Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 216 Perangkap serangga bagian 2


__ADS_3

Didepan pintu gerbang ruangan Beelzebub aura hitam keluar dari depan pintu tersebut, Rio yang mana merasakan aura itu dapat mengetahui kalau aura tersebut berusaha melahap dirinya, “Trraakk…” dan ketika Rio membuka pintu gerbang tersebut dia melihat sesosok pria kurus dengan tanduk kecil dikepalanya. Pria tersebut nampak lemah dan kelihatan sedang sakit, tetapi inting Rio mengatakan sebaliknya, ketika dia melihat pria itu instingnya langsung menyuruhnya untuk melarikan diri secepat mungkin.


“Hahah… apa-apaan ini, aku dpat merasakan aura gila miliknya itu, walaupun dia terlihat seperti itu tetapi tidak salah lagi dia adalah Beelzebub” pikir Rio.


“Aku pikir siapa yang berani mencari masalah denganku, ternyata kau salah satu dari para mainan dewa, walaupun kau sering menghadapi para dewa dan raja iblis jangan kita kau bisa mengalahkanku manusia” kata Beelzebub.


“Kalau belum dicoba siapa yang tahu” kata Rio, “Trringgs…” dia memanggil Orang bati datang untuk melindungi dirinya.


“Mahluk gaib yang menarik, kau membuatku semakin berselera untuk memakan jiwamu” kata Beelzebub, “Srrraahkk…” aura miliknya lalu langsung membesar dan dengan sendirinya membentuk sebuah sosok yang mana mengincar Rio.


“Trraakk.. Krraakk…” aura yang dikeluarkan oleh Beelzebub terlihat seperti sebuah ular dengan ratusan gigi yang tercipta dari asap, dan dengan cepatnya aura tersebut menyerang Rio dan berusaha untuk melahap Rio. “Wuush… Buusshh…” tetapi Rio dengan cekatan dapat menghindari terkaman dari aura yang dikeluarkan oleh Beelzebub, melihat hal tersebut Beelzebub langsung berdiri dari singgasana miliknya “Buusshh…” dengan kecepatan yang sangat cepat secara tiba-tiba Beelzebub telah berada disamping Rio.


“Cepat sekali…” pikir Rio yang mana melihat kearah Beelzebub.


“Buusskkk…” dengan kakinya Beelzebub menendang Rio dan membuat dirinya terhempas jauh, “Bummshh…” Rio yang terhempas tersebut hanya mendapatkan sedikit luka karena telah dilindungi oleh mantra kebal milik Orang bati.


“Hahahah… tadi itu hampir saja, tidak kusangka selain energy sihir dia memiliki kekuatan fisik sekuat itu” kata Rio.


“Kiik-kiik-kiiik…” Orang bati yang melihat Rio terluka langsung berusaha untuk berbicara dengannya.


“Jangan khawatir, aku tidak apa-apa kau melindungiku tepat waktu tadi” kata Rio.

__ADS_1


“Menarik mahluk itu dapat menahan pukulanku, aku dapat merasakan sebuah energy saat menendang manusia itu tadi” pikir Beelzebub.


“Buusshh…” melihat sebuah kesempatan Rio langsung melesat kearah Beelzebub, “Srringg…” dan menggunakan golok naga waktu Rio berusaha untuk menyerang Beelzebub. Akan tetapi “Wuussh…” Beelzebub dengan mudahnya menghindari serangan tebasan dari Rio, menggunakan sebuah gerakan kecil dia dapat menghindari serangan Rio dengan mudahnya, melihat hal itu “Crrakk... Trrangga…” Rio langsung menggunakan kekuatan penghenti waktu miliknya dan berusaha untuk kembali menyerang Beelzebub.


“Srrraahhkk….” Akan tetapi didalam disaat waktu tersebut terhenti, aura dari Beelzebub tetap bergerak dan keluar dengan ganasnya dari tubuhnya, “Krrakks…” aura tersebut bahkan mencoba untuk memakan kekuatan penghenti waktu Rio. “Trraanggs…” dan dengan waktu beberap detik aura tersebut menghancurkan tehnik pemberian Batara Kala tersebut, “Wuussh…” dan dengan satu buah lompatan Beelzebub langsung menghindari serangan tebasan dari Rio.


“Sialan… tidak salah lagi dia memang adalah salah satu dari 7 raja iblis terkuat” pikir Rio.


“Aku pkir ada apa ternyata kau sedang melawan Beelzebub rupanya” kata Batara Kala yang mana sedang berbicara lewat telepati dengan Rio.


“Yoo… kau sedang ada waktu rupanya, aku pikir kau sedang sibuk membesarkan dimensi milikmu itu” kata Rio yang berbicara dengan Batara Kala lewat telepati.


“Aku sedang melakukan penataan untuk daerah baru didalam dimensiku, lalu saat itulah aku merasakan ada hal yang aneh didalam kekuatan waktuku, ternyata itu adalah kau yang sedang melawan Beelzebub” kata Batara Kala.


“Buussh…” Beelzebub yang merasakan sebuah celah langsung melesat kearah Rio, “Buusskk…” dengan tinjunya dia berusaha untuk menyerang Rio, akan tetapi Rio dapat menghindari serangan tinju tersebut “Bussk…” lalu saat Rio masih ada didalam area jangkauannya Beelzebub langsung menendang Rio, “Trraskk…” akan tetapi Orang bati langsung menahan serangan tendangan dari Beelzebub lalu “Buusskk… Trraskk…” melancarkan serangan balik kearah Beelzebub, serangna balik tersebut membuat kaki Beelzebub patah.


“Hahahha… kerja yang bagus” kata Rio, “Wuussh… Buurrn…” melihat sebuah kesempatan Rio langsung menggunakan sihir api miliknya.


“Wuussh…” lalu dengan lemparan  sebuah bola api berwarna ungu kehitaman Rio berusaha untuk menyerang Beelzebub, akan tetapi “Crrrakk…” aura milik Beelzebub langsung melahap bola api tersebut “Fuuiishh…” dan dengan cepat aura itu langsung melahap serangan Rio dengan mudahnya.


“Sialan… apa-apaan kekuatannya itu, tidak kusangka api sepanas itu dapat dilahap juga” pikir Rio.

__ADS_1


“Buushh…” akan tetapi disaat yang sama tiba-tiba saja tubuh dari Beelzebub langsung menguap dan mengeluarkan sebuah asap, melihat hal tersebut Rio langsung mencurigai sesuatu. “Buurrnn…” Rio langsung menggunakan sihir api miliknya dan dengan tangan kanannya “BOOMMSSH….” Dia meledakkan seluruh kastil tersebut, disaat yang bersamaan Silla dan juga Gigan yang mana mendengarkan suara ledakan tersebut menyadari kalau mereka telah dijebak.


“Sialan… aku tidak menyangka akan jadi seperti itu” kata Silla yang mana dengan sangat cepat terbang untuk mencoba kembali kedalam kastil Beelzebub.


“Wuuussh… Srrraashkkk…” akan tetapi langkahnya dihentikan oleh sebuah serangan pedang anginya yang memotong jalanan didepannya, melihat pedang angin tersebut Silla langsung mengetahui siapa yang menyerang dirinya.


“Tehnik ini, tidak salah lagi kau manusia yang menghalangiku waktu itu” kata Silla.


“Kita bertemu lagi yah, wanita beracun akan kubalas perbuatanmu waktu itu” kata Angga yang mana telah selesai membereskan bawahan Silla para prajurit pembunuh.


“Buushh… Buushh… Buushh…” sementara itu Gigan yang mana melihat ledakan didalam kasti tuanya langsung berlari kearah kastil tersebut, dengan langkah kakinya yang besar tersebut dia menghancurkan setiap jalanannya dengan kakinya dan membuat retakan dimana-mana. “Srringg… Trraangg…” lalu secara tiba-tiba dari atas kepalanya sebuah serangan tebasan pedang dilancarkan kearah dirinya, akan tetapi dengan kulit tubuhnya yang keras tersebut Gigan dapat dengan mudah menghalangi serangannya.


“Siapa kau, kenapa kau menyerangku manusia” kata Gigan.


“Namaku adalah Gio dan untuk alasannya katakan saja kalau aku dibayar untuk itu” kata Gio yang mana sedang mencoba untuk menahan Gigan untuk tidak kembali kedalam kastil dan menghalangi Rio.


Disisi lain Rio sendiri sedang kesulitan dalam menghadapi Beelzebub yang mana memiliki kekuatan dan energy sihir yang sangat kuat, “Trrassk…” setiap kali serangan cepat dari Beelzebub dilancarkan “Buurrnn… Wuussh…” disaat itu juga Rio menyerang dirinya dengan sihir api miliknya. “Boommssh…” walaupun setiap serangnanya selalu dilahap oleh aura milik Rio, “Wuushkk…” akan tetapi Rio tetap terus mencoba untuk menyerang Beelzebub dengan sihir api miliknya.


“Kiik-kiik-kiiik… Kikk…” kata Orang bati yang mana kelihatan kelelahan untuk menahan setiap serangan dari Beelzebub.


“Nampaknya Orang bati sudah mencapai batasnya, aku harus segera menemukan celah untuk mengaptifkan rencanaku, dan itu adalah saat kau akan kalah Beelzebub” pikir Rio yang mana telah menyiapkan rencana untuk mengalahkan Beelzebub.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2