Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 120 Bangunnya sang raksasa iblis tampa nama bagian 2


__ADS_3

“Trranggss… Trranggss… Trranggss…” Aji yang mana sedang bersama dengan Gio memberikan serangan kuat kepada para orang-orang aneh yang mana melakukan ritual tersebut, walaupun tubuh mereka sekarang telah berubah menjadi setangah iblis tetapi mereka sama sekali tidak bisa menandingi serangan pukulan tinju dari Aji, “Buusskk… Trraanggssk…” satu pukulan kuat yang dia lancarkan mampu menghancurkan senjata sihir mereka. Dan hal itu membuat orang-orang tersebut ragu-ragu untuk menyerang Aji, “Wuussh…” mereka lalu berpencar dan dengan sigap langsung mengincar Gio yang mereka anggap lebih lemah dari Aji.


Merasa diincar Gio langsung menggunakan tehnik berpedangnya untuk menahan setiap serangan dari orang-orang tersebut, “Trranggss… Trranggss… Trranggss…” walaupun Gio dapat menghadang setiap serangan yang ada tetapi dia sama sekali tidak bisa membalas serangan mereka.


“Ternyata benar dia lemah, kalau begini kit harus menyingkirkannya terlebih dahulu” pikir orang-orang tersebut, “Swwuussh…” lalu salah satu dari mereka hampir mampu menebas kepala Gio.


“Hoi sedang apa kau diam disana cepat bantu aku” kata Gio.


“Ok… kau tenang saja aku akan segera mengalahkan mereka semua” kata Aji, disaat Aji mendekati Gio “Wrrruusskk…” salah satu dari orang-orang asing tersebut mengeluarkan sebuah gulungan sihir.


“Trringgss… Trringgss… Trringgss…” dan dari gulungan sihir tersebut mayat-mayat manusia mulai bermunculan lalu mereka semua langsung mengincar Aji yang ada dihadapan mereka, para mayat yang bejumlah puluhan tersebut langsung mati hanya dalam satu kali pukulan milik Aji “Buussk… Buussk… Buussk…” setiap pukulannya mengandung energy yang sangat kuat, “Crrasst… Crrasst… Crrasst…” setiap satu pukulan Aji dapat meledakan bagian tubuh yang dia pukul dan membuat setiap tinjunya menjadi sangat berbahaya.


Sementara Aji sedang sibuk mengurus para mayat yang ada orang-orang asing tersebut terus menyerang Gio dari berbagai arah, mereka menyerangnya dengan cara mengepungnya dan memberikan serangan tidak terduga pada dirinya, “Fuusshh… Srriinggss… Trraanggss…” sehingga membuat Gio lama-kelamaan menjadi lelah dan hampir tidak bisa berdiri lagi. Melihat hal itu kedua orang asing tersebut langsung melompat dari arah belakang Gio untuk melancarkan serangan penghabisan, “Buusshh…. Srrrasstt…” dan dengan cepat tubuh dari kedua orang tersebut terbelah menjadi dua oleh serangan dari Hantu kambe.


“Beeeek… aku tidak terlambat bukan” kata Hantu kambe.


“Tidak sama sekali, kerja bagus karena sudah menghabisi mereka” kata Gio yang mana sudah merencanakan semua ini.


“K-kau sejak kapan…??” tanya salah satu orang asing yang masih hidup tersebut.

__ADS_1


“Hmm… sejak awal tentusaja, karena aku lemah jadinya aku tahu apa yang kalian pikirkan dan itu adalah untuk mengalahkan yang lemah terlebih dahulu lalu menggunakan mayatnya untuk bisa melarika diri bukan, tetapi sangat disayangkan kalian terkecoh dan membuat celah bagi Hantu kambe milikku untuk membunuh kalian dengan mudah” kata Gio.


“S-si- SIALAN KAU…” teriak salah satu dari orang asing tersebut, dia berlari kearah Gio dengan wajah penuh amarah “Crrasstt…” namun dengan cepat Hantu kambe membunuhnya, melihat hal itu para orang asing tersebut merasa ketakutan karena mereka hanya tersisa tiga orang lagi.


“Ada apa… kalian kira aku akan membiarkan kalian menyerah, setelah apa yang kalian lakukan, Hahahah…. Jangan berharap” kata Gio, dia lalu mengarahkan pedangnya kearah ketiga orang asing tersebut dan “Srrasstt… Crrasst… Trrasstt…” dia membunuh ketiganya dengan mudahnya.


Setelah Gio mengalahkan semua orang yang ada disana tersebut lingkaran sihir yang ada disana langsung menghilang lalu para mayat hidup yang menyerang kearah Aji juga langsung menghilang begitu saja, lalu disaat yang bersamaan Rio yang terbang bersama dengan Lita melihat kalau adalah beberapa lingkaran sihir diudara tepat diatas kepala raksasa iblis tampa nama tersebut.


“Hmm… tampaknya mereka sudah berhasil mengalahkan semua yang ada disana” kata Rio ketika melihat beberapa lingkaran sihir yang ada disekitar sana menghilang begitu saja.


“Abang kita ngapain disini, kayaknya gak ada masalah lagi” kata Lita.


Disaat Lita dan Rio sedang berbicara didekat kepala iblis raksasa tersebut “Crraakks…” tiba-tiba saja mata dari iblis raksasa itu langsung terbuka, melihat hal itu Rio langsung memiliki firasat yang busuk “Buussh…” dengan cepat dia langsung memegang Lita dan terbang dengan kecepatan tinggi untuk pergi dari sana.


“Uwaaaah…. Cepat sekali” kata Lita yang mana terkejut dengan kecepatan terbang dari Rio.


“ROOOAAAARRRRR…..” iblis raksasa tersebut lalu berteriak dengan sangat keras dan membuat seluruh mahluk yang ada disana merinding ketakutan, para Jin yang mana mengatur acara ujian DS Game juga langsung panik karena tidak tahu menahu dengan apa yang sedang terjadi. Sementara itu Jill yang mana sedang berada dibelakang “Crrasstt… Krrasstt… Trrasstt…” menyerang habis para bawahan yang ikut bersamanya tersebut, dan bahkan dia tidak meninggalkan satu orangpun hidup diantara mereka.


“Haaah… aku tidak menyangka kakak-kakaku itu benar-benar sangat ingin membunuhku, mereka sampai membuat seluruh pengawalku adalah orang-orang mereka” kata Jill yang mana rupanya diserang oleh para pengawalnya saat Rio dan rekan-rekannya pergi dari sana.

__ADS_1


“Apa-apaan suara itu” kata Gio yang berada tepat dibawah kaki dari iblis raksasa tampa tersebut, dia sedang berusaha untuk mengambil seluruh benda yang dimiliki oleh para orang-orang asing tersebut.


“Sebaiknya kita pergi dari sini, aku punya firasat buruk soal ini” kata Aji, “Wuussh…” dia lalu langsung terbang pergi menjauh.


“Hei-hei… jangan pergi dulu, disini masih banyak barang-barang berharga yang masih belum kau ambil” kata Gio, tangannya masih dengan cepat berusaha untuk mengambil barang-barang berharga milik mereka semua.


“BUUSSKK…” lalu disaat kaki iblis raksasa tampa nama tersebut mulai bergerak, “Wuusssshkk…” Gio dengan cepat menggunakan sihir sayap Garuda miliknya dan langsung terbang mengejar Aji.


“WOOOIII…. TUNGGUU…” teriak Gio yang melihat Aji jauh berada didepannya.


“ROOAARR….. GRRRR….” Iblis raksasa tampa nama tersebut lalu mulai ingin berdiri dari gunung tersebut, “Crraanggss… Trraanggss…” tetapi sebuah rantai tak kasat mata mengikat dirinya dan membuat dia tidak bisa meninggalkan tempa itu.


Sementara itu disebuah kantor yang mana berada didimensi lain, sesosok iblis tingkat tinggi yang mana adalah salah satu ketua mana jemen DS Game mendapatkan laporan tentang hal itu. “Trruukks…” dia langsung berdiri dan membuka gerbang dimensi ketempat ujian DS Game kali ini.


“Apa yang sudah terjadi disini” kata manajemen DS Game Amon, dia memiliki rambut merah seperti api dan wajah tegas yang sangat menyeramkan.


“Hiii… tuan Amon mohon maafkan kami, beberapa partisipan tiba-tiba saja bertindak aneh, mereka menciptakan sebuah lingakran sihir yang aneh lalu menggunakan partisian lainnya sebagai tumbal mereka” kata para Jin yang ada disana.


“Lingkaran sihir ini, kelihatannya sama sekali tidak asing, ya… tidak salah lagi ini milik raja iblis itu” kata Amon.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2