
Dengan tubuh megah yang sebagian besar kulitnya ditutupi oleh sisik naga yang mirib seperti armor, dan juga sebuah tato milik Banaspati yang menghiasi bagian depan sisik naga Rio lalu tato tanda kekuatan dewa matahari yang tergambar dengan jelas para punggung Rio yang mana terdapat sepasang sayap naga disana. Saat itu juga Gilang mengetahui kalau Rio saat ini adalah satu-satunya yang dapat menghadapi dirinya, dan di juga tahu kalau saat itu juga Rio harus dihabisi sebelum kekuatannya menjadi lebih berkembang lagi.
“Busshkk…” dengan cepat Gilang lalu langsung menyerang menggunakan tangan kannya, dia menggunakan energy iblis yang dia dapatkan dari 9 jantung iblis miliknya, lalu dengan energy iblis itu “Srringgs…” Gilang menciptakan sebuah pedang hitam yang mana dapat melahap apapun yang dia tebas. “Trranggs…” dan saat itu juga Rio menggunakan api putih yang dia ubah menjadi tombak untuk menahan serangan pedang dari Gilang, melihat serangannya dapat ditangkis Gilang hanya tersenyum itu karena saat itu juga dia dapat menggunakan potensi penuh dari kekuatan 9 jantung iblis yang baru dia dapatkan.
“Duk-duk-duk… Duk-duk-duk…” dengan kekuatan 9 jantung iblis yang ada didalam tubuhnya, Gilang lalu mengalirkan kekuatan iblis yang sangat luar biasa dari dalam tubuhnya “Srrahhkk…” kekuatan iblis tersebut langsung keluar dengan sangat deras dari tubuh Gilang. Aura iblis itu seperti hidup dan terlihat mulai seperti akan melahap aura naga matahari keemasan milik Rio, disaat yang bersamaan juga Rio yang mana merasakan aura iblis tersebut “Bushhkk…” mulai menguakan aura miliknya, dan bagaikan sebuah matahari tubuh Rio mengeluarkan cahaya keemasan.
“Gaahkk…” karena cahaya keemasan tersebut, mata dari Gilang lalu langsung tidak dapat melihat karena cahaya yang menyilaukan itu, disaat itu juga Rio lalu mengambil kesempatan itu.
“Busskkkk…” menggunakan tinjunya Rio lalu memukul perut dari Gilang, karena tinju Rio “Krrakk…” armor energy iblis yang mana dibuat oleh Gilang langsung retak, akan tetapi tubuhnya tidak terkena serangan langsung dan Gilang sama sekali tidak merasakan rasa sakit pada tubuhnya.
“Hahahha… sama sekali tidak terasa” kata Gilang.
“Kalau begitu, coba yang ini” kata Rio.
“Fusshkk…” dia menarik pukulannya sedikit dan mengubahnya menjadi serangan tapak yang mana “Trinngs…” terbentuk sebuah bola matahari kecil ditapaknya tersebut, merasakan sebuah bahaya dari serangan itu “Busshkk…” Gilang lalu langsung melompat untuk menghindari serangan dari Rio tersebut.
“Itu tadi hampir saja, kalau kena maka bisa-bisa perutku akan berlubang karena serangan itu” kata Gilang.
Namun Gilang yang mana sedang fokus pada Rio “Busskk…” tidak menyadari serangan dari Incubus yang mana sedang menghadapi monster alam bawah yang dia panggil, monster alam bawah tersebut hancur berantakan setelah terkena kekuatan langsung dari energy bola matahari putih milik Rio. Pada saat itu Incubus yang mana lepas dari cengkraman monster alam bawah tersebut, langsung menyerang Gilang disaat dia melompat kearah dekatnya, dengan telapak tangannya Incubus langsung membuat Gilang terjatuh ketanah.
__ADS_1
“Manusia rasakanlah amarahku” kata Incubus, dia lalu mengangkat kakinya dan bersiap untuk menginjak Gilang menggunakan kakinya tersebut.
Namun dengan cepat “Wushhkk…” Gilang langsung melayang kearah Incubus dan “Srrashkk…” dengan pedang hitam besar yang dia buat dari energy gelap kekuatan iblis dari jantungnya, Gilang “Crrastt…” memotong kaki Incubus yang mana berusaha untuk menginjaknya. Dan saat itu juga Gilang langsung terbang kearah kepala Incubus, “Tringgs…” dan menggunakan energy kegelapan iblis tersebut dia menciptkan sebuah orb hitam yang mana mengandung kekuatan energy sihir iblis yang sangat gelap.
“Matilah…” kata Gilang, “Fusshk…” dengan orb hitam tersebut dia melemparkannya tepat kearah Incubus.
Orb hitam tersebut “Wruushk…” membesar setelah menyerap energy sihir disekitarnya kemudian, “Bomshhk…” orb hitam tersebut langsung meledak dengan kuatnya disekitar kepala Incubus tersebut. Terkena serangan langsung dari orb hitam tersebut “Dusskk…” Incubus lalu langsung terjatuh dan pingsan ditempat itu juga, sementara itu Rio yang melihat Gilang “Busshk…” menggunakan satu hentakan kakinya untuk langsung melesat kearah Gilang.
Melihat Rio yang mana melesat kearahnya “Srrahhkk…” Gilang lalu menciptakan puluhan senjata jenis pedang, kapak, tombak, dan juga pisau untuk dia lemparkan kearah Rio. “Fushkk… Fushkk… Fushkk…” dengan puluhan senjata tersebut, Gilang berusaha untuk menyerang Rio yang mana berusaha untuk mendekati dirinya, namun “Wushk…” dengan mudahnya Rio langsung menghindari beberapa senjata hitam tersebut, dan “Trranggs…” menggunakan tombak api putih miliknya dia dapat menangkis serangan dari Gilang itu.
“Sialan tidak ada yang kena rupanya” kata Gilang yang terlihat sedang bersenang-senang.
“Sekarang giliranku” kata Rio, dia terlihat sedang bersiap untuk melemparkan tombak api putih ditangan kanannya tersebut.
“Crrasskk…” sosok naga hitam tersebut kemudian langsung melahap tombak api putih yang mana dilemparkan oleh Rio barusan, akan tetapi “Bommshkk…” tombak api putih itu lalu meladak, dan ledakannya sangatlah besar “Bomshkk… Bomshkk… Bomshkk…” api putih itu terus menerus meledak bagaikan puluhan bom yang diikatkan kedalam satu buah tombak. Sosok naga hitam yang mana dibuat oleh Gilang kemudian membesar bagaikan sebuah balon, sosok naga hitam itu berusaha dengan keras untuk menahan ledakan dari tombak api putih tersebut, disaat yang bersamaan Rio telah sampai didekat Gilang dan “Taaskk…” dia langsung memegang sosok naga hitam yang mana mengembang bagaikan balon tersebut.
Rio mengalirkan energy sihir miliknya kearah sosok naga hitam tersebut, “Trrissttkk…” lalu sosok naga hitam itu mengembang semakin besar dengan sangat cepat, melihat hal itu Gilang tahu apa yang direncakan oleh Rio. “Wushhkk…” dia dengan cepat langsung menyerang kearah Rio, dia menyerang Rio menggunakan tendangannya akan tetapi “Trranggs…” menggunakan sayap naga miliknya Rio berhasil menghadang tendangan Gilang.
“Kau yakin ingin fokus padaku” kata Rio, walaupun tangannya telah terlepas dari sosok naga hitam tersebut, akan tetapi “Srrahhk…” Rio tetap terus mengalirkan energy sihir miliknya kedalam sosok naga hitam tersebut.
__ADS_1
“Dasar orang gila” kata Gilang.
“BOMMSHKK…” ledakan besar yang putih bersih lalu muncul dari dalam tubuh sosok naga hitam tersebut, Gilang dan juga Rio yang ada didekat sosok naga hitam itu langsung terkena langsung ledakan tersebut. Keduanya tertelan didalam cahaya putih yang mana ada didekat mereka, melihat hal itu Luna dan juga Teppes langsung keluar dari dalam dimensi bayangan, merasa khawatir dengan apa yang terjadi Luna lalu memutuskan untuk percaya pada Rio dan pergi kearah Incubus.
“Apa… yang coba… kau lakukan manusia....??” tanya Teppes.
“Aku akan menyembuhkannya, dan jika orang yang benama Gilang itu masihlah hidup maka aku yakin raja iblis yang satu ini dapat menjadi bantuan yang cukup besar untuk kita” kata Luna, dia mengeluarkan gulungan yang berisikan mantra penyembuh dan “Trranggs…” gulungan tersebut mulai langsung menyembuhkan luka dari tubuh Incubus.
Disaat yang bersamaan Gilang dan juga Rio langsung terlihat dari balik cahaya putih tersebut, tubuh Rio dan juga Gilang terluka sangat parah karena ledakan dari api putih tersebut, “Fusshkk…” dengan cepat keduanya lalu langsung jatuh bebas dari angkasa. Melihat Rio yang mana terjatuh dengan tubuh yang terlukan itu “Wushhkk…” dengan cepat Luna langsung “Taasskk…” menangkapnya dengan kedua tangannya, “Trrunggs…” Luna lalu mengeluarkan sebuah obat pemulihan dan menuangkan cairan obat itu kedalam mulut Rio.
“Srrahhkk…” efek obat itu sangatlah kuat dan bahkan membuat beberapa luka Rio yang cukup parah langsung sembuh dalam sekejap mata.
“Bagus dia masih bisa diselamatkan” kata Luna yang bersyukur melihat Rio masih bisa selamat.
“Gaaahkk…. Dasar sialan, itu tadi sangat menyakitkan” kata Gilang, tangan kanannya “Trrukk…” langsung terjatuh karena putus akibat tidak dapat menahan kekuatan iblis jantung 9 iblis yang ada didalam dirinya.
Gilang yang mana saat itu terkena ledakan api putih tersebut, “Srrahhkk…” mengeluarkan energy iblis yang luar biasa besarnya dari tangan kananya, dan karena banyaknya energy iblis tersebut, tubuhnya sama sekali tidak kuat untuk menampung kekuatan itu dan membuatnya terpaksa kehilangan tangannya kanannya karena hancur oleh energy iblis yang keluar dengan sangat ganas tersebut.
“Cih… kalau saja tubuhku lebih kuat, maka aku tidak akan perlu sampai seperti ini, Teppes kau ada disana bukan, cepat kemari dan serahkan darahmu padaku” kata Gilang yang mana merasakan aura dari Teppes.
__ADS_1
Bersambung…..
Ayo semuanya jangan cuman baca aja, mari dukung penulis dengan cara berikan Like, Komen, Giff, dan Votenya, karena dukungan kalian adalah penyemangat bagi sang penulis, terimakasih....