
Melihat ada banyaknya bahan-bahan langkah yang mana hanya dapat ditemukan disebuah alam yang mana telah terbuang, Batara Kala lalu langsung bersemangat dia kemudian berdiri dari singga sanannya dan membuat Rio bersama yang lainnya ketempat dia menempa artefak yang mana dia dapatkan. Didalam sana sama seperti dulu, hanya ada sebuah meja marmer yang mana sangat besar dan saat Batara kala mendekati meja tersebut “Brruskk…” tubuhnya langsung membesar dalam seketika.
“Hahahaha… mari kita mulai bekerja” kata Batara Kala yang terlihat bersemangat.
Disisi lainnya didalam hutan yang mana dipenuhi oleh asap kabut, “Trranggs… Krranggs… Srranggs…” telah terjadi peperangan yang mana ada didalam sana, Angga yang mana menggunakan Dullahan memanggil pasukan orang-orang mati untuk menghadapi para siluman, iblis dan juga orang-orang yang telah dikendalikan oleh monster alam bawah berbentuk raksasa pohon tersebut.
“Dullahan pastikan mereka mati ditempat, jangan sampai ada yang keluar dari dalam hutan ini” kata Angga.
“Hmm…” mendengarkan perkataan dari Angga, “Srringgs…” Dullahan kemudian mengangkat pedang miliknya lalu dari pedangnya Dullahan kemudian memerintahkan para pasukan mayat hidup miliknya untuk mengaptifkan sihir pelindung skala besar.
Sihir pelindung tersebut kemudian membuat para mahluk yang mana terinfeksi oleh monster alam bawah kemudian tidak dapat keluar dari dalam hutan tersebut, dan saat itu juga “Frrushkk…” Angga kemudian mengempulkan energy sihir angin miliknya ditangan kanannya, “Srriinggsst…” pedang angin miliknya mulai terbentuk dan dengan kekuatan sihirnya Angga mulai menciptakan sebuah pedang sepanjang 2 meter.
“Mari kita mulai, permaianannya…” kata Angga.
“Wusshkk…” dengan cepat Angga kemudian langsung maju untuk menyerang, “Srrast… Srrast… Srrast…” dan dengan tebasan cepat dari pedang angin miliknya, Angga mulai mengalahkan para mahluk terinfeksi yang mana ada didalam hutan tersebut, “Grroaarr…” merasakan keberadaan dari Angga sang monster alam bawah raksasa pohon tersebut mulai menggunakan “Trrask… Krrasstkk…” akar-akar pohon miliknya untuk menyerang Angga. Puluhan akar pohon yang sangat besar kemudian muncul dari dalam tanah, dan seluruh akar pepohonan tersebut kemudian langsung “Trrassk…” menyerang kearah Angga, “Frrustt…” dengan cepat Angga kemudian menggunakan kekuatan angin miliknya dibawah tumit kakinya dan melompat untuk menghindari setiap serangan dari monster alam bawah tersebut.
__ADS_1
“Jadi itu adalah wujud aslinya, seperti yang dikatakan oleh ketua Rio, para monster alam bawah itu sama sekali tidak memilik wujud tetap dan juga mereka sangat merepotkan untuk dilawan” pikir Angga.
“Wrusshkk…” menggunakan kekuatan dorongan dari kekuatan angin dikakinya, Angga kemudian langsung melesat kearah akar-akar raksasa tersebut berada, dia menggunakan kekuatan sihir miliknya untuk memastikan asal dari seluruh akar-akar pohon raksasa tersebut. Namun “Srraskk… Krrassk…” dengan cepat akar-akar pepohonan tersebut langsung menyerang Angga yang mana mencoba untuk menuju kearah tubuh asli mereka, disaat itu juga “Srrasskk…” Angga kemudian langsung menebas seluruh akar pepohonan tersebut “Trassk…” dan dengan mudahnya dirinya menghancurkan puluhan akar pepohonan itu.
Namun saat itu juga “Srrakk… Krrassk…” dari belahan akar-akar pepohonan tersebut “Srraak…” cabang-cabang dari akar pohon itu langsung muncul lagi dan dengan cepat mengincar Angga, disaat itu Angga yang mana tidak sempat untuk menghindari serangan ataupun membalas serangan dari puluhan akar pepohonan itu hanya tersenyum, karena dia tahu kalau mahluk gaib yang membuat kontrak dengan dirinya akan selalu membantu dirinya. “Grrrr….” Dullahan dengan cepat melompat menggunakan serigala hitam tunggangannya, “Srrraskk…” dan dengan sekali tebasan menggunakan pedang yang dilapisi oleh aura hitam miliknya, Dullahan langsung memotong setengah lebih dari akar-akar pepohonan tersebut.
“Hahhaha… bagus sekali kawan” kata Angga.
Namun belum selesai dengan seluruh akar pepohonan tersebut, “Roarr.. Roarr.. Roarr..” ribuan siluman, manusia, dan juga iblis yang telah terkena parasit pepohonan tersebut mulai bermunculan dihadapan Angga, mereka semua menggeluarkan niat jahat yang sangat luar biasa dan beramai-ramai ingin menyerang Angga.
“Dullahan… berikan pedang milikmu” kata Angga.
“Aahhhkk… sialan kenapa aku tidak bisa mengalahkan dirimu, sudah kuduga kekuatan penghenti waktu milikmu itu sangat curang” kata Angga.
“Hmm… jangan salahkan kekuatanku, lagi pula kekuatan milikmu itu lebih kuat dari diriku, apa kau lupa nama dewa yang mana memberikan serpihan jiwa miliknya padamu” kata Rio.
__ADS_1
“Rudra dewa dari badai, aku tidak terlalu mengenal dirinya akan tetapi saat dia memberikan kekuatannya padaku, dia mengatakan kalau aku harus menunjukkan pada dirinya pertarungan yang memuaskan” kata Angga.
“Sebenarnya aku juga tidak terlalu mengerti dengan kekuatan dari para dewa ini, akan tetapi aku mengetahui satu hal, dan itu adalah kekuatan dari para dewa bisa kita ambil alih dan menjadikannya milik kita” kata Rio.
“Haaah… caranya, apa kau bisa memberitahuku” kata Angga.
Dan saat itulah Angga mulai berlatih dan terus berlatih, disaat itulah dia merasakan kekuatan dari jiwa para dewa, dan saat itu dia terlah berhasil merasakan kekuatan dari Rudra lalu saat itu juga Angga menggunakan keyakinan dan juga semangatnya untuk mengambil alih pecahan jiwa dari Rudra yang mana ada didalam dirinya. “Srranggs…” dan saat itu juga Angga telah berhasil sepenuhnya menyatu dan mengambil alih kekuatan milik Rudra, “Frrusstt…” angin yang mana saat itu juga dia gunakan sebagai pedang ataupun alat untuk bertarung, kali ini angin tersebut telah berubah menjadi dirinya dan menjadi bagian dari tubuhnya.
“Srranggs… Srranggs…” dengan ditutupi oleh angin yang sangat kencang tersebut, Angga telah menjadi sosok yang mana dapat memiliki kekuatan dewa, tubuhnya telah berubah menjadi sedikit lebih tinggi dan lagi dia memiliki armor yang mana setera kuatnya dengan tubuh dewa, dan lagi rambut Angga telah berubah menjadi putih silver yang mana menandakan kenaikan dirinya. Lalu menggunakan pedang Dullahan ditangan kanannya dan pedang badai ditangan kirinya, “Wuusshk…” Angga kemudian langsung menerjang seluruh mahluk yang mana ada didepannya tersebut.
“Srrast… Srrast… Srrast… Srrast…” puluhan tebasan dan juga potongan diarahkan Angga kepada para mahluk yang ada didepannya tersebut, lalu seperti sebuah hembusan angin kecil Angga melewati mereka semua dengan cepat, dan “Crrastt…” darah langsung bermunculan saat Angga telah melewati mereka semuanya.
“Ketemu kau sekarang, jadi bagaimana kalau kita mulai babak akhir permainan kita” kata Angga.
Dia saat itu juga telah bertemu dengan sosok monster alam bawah tersebut, sosok monster alam bawah itu telah berubah karena keadaan alam didunia manusia, dan saat ini sosoknya terlihat seperti sebuah pohon raksasa yang mana memiliki banyak mata dibatang dan dahan pohonya. Terlebih lagi di beberapa dedaunan merah yang mana ada ditubuh monster alam bawah tersebut, terdapat beberapa buah keunguan yang mana terlihat seperti sesosok bayi, melihat buah-buah itu Angga langsung menyadari adanya kekuatan kehidupan dari buah tersebut.
__ADS_1
“Jadi begitu, dia berencana untuk menghisap seluruh energy kehidupan dari para mahluk itu, dan memberikan makan anaknya, kalau dibiarkan maka banyak orang akan menjadi korbannya” pikir Angga, dengan tubuhnya yang mana telah menjadi setengah dewa Angga kemudian langsung “Wusshk…” menyerang monster alam bawah tersebut.
Bersambung……