Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 393 Peperangan terakhir bagian 4


__ADS_3

Sebelumnya ketika telah ratusan senjata sihir tercipta, “Tranggs...” Rio langsung memanggil Andras untuk datang dan atas perintah Rio dia membuat Andras memasukkan semua kekuatan sihir miliknya kedalam setiap senjata tersebut, dan pada saat itu juga semua senjata itu telah dapat ditingkatkan dengan bayaran senjata itu akan hancur ketika digunakan.


“Tuanku aku sudah menandai setiap senjata yang ada” kata Andras.


“Bagus kalau begitu... sekarang tinggal kalian semua, bagaiman jawaban kalian” kata Rio.


Saat itu Andras yang mana membenci Zeppar dan yang lainnya karena berkhianat, sekarang ini merasa khasihan pada mereka, itu karena sekarang ini Zeppar dan yang lainnya sedang sekarat tergeletak dihadapan dirinya. Mereka dipanggil oleh Rio dan dipaksa untuk tunduk dibawah dirinya, namun mereka sama sekali tidak mau dan menolak untuk tunduk dibawah manusia, karena kesal Rio langsung main tangan dan membuat mereka semua sekarat berulang kali dan setelah mereka dihajar sampai sekarat mereka kemudian kembali dikurung kedalam menara solomon sampai mereka pulih.


“Hmm... tuanku ini sudah lebih dari yang kesepuluh kalinya anda menghajar mereka sampai seperti ini, apakah anda tidak bisa membiarkan mereka dikurung saja” kata Andras.


“Tidak aku tidak mau, lagi pula kekuatan mereka sangat dibutuhkan saat ini, aku tidak akan melepaskan iblis-iblis ini walaupun mereka meminta untuk dibunuh sekalipun” kata Rio.


Dan seperti itulah siksaan mereka berlanjut sampai pada akhirnya mereka semua patuh pada Rio, dan sekarang ini Zeppar yang mana dulunya berkhianat telah tunduk dibawah kaki Rio, lalu pada saat ini juga dia telah memegang peran penting untuk mengalahkan para monster yang mana telah menyatu dengan Gilang yang telah membelah tubuhnya tersebut. “Srrangggs...” aura pedang yang kuat dimana jutaan senjata sihir digabungkan untuk menciptkan sebuah pedang tersebut, dan pedang itu mengeluarkan cahaya darah keemasan yang mana langsung menyinari seluruh lautan dunia tersebut.


“Monster-monster jelek, bersiaplah untuk mati ditanganku” kata Zeppar.


“Bushkk...” dengan cepat Zeppar langsung terbang menerjang langsung kearah ketiga monster tersebut, dan disaat yang bersamaan juga ketiga monster tersebut kemudian langsung menyerang balik kearah Zeppar. “Rooaaar...” ular raksasa bersayap enam langsung mengeluarkan racun yang kuat dari taringnnya, sementara itu raksasa bulat dengan ratusan tangan langsung menyerang menggunakan ratusan tangan miliknya, dan monster terakhir adalah sosok yang terlihat seperti pedang dengan ratusan mata di badan pedangnya.


“Haaaah....” dengan sekali tebasan Zeppar mengeluarkan aura pedang yang mana sangat kuat, dan aura tersebut langsung terbang menyerang ketiga monster tersebut, “Wrrushskk...” seperti ombak laut yang mana menyerang sebuah tiga mahluk kecil, serangan yang kuat itu menghancurkan tubuh dari ketiga monster tersebut. Bahkan sebelum mereka sadari “Srrast... Crrastt... Krrass...” tubuh dari ketiga monster tersebut telah hancur karena satu tebasan dari Zeppar, dan disaat itu Zeppar terlihat kelelahan karena menggunakan seluruh kekutannya “Krrakk... Trranggs...” dan pedang yang dia pengang kemudian hancur dengan sendirinya.

__ADS_1


“Haah... Haah... rasakan itu” kata Zeppar.


“Kerja yang bagus, akan tetapi seperti ini belum selesai” kata Rio.


“Duk-duk.... Duk-duk.... Duk-duk....” disaat itu dari balik energy pedang tersebut ketiga jantung dari ketiga monster itu masih tetap ada, dan bahkan “Srraahkk...” ketiga jantung itu langsung menyatu dan menerima kekuatan dari alam bawah dan menjadi sesosok monster raksasa. Dengan sepasang lengan dan juga enam sayap, monster itu memancarkan aura kehitaman yang sangat kuat, dan diwajahnya teradapat lima buah mata yang melihat langsung kearah Rio.


“Grrraaahhkk... kau sudah semakin hebat saja Rio” kata raksasa tersebut, dia mengeluarkan suara Gilang yang bergema kedalam seluruh lautan dunia tersebut.


“Dan kau semakin jelek saja” balas Rio.


“Grrr...” marah mendengarkan perkataan Rio barusan “Fusshkk...” dengan cepat sosok monster raksasaa tersebut langsung terbang kearah Rio, dan disaat itu juga “Srranggs...” Zeppar langsung mengeluarkan salah satu dari kelima pedang miliknya.


“Cih... tidak mempan rupanya” kata Zeppar.


“Hentikan usaha sia-siamu Zeppar, kekuatanmu tidak cukup kuat untuk melukainya” kata Laplace.


“Apa maksudmu itu” kata Zeppar yang merasa sedikit terhina.


“Pada saat seranganmu menyentuh tubuhnya, dia dengan cepat menyerap seluruh serangan yang kau lancarkan, dan kemudian dia langsung mengambil alih energy iblis milikmu dan menjadikannya miliknya, bisa kau lihat aura iblisnya menjadi sedikit lebih kuat karena terkena serangan pedangmu tadi” kata Laplace.

__ADS_1


“Jadi begitu, itu kemungkinan adalah kekuatan api hitam yang barusan dia keluarkan, aku tidak percaya ada mahluk yang segila itu di alam ini” kata Zeppar.


“Tuanku apa yang harus kita lakukan serakarang, nampaknya serangan biasa tidak akan berdampak pada monster raksasa itu” kata Azzazel.


“Untuk sekarang Azzazel tahan dia menggunakan sihir ruangmu, dan Andras buka segel kekuatan dari para tombak, kita akan menyatukan seluruh tombak sihir yang ada” kata Rio.


Ketika Rio memberikan mereka perintah dengan cepat “Srranggs...” Azzazel langsung bertindak, dia menggunakna tehnik sihir miliknya dan langsung menahan monster raksasa tersebut didalam ruang sihir khusus, didalam ruang tersebut monster raksasa itu terperangkap seperti berada didalam kotak kaca transparan. “Trrangg...” akan tetapi hanya dengan sebuah ketukan tangan biasa, monster raksasa tersebut berhasil membuat retakan pada kekangan milik Azzazel.


“Ugghk... ini tidak akan bisa bertahan untuk waktu yang lama, semuanya bantuk aku sebentar” kata Azzazel.


Pada saat itu dia menggunakan koneksi miliknya pada artefak Lemegeton yang ada ditangan Rio, dan Rio yang merasakan hal itu membiarkan Azzazel untuk menggunakan sedikit kekuatan dari Lemegeton, “Srraahkk...” dan dengan cepat kekuatan mulai mengisi tubuh milik Azzazel, dia mendapatkan kekuatan dari para iblis solomon yang lainnya dengan menghubungkan pikirannya pada yang lainnya menggunakna bantuan dari Lemegeton.


Dengan kekuatan sihir yang melimpah tersebut, “Trranggs... Krranggs...” Azzazel langsung membuat tiga buah ruang tambahan dan membuat monster raksasa tersebut terkurung didalamnya, akan tetapi pada saat itu juga monster raksasa itu melihat langsung kearah Azzazel. Melihat kelima buah bola matanya Azzazel langsung merasakan merinding disekitar lehernya, dia bisa tahu kekuatan dari monster tersebut hanya dengan melihaat dirinya saja.


Dan pada saat itu juga “Srrangggs...” tangan kanan dari monster raksasa tersebut tiba-tiba saja terbakar dan berubah bentuk menjadi sebuah pedang, dan menggunakan kuda-kuda untuk menusuk monster raksasa itu kemudian “Sranggs...” langsung memberikan serangan tusukan kearah Azzazel. Serangan tusukan yang kuat dilancarkan oleh monster raksasa tersebut dan menghancurkan beberapa lapis kurungan ruang yang dibuat oleh Azzazel, pada saat itu Azzazel telah pasrah akan terkena serangan monster raksasa tersebut namun “Trranggs...” dengan cepat Rio datang dan menghalangi serangan dari monster raksasa tersebut menggunakan pedang miliknya.


“Bisa tidak kau jangan membuli bawahanku” kata Rio.


“Hahaha... salahkan mereka yang terlalu lemah dan berani berada dihadapanku” kata Gilang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2