kubus cahaya.


Melihat proses pengurungan masilah lama Rio lalu menuju singgasana batu dari siluman manusia singa tersebut “Boomssh…” dan dengan sihir api miliknya dia menghancurkan singgasana tersebut, lalu dibawahnya muncullah sebuah kotak kayu yang mana memancarkan energy sihir mistik yang luar biasa kuatnya.


“Mau berapa lama kau tetap sembunyi” kata Rio.


“Hahahaha…. kau menyadarinya kah” kata Angga yang mana sedari tadi sembunyi didekat Rio.


“Sudah kubilang bukan, kau sangat buruk dalam mengendalikan hawamu itu” kata Rio.


“Kalau kau sudah tahu maka tidak perlu aku jelaskan lagi bukan, tujuanku maksudnya” kata Angga.


“Kau ingin merebut harta karun yang menjadi tujuan ujian kali ini bukan, tampaknya kau terlalu meremehkanku” kata Rio.


“Memang karena itulah aku akan membunuhmu disini dan mengambil harta itu” kata Angga yang menunjuk kearah kotak kayu tersebut.


“Hmmm….. oooh, hahahah… coba saja kalau kau bisa” kata Rio, dia tertawa sedikit mendengar perkataan Angga tadi seakan-akan ada hal yang sangat lucu dari perkataan Angga.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2