Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 359 Datang untuk mengetes senjata baru bagian 2


__ADS_3

Saat itu Rio dan yang lainnya yang mana sedang membuat senjata artefak miliknya ditempat Batara Surya mendapatkan pedang yang sangat dia inginkan, sebuah pedang gelap yang mana sangat sesuai dengan dirinya, dan ketika Rio memegang pedang itu dia merasakan kalau pedang itu memang dibuat hanya untuk dirinya.


“Luar biasa…” kata Rio.


“Srringggs…” saat Rio mengayunkan pedang tersebut, suara pedang itu terdengar sangat keras seperti sosok monster yang mana sedang menangis, dan saat Rio mengalirkan energy sihir miliknya kedalam bilah pedang tersebut “Srringgs…” sebuah suara tetesan air langsung muncul dibenak Rio. Pedang itu bagaikan seperti hidup, dan Rio sendiri seperti dapat mendengarkan suara dari artefak pedang tersebut.


“Nama pedang itu adalah Tangisan bintang, itu karena dia dibuat dari logam yang hanya bisa ditemukan ketika sebuah dimensi hancur dan besi itu hanya ada sedikit ditemukan ketika sebuah dunia hancur” kata Batara Kala.


“Bagus… sekarang bagaimana kalau kita tes pedang ini” kata Rio.


“Kalau kau mau mengetes ketajaman pedang itu maka aku sarankan kau pergi ketempat lain, itu karena tempat ini akan hancur kalau kau mengayunkan artefak itu sembarangan” kata Batara Kala.


“Aku mengerti, kebetulan saja ada beberapa monster alam bawah yang mana sedang mengamuk dialam manusia, jadi aku perlu memberikan mereka sedikit pelajaran” kata Rio.


Dan saat itulah Rio dan yang lainnya langsung datang ketempat Angga, dengan cepat Lita kemudian langsung memerintahkan hantu Pagebluk untuk membawa Angga ketempat yang aman, sementara itu Rio sendiri yang mana ingin bertarung menggunakan pedang barunya langsung melihat dengan seksama para monster alam bawah yang mana berbentuk raksasa manusia tersebut.


“Tidak aku sangka akan sebanyak ini, ternyata perkataan dari Laplace memang dapat dipercaya, kalau begitu sekarang mari kita mulai Tangisan bintang” kata Rio.

__ADS_1


“Wusshkk…” dengan cepat Rio kemudian langsung bergerak kearah para monster alam bawah tersebut, akan tetapi disaat yang bersamaan juga “Wrusshkk…” para monster alam bawah itu langsung berpencar dan kemudian membagi kelompok. Beberapa dari mereka langsung menyerang Rio dengan serangan kepungan, sementara sisanya langsung menyerang Angga yang mana telah terluka parah.


“Heeeii… kalian benar-benar meremehkanku rupanya” kata Rio, dengan menggunakan kekuatan Lemgeton, Rio langsung menggunakan kekuatan iblis no 4 Gusion.


Lalu pikiran dan aura membunuh milik Rio langsung dapat para monster alam bawah tersebut rasakan dengan kuatnya, dan disaat itu juga para monster alam bawah itu kemudian langsung berhenti untuk bergerak. Melihat kesempatan itu “Srringgs… Srringgs… Srringgs…” Rio langsung dengan cepat memotong-motong para monster alam bawah yang telah mengepung dirinya, “Crrastt…” mereka tidak sadar kalau diri mereka telah ditebas sebelum darah keluar dari tubuh mereka, dan dengan cepat “Trrassk…” tubuh dari monster alam bawah itu langsung terbelah-belah bahkan sebelum mereka dapat beregenerasi.


“Bagus ketajamannya cukup luar biasa, dan lagi ini dapat menghisap energy sihir dari mahluk yang aku tebas, ini akan sangat cocok saat memakai Lemegeton yang menguras kekuatanku” kata Rio.


Melihat para rekan-rekannya telah tewas ditangan Rio, para monster alam bawah yang mana berusaha untuk menyerang Angga, “Dussk.. Dussk..” secara tidak sadar jatuh terduduk karena ketakutan dengan sosok Rio yang mana ada dihadapan mereka, disaat itu juga “Srrast… Srrast… Srrast…” Rio tampa ampun menghabisi sisa-sisa dari monster alam bawah tersebut dengan mudahnya.


Setelah itu Rio langsung pergi ketempat kota dimana Merlin dan yang lainnya berada, dia menggunakan kekuatan Phoenix untuk menyembuhkan para korban yang mana terinfeksi oleh monster alam bawah pohon raksasa tersebut, dengan kekuatan dari Phoenix tersebut bahkan mereka yang mana telah mati dapat dia bangkitkan kembali. dan saat melihat keajaiban tersebut, para warga mulai menyembah dirinya dan  patuh kepada Rio, namun Rio tidak menginginkan hal tersebut “Trranggs…” dia langsung pergi dari sana setelah memasang pelindung sihir ditempat itu.


Sementara itu dialam bawah, Gilang yang mana menyaksikan semuanya dapat melihat kekuatan baru yang mana dimiliki oleh Rio, saat melihat hal itu dia hanya kagum dan ingin segera mengambil kekuatan itu untuk dirinya sendiri.


“Hahahah… sialan karena melihatnya langsung seperti itu membuatku menjadi tidka sabaran, aku harus menunggu sedikit lagi sampai persiapanku sempurna dan ketika sudah sempurna maka Rio keponakanku sayang kau akan menjadi santapanku yang paling lezat” kata Gilang yang mana sedang berendam didalam kolam darah.


Disekeliling Gilang ada para monster alam bawah yang mana telah Gilang berikan kepintaran dan menganggap Gilang sebagai raja mereka, namun ada juga monster alam bawah yang mana tidak mengakui Gilang sebagai raja mereka, walaupun mereka telah diberikan kepintaran oleh dirinya para monster alam bawah itu masih tidak mau mengakui sosok manusia sebagai raja mereka.

__ADS_1


“Sekarang… pohon itu telah mati, akan tetap—i kita telah mendapatkan cara untuk masuk kedalam alam-alam yang telah dilindungi” kata sesosok monster alam bawah, dia memiliki wujud seperti sapi berbadan manusia dengan tiga mata dan delapan tanduk.


“Grrrrr… Roaaarr…” jawab sososk monster alam bawah yang mana terlihat seperti elang raksasa dengan tiga kepala dan empat sayap.


“Gegegegege…. Bagus kalau begitu, Gegegege…. Kita bisa mulai pesta kita sendiri” kata sosok monster alam bawah yang mana terlihat seperti sosok katak besar dengan tubuh wanita diatas kepalanya.


“Bagus kalau kalian telah bersiap, sekarang kita hanya tinggal menunggu manusia itu lengah, setelah itu kita akan pergi untuk memangsa alam yang lainnya, dengan begitu kekuatan kita akan meningkat dan kita dapat menghabisi manusia sombong tersebut” kata sosok raksasa dengan ketinggian 4 meter, dia terlihat seperti monster dengan sisik armor biru dan mata satu ditengah kepalanya, lalu dua tanduk besar disisi kanan dan kiri miliknya.


Aura dari monster mata satu itu lebih kuat dari yang lainnya, akan tetapi wujudnya juga lebih kecil dari para monster alam bawah yang lainnya, “Srrast…” dan dengan kekuatan sihirnya dia dengan mudahnya mengubah lengan kanannya menjadi sebuah pedang besar yang mana sangat tajam. “Srringgs…” pedang besar itu sangatlah kuat dan bahkan mampu menggetarkan ruang hanya dengan suaranya saja, Gilang yang mana mengetahui tindakan mereka hanya diam saja, itu karena dia menganggap akan menarik kalau mereka mulai membuat kekacauan disekitar alam yang ada.


“Akhirnya mereka mulai bergerak, aku kira harus menunggu beberapa tahun sebelum mereka bisa bergerak, hanya berikan mereka sedikit dorongan dan aku bisa melihat pertunjukkan yang bagus selagi memperbaiki tubuhku ini” pikir Gilang.


“Crrastt… Wrrusshk…” dia dengan sengaja merendamkan tubuhnya didalam kolam darah tersebut, dan kemudian Gilang juga memasang pelindung untuk menjaga dirinya dari area luar. Melihat hal tersebut, para monster alam bawah yang mana tidak ingin patuh pada Gilang saat itu “Wusshkk…” langsung dengan cepat berlari untuk menuju kepinggiran alam mereka, dan saat mereka telah sampai “Srranggs…” dengan cepat sanga monster mata satu langsung memotong dimensi yang ada didepannya dan membukakan jalan untuk dirinya dan para rekannya.


“Trrunggs…” sementara itu didalam kolam darah tersebut, Gilang yang mana mengetahui hal itu hanya tersenyum sambil penasaran dengan apa yang akan terjadi.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2