Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 73 Sabotase orang dalam bagian 2


__ADS_3

“Srraasstt… Crraasstt… Krraasstt… Trraasst…” Rio yang mana sedang berada didalam hutan sedang berusaha keras untuk melawan para siluman-siluman singa betina tersebut, “Buusshh…” dengan cepat Rio langsung melesat menggunakan sihir sayap garuda miliknya untuk dapat menghindari kejaran dari puluhan ekor siluman singa betina tersebu.


“Sialan kukira setelah mengalahkan lima dari mereka semua ini akan selesai, tetapi tidak kusangka kalau mereka itu berjumlah lebih dari puluhan ekor” pikir Rio, dia juga mulai merasakan rasa haus darah yang sangat kuat dibelakang puluhan ekor siluman singa betina tersebut.


“Wuusshh….” Dengan cepat Rio langsung menukik keatas langit dan terbang diatas langit, “Buushh…” dia lalu menambah kecepatannya untuk bisa terbang dengan cepat kedesa yang dia lihat, tetapi “Kaaak…. Kaaak… Kaaak…” muncul lagi siluman burung gagak yang sangat besar tersebut, ukuran mereka yang mana lebih besar dari tubuh orang dewasa dan juga memiliki kelompok yang banyak itu mulai mengejar Rio yang tampak terbang tersebut.


“Sialan diudara ternyata lebih tidak aman” kata Rio, “Buurrnn…” dia lalu menggunakan sihir api miliknya, “Bomsh… Bomsh… Bomsh…” dan menggunakan beberapa bola api kecil untuk mengusir para siluman gagak tersebut.


“Kaaak… Kaaak… Kaaak…” para siluman gagak tersebut lalu berteriak ketakutan melihat sihir api Rio yang membakar sayap mereka, dan disaat Rio sudah mengira dirinya sudah lepas dari bahaya “ROOAAARR…..” sebuah auman mahluk siluman yang sangat deras mulai terdengar. “Wwuussshh….” Lalu dari arah auman tersebut terlemparlah sebuah pohon yang sangat besar mengarah dengan cepat langsung kearah Rio, “Wuussh… Wuussh… Wuussh…” dengan cepat Rio mampu menghindari lemparan pohon tersebut “Krraasskk….” Tetapi beberapa ekor siluman gagak yang terkena lemparan pohon tersebut langsung mati terbunuh ditempat.


“Grrr… Roaarr… Roaarr… Roaarr…” dengan cepat para siluman singa betina yang ada disana langsung mengamankan mayat-mayat siluman gagak yang mati tersebut, dan disana saat Rio mengaptifkan mata kematian miliknya dia melihat, sebuah asap hitam kematian yang sangat pekat berasal dari satu individu yang sangat kuat. Melihat aura kematian itu tubuh Rio langsung bergetar karena merinding ketakutan dengan apa yang dia lihat itu, “Buusshh…” dengan cepat dia langsung terbang kearah desa tersebut meninggalkan mahluk siluman itu diatas tanah.


“Grrr…. Jadi dia larikah” kata sesosok mahluk yang mana mengeluarkan aura kematian tersebut.


“Boommsshh….” Rio lalu mendarat sampai disana dengan sangat cepat, melihat hal itu para partisipan yang lainnya merasa heran dengan apa yang jatuh tersebut, dan disaat mereka meliha lagi ternyata itu adalah sesosok manusia yang mana memiliki sepasang sayap dipunggungnya, “Crraasskk…” lalu sayap tersebut langsung lenyap dengan sendirinya ketika batas waktunya sudah habis. Rio yang mana telah sampai tersebut secara tiba-tiba mendapatkan notifikasi pesan dari DS Game yang mana tertuliskan “Selamat para partisipan ujian kali ini, selamat datang dihutan siluman yang mana adalah tempat bagi para siluman-siluman bebas bermain dialam liar, disini para partisipan yang ada harus mencari sebuah harta karun yang dikubur disuatu tempat dihutan ini, dan bagi yang mereka yang dapat menemukan harta karun tersebut akan menjadi pemenang dalam ujian kali ini. Lalu kalau dalam waktu satu minggu harta karun yang dikubur tidak ditemukan makan secara paksa seluruh partisipan yang ada dihutan ini akan dikenakan sebuah penalti, dan hanya mereka yang selamat dari penalti tersebutlah yang akan dibiarkan lulus ujian kali ini” dan itulah yang tertulis didalam notifikasi DS Game kali ini.


“Jadi kali ini adalah perburuan harta karunkah” kata Rio, ketika dia melihat keseikitarannya dia hanya melihat beberapa partisipan yang mana kelihatan ketakutan sedang menunggu didesa tersebut.

__ADS_1


Terlihat ditempat itu ada yang sedang menangis, ada juga yang panik tidak menentu dan ada juga yang terlihat terluka parah dan ditinggalkan oleh rekan setimnya, namun yang menarik perhatian dari Rio adalah kelompok mereka yang membantu para pengguna baru tersebut. Dengan baiknya mereka membagikan makanan dan berusaha untuk menenang orang-orang yang sedang panik tersebut, lalu saat salah satu dari orang dari kelompok itu menghampiri Rio.


“Permisi boleh berbicara sebentar” kata sesosok wanita yang mana memakai pakaian jubah putih, dia bagaikan seseorang dari sebuah kultus aneh.


“Tidak maaf aku tidak punya waktu” kata Rio dengan dinginnya.


Rio langsung pergi meninggalkan gadis itu karena dia tahu terlibat dengan mereka hanya membawa masalah, tetapi saat Rio akan pergi gadis tersebut langsung berlari kearah kelompoknya dan menceritakan tentang Rio. Salah seorang dari kelompok itu yang mana terlihat seperti pria tua yang mana merupakan ketua kelompok tersebut langsung berusaha untuk mengejar Rio, merasakan sebuah perasaan yang tidak enak Rio langsung pergi dengan cepat dari tempat tersebut.


“Hmm…. Rio aku baru melihatmu sampai tetapi kenapa kau sudah mau pergi lagi…??” tanya Batara Kala.


“Jadi maksudmu bersama dengan mereka itu lebih berbahaya dari pada didalam hutan yang mana sangat mematikan ini” kata Batara Kala.


“Bisa dibilang seperti itu juga, karena aku tahu satu hal yang pasti kalau senyuman orang-orang itu adalah senyuman palsu” kata Rio, dia selama ini sudah terbiasa tersenyum palsu utnuk menipu orang-orang disekitarnya dan juga tidak pernah berusaha untuk membuka hatinya pada orang-orang.


“Jadi orang-orang itu mengingatkanmu pada dirimu yang dulu” kata Batara Kala.


“Tidak juga, sampai sekarangpun aku sama sekali tidak pernah mempercayai siapapun” kata Rio.

__ADS_1


“Wuusshh… Buusskk…” dia lalu mendarat disebuah pohon yang cukup besar “Boomsshh…” dan menggunakan kekuatan bola hitam pelahap milik Batara Kala dia melubangi bagian dalam pohon itu, Rio lalu masuk kedalamnya sambil memasang beberapa alat sihir pertahanan dan juga jebakan. Lalu dia kemudian tertidur dengan lelapnya didalam pohon tersebut, bersamaan dengan tidurnya Rio “Crraakkss… Krraasstt…” para partisipan ujian yang lainnya sedang bertarung didalam hutan yang gelap dan dingin.


“Gaaaaahh…. Krrasstt….” Disana mereka diserang oleh beberapa siluman yang mana sangatlah kuat dan cepat, “Crrastt… Krrasstt… Trrasstt…” dengan mudahnya para siluman itu membunuh banyak orang. Dan yang paling mengejutkan lagi ialah kalau para siluman itu memiliki wujud setengat manusia, dan mereka juga berkelompok beberapa siluman kuat untuk membantai para partisipan ujian yang ada.


“Kekekekke…. Lihat itu kau melupakan satu” kata sesosok siluman yang mana terlihat seperti setengah bunglon, “Trraasstt…” dengan lidahnya yang cepat dia menebas salah satu partisipan ujian yang mencoba kabur sampai menjadi dua bagian.


“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dengan langkah kaki yang besar sesosok siluman manusia setengah gajah lalu muncul disana sambil membawa beberapa mayat manusia dipunggungnya.


“Hoooaamm… apa sudah selesai berburunya, aku ngatuk sekali ini” kata siluman gajah tersebut.


“Haaah… kerjamu hanya bisa makan dan tidur saja, apa kau tidak takut akan dimarahi oleh ketua nantinya” kata sosok siluman wanita setengah rubah, dia memiliki 5 ekor merah yang terlihat seperti api menyala dan memiliki kekuatan untuk memikat para laki-laki, dan mereka yang terpikat olehnya akan bertarung sampai mati untuk dirinya.


“Hmm…. Kelihatannya kita masih belum menemukan target kita, untuk sekarang kita akan pergi mencari tempat untuk beristirahat terlebih dahulu, dan jika kita menemukannya maka kita akan bunuh dia ditempat” kata sesosok manusia setengah serigala yang mana memiliki bulu putih ditubuhnya, siluman itu memiliki aura yang luar biasa kuatnya sampai-sampai bisa membuat orang-orang ketakutan melihat sosoknya.


“Srraakk…” dan ditangan siluman manusia setengah serigala putih itu ada sebuah potret gambar yang mana merupakan gambaran dari wajah Rio, mereka telah dibayar oleh orang-orang serikat pencari kebenaran untuk bisa membunuh Rio didalam ujian kali ini.


Bersambung…….

__ADS_1


__ADS_2