Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 107 Perjanjian paksa bagian 2


__ADS_3

Rio lalu meninggalkan rekan-rekannya untuk mengikuti orang berbadan besar itu, “Trringgsstt… Trringgsstt… Trringgsstt… Trringgsstt…” lalu puluhan orang muncul disana dan mengepung Rio menggunakan mahluk panggilan milik mereka, melihat hal itu Rio hanya diam saja melihat tindakan bodoh mereka semua.


“Hahahah…. Dasar bodoh tidak kusangka kau percaya saja saat aku bilang akan melawanmu satu lawan satu, sekarang kau akan mati menyesal ditangan kami semua” kata orang berbadan besar tersebut.


“Tadinya aku mau menghajarmu dan  lalu membiarkan kau pergi, tetapi tidak kusangka kalian semua benar-benar sampah” kata Rio, “Trrringgss…” tiba-tiba saja diarea itu seluruh tempatnya tiba-tiba memanas dan bukan cuman panas tetapi tenggorokan mereka hampir kering karena panasnya.


Dan diatas mereka sesosok bola api berwarna biru kecerahan dengan sosok anak kecil ditengahnya terlihat dengan api menyala tersebut, melihat sosok itu para partisipan yang ada disana merasa sedikit ketakutan. “Buurnn…” Banaspati lalu mulai semakin memanas karena merasakan banyaknya energy sihir.


“Hahahha…. Rio sudah lama kau tidak memanggilku, ada apa haaah… apa ada yang harus kubakar, katakan padaku siapa yang haru kubakar” kata Banaspati yang terlihat sangat bersemangat.


“Hmm… kau lebih bersemangat dari yang biasanya” kara Rio yang sedikit heran dengan semangat dari Banaspati.


“Hahahha… kita bahas itu nanti, lihatlah mereka sudah mau menyerang” kata Banaspati, para mahluk panggilan yang dipanggil itu merasakan hawa yang berbahaya dan lalu langsung menyerang tampa harus diperintahkan oleh partisipan yang lainnya.


“Rooaarr…” para mahluk panggilan yang teridiri dari Buta itu langsung menyerang Rio dan Banaspati, dengan senyuman yang lebar diwajahnya Banaspati langsung melaju menghampiri para mahluk panggilan yang lain tersebut “Wuusshh…” dengan tubuh api miliknya “Burrnn… Burrnn… Burrnn…” dia membakar mereka semua hanya dengan melewati tubuhnya saja. Rio juga melihat itu langsung bergerak dan menyelam kedalam bayangan “Frruussh…” dia menyelam dan langsung muncul keluar dibelakang para partisipan yang mengepungnya itu, “Srriinggss…” dengan pisau ditangan kanannya “Srraasstt…” di langsung menebas lehernya hingga putus.


“Satu sudah kalah” kata Rio, “Trrrassk…” dia lalu mengeluarkan crosbow miliknya melapisi ujung anak panahnya dengan sihir racun yang dia punya “Crraakkss…” dia lalu menembakkan tiga anak panah kearah tiga orang.


“Crrasst… Crrasst… Crrasst…” dan tepat ketiga orang tersebut langsung terkena anak panahnya, “Gaaaahh….” Dan setelah terkena anak panahnya itu mereka langsung mati ditempat karena racun milik Rio. “Boomsh… Boomsh…” melihat Rio membunuh empat orang beberapa partisipan yang ada disana langsung menembakkan sihir mereka kearah Rio, namun dengan mudah Rio menghindari tembakkan sihir mereka dan langsung menyelam kembali kedalam bayangan.


“Sialan dimana dia sekarang” kata pria berbadan besar tersebut yang mana mencari Rio dengan melihat disekitarnya.


“Srrasstt… Crrasstt…” ditengah kekacaaun yang dibuat Banaspati tersebut satu demi satu para partisipan yang ada disana terbunuh oleh Rio, mereka mati dengan mudahnya karena tidak bisa menebak dari mana datangnya serangan “Crrasstt…. Srrraasshh…” melihat teman-temannya mati satu persatu orang besar yang menantang Rio itu langsung mengeluarkan sebuah gulungan dan mengaptifkan sihir skala area.

__ADS_1


“Rasakan kau akan kubunuh kau dengan ini” kata orang berbadan besar tersebut, dia berencana menghancurkan seluruh area disekitarnya dan membunuh Rio bersama dengan teman-temannya.


“Dasar orang gila” kata Rio, “Crrasstt…” lalu secara tiba-tiba Rio muncul dibelakangnya dan menggunakan sebuah pedang yang cukup panjang Rio menusuk tubuh orang besar tersebut sampai membuat gulungan yang dia pegang rusak.


“Gaaahhkk… sialan” kata orang besar tersebut yang mana langsung jatuh dan mati ditempat.


“BUURRNN…” sementara itu Banaspati yang mana masih bersemangat hampir membakar seluruh hutan dengan api miliknya, dan bukan hanya itu saja wujud miliknya sudah berubah dengan sangat pesat, sekarang ini dia terlihat seperti bocah berusia 15 tahunan dengan tubuh yang terbakar dan sepasang tanduk dikepalanya.


“Hahahahah…. Bagus-bagus sekali, ini dia hari itu aku bisa mengingatnya, peperangan waktu itu benar-benar sangat menyenangkan” kata Banaspati yang mana mengingat masa lalu yang dia punya dialam ujian saat ini.


“Kau kelihatannya sudah sangat berbeda dari yang sebelumnya, apa yang terjadi..??” kata Rio yang mana melihat Banaspati dengan tatapan heran.


“Hahaha… tidak ada aku hanya sedang senang mengingat masa lalu” kata Banaspati.


“Hmmm…. Bisa dibilang seperti itu, tapi aku tidak menyangka dia masi tertidur sekarang ini, Hehehehe…. iblis tua itu” kata Banaspati.


“Aku masih tidak mengerti apa maksudmu, apa kau memiliki hubungannya dengannya” kata Rio yang sedikit penasaran.


“Kau akan tahu nantinya, tapi sekarang ini mari kita berikan kau sedikit hadiah kecil” kata Banaspati, dia lalu menunjuk kearah tangan kanan milik Rio.


“Ssrrrhhh…” dan secara tiba-tiba tato yang diberikan Banaspati sebelumnya memanas dan mulai semakin membesar, sekarang tato dari Banaspati itu tidak hanya ditangan Rio tetapi tato tersebut telah menjalar sampai keseluruh lengannya.


“Gggghhkkk….” Rio lalu agak kesakitan menahan rasa panas yang berasal dari tatonya itu, dia dapat merasakan rasa panas dari api milik Banaspati.

__ADS_1


“Hahahah… sekarang ini kau telah mendapatkan wujud lain dari api miliku, gunakanlah dengan baik Rio, sampai berjumpa lagi” kata Banaspati yang mana langsung pergi kembali kealamnya.


“Sialan itu, dia seenaknya saja tetapi apa yang baru dia katakan” kata Rio yang mana ingin melihat wujud dari bentuk api miliknya yang baru.


“Buummsshh…” namun sebelum Rio mencoba kekuatan baru dari Banaspati, sebuah getaran yang besar dari arah Aji dan Lita “Wrruusskk…” dengan cepat Rio langsung menyelam kedalam bayangan dan langsung mengarah kearah tempat rekan-rekannya itu, lalu pada saat dia sampai disana dia melihat sesosok raksasa berwarna hijau yang mana terdapat sebuah pohon besar dipunggungnya.


“Buusskk…” raksasa itu berusaha untuk menyerang para partisipan pemula yang berada ditempat aman, namun “Buussk…” dia tidak bisa masuk ataupun menyentuh mereka karena adanya sebuah penghalang yang dipasang ditempat itu. Dan disebelah raksasa hijau itu terdapat sesosok Jin yang melihat dengan tatapan kesal dimatanya.


“Hihihih…. Kalian semua sudah mendapatkan bola-bola kristal itu yah, bagus-bagus tetapi rasanya kurang asik kalau begini, bagaimana kalau aku tingkatkan sedikit kesulitannya” kata Jin tersebut.


“Sialan aku sepertinya tahu apa yang dia rencanakan” kata Rio, dengan cepat Rio langsung berlari menuju arah rekan-rekannya dan lalu berkumpul dengan mereka.


“Bos kau sudah kembali, kita sekarang berada dalam situasi gawat” kata Aji.


“Aku tahu dan tampaknya Jin gila itu ingin menghapus pembatas yang ada ditempat aman ini” kata Rio yang mana menebak pemikiran Jin tersebut.


“Haaah… apa kau bilang menghapusnya, tapi disini ada banyak pemula yang sudah menandatangani kontraknya, sia-sia usaha kita kalau mereka mati disini” kata Gio.


“Karena itulah ketika pembatasnya dihapus bersiaplah, kita akan langsung bunuh raksasa itu dengan cepat” kata Rio, dari dalam tubuhnya lalu terpancar energy haus darah yang kuat.


“Hihihihi…. kelihatannya ada yang menarik disana, baiklah kalau kau ingin sekali mati maka akan kukabulkan” kata Jin tersebut yang mana dapat merasakan haus darah dari Rio, “Taaakkss…” dengan satu jentikan jari dari Jin tersebut penghalang yang ada diwilayah aman tersebut langsung menghilang.


“Rooaaaarr…” melihat penghalangnya sudah terhapus raksasa itu langsung mengamuk dan melancarkan serangannya kearah para partisipan ujian tersebut, sementara itu Rio dan rekan-rekannya langsung maju dengan cepat dengan tujuan untuk membunuh raksasa tersebut.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2