
Meninggalkan Dion yang mana sedang marah sendirian diatas atap sebuah gedung besar tersebut, Angga terbang menggunakan kekuatan angin pemberian Rudra dia terbang dengan santainya bagaikan burung yang sedang menari dilangit malam.
“Hahahha…. Tidak kusangka dia bisa menjadi sekuat itu” kata Angga yang mana menikmati pertarungannya.
“Aneh biasanya kau tidak akan mau meninggalkan pertarungan yang menyenangkan seperti itu, dan akan memilih untuk bertarung sampai mati tetapi ini adalah suatu kejadian yang aneh kau melarikan diri dari musuhmu” kata Rudra yang penasaran kenapa Angga melarikan diri dari Dion.
“Hahhaha…. Apa kau lupa kalau ujian berikutnya sebentar lagi akan segera dimulai, aku tidak mau meninggalkan kesempatan acara semenyenangkan itu, dan lagi pula dia masih belum cukup bagiku untuk bisa bertarung dengan serius” kata Angga, dia masih menyimpan kekuatan yang mana belum dia tunjukkan.
Sementara itu Rio yang mana telah mendapatkan mahluk penggilan ke 3 miliknya sedang beristirahat digudang tempat persembunyiannya, dia sedang memikirkan tentang ujian yang akan datang karena didalam smartphone miliknya dia sudah terpilih menjadi salah satu partisipan yang wajib memasuki ikut dalam ujian yang diadakan manajemen DS Game.
“Kau sedang memikirkan apa anak manusia” kata Batara Kala.
“Aku sedang berpikir apa ujian berikutnya akan sama seperti sebelumnya” kata Rio.
“Tentu saja akan berbeda, karena jika acara yang sama diadakan berulang-ulang pastinya akan membosankan, lagi pula aplikasi DS Game dibuat untuk menghibur mereka para penguasa abadi dialam gaib sana” kata Batara Kala.
“Hooo… jadi kau juga salah satu dari pencinta ujian inikah, kalian para mahluk alam lain benar-benar tidak punya kerjaan” kata Rio.
“Hahahha…. Memang benar kami adalah mahluk abadi, jadi karena itulah kami mudah bosan dan disaat iblis itu menawarkan sebuah aplikasi ini kami beramai-ramai ingin ikut ambil bagian didalamnya, kenapa apa kau marah kepadaku karena menjadi salah satu yang bertanggung jawab atas kematian keluargamu” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Secara tehnik kau memang menjadi salah satu penyebabnya, tetapi tidak juga aku tidak marah, lagi pula orang yang membunuhnya adalah pamanku sendiri, kau tidak bisa marah pada pembuat pisau hanya karena ada orang yang memakainya untuk menyerang dirimu” kata Rio, dia telah menentukan targetnya dan memulai latihannya.
“Hahahah… kau memang manusia yang sangat menarik, berhati-hatilah karena aku merasakan dua hawa keberadaan sedang mencari jejakmu dari gedung serikat keberanan itu” kata Batara Kala.
“Mereka pasti berasal dari kubuh yang sama dengan Hunter, aku bisa memikirkan kalau mereka dari serikat kebenaran maka mereka pasti akan dengan mudah menemukanku, mengingat kalau serikat itu memiliki banyak koneksi dengan alam gaib tetapi aku merasa mereka akan berpikir dua kali karena mereka tahu aku memiliki hubungan dengan salah satu dewa yang dapat mengendalikan waktu sesukanya” kata Rio, dia telah menebak kalau serikat kebenaran tidak berani mengambil tindakan langsung pada dirinya karena adanya Batara Kala yang menjadi penyokong Rio.
“Gahahahha…. Baru kali ini aku dimanfaatkan oleh manusia, menarik sekali tapi ingat ada beberapa orang yang membuat perjanjian dengan iblis dan dewa yang memiliki kekuatan sama kuatnya denganku, dan mereka tidak akan perduli walaupun kau memiliki hubungan dengaku begitu mereka melihatmu mereka pasti tidak akan tinggal diam saja” kata Batara Kala.
“Haaah… kalau memang itu yang terjadi maka aku akan dengan senang hati mengambil nyawa orang itu, dan menjadikanya batu lompatanku untuk menjadi lebih kuat lagi” kata Rio yang mana sedang memulai pelatihan ototnya.
Rio yang memulai berlari mengililingi pesisir pantai tersebut dan satu minggu kemudian, dipagi hari Rio yang mana sedang berlari dipantai mulai mendapatkan pesan notifikasi dari aplikasi DS Game, disana tertulikan : “Untuk semua pengguna aplikasi DS Game yang diwajibkan untuk hadir dalam ujian dapat membawa beberapa anggota tim mereka, dan untuk pemenang akan disiapkan hadiah yang sangat spesial lalu bagi para peserta yang beruntung akan disiapkan beberapa hadiah menarik lainnya ditengah ujian yang akan berlangsung” membaca notifikasi itu Rio langsung menatapnya dengan tatapan sinis.
“Hahahaha…. tampaknya kau mengerti arti dari kata hadiah menarik ini” kata Batara Kala.
“Aku tahu itu, untung besar itu artinya resikonya juga besar bukan” kata Rio.
“Kau bersiap saja anak manusia, dan janga berharap informasi dariku karena aku sendiri tidak tahu apa yang disiapkan oleh manajemen DS Game” kata Batara Kala.
Dan malamnya Rio telah menyiapkan banyak makanan dan senjata sihir di penyimpanan aplikasi DS Game miliknya, begitu juga Lita dan Luna yang mana memaksa untuk ikut bersama dengan Rio ketika mendengarkan penjelasan ujian selanjutnya dari Rio, mereka berdua tidak diundang untuk ikut kedalam ujian berikutnya dan karena itulah mereka memaksa Rio untuk mengundang mereka masuk kedalam ujian berikutnya.
__ADS_1
“Trriiiinnggsss….” Lalu Rio langsung dipindahkan kedalam sebuah ruangan hitam besar, dan didalam ruangan tersebut terdapat seseorang pria yang mana sedang duduk disebuah tempat yang mana mirib dengan kantor. Pria itu sama sekali tidak terlihat wujud wajahnya karena tertutupi oleh asap gelap hitam, melihat Rio yang mana sudah ada didepannya “Trraanggsstt…” kursi tiba-tiba saja muncul dibelakang Rio dan pria itu mengisaratkan Rio untuk duduk dikursi tersebut.
“Selamat datang Rio orang yang dipilih oleh Batara Kala, salam aku adalah manajemen dari DS Game yang mana membuat ujian kali ini” kata sesosok pria tersebut yang mana berasal dari manajemen DS Game.
“Aku mengerti kalau kau berasal dari manajemen DS Game, tetapi kenapa aku bisa ada disini…??” tanya Rio yang mana menatap pria tersebut dengan tatapan curiga.
“Aku mengundang dirimu disini karena ingin memberikan sebuah keuntungan karena kau telah memenangkan ujian sebelumnya, dan kali ini ujiannya bertemakan benteng pertahanan” kata pria dari manejemen DS Game tersebut.
“Baiklah kalau memang seperti itu, keuntungan macam apa yang kau bicarakan barusan itu” kata Rio yang menanyakan tentang apa yang dia dapatkan.
“Ini dia…” pria yang berasal dari manajemen DS Game tersebut lalu memunculkan sebuah benda kotak bewarna hitam langit bintang, “Trriiinggss…” kotak tersebut lalu langsung masuk kedalam smartphone milik Rio dan notifikasi mulai muncul di smartphone milik Rio “Selamat kau anda mendapatkan kotak langit berbintang” kata notifikasi tersebut.
“Apa ini…??” tanya Rio yang mana melihat benda yang diberikan dari pihak manejemen DS Game tersebut, “Trriiinggss…” Rio lalu dipaksa untuk berpindah tempat secara cepat dan mendarat disebuah bangunan benteng besar yang megah. Dibenteng itu telah bermunculan “Trriinnggss… Trriinnggss… Trriinnggss…” para pengguna aplikasi DS Game yang lainnya.
“Kita ada dimana, aku merasa seperti ingin muntah, Oii ini ada dimana !! kenapa aku bisa da disini” kata para pengguna aplikasi DS Game yang lainnya.
“Kelihatannya ada beberapa pengguna baru yang sama sekali tidak mengetahui apapun tentang aplikasi ini, ini menarik aku tidak semakin tidak sabar untuk memulai ujian kali ini” kata Rio yang mana “Triinggss… Triinggss…” memanggil Luna dan Lita disebelah dirinya.
Sementara itu ditempat lain disebuah gunung yang mana ada disebelah kastil tempat dimana Rio dan para pengguna DS Game lainya berada, “Crrasstt… Raaaahh….” Telah berkumpul para monster yang mana terlihat tampak sangat mengerikan dan menyeramkan sudah berkumpul di atas gunung tersebut, “Rooaarr…” dan para monster tersebut dipimpin oleh sesosok mahluk raksasa berwarna biru dan memegang senjata pedang besar.
__ADS_1
Bersambung…..