Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 214 Ksatria iblis terkuat bagian 2


__ADS_3

Lalat neraka adalah salah satu tehnik terkuat yang dimiliki oleh Beelzebub yang mana adalah mahluk-mahluk hidup yang terlahir dari aura kerakusan dirinya, para lalat neraka sangat rakus dan hanya hidup untuk melahap apapun yang ada dihadapan mereka, dan satu-satunya yang dapat menghentikan mereka adalah Beelzebub dan para orang-orang yang mendapatkan berkat miliknya.


Dan sekarang ini para lalat neraka tersebut sedang mengelilingi tubuh dari Angga tersebut, tubuh Angga yang mana sedang dikerumini itu tengah dihisap kekuatan sihir miliknya. Dan Angga sendiri tidak diam saja dia memusatkan sisa-sisa dari kekuatannya pada pusat tubuhnya, “Buusshkk…” lalu dengan cepat dia melepaskan seluruh kekuatan tersebut keseluruh tubuhnya.


“Srrastt… Srrastt… Srrastt…” dengan kekuatan angin yang mana keluar dari seluruh tubuh Angga tersebut, para lalat neraka itu langsung tercabik-cabik melihat hal itu Girras hanya diam saja, dia tahu kalau itu adalah kekuatan terakhir yang dimilik oleh Angga dan dia sedang menunggu kesempatan untuk mengakhiri Angga dengan sekali serangan.


“Tampaknya telah selesai…” kata Girras, dia berjalan secara perlahan-lahan dan mendekati Angga.


Disana dia melihat Angga terduduk jatuh karena kehabisan kekuatan energy sihir miliknya, melihat hal itu Girras langsung mengarahkan senjata tombak trisula miliknya kearah Angga.


“Apa kau memiliki kata-kata terakhir manusia” kata Girras, “Trrasskk…” dia mengalirka energy sihirnya keujung tombak trisula miliknya dan bersiap untuk menghabisi Angga dengan satu kali serangan.


“Kata-kata terakhir Haah… baiklah kalau begitu, apa kau bisa melihat mataku” kata Angga yang langsung menunjukkan mata kanannya pada Girras.


“Uuggkk…” Girras yang melihat mata kanan langsung tidak dapat bergerak.


Angga sangat licik dan cerdik, dia memanggil Moto Sak tampah untuk datang setelah dia menggunakan tehnik api miliknya, dan semua itu dia lakukan untuk berjaga-jaga jika Girras dapat selamat dari serangan api yang dia lancarkan. Kemudian setelah memanggil Moto Sak tampah dengan menggunakan energy sihirnya Angga memasukkan Moto Sak tampah kedalam mata kanannya, setelah itu dia menyegel sedikit kekuatan sihirnya milik dimata kanannya untuk dia gunakan disaat genting.


“Hahaha… aku tidak menyangka akan sampai seperti ini hanya dengan melawan satu jendral dari raja iblis, tetapi ini bayaran yang cukup bagus untuk bisa menghabisi dirimu” kata Angga.


“Srrringgs…” dia langsung mengeluarkan sebuah pedang pendek dari penyimpanan DS Game miliknya, “Srrasstt…” lalu dengan cepat Angga langsung menebas leher dari Girras dan menghabisi dirinya. Dan untuk berjaga-jaga Angga memotong kepala Girras, kemudian dia membuat tubuhnya duduk dengan kaki bersila sambil memenggang kepalanya sendiri.

__ADS_1


“Aku ambil ini yah” kata Angga yang berjalan sempoyongan sambil membawa tombak trisula milik Girras.


“Srrraakkt…” tiba-tiba dari dalam bayangan Rio muncul.


“Kerja bagus…” kata Rio.


“Hahah… itu tadi cukup menengangkan” kata Angga.


“Srrraaahkk…” mereka lalu langsung pergi dengan masuk kedalam bayangan, lalu saat para ksatria iblis lainnya datang mereka telah melihat mayat Girras yang mana diletakkan sama seperti korban-korban sebelumnya.


“Duuusskkk…” mengetahui kalau Girras telah tewas sang raja iblis kerakusan Beelzebub langsung menunjukkan amarahnya, dia mengeluarkan aura yang mana sangat kuat. Melihat aura miliknya yang mana sangat menakutkan tersebut, para bawahannya yang ada disana langsung merasakan ketakutan merasuk keseluruh tubuh mereka.


“Rajaku tenangkan amarahmu, hamba berjanji akan menghabisi mereka untuk membalas kematian Girras” kata salah satu dari 3 jendral Beelzebub, dia bernama Silla sesosok iblis wanita yang mana menggunakan racun sebagai senjata utamnya, dia adalah pimpinan dari kelompok pasukan pembunuh raja iblis Beelzebub.


“Itu benar rajaku aku juga akan membantu sebisaku untuk menangkap para penyusup itu dan menyajikan mereka diatas piringmu” kata salah satu dari 3 jendral Beelzebub, dia bernama Gigan saudara dari Girras, dengan tubuhnya yang sangat besar dan kuat Gigan menjadi satu-satunya yang berani menghadapi Beelzebub dan menenangkan dirinya saat dia sedang marah.


Gigan adalah pimpinan pasukan penjaga istana itu semua karena tubuhnya yang besar dan keras tersebut, bahkan pukulan dari raja iblis Beelzebub hampir tidak dapat melukai tubuhnya.


“Diam… aku sama sekali tidak perduli dengan kematian Girras, yang membuat aku marah adalah karena Girras bisa kalah dari orang asing itu” kata Beelzebub.


Dengan tubuh kurus miliknya dia memberikan tekanan yang sangat luar biasa, bahkan kedua jendralnya sendiri berusaha dengan keras agar tidak terpengaruh oleh tekanan miliknya.

__ADS_1


“Kalian berdua segera cari par penyusup itu, jangan sampai mereka bertindak lebih jauh dan menghancurkan kotaku” kata Beelzebub.


“Kami akan melaksanakan perintah dari Raja” kata kedua jendral iblis tersebut.


“Wuussh….” Mereka berdua langsung dengan sangat cepat pergi dari tempat tersebut, mereka juga langsung berlari ke markas mereka untuk menemui para bawahan mereka, dan setelah mereka sampai didalam markas disana telah menunggu puluhan iblis yang mana adalah bawahan kedua jendral iblis tersebut.


“Kalian semua kita telah mendapatkan perintah, dan kali ini kita tidak boleh gagal lagi, dan pastikan kita tangkap mereka hidup-hidup untuk dipersembahkan pada raja kita” kata Silla dia melihat para bawahannya yang berpakaian tertutup tersebut.


Mereka semua memiliki aura yang sangat tipis, tetapi saat Silla berkata tentang pembunuhan aura milik mereka langsung keluar dengan derasnya seakan-akan berteriak dengan senang.


“Majulah para bawahanku, berpencar dan cari mereka, pastikan untuk menyiksa mereka sebelum kalian membawa mereka kehadapanku” kata Silla.


“Wuusshkk… Wuusshkk…” dengan sangat cepat para iblis dari difisi pembunuh langsung bergerak, mereka bergerak dengan sangat cepat dan juga tenang bahkan gerakan kaki mereka sama sekali tidak dapat dididengarkan saat mereka berlari. Sementara itu Gigan sendiri berjalan dengan santainya kedalam ruangan para bawahannya, “Trrassk…” dan ketika dia membuka pintu ruangan tersebut dia telah melihat para iblis bawahannya yang mana telah bersiap.


Mereka menggunakan armor berat dan menggunakan sebuah perisai besar sebagai senjata utama mereka, melihat kesiapan dari para bawahannya itu Gigan langsung tersenyum karena tahu kalau mereka tidak akan bisa dikalahkan dengan mudahnya.


“Kalian semua dengarkan aku, kali ini kita telah mendapatkan perintah baru dari raja kita, dan itu adalah untuk mengalahkan para penyusup yang telah masuk kedalam kota kita” kata Gigan.


“SIAP KAMI SIAP MENJALANKAN TUGAS” kata para pasukan Gigan.


“Bagus kalau begitu, kita memang tidak bisa pergi kedalam kota dengan pakaian berat kita, akan tetapi aku yakin para penyusup itu akan kemari dan mengincar raja kita, karena itulah perketat penjagaan seluruh kastil dan pastikan untuk tidak ada satupun yang masuk kemari tampa sepengetahuanku” kata Gigan.

__ADS_1


“SIAP…” kata para pasukan bawahannya, mereka mengeluarkan aura kuat yang sangat megah, aura mereka seakan-akan mengatakan kalau mereka telah siap untuk bertarung dan mati kapanpun.


Bersambung……


__ADS_2