Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 289 Raja siluman laut dalam bagian 4


__ADS_3

Rio yang menemukan kalau ada beberapa kelompok siluman yang mana sedang memasuki dimensi kekuasannya “Burrnn…” langsung menggunakan kekuatan api miliknya, dia menciptakan beberapa bola api menggunakan sihir api miliknya dan “Tringgs…” dia langsung memanggil Banaspati untuk datang membantu dirinya.


“Hahaha… aku datang lagi, siapa dan apa yang harus aku bakar kali ini” kata Banaspati.


Rio sediki terkejut melihat tubuh Banaspati yang sekarang ini menjadi lebih besar, dia sekarang ini terlihat seperti sesosok raksasa dengan tinggi 10 meter yang mana tubuhnya terbuat dari api ungu kehitaman.


“Tubuhmu semakin besar saja” kata Rio.


“Hahahha… ini semua karena kau, aku bisa menggunakan beberapa kekuatan asliku saat menggunakna energy sihir milikmu” kata Banaspati.


“Terserah kau saja, sekarang ini wilayahku sedang disusupi oleh para siluman dan juga mereka berkelompok, aku mau kau merasuki beberapa bola api ini dan menggiring mereka semua disatu tempat” kata Rio.


“Hahahah… aku mengerti, kau ingin mengumpulkan semua kayu bakar itu untuk bisa membakar mereka semua secara bersamaan bukan” kata Banaspati.


“Itu kau tahu, kalau sudah mengerti cepat pergi dan bawa mereka kepadaku” kata Rio.


“Hahahah… siap..” kata Banaspati.


“Burrngg… Fusshtt…” Banaspati lalu membagi tubuhnya dan merasuki puluhan bola api tersebut, “Fusstt… Wussrtt…” puluhan bola api tersebut langsung terbang dan menyebar kesegala arah yang ada dihutan tersebut. Dan saat salah satu dari bola api yang dirasuki oleh Banaspati telah menemukan satu kelompok siluman tersebut, “Frrushhkk…” dia langsung mengubah wujudnya menjadi seperti sesosok manusia api.


“Sialan kita telah ditemukan segera bersiap untuk bertarung” kata sesosok siluman berusia puluhan ribu tahun yang ada disana.

__ADS_1


Dia memerintahkan para siluman berusia ribuan tahun yang lainnya untuk mengambil posisi mereka masing-masing, dan saat salah satu siluman telah melihat celah dari Banaspati “Srrasstt…” dia mencoba untuk menyerangnya menggunakan cakarannya, akan tetapi “Burrn…” bukan Banaspati yang terluka melainkan tubuh siluman tersebut langsung terbakar karena menyentuh tubuh api milik Banaspati.


“Percuma saja kalian para siluman bodoh, siapapun yang menyentuh apiku akan mati terbakar sampai hangus, dan tidak akan meninggalkan apapun bahkan jiwa sekalipun” kata Banaspati.


Mendengarkan perkataan dari Banaspati tersebut para siluman tersebut mulai agak ketakutan menyerang Banaspati, itu karena salah satu teman mereka yang terbakar sampai mati karena mencoba untuk menyerang Banaspati.


“Cih… yang lainnya terlihat jelas telah ketakutan karena salah satu dari kita telah terbakar sampai mati, nampaknya jalan satu-satunya adalah melarikan diri dan memikirkan kembali untuk melawan mahluk ini” pikir siluman berusia puluhan ribu tahun tersebut.


“Hei-hei… kenapa kalian diam saja, apa kalian tidak mau menyerangku..?? kalau begitu bagaimana kalau aku saja yang menyerang kalian” kata Banaspati.


“Burrnnn…” menggunakan api ditangannya Banaspati berusaha untuk menciptakan sebuah bola api besar dan bersiap untuk melemparkannya keasalah satu siluman yang ada disana, “Srringgs…” akan tetapi siluman berusia puluhan ribu tahun tersebut mulai mengeluarkan senjata sihir yang mana terlihat seperti tombak, dan dia lalu mengalirkan energy sihir kearah tombak tersebut, melihat hal tersebut Banaspati langsung bersemangat untuk bertarung melawan siluman berusia puluhan ribu tahun tersebut.


“Hahah… Bagus-bagus memang begitu seharusnya, tidak akan seru jika kalian semua mudah untuk dibakar” kata Banaspati.


“Di-dimana mereka, mereka telah melarikan diri, cih… padahal aku kira bisa bertarung sedikit tetapi sudahlah lagi pula misiku adalah untuk menggiring mereka” kata Banaspati.


“Wuushhkk… dengan kecepatan penuh para siluman tersebut berusaha untuk melarikan diri dari Banaspati, itu karena mereka tidak bisa mengalahkannya dan ada tugas yang harus mereka lakukan saat itu juga.


“Kami tidak bisa terus seperti ini, kami harus segera menemukan beberapa tumbal dan lalu membuka gerbang untuk memanggil yang lainnya” pikir siluman berusia puluhan ribu tahun tersebut, dia adalah siluman kelinci yang mana memiliki tubuh manusia pendek dan menggunakan jubah untuk menutupi semua senjata sihir yang dia bawa.


Mereka diberikan tugas oleh raja mereka Roy Black untuk menyerang dimensi kekuasaan dari serikat ksatria bayangan, dan pimpinan serikat tersebut adalah Rio dan karena kekuatan Rio yang mana tidak bisa mereka ukur Roy Black ingin membuat beberapa kelompok kecil siluman tersebut untuk menciptkan sebuah lingkaran sihir besar. Dan dengan lingkaran sihir besar itu dia dapat dipanggil dan juga mereka dapat memutuskan koneksi antara Rio dan dimensi kekuasaannya untuk sementara waktu dengan lingkaran sihir tersebut, mendapatkan perintah tersebut para siluman yang ada dibawahnya langsung menerima misi itu, mereka seperti telah terhipnotis untuk melakukan apapun yang diperintahkan oleh Roy Black dan juga mengerjakannya dengan sepenuh hati.

__ADS_1


“Grrr… kalau kami mati disini, maka misi kita akan gagal jadi kita perlu mundur dan pergi kearah kediaman penduduk” pikir siluman kelinci berusia puluhan ribu tahun tersebut.


Dia memimpin para siluman yang lainnya untuk berlari kearah sebuah cahaya yang mana mereka kira adalah cahaya dari rumah penduduk, dan saat mereka telah sampai disana, ternyata mereka telah tertipu oleh sebuah lampo neon raksasa yang sengaja dinyalakan ditengah hutan tersebut. “Srrakks… Wrruksk…” dan yang paling mengejutkan lagi semua kelompok siluman yang dikirim telah berkumpul disana, terkecuali kelompok yang mana telah dibantai oleh Angga yang sekarang ini sedang berhadapan dengan Angga.


“I-ini… apa-apaan ini semua…?? Apa yang terjadi” kata siluman kelinci tersebut.


“Fushhk…” Rio yang mana telah melihat keberadaan para siluman yang mana telah berkumpul disana langsung tersenyum kepada mereka, dengan tatapan matanya yang dingin dan juga tajam Rio memberikan perasaan menakutkan pada para siluman yang melihat dirinya tersebut. “Burrnn… Burrnn… Burrnn…” lalu beberapa bola api yang mana telah dirasuki oleh Banaspati langsung mengepung para siluman yang ada disana, Banaspati tidak membiarkan satu silumanpun melarikan diri dari hadapannya dan sedang bersiap menunggu perintah dari Rio.


“Hmm… kira-kira ada delapan siluman berusia puluhan ribu tahun yang ada disini, jadi ada delapan kelompok sekarang, Hm…. Tidak ada sembilan” kata Rio yang mana saat itu menyadari kalau Angga sedang bertarung dengan salah satu kelompok siluman yang menyusup kedimensi kekuasaannya tersebut.


“Baiklah kalau begitu, mari kita akhiri ini semua dengan cepat saja, Banaspati bersiaplah kita akan bakar habis mereka semua” kata Rio.


“Hahahah… HAHAHAHA…. aku telah menunggu kata-kata tersebut, mari kita tunjukkan pada mereka bagaimana itu sihir api yang sebenarnya” kata Banaspati.


“Frusstt…” seluruh bola api yang mana dirasuki oleh Banaspati langsung berubah menjadi wujud manusia api, dan dengan tangannya mereka semua langsung membacakan sebuah mantra yang mana menggunakan bahasa yang tidak dapat dimengerti, sementara itu “Burrn…” Rio sendiri menciptakan sebuah bola api besar dan “Fruusttkk…” memadatkannya ditelapak tangannya.


“Matilah…” dan dengan satu lemparan dari sihir api miliknya Rio mengincar para siluman tersebut.


Dan saat bola api ditangan Rio hampir sampai didekat para siluman tersebut, mereka hanya diam dan tidak bisa apa-apa karena mereka tahu kalau percuma saja melarikan diri dari Rio dan Banaspati. “Boommsh…” ketika bola api tersebut meledak Banaspati langsung memasuki ledakan tersebut, “Frusstt…” dan dengan kekuatan sihirnya Banaspati langsung menciptkan sebuah pilar api agar ledakan api tersebut tidak menyebar dan membakar seluruh hutan.


Sementara itu Roy Black yang mana sedang berada didalam dimensi kekuasaan prajurit raksasa sedang duduk santai diatas tubuh Igor, dia tidak mati namun tubuhnya telah babak belur karena mencoba untuk menghadapi Roy Black.

__ADS_1


“Hmm… mereka sudah kalah, dasar tidak berguna” kata Roy Black yang mana membuang tangan kanan Igor yang sedang dia makan tersebut.


Bersambung…..


__ADS_2