
Setelah kembali dari acara pembuatan aliansi tersebut Rio lalu langsung kembali kedalam dimensinya, dia lalu melihat beberapa orang masih terjaga malam itu dan mereka adalah orang-orang biasa yang dibawa oleh para anggota serikatnya untuk tinggal didalam dimensi kekuasaan Rio, dan saat Rio masuk kedalam gedung serikatnya dia melihat Luna yang mana sedang terlihat kesal dan memilik banyak pikiran. Mengetahui kalau Luna adalah perempuan yang tidak bisa dipaksa Rio lalu langsung kedapur dan mengambil minuman untuk dia dan Luna, “Trruk…” dan saat Rio meletakkan segelas minuman didepan Luna, Rio terlihat duduk didekatnya sambil santai membaca sebuah buku.
“Hmm… terimakasih” kata Luna.
“Sama-sama…” kata Rio.
“Kau baru kembali..??” tanya Luna sambil meminum minumannya.
“Baru saja lebih tepatnya, kau juga baru kembali…??” tanya Rio.
“Tidak juga, aku sudah kembali dari tadi hanya saja aku pergi lagi lalu kembali lagi” kata Luna.
“Hmm… pantas kau terlihat agak kelelahan” kata Rio.
“Hahah… aku tidak kelelahan karena hal itu, hanya saja ada satuhal yang membuatku merasa sangat kelelahan dan juga agak sedih” kata Luna.
Mendengarkan hal itu Rio hanya diam saja, sedangkan Luna seakan-akan menunggu Rio untuk menanyakan tentang masalahnya, akan tetapi Rio bukanlah orang yang seperti itu dia adalah orang yang menghormati prifasi dari temannya dan juga tidak akan memaksa temannya untuk berbicara hal yang tidak mau dia bicarakan. Dan setelah beberapa menit diam didalam keheningan tersebut, Luna pada akhirnya menyiapkan dirinya dan mulai ingin berbicara pada Rio.
“Hei… ada yang ini aku bicarakan denganmu, bisakah kita pergi ketempat yang prifasi terlebih dulu” kata Luna.
“Ok….” kata Rio yang bersyukur melihat Luna mau membicarakan masalahnya pada dirinya.
“Kau seharusnya sudah tahu ini, tetapi aku memiliki sebuah hubungan dengan pencipta chimera yang kita lawan tempo hari” kata Luna.
“Yah… aku tahu itu, hanya saja aku tidak mau kau tidak nyaman dengan pertanyaanku, dan aku yakin kau tidak ingin membahas tentang hal itu bukan” kata Rio.
__ADS_1
“Hahahha… kau memang orang yang sok pengertian, tetapi itulah yang aku suka darimu” kata Luna.
Mendengarkan perkataan dari Luna tiba-tiba saja hati Rio mulai berdetak agak cepat, dia agak kaget mendengarkan Luna yang mengatakan suka pada dirinya, Luna yang mana adalah seorang perempuan kuat dengan kepribadian yang baik biasanya akan menyembunyikan perasaannya, namun dia akan menunjukkan rasa sukanya dengan tingkah laku dan rasa cemburu yang terlihat jelas dari perilakunya. Namun sekarang ini Rio tiba-tiba terkejut karena Luna jujur akan perasaannya, dan saat dia melihat kearah Luna dia melihat kalau wajah dari Luna telah memerah bagaikan sebuah tomat yang matang disiang hari.
“Aaah… dia malu-malu dengan perkataannya itu” pikir Rio yang mana melihat wajah malu-malu dari Luna.
“Ehemm… kita lupakan itu, dan kembali ketopik utamanya” kata Luna.
“Lupakan… gak akan mungkin bisa” pikir Rio.
“Dari mana aku akan bercerita, iya itu adalah saat aku masih berumur 15 tahun saat itu aku masih menjadi gadis naif yang mana percaya akan cinta pertama akan abadi untuk selamanya” kata Luna.
Saat itu ditengah hujan lebat yang deras Luna yang mana masih berada dibangku sekolah pulang dengan menggunakan payung kecil miliknya, dan saat dijalan pulang dia melihat ada sosok pria tampan yang mana tergeletak dijalanan, melihat hal itu Luna yang mana masih naif mendekati dirinya dan melihat kalau dia sedang terluka parah. Karena kebaikan hatinya Luna lalu membawa pria itu bersama dirinya, dan dia membawa pria itu kedalam rumahnya yang mana sangat megah namun sepi seakan-akan tidak ada penghuninya, dengan cekatan Luna lalu merawat pria itu akan tetapi dia tidak menyadari kalau itu adalah awal dari kehancuran hidupnya.
Setelah beberapa jam merawat luka dari pria tampan itu Luna langsung merasa lega karena sudah menyelamatkan nyawa pria itu.
Dan disaat Luna mengangkat telpon tersebut dan akan menelpon polisi, “Trraak…” tiba-tiba saja dengan cepat pria tampan itu langsung menutup telpon Luna dan berdiri didepan Luna.
“Aku mohon padamu, tolong jangan katakan pada siapapun kalau aku ada disini” kata pria tampan itu.
“Karena tatapan matanya itu aku merasa terpesona dengannya dan karena aku masih diusia yang mana masih remaja aku tidak bisa berpikir dengan kepala dingin, lalu aku mengikuti permintaannya dan tidak jadi menelpon polisi” kata Luna yang mana saat ini sedang bercerita pada Rio.
Mendengarkan cerita itu Rio merasa sedikit kesal, itu karena ada pria yang dianggap Luna sebagai orang tampan dan dia mulai agak kesal dengan pria yang ada didalam cerita Luna tersebut.
“Heeii… apa kau mendengarkan ceritaku…??” tanya Luna yang mana melihat wajah Rio yang tidak serius.
__ADS_1
“Hmm.. Oooh… aku mendengarkan kok, hanya saja aku agak sedikit bingung dengan ceritamu itu” kata Rio.
“Kalau begitu dengarkanlah sampai selesai” kata Luna.
Luna lalu melanjutkan ceritanya dan itu adalah disaat dirinya mulai merawat pria tampan itu didalam rumahnya.
“Kau siapa..?? kenapa kau bisa terluka ditempat itu…???” tanya Luna.
“Aaah… namaku adalah Viktor, aku adalah seorang peneliti dan aku bisa menjadi seperti ini karena hasil penelitianku akan digunakan oleh temanku yang mana tidak bertanggung jawab” kata Viktor.
“Ceritanya mirib dengan cerita novel yang pernah aku baca dulu” pikir Luna yang saat itu masih sangat naif.
“Temanku dan aku memiliki pendapat yang berbeda, lalu karena hal itu dia menyerangku dan berusaha untuk merebut penelitianku, karena berusaha melarikan diri darinya aku hampir terbunuh oleh para bawahannya” kata Viktor.
“Kalau seperti itu bukankah akan bagus kalau kau menghubungi pihak yang berwajib” kata Luna.
“Itu akan percuma, para petinggi di negara ini beberapa dari mereka mendukung temanku itu dan berusaha untuk menghapuskan penelitianku dan juga diriku, padahal kalau penelitianku berhasil maka umat manusia akan menjadi lebih dekat dengan kesempurnaan” kata Viktor.
“Hmm… aku tidak tahu apapun tentang penelitianmu ataupun kesempurnaan yang kau bicarakan itu, akan tetapi kalau kau butuh tempat tinggal kau bisa tinggal disini untuk sementara waktu” kata Luna.
“Benarkah…. Aku sangat berterimakasih padamu, ngomong-ngomong siapa namamu nona…??” tanya Viktor.
“Oooohh… aku Luna, dan ini adalah rumah orang tuaku, mereka sedang pergi keluar negri untuk bulan madu mereka, jadi kau bisa tinggal disini dengan aman” kata Luna.
“Baiklah kalau begitu, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya” kata Viktor yang mana terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu.
__ADS_1
Luna yang mana saat itu masih muda dan naif tidak mengetahui kalau dirinya akan mendapatkan kemalangan yang sangat besar, sebuah kemalangan yang mana mengubah dirinya 180 derajat.
Bersambung…….