
Beberapa hari sebelum pelelangan tersebut dimulai, Rio yang penasaran dengan tanda ditubuhnya langsung menemui Batara Kala karena dirinya adalah seorang dewa yang telah hidup selama ribuan tahun, disaat Rio memasuki dimensi kekuasaan Batara Kala disana dia melihat ada banyak bidadara dan bidadari yang mana terlihat datang mengungsi kesana. Dari kelihatannya Batara Kala berhasil memperluas wilayah miliknya dan membuat area baru untuk para pengikutnya, melihat hal itu Rio langsung tahu kalau dia merasa agak senang atas kematian dari Batara Surya.
Dan disaat Rio telah sampai didepan gerbang istana milik Batara Kala, kedua penjaga yang mana menjaga pintu gerbang istanan Batara Kala langsung berlutut dan membukakan pintu untuk Rio, mereka langsung dapat menyadari diri Rio walaupun dia menggunakan alat sihir untuk menutupi hawa keberadaannya. Didalam perjalanannya keruangan Batara Kala dia melihat para pengikut Batara Kala sedang sibuk dan juga terlihat berlarian kesana kemari karena memiliki banyak pekerjaan.
Kemudian ketika Rio telah sampai didepan ruangan Batara Kala, dia dapat merasakan hawa keberadaan dari Batara Kala ada dibalik ruangan tersebut, “Frrushhkk…” Rio dengan sengaja mengeluarkan aura miliknya untuk membuat Batara Kala sadar akan kehadirannya. “Trraaakkss…” dan saat Batara Kala sadar akan aura tersebut dia lalu langsung membuka pintu untuk Rio, “Taak-taak-taak…” disaat Rio berjalan masuk kedalam ruangan Batara Kala, dia melihat kalau Batara Kala sedang berada didalam wujud raksasa miliknya dan terlihat sedang bersenang-senang dengan meminum sebuah minuman yang mana mengeluarkan aroma manis.
“Ini kan Excelir, dewa ini benar-benar gila dia meminum obat ajaib sebagai minumannya” pikir Rio.
“Kahahhaa… lihat siapa yang datang, sang bintang kita pembunuh dewa telah datang kemari, ada apa kau datang kemari” kata Batara Kala.
“Kau terlihat sangat senang, apa kau segitu benci dengan Batara Surya…??” kata Rio.
“Heheheh… kalau bisa aku akan membangkitkan dia lagi dan membunuhnya dengan tanganku sendiri, dan aku akan lakukan itu sebanyak puluhan kali sampai aku puas” kata Batara Kala.
“Ok… aku anggap itu sebagai jawaban iya” kata Rio.
“Jadi sebenarnya ada apa kau datang kemari…??” tanya Batara Kala.
“Yaah… anggap saja aku mendapatkan sesuatu saat mengalahkan Batara Surya, dan itu berbentuk sebuah tanda tato emas yang ada didadaku” kata Rio.
“Hmm… bisa kau ulangi lagi ucapanmu itu” kata Batara Kala.
“Wruuskktt…” dia langsung berubah kewujud manusia milliknya, dan berjalan mendekati arah Rio, melihat hal itu Rio merasa agak aneh dengan tatapan Batara Kala yang melihat dia dengan tatapan serius.
“Oi-oi… kau ini kenapa..??” kata Rio.
__ADS_1
“Katakan padaku kau bilang kalau kau mendapatkan sebuah tanda emas didadamu itu, dan tanda itu adalah tanda berbentuk matahari bukan” kata Batara Kala sambil memegang pundak Rio.
“Hmmm… iya memangnya kenapa…??” kata Rio.
“Hahahah… kau benar-benar beruntung, kau mendapatkan kedewaan milik Batara Surya” kata Batara Kala.
“Apa maksudmu dengan aku mendapatkan kedewaannya” kata Rio.
“Tentu saja apa yang aku maksud adalah kalau kau mendapatkan kekuatan matahari milik Batara Surya” kata Batara Kala.
Mengetahui hal itu Rio lalu langsung menggunakan sihir api miliknya “Burrn…” lalu dia melihat kalau sihir api miliknya berbeda dari sebelumnya, itu adalah api yang mana memiliki unsur keemasan yang lebih kuat dari api miliknya yang sebelumnya.
“Jadi ini kekuatan dari para dewa” kata Rio.
“Hmm… baru 10% dan aku bisa mengeluarkan api sekuat ini, bayangkan kalau aku bisa mengeluarkan 100% kekuatan matahari yang sesungguhnya” kata Rio.
“Gahahaha…. Kalau kau ingin menggunakan kekuatan matahari sebesar 100% maka aku jamin kau akan mati terbakar, bahkan Batara Surya saja hanya mampu menahan 70% kekuatan dari matahari miliknya” kata Batara Kala.
“Memangnya kenapa dia tidak bisa menggunakan 100% kekuatannya, apakah kekuatan matahari itu terlalu berbahaya” kata Rio.
“Sederhananya kekuatan itu juga membakar tubuh dari penggunanya, dan Batara Surya tidak memiliki tubuh yang cukup kuat untuk menahan kemampuan 100% kekuatan matahari miliknya, dan bahkan setelah dirinya bergabung dengan iblis chimera dia tidak bisa menggunakan 100% kekuatannya” kata Batara Kala.
“Begituyah, ooh iya apa kau punya waktu minggu ini” kata Rio.
“Hmm… ada apa kau ingin mengatakan kalau kau ingin mengudangku keacara lelang itu, maaf saja tetapi aku sama sekali tidak tertarik dengan barang-barang miliknya, kau jual saja itu pada orang lain” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Yasudah kalau begitu, aku akan datang lagi lain waktu” kata Rio yang mana langsung kembali kedalam dimensi miliknya.
Dan sekarang ini Rio telah berada didalam gedung mewah acara lelang yang diselenggarakan oleh aliansi lelang yang didirikan oleh Mammon, aliansi hitam putih tersebut mengundang berbagai dewa dan juga raja iblis untuk datang keacara lelang tersebut, itu semua karena mereka tertarik pada artefak yang mana akan ditawarkan oleh acara lelang kali ini. Namun sebagian besar dari tamu yang datang adalah untuk menjalin hubungan dengan Rio yang mana adalah manusia yang menyandang gelar God Slayer, bahkan para dewa dan raja iblis tersebut mengirim anak-anak perempuan mereka demi dapat menjalin hubungan dengan Rio.
“Taak… Taak… Taak…” dan disaat Rio turun dari lantai dua bangunan tersebut, dia memancarkan aura megah dari tubuhnya, para tamu yang melihat hal itu seperti melihat sesosok naga yang mana membawa matahari merah keemasan dipunggungnya. Saat mereka melihat hal tersebut bukan perasaan takut yang mereka dapatkan, namun itu adalah perasaan keagungan dan kekaguman pada dirinya, tampa sadar beberapa dari mereka merasa seperti ingin menyembah dan mengikuti dirinya, namun ketika Rio telah turun dari tangga sepenuhnya dia menarik kembali aura miliknya.
Beberapa dewa dan juga raja iblis tersebut langsung kembali berdiri dengan tegak setelah hampir berlutut dibawah kaki Rio, melihat hal itu Rio merasakan kalau dirinya sekarang ini dapat mengalahkan siapa saja yang ada disana. Namun Rio tidak menyangka kalau ada sesosok tamu yang mana dia tidak ingin lihat ada ditempatnya, dia menggunakan setelah jas hitam dengan kemeja merah, dengan tujuh tanduk menghiasi keningnya bagaikan mahkota dia memancarkan aura kekejaman dan juga kebengisan dari dirinya.
“Jadi ini sang tuan rumah itu, manusia yang mana telah membunuh dewa matahari itu” kata Satans yang mana datang bersama dengan salah satu jendral iblis miliknya.
“Aku merasa terhormat dapat dikenali oleh salah satu dari 7 raja iblis terkuat, raja iblis kemarahan tua Satans, aku harap kau dapat menikmati jamuan yang aku suguhkan” kata Rio.
“Hahahaha…. maaf saja aku tidak terlalu suka dengan makanan dari dunia manusia” kata Satans.
“Benarkah kalau begitu, sangat disayangkan padahal kami sengaja menyediakan banyak suguhan makanan agar tidak ada yang saling mencuri antara satu sama lain disini” kata Rio.
Kata-kata dari Rio tersebut benar-benar sangat menyindir Satans yang mana mengambil kemenangan miliknya dari raja iblis Beelzebub, mendengarkan hal itu Satans yang mana mengerti maksud dari perkataan Rio langsung mengeluarkan aura iblis miliknya.
“Hahhaha… kata-katamu itu benar-benar sangat tajam, keberatan kalau kau mengulanginya lagi” kata Satans sambil mencoba untuk menekan Rio dengan aura miliknya.
“Hmm… maafkan aku jika perkataanku menyinggung dirimu, akan tetapi aku hanya mengatakan kebenaran disini jadi tolong mohon maaf kalau anda merasa tersinggung” kata Rio.
Aura milik Rio langsung keluar dan saling beradu dengan aura milik Satans, aura iblis kemerahan yang mana menampilkan kekejaman beradu dengan aura naga milik Rio yang menunjukkan keagungan miliknya. Para tamu yang ada disana lalu melihat mereka berdua, dan juga mereka berharap dapat melihat sebuah pertunjukkan bagus dari kedua entitas kuat tersebut.
Bersambung…..
__ADS_1