
Pada saat itu Rio yang mana telah memanggil jutaan serigala hitam dengan kekuatan dari Naberius, mulai merasakan aura yang berbahaya dari monster mata satu tersebut, itu karena setelah menghisap energy rekannya sendiri monster katak tersebut, dia berevolusi menjadi lebih kuat lagi dan lengan pedang miliknya telah bertambah dari dua menjadi enam lengan yang mana adalah pedang yang dapat memotong dengan sangat cepat. Kemudian “Woff... Woff... Woff...” dengan perintah Rio dia membuat para serigala hitam tersebut untuk menyerang kearah monster mata satu dengan pedang sebagai lengannya tersebut, akan tetapi disaat itu “Funggstt.. Finggss... Srrastt...” dengan satu gerakan cepat “Crrastt...” monster mata satu tersebut telah menebas jutaa serigala yang ada disekitarnya dan membuat tubuh mereka hancur dengan tebasan pedangnya.
“Ok... ini sedikit ekstrim, kalau begitu mari kita ganti senjata dulu” kata Rio.
Saat itu Rio melempaskan senjata pedang kotak milik Zeppar tersebut, dia kemudian mengganti pedang tersebut dengan sebuah pedang katana sepanjang 1 meter, dan disaat yang bersamaa Rio juga memegang artefak pedang miliknya ditangan kanannya. Dengan menggunakan kedua pedang ditangan kiri dan kanannya tersebut “Wusshkk...” dengan cepat Rio langsung melesat untuk menyerang kearah monster mata satu tersebut, “Tranggs...” serangan pedang dari Rio langsun ditahan menggunakna empat lengan monster mata satu itu.
“Mati kau... Manusia” kata monster mata satu tersebut.
“Srringgs...” dia menggunakan kedua lengan miliknya yang masih bebas untuk menyerang kearah Rio, dan disaat itu juga “Trranggs...” artefak Lemegeton langsung terbang dengan sendirinya dan mengeluarkan cahaya, artefak tersebut mengubah tubuh hancur dari para serigala hitam tersebut menjadi “Wrusskk... Russkk...” ratusan gagak hitam yang mana langsung mengelilingi mereka berdua.
“Kaakk-kaakk... Kaakk-kaakk... Kaakk-kaakk...” para gagak tersebut langsung menghalangi pandangan mata dari monster mata satu tersebut, dan disaat itu juga Rio langsung menghilang didalam kepungan gagak-gagak yang telah berterbangan tersebut. Dan saat Rio menghilang “Srrast.. Srrast.. Srrast.. Srrast..” dia dengan cepat menyerang monster mata satu tersebut menggunakan kedua pedang ditangannya, karena serangan dari pedang milik Rio, tubuh dari monster mata satu tersebut telah tercabik-cabik oleh serangan pedang miliknya.
“Kurang ajar.....” kata monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut.
“Trringgs...” dia mengalirkan energy sihir miliknya keenam bilah pedang yang mana adalah lengannya tersebut, dan dengan keenam pedangnya itu “Srraahhkk...” monster mata satu tersebut langsung menyerang kesekitarnya, dan 5 meter area dari dirinya telah terkena serangan energy tebasan pedang miliknya. “Crrast... Crrast... Crrast...” para burung gagak tersebut langsung terbelah-belah karena serangan dari monster mata satu tersebut, akan tetapi disaat itu dia sama sekali tidak melihat keberadaan dari Rio.
__ADS_1
“Grrrr... Dimana.... Dimana manusia itu” kata monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya.
Dengan amarah dia mencari-cari keberadaan dari Rio, dan saat itu dia kemudian menyadari kalau ada sebuah energy sihir besar yang mana sedang dikumpulkan diarah belakangnya, dan saat monster itu melihat kearah atas belakangnya “Trringgsstt...” dia melihat Rio yang mana sedang berdiri diatas salah satu mayat raksasa Jootun tersebut. Rio menggunakan pedang kelima milik Zeppar dan pedang itu mulai memunculkan kekuatan iblis yang kuat diujung pedang tersebut, cahaya kemerahan yang mana diciptakan oleh pedang terakhir milik Zeppar tersebut langsung memberikan perasaan yang berbahaya bagi monster mata satu tersebut.
“Roaaarr....” dengan cepat monster mata satu tersebut langsung melayang kearah Rio, dan saat itu juga Rio langsung mengarahkan serangan pedang cahaya miliknya tersebut, “Buurrsstk...” dengan tembakan cahaya kemerahan tersebut kemudian “Bommshhkk....” menyerang tepat keara monster mata satu tersebut. Akan tetapi disaat itu, “Fusshhkk...” monster mata satu itu sama sekali tidak tewas, itu karena tubuhnya yang telah dilapisi oleh pelindung jutaan pedang kecil yang mana telah menjadi armor miliknya.
“Gaaahkk... dia terlalu kuat, aku harus segara pergi” pikir monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut.
“Wussshkk....” dengan cepat monster mata satu itu langsung berlari dan ingin menghindari Rio, akan tetapi “Wusshkk...” disaat itu juga Rio telah berada didepan dirinya.
Dan menggunakan kombinasi kekuatan tersebut “Fusshkk...” Rio menyerang menggunakan tangannya kanan miliknya kearah monster mata satu tersebut, disaat itu tangan kanan milik Rio telah menjadi sebuah pedang kilat yang mana dapat menghancurkan berlian dengan mudahnya, dan “Trranggs...” disaat itu monster mata satu tersebut menahan serangan Rio dengan keenam tangannya. Akan tetapi “Krrakk...” keenam tangan pedang milik monster mata satu tersebut mulai retak, keenam tangan tersebut tidak dapat menahan kekuatan besar yang mana Rio pancarkan.
Dan menggunakan tangannya Rio “Crrast...” berhasil melukai perut dari monster mata satu tersebut, namun “Busshhkk...” menggunakan kaki kirinya monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut langsung melesat menjauhi Rio.
“Lumayan juga” kata Rio, “Tik-tik...” monster mata satu tersebut menggunakan pedang yang mana dia munculkan dari dagunnya dan “Crrast...” pedang kecil tersebut membuat luka kecil pada kaki Rio.
__ADS_1
Dan saat itu Rio yang mana terkejut melihat tubuh naga miliknya telah terluka langsung menghilangkan penjagaannya selama beberapa detik, dan dalam beberapa detik tersebut “Wusshkk...” monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya itu langsung mengorbankan keenam tangannya untuk membelokkan arah serangan tangan kanan Rio, dan “Crrasst...” saat serangan Rio telah mencapai tubuhnya dia dapat menghindari organ penting didalam tubuhnya sambil melarikan diri dari Rio.
“Grrrr... pendarahannya terlalu banyak... lukaku tidak mau sembuh... energy iblis dari serangannya melahap seluruh kekuatanku... hanya ini satu-satunya cara untuk dapat bertahan hidup dan menjadi lebih kuat” pikir monster mata satu tersebut yang mana memiliki sebuah rencana.
Dan disaat itu monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut langsung berlari dengan cepat, dia pergi berlari kearah mayat monster banteng yang telah dikalahkan oleh Heracless, dan saat dia sampai disana dia tela melihat jasat dari monster banteng bertanduk enam tersebut. “Busshk...” menggunakan kaki kanannya dia langsung memindahkan jasat dari monster banteng tersebut dan “Crrast...” dia langsung menusukkan kaki kirinya yang adalah pedang kearah jantung monster banteng tersebut, akan tetapi disaat itu dia sama sekali tidak merasakan adanya energy sihir dan kekuatan kehidupang sedikitpun pada tubuh mati monster banteng tersebut.
“Apa yang terjadi... kemana semua kekuatan yang dia simpan...??” kata monster mata satu tersebut.
“Heei... kau mencari ini” kata seseorang yang mana muncul dibelakang monster mata satu tersebut.
“Kau... kenapa... bagaimana bisa kau ada disini” kata monster mata satu tersebut, dia terlihat marah besar ketika melihat seseorang tersebut, dan “Crrastt...” dari punggungnya keluar sebuah pedang besar yang mana dia ciptakan dari inti miliknya.
“Fusshhkk...” pedang tersebut langsung dia lemparkan pada sosok tersebut, “Bussrrhhkk...” dan saat itu juga Rio merasakan adanya energy aneh yang sangat menakutkan ketika mengejar monster alam bawa monster mata satu tersebut.
“Energy yang sangat aneh, apa monster itu berevolusi lagi” pikir Rio, “Busshhkk....” dia langsung menambahkan kecepatan terbangnya dan mengarah langsung kearah monster mata satu tersebut berada.
__ADS_1
Bersambung.....