
Monster alam bawah raksasa pohon yang mana memaksa masuk kedalam alam manusia, mengerti kalau dirinya sendiri tidak akan bisa bertarung saat dia memasuki alam manusia yang mana telah dipasangkan penghalang, akan tetapi disaat itu juga dia telah menyiapkan cara khusus yang mana hanya dapat dirinya lakukan. Dengan kepintaran yang dia terima dari Gilang monster alam bawah itu menjadikan dirinya sebagai bibit pepohonan, dan kemudian memancing mahluk yang mana memiliki kekuatan sihir untuk mendatangi dirinya dan dengan cepat dia menangkap mereka dan menjadi mereka sebagai nutrisi untuk anak-anaknya.
Buah-buah merah yang mana berbentuk janin tersebut adalah para monster alam bawah yang baru, dan dengan lahirnya salah satu mahluk tersebut di alam manusia, maka para monster alam bawah yang lainnya akan mendapatkan jalan baru untuk menguasai alam manusia. Akan tetapi saat rencananya sedang berjalan dengan baik, monster alam bawah berbentuk raksasa pohon tersebut merasakan adanya bahaya dengan kehancuran para orang-orang yang dia kendalikan, dan lagi “Srrashkk…” ada sosok kuat yang mana memusuki wilayahnya.
“Grrr… M-Manusiaaaa….” Monster alam bawah raksasa pohon tersebut, untuk pertama kalinya mengucapkan kata-kata bahasa manusia.
Mendengarkan hal itu Angga merasa cukup terkejut, itu karena dari apa yang dia tahu para monster alam bawah adalah mahluk-mahluk tampa otak yang mana hanya bergerak menggunakan insting mereka. Monster alam bawah itu mulai beradaptasi dengan kepintaran yang diberikan oleh Gilang pada dirinya, dia mempelajari dan juga mengingat bahasa-bahasa yang digunakan oleh para manusia dan Gilang, dan saat dia dapat membuat organ berbicara miliknya dia mulai menggunakannya untuk menyebarkan kata-katanya pada Angga yang mana ada didepannya.
“Heei… aku baru tahu kalau kalian bisa berbicara, mungkin ada bagusnya juga aku membawamu pulang hidup-hidup, siapa tahu kalian bisa menjadi oleh-oleh yang bagus untuk para peneliti didalam serikat pencari kebenaran” kata Angga.
“Grrrr… M-Manusi… Ku-rang ajar… Akan… Aku bunuh kau” kata monster alam bawah pohon raksasa tersebut.
“Heheheh… majulah bunga kecil” kata Angga.
“GROAAARR…” menggunakan akar-akar pepohonan miliknya, monster alam bawah tersebut “Trrask… Krrassk.. Srraskkt…” mulai menyerang, akar pepohonan yang mana ada puluhan itu langsung menyatu menjadi satu, lalu akar-akar pepohonan itu kemudian mulai menyerang Angga dari berbagai arah. Dan disaat itu Angga hanya tersenyum karena kesenangan, “Busshkk…” dengan satu lompatan kuat Angga langsung melompat sampai ke 50 meter diatas langit.
__ADS_1
Melihat hal tersebut “Wrruuskk…” akar-akar pepohonan monster alam bawah tersebut langsung mengejar Angga, akar pepohonan tersebut sangatlah panjang dan hampir dapat mencapai Angga. “Taassk…” dan saat akar pepohonan itu mencapai batasnya, Angga langsung mengambil kesempata itu “Busshkk…” dengan satu hentakan kaki diatas udara “Srrast… Srrast… Srrast…” Angga langsung melesat sambil memotong-motong “Srrast… Srrast…” seluruh akar pepohonan yang berusaha untuk menangkapnya tersebut.
“Trraak…” dan saat Angga mendarat diatas tanah “Wussshkk…” dengan cepat dia melesat menuju kearah tubuh utama monster alam bawah pohon raksasa tersebut, menggunakan pedang yang diberikan Dullahan kepada dirinya Angga langsung mengarahkan serangan tusukan pada monster alam bawah tersebut. Akan tetapi disaat Angga telah mengarahkan fokusnya untuk menyerang tubuh utama monster alam bawah tersebut, “Trrassk…” dari bawah tanah muncullah sesosok monster alam bawah lainnya yang mana terlihat seperti manusia dengan ketinggian 3 meter dan memiliku tubuh merah dengan kulit yang transparan.
“Roaarr…” monster alam bawah itu kemudian langsung menyerang Angga, disaat itu juga Angga langsung bergerak menggunakan insting miliknya, “Busshtt…” dia menggunakan kekuatan angin miliknya dan mendorong dirinya untuk berputar dengan instan, lalu dengan cepat “Trranggs…” Angga langsung dapat menahan pukulan dari monster alam bawah raksasa dengan kulit transparan tersebut.
“Gaahhkk…” Angga yang mana terlempar karena serangan pukulan dari monster alam bawah yang satunya lagi tersebut, langsung kembali berdiri untuk bertarung.
Matanya tidak menunjukkan ketakutan ataupun amarah, akan tetapi matanya menunjukkan kalau dia sedang bersenang-senang dengan kejadian yang telah terjadi, dia adalah satu-satunya anggota serikat Rio yang mana memiliki hobi bertarung dan bahkan akan mengorbankan nyawanya untuk kesenangan dalam pertarungan.
“Srrahhkk…” dar bayangan Angga, Dullahan langsung muncul dengan tunggangan serigala raksasa hitam miliknya, “Grrr… Rooaarr…” serigala raksasa tunggangan Dullahan yang mana melihat Angga terluka mulai mengamuk, dan serigala itu ingin langsung maju menyerang musuh tampa diperintahkan oleh Angga dan juga Dullahan.
“Hahah… tenanglah kawanku, tetaplah bersama dengan tungganganmu, kita akan memulai peperangannya disi sekarang juga” kata Angga.
“Trrask… Trrask… Trrask…” lalu dari dalam tanah muncullah lagi empat monster alam bawah yang mana memiliki bentuk fisik yang sama dengan yang menyearan Angga, mereka memiliki tubuh fisik seperti manusia raksasa dengan tertutupi kulit setipis kertas yang sangat kuat. Disisi lain seluruh otot-otot mereka telah terikat dan menjadi satu kesatuan yang sangat kuat, saat ini monster itu telah menyamai kekuatan dari puluhan gajah.
__ADS_1
“Sekarang tampaknya kita kalah jumlah, mari kita ramaikan tempat ini Dullahan” kata Angga.
“Grooaaarr….” Ketika Dullahan mendapatkan kembali pedangnya dari Angga, dia kemudian memanggil para pasukan kematian, dan para tengkorak orang-orang yang telah mati disana langsung bangkit kembali menjawab perintah dari Dullahan, dan “Srrahhkk…” dengan energy gelap milik Dullahan dia menyelimuti para tengkorak orang-orang yang telah mati tersebut. Dalam hitungan detik “Srrangg… Trranggs…” para tengkorak orang-orang yang telah mati tersebut langsung diperlengkapi dengan armor dan juga senjata, mereka terlihat lebih garang dan juta mematikan.
“Hahahah… bagus mari kita mulai pestanya” kata Angga.
“Wusshkk…” dengan cepat Angga langsung melesat memimpin para pasukan tengkorak tersebut untuk maju menghadapi para monster alam bawah tersebut, “Srringgs…” dengan pedang angin kecil ditangan kanannya Angga langsung bersiap untuk menyerang, lalu disaat yang bersamaan salah satu dari monster alam bawah berbentuk raksasa manusia itu kemudian langsung menyerang menggunakan tinju miliknya. Serangan pukulan dari monster alam bawah raksasa manusi itu kemudian diarahkan kearah Angga, namun dengan satu gerakan kecil “Srrask…” Angga langsung memotong tangan dari monster alam bawah berbentuk manusia itu dengan pedang angin miliknya.
“Roaaar…” kesakitan karena tangan miliknya dipotong, “Srrast… Srrast… Srrast…” monster alam bawah raksasa itu kemudian langsung diserbu oleh para prajurit tengkorak dan membuat dirinya terbunuh ditutupi oleh luka tebasan pedang, melihat hal itu keempat monster alam bawah berbentuk manusia yang lainnya langsung “Trrassk…” mengambil batu besar dibawah kaki merkea dan “Fusshkk… Fusshkk… Fusshkk…” dengan cepat mereka melempari para prajurit tengkorak tersebut.
“Bumshk… Bumshk… Bumshk…” bebatuan besar yang mana dilemparkan tersebut, membuat para prajurit tengkorak yang ada disana langsung hancur dengan mudahnya, disaat melihat hal itu monster alam bawah pohon raksasa tersebut melihat para pasukan tengkorak yang hancur itu dia mengira kalau dirinya telah menang, akan tetapi disaat itu juga dia menyadari kalau Angga telah menghilang dari medan perang. Dan secara tiba-tiba “Srraahkk…” Angga langsung muncul dari belakang monster alam bawah pohon raksasa tersebut, dan menggunakan pedang angin miliknya dia langsung menyerang monster alam bawah pohon raksasa tersebut.
“Selamat tinggal…” kata Angga.
Bersambung…..
__ADS_1