Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 246 Tubuh setengah naga


__ADS_3

Dimensi kekuasan para iblis solomon adalah sebuah dimensi yang mana termasuk didalam zona aman, dimensi itu menjadi tempat dari para iblis dan manusia yang mencari perlindungan dari medan perang, disana ada banyak mantan prajurit dan juga ahli sihir kuat yang mencari ketengan dan melarikan diri dari perang. Karena peraturan ketak yang dibuat oleh para iblis solomon, para iblis dan mahluk gaib yang hidup disana mulai bisa merasakan kedamaian, akan tetapi “Boomssh…” tiba-tiba saja ketengan dan kedamaian mereka langsung menghilang begitu saja.


Itu semua kerena mereka melihat dua orang gila yang mana langsung bertarung di tempat umum, melihat sebuah ledakan ada ditengah kota seperti itu “Wuussh…” para penjaga kota langsung dengan cepat terbang menuju kearah ledakan itu. Akan tetapi saat mereka sampai disana, kedua orang yang menjadi penyebab ledakan tersebut langsung menghilang entah kemana.


“Hahhaha… dasar gila, kau kira bisa mengalahkanku dengan serangan setengah-setengan seperti itu” kata Gilang.


“Tidak tetapi itu cukup untuk membuatmu lengah” kata Rio.


Mereka langsung berpindah tempat kesebuah dimensi yang tidak diketahui orang-orang, dan disana Rio menyerang Gilang menggunakan pedang miliknya “Trranggs…” akan tetapi menggunakan pedang besar milik Gilang dia menahan serangan tebasan dari Rio. “Fuuiisst….” Gilang lalu menghirup udara dari sekitarnya, dan melihat hal itu Rio langsung sadar kalau Gilang sedang mengumpulkan energy sihir dalam jumlah besar di pusat perutnya, “Frrusstt…” lalu Gilang langsung menyemburkan api dari mulutnya “Buurrn…” api itu mengandung element iblis yang mana membuatnya sangat mematikan.


“Wuush… Buussh…” melihat hal itu Rio langsung mundur dan melompat kebelakang untuk menghindari serangan api dari Gilang, akan tetapi serangan api Gilang tetap dapat membakar sebagian tubuh Rio. Dan setelah sekian lama Rio dapat merasakan panas dari sebuah api, itu karena setelah dia mendapatkan sihir api dia hampir tidak pernah mendapatkan luka bakar dari serangan api siapapun.


“Lumayan juga, tetapi serangan kecil seperti ini tidak akan sanggup untuk membunuhku” kata Rio.


“Bocah sombong” kata Gilang.


“Buurrhh…” Gilang langsung mengalirkan energy sihir kedalam pedang besar miliknya, lalu dengan energy sihir tersebut dia langsung berlari kearah Rio sambil mempersiapkan sebuah serangan tusukan.

__ADS_1


“Apa yang dia rencanakan dengan serangan lambat seperti itu, tidak energy sihir dipedangnya mulai bergerak” pikir Rio.


Dan benar saja disaat Gilang sudah mencapai jarak idealnya dia lalu langsung membuat energy sihir disekitar pedangnya bergerak kearah ujung mata pedangnya, “Srinnggs…” lalu saat Gilang mengarahkan sebuah serangan tusukan dari jarak yang cukup jauh pada Rio, “Trrassttt…” energy sihir dipedangnya ditembakkan dan melesat kearah Rio “Srrasst…” energy sihir tersebut lagnsung melukai tubuh Rio. Walaupun dia telah berhasil menghindar, akan tetapi serangan energy sihir tersebut sangat cepat dan melukai pinggang milik Rio.


“Ugghkk… sialan itu serangan yang sangat cepat, dan serangannya dapat menembus sisik nagaku” pikir Rio.


Kemudian disaat Rio melihat kearah Gilang “Wuussh…” dengan sangat cepat Gilang telah menghilang dari sana, dan dengan dia langsung telah berada dibelakang Rio, mengetahui hal itu Rio langsung berbalik lalu mengarahkan serangan tebasan golok naga waktu kearah Gilang. “Trranggskk…” serangan mereka berdua langsung membuat sebuah ledakan energy sihir disekitar mereka, dan bahkan membuat tanah tempat mereka berpijak menjadi retak.


“Kau semakin kuat saja” kata Gilang.


Gilang dapat merasakan beberapa tulang miliknya bergetar karena serangan tebasa milik Rio, sekarang ini fisik naga milik Rio telah melebihi kekuatan fisik milik Gilang dan bahkan membuat dirinya kewalahan. Akan tetapi disaat Rio mencoba untuk menekan Gilang “Buusskk…” menggunakan tendangannya Gilang membuat Rio terhempas, dan disaat yang bersamaan Rio langsung dengan cepat membalas dengan lemparan sebuah bola api.


“Trringgs…” tetapi melihat Gilang yang sedang lengah Rio dengan sigap menggunakan smartphone miliknya, dan memanggil mahluk gaib yang membuat kontrak dengan dirinya. “Glllupps… Srraashh…” sebuah air yang sangat besar lalu muncul entah dari mana, dan air itu bergerak dengan sendirinya untuk menangkap Gilang.


“Energy sihir ini, nampaknya adalah sebuah roh, ini akan sedikit sulit” pikir Gilang.


“Wuussh… Bussk… Bussk…” Gilang lalu langsung mundur dan melompat untuk menghindari tangkapan air tersebut, akan tetapi disaat Gilang melompat keatas udara “Srrasskk…” genangan air tersebut langsung mengeluarkan lima kepala ular kecil yang terbuat dari air. “Syaahkk…” kepala-kepala ular tersebut langsung bergerak untuk mengincar Gilang yang berada diatas udara, tidak bisa menghindar disaat di udara Gilang langsung mengeluarkan gulungan sihir yang tadi menelan sihir api Rio.

__ADS_1


“Aku kembalikan lagi milikmu” kata Gilang.


Dan disaat dia membuka gulungan tersebut “Srrasstt…” bola api milik Rio langsung keluar, dan dengan cepat mengarah kearah Rio “Srrasshkk… Glluupss…” ular-ular air yang tadinya mengincar Gilang langsung hancur, dan dengan cepat genangan air itu membentuk sebuah pelindung yang mana langsung menutupi dan melindungi Rio.


“Buummsshhk…” ledakan uap yang sangat besar lalu muncul setelah bola api itu mengenai genangan air tersebut, lalu ditengah uap air tersebut Gilang mendarat dan berusaha mencari Rio disana. “Srrhhk…” akan tetapi uap air itu tiba-tiba bergerak dengan sendirinya dan mengepung Gilang, seperti hidup uap air tersebut mulai mencengkram dirinya.


“Masih bisa bergerak rupanya” kata Gilang.


“Buurssh…” dengan energy sihir melapisi bilah pedangnya “Srrraahh…” dia mulai menyerang kabut yang ada disektarnya, lalu karena kabut itu terus menyebar dan banyak Gilang kesulitan untuk menebasnya. “Burrnn…” kemudian secara tiba-tiba dari belakang Gilang, sebuah bola api muncul dan mengarah kearah dirinya disaat dia lengah, “Fuusshkk…” bola api itu dengan cepat bergerak dan “Buumsh….” Membakar punggung Gilang.


“UUgghhkk… anak ini sudah semakin lihat saja” pikir Gilang.


“Taassk…” dengan pedangnya dia menahan dirinya agar tidak jatuh ketanah, lalu dengan mengalirkan energy sihir yang besar kearah mata pedangnya “Buusshh…” Gilang mulai mengalirkan energy sihir ketanah. “Boomssh…” lalu sebuah ledakan besar terjadi, dan membuat seluruh permukaan disikitar Gilang meledak dengan sendirinya.


“Ketemu kau sekarang” kata Gilang yang mana melihat Rio sedang berdiri didekat Nymph.


“Wuusshk…” dengan cepat Gilang langsung berlari kearah Rio dan berusaha untuk menebasnya, akan tetapi Nymph yang mana melihat hal itu memunculkan beberapa bola air “Gllupss… Gllupss… Gllupss…” dan bola-bola air tersebut langsung ditembakkan kearah Gilang, “Fusshhkk… Fusshhkk… Fusshhkk…” namun ketika Gilang dan bola air tersebut sudah sangat dekat “Srraasskk…” dengan satu tebasan dari pedangnya dia menghancukan semua bola air tersebut.

__ADS_1


“Buusshkk…” Rio yang melihat Gilang ada didekatnya langsung maju dengan pedang golok naga miliknya, “Traanggs…” sementara itu Gilang langsung berputar setelah menebas bola-bola air tersebut dan memberikan tebasan dengan memutar tubuhnya. “Bummsshh…” kedua serangan pedang mereka Sali beradu dan membuat kekacauan didalam dimensi tersebut.


Bersambung…..


__ADS_2