
Pada saat itu Palasgus, Teppes, Laplace dan juga Roy Black diberikan perintah oleh Lycan untuk membawa pasukannya menghadang para pasukan dewa tersebut, dan dengan memberikan hormat pada raja mereka tersebut keempatnya setuju, akan tetapi saat itu hanya Roy Black yang bersemangat menjalankan misi yang telah diberikan oleh dewa iblis Lycan. Sementara Teppes, Laplace dan juga Palasgus mengetahui kalau mereka melawan para pasukan dari kubuh dewa tersebut, maka mereka akan dipastikan kehilangan sebagian besar bawahan mereka, dan karena hal itulah mereka membuat sebuah rencana rahasia yang tidak mereka bertahukan kepada Roy Black.
Dan sebelum mereka berempat pergi ke medan perang masing-masing, Roy Black merasakan suasana yang aneh dari ketiga gurunya tersebut, dan karena penasaran dia lalu menghampiri mereka dan mencoba untuk menyapanya.
“Hei… kalian tidak apa-apa..?? apa kalian salah makan…??” kata Roy Black.
“Hahaha… kami tidak apa-apa, kami hanya ingin membicarakan sebuah masalah sebelum kami pergi” kata Teppes.
“Hmm… masalah apa..?? mungkin aku bisa membantu” kata Roy Black.
“Hahahaha…. kau mau membantu kami kau bilang, terlalu cepat sepuluh ribu tahun bagimu untuk bisa membantu kami bocah kecil, lebih baik kau fokus pada masalahmu sendiri, karena jika kau kalah dimedan perang nantinya maka aku akan pastikan aku yang akan tertawa paling keras nanti” kata Palasgus.
“Apa-apaan kau, akan aku buktikan aku lebih hebat darimu, lihat dan tunggu saja aku pastikan para prajurit para dewa itu kalah dihadapanku dengan mudah” kata Roy Black.
“Ya-ya… semoga beruntung ikan kecil” kata Palasgus.
“Trranggs…” Roy Black lalu langsung pergi membawa pasukannya menuju sebuah alam yang mana akan menjadi medan perang kali ini, disana dia telah melihat para pasukan penyihir dari kubuh para dewa, para pasukan penyihir tersebut terlihat telah mempersiapkan lingkaran sihir dan telah menunggu kedatangan dari Roy Black. Dan saat mereka melihat Roy Black telah datang dengan para pasukannya, “Trranggs…” para pasukan sihir dari kubuh para dewa tersebut langsung mengaptifkan tehnik sihir mereka, “Fussrrkt… Fussrrkt… Fussrrkt…” puluhan bola api lalu dilemparkan kearah Roy Black dan pasukannya.
“Haah… trik kecil” kata Roy Black.
__ADS_1
“Srrsask…” dengan sebuah bola air berwarna hitam ditangan kanannya dan “Trranggs…” lingkaran sihir angin ditangan kirinya, “Fussr.. Brruhsskk…” dia menciptkan badai pusaran air hitam yang sangat kuat, dan badai air tersebut “Trrsshkk… Trrsshkk…” membuat bola-bola api yang dilemparkan kearah dirinya lenyap seketika.
“MAJUUU…” Teriak Roy Black.
“OOOOUUHH…” para pasukan dari Roy Black mendengarkan perkataannya dan lagnsung maju dengan penuh semangat, mereka melihat kekuatan yang ditampilkan oleh pimpinan mereka dan yakin kalau mereka akan memenangkan peperangan tersebut, “Trranggs… Krranggss… Srranggs…” pedang dan tombak lalu mulai beradu satu samalainnya. Disana cukup banyak yang mati terbunuh, itu semua karena pasukan dari kubuh para dewa lebih banyak ribuan kali dari pasukan yang dimiliki oleh Roy Black, melihat hal itu dia memakai trik baru miliknya dan membuat klon tubuhnya.
Dengan ratusan klon yang dia punya, dia bersama dengan para pasukannya langsung memukul muncul para pasukan dari kubu para dewa tersebut, dengan satu gerakan dia mengubah kondisi yang ada dimedan perang tersebut dan karena cukup banyak pasukan dari kubuh para dewa yang telah mati terbunuh, mereka lalu memutuskan untuk mundur dan membuat Roy Black bersama dengan pasukannya memenangkan perang didalam dimensi tersebut.
“Bagus ini adalah kemenangan pertamaku sebagai seorang jendral, dengan ini pasti yang lain akan bisa mengakui kekuatanku” pikir Roy Black.
Akan tetapi disaat dia mencoba untuk menghubungi ketiga gurunya tersebut, dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari mereka, ketiganya memutuskan sambungan telepati yang mana dikirimkan oleh Roy Black kepada mereka bertiga. Dan karena penasaran akan sesuatu Roy Black langsung memerintahkan para pasukannya tersebut untuk kembali kedalam kerajaan mereka, dimana disana telah menunggu tuan mereka sang dewa iblis Lycan.
Akan tetapi disaat Roy Black melihat gerbang depat kastil kerajaan, dia melihat kalau para penjaga yang ada disana telah diserang oleh para prajurit dari kubuh para dewa, dan karena hal tersebut dia langsung marah besar “Bumssh…” dengan kekuatan sihirnya dia menghabisi ratusan prajurit kubu para dewa tersebut.
Karena merasa khawatir Roy Black lalu langsung pergi untuk menemui tuannya Lycan, “Trranggs… Busmh… Busmh…” namun ditengah perjalanannya dia mendengarkan suara pertarungan yang berasal diarah tempat singgasana berada. Dan didalam perjalanan banyak prajurit yang berasal dari ras manusia yang mencoba untuk menghalangi dirinya, “Trranggs… Trranggs… Trranggs…” dengan serangan rantai sihir mereka para prajurit penyihir dari ras manusia tersebut berusaha untuk menghentikan pergerakan dari Roy Black.
“Heeei… aku sedang terburu-buru, jadi lepaskan aku sebelum aku menghabisi kalian semua” kata Roy Black.
Kata-katanya itu mengandung kekuatan gelap yang sangat kuat, dan karena hal itu juga para prajurit sihir dari ras manusia tersebut langsung melepaskan penjagaan mereka, dan melihat kesempatan itu “Trranggskk…” Roy Black langsung melepaskan rantai sihir yang mengekang dirinya. “Busskk…” dia lalu langsung menerobos masuk kedalam area singgasana, dan disana “Crrastt…” dia melihat kalau tuannya Lycan telah ditusuh oleh seorang dewa yang bernama Uranu menggunakan pedang bintang miliknya.
__ADS_1
“DASAR KURANG AJAR, AKU BUNUH KAU…” kata Roy Black yang mana marah besar melihat hal tersebut.
“Brrusshkk…” energy gelap hitam lalu mengalir ditangan kanannya, dan dengan energy tersebut dia membuat sebuah cakar hitam raksasa yang sangat berbahaya, akan tetapi disaat Roy Black mencoba untuk menyarang Uranus “Trranggs…” sebuah rantai yang tercipta dari sihir hitam langsung muncul, dan mengekang tubuh dari Roy Black.
“Sialan apa inii, tunggu sebentar energy sihir ini kalau tidak salah ini milik jendra Tepees” pikir Roy Black.
“Taak-taak-taak…” saat itu Roy Black mendengarkan suara langkah kaki yang mana dia sangat kenali, dan langkah kaki tersebut adalah milik ketiga gurunya yang juga adalah ketiga jendral dari raja iblis Lycan yang mana telah mati ditangan Uranus sang dewa raja.
“A-apa yang kau lakukan, kenapa kau menyerangku, musuh kalian ada dibelakang kalian, dia ada disana jika kita menyerangnya sekarang ini maka kita bisa menyelamatkan raja” kata Roy Black.
“Kau nampaknya sama sekali tidak mengerti juga yah” kata Teppes.
“Singkat kata kami adalah orang yang membuat Uranus memasuki area ini” kata Palasgus.
“K-kenapa kalian melakukan semua itu, bukankah kalian telah bersumpah setia pada sang raja, jadi kenapa kalian menghianati dirinya..??” tanya Roy Black.
“Memang benar kami telah bersumpah pada sang raja iblis Lycan, akan tetapi kami tidak pernah bersumpah setia pada dewa iblis Lycan yang mana bergerak dengan dikendalikan orang lain” kata Laplace.
“Dasar penghianat, akan aku habisi kalian sekarang juga” kata Roy Black, “Srranggs… Trranggs..” dia mencoba untuk melepaskan rantai yang mengikat dirinya dengan paksa, akan tetapi dia sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatan sihirnya.
__ADS_1
“Percuma saja, apa kau lupa siapa yang mengajarimu tehnik sihir, kau diam saja dan lupakan segalanya, dan hiduplah dengan tenang didalam lautan dalam seperti dulu” kata Teppes, dengan menggunakan tangannya dia mengunci memori dari Roy Black dan membuangnya kelaut lepas.
Bersambung…..