
Tebasan pedang Rio kala itu tidaklah terlalu cepat ataupun kuat, hanya saja tidak ada gerakan yang percuma pada pedangnya yang mana membuat gerakannya sangat sederhana, akan tetapi disaat itu monster elang berkepala tiga itu sama sekali tidak dapat menghindar karena dia tahu akan satu hal.
“Bagaimana caranya aku menghindari serangan itu” pikir monster elang berkepala tiga tersebut.
Dia tidak bisa menghindarinya karena memang tidak akan bisa dihindari, itulah tehnik pedang Rio yang sekarang ini, sebuah tehnik pedang yang mana membuat lawan berpikir kalau tidak ada cara untuk menghindari tebasan pedangnya hanya dengan melihatnya saja. Akan tetapi saat itu juga Rio menyadari satu hal, kalau monster elang berkepala tiga dengan empat sayap tersebut sama sekali belum mati, menggunakan mata naga miliknya dia dapat melihat energy kehidupan monster alam bawah itu.
“Dia belum mati, tidak lebih tepatnya energynya membelah” pikir Rio, disaat itu monster elang berkepala tiga itu mengeluarkan aura biru kehitaman, akan tetapi aura biru kehitaman itu mengeluarkan dua aura lainnya, yaitu aura hijau kebiruan dan aura kuning kehijauan.
Disaat itulah “Wrrusskk…” dari ketiga kepala monster elang tersebut, dia mulai bergenerasi, dan membelah dirinya menjadi tiga sosok monster elang. Melihat hal itu Rio kembali menyiapkan pedangnya lagi, dan disaat itu aura milik pedang Rio langsung menguat bagaikan sebuah kobaran api yang sangat besar, ketiga monster elang tersebut yang dapat merasakan aura pedang milik Rio langsung berhati-hati pada dirinya.
Namun mereka sama sekali tidak menyadari kalau itu semua hanyalah umpan, “Wrussk…” Phoenix dengan cepat telah terbang kebelakang mereka dan “Bomshkk…” menggunakan api miliknya dia membakar ketiga sosok monster elang tersebut, disaat itu juga “Wusshkk..” Rio langsung bergerak kearah ketiga monster elang yang mana telah terbakar tersebut. Rio tahu kalau ketiganya tidak akan dapat dikalahkan dengan mudah menggunakan api milik Phoenix, oleh karena itulah dia menggunakan kekuatan pedang miliknya untuk mengakhiri ketiga sosok monster alam bawah elang tersebut.
“Grrr… Sialan manusia itu lagi, kita harus melakukan sesuatu” pikir ketiga monster elang tersebut, mereka yang awalnya adalah satu tubuh berubah menjadi tiga sosok yang berbeda dengan pikiran yang berbeda pula.
Disaat itulah “Krrask… Krrask… Krrask…” ketiganya langsung membuka mata-mata disayap mereka, dan disaat itulah “Trringgstts…” cahaya yang mana sangat menyilaukan langsung menutupi 5 meter dari area monster elang tersebut, dan mereka yang mana masuk kedalam cahaya itu dibawah masuk kedalam dunia ilusi. Dan didalam dunia ilusi tersebut, Rio sedang berada didalam sebuah padang rumput yang mana sangat luas, disana juga sangatlah panas karena ada enam matahari yang bersinar sangat terang diatas tempat itu.
__ADS_1
“Enam mantahari yah, kalau begitu tidak salah lagi” kata Rio.
“Burrnn…” api putih kemudian keluar dari tangan kanan Rio dan dengan api putih tersebut, “Wrrunstt…” dia mengolesi pedang miliknya dengan api putih tersebut, dengan api putih yang mana telah melapisi pedang miliknya, “Busshkk…” Rio kemudian langsung melompat setinggi mungkin kearah keenam matahari tersebut. “Wrrussk…” dia menggunakan wujud manusia naga miliknya, dan mengeluarkan sayap naga yang dia punya untuk bisa terbang lebih baik ditempat itu, “Wusshkk…” dengan sangat cepat Rio langsung berada sangat dekat dengan kenam matahari ditempat itu.
“Tampaknya aku benar, itu bukanlah matahari itu adalah mata” kata Rio.
“Fussshk…” dengan menebaskan pedang miliknya kearah keenam matahari tersebut, Rio menyebarkan api putih miliknya kearah keenam matahari tersebut, jilatan api putih tersebut kemudian langsung menyambar kearah keenam matahari tersebut. “Burrnn…” api putih tersebut kemudian menyambar kearah keenam matahari tersebut, sementara itu disisi lain tepatnya didalam inti dunia ilusi tersebut monster elang berkepala tiga tersebut terlihat telah menyatu kembali dan mereka sedang fokus untuk menggabungkan kekuatan mereka.
“Hmm… ada apa ini, kenapa disini semakin panas, aku merasakan tubuhku seperti terbakar” kata monster elang berkepala tiga tersebut.
Dan disaat itu juga monster elang berkepala tiga tersebut kemudian langsung terbakar “Burrn…” api putih mulai menyelimuti tubuhnya dengan kuat, disaat itu juga api putih itu membuat fokus dari monster alam bawah tersebut langsung menghilang dan membuat dunia ilusi yang dia ciptkan juga menghilang. Disaat dunia ilusi dari monster elang berkepala tiga dengan empat sayap tersebut telah menghilang, Rio kemudian dapat melihat kalau monster elang tersebut telah terbakar oleh api putih milik Rio.
“Gaarrr… Roaarr… manusia sialan, aku akan habisi kau” kata monster elang berkepala tiga tersebut.
Disaat itu juga monster elang berkepala tiga tersebut langsung berdiri “Buuskk…” dan disaat itu juga monster elang berkepala tiga tersebut, “Wusshkk…” dengan menggunakan kekuatan terakhir miliknya langsung menyerang kearah Rio, akan tetapi “Crrast… Busshkk…” Garuda dan juga Phoenix dengan cepat menghentikan monster elang berkepala tiga tersebut. Menggunakan tombak miliknya Garuda menimpa dan menusuk tuubuh dari monster elang berkepala tiga tersebut, dan Phoenix menggunakan tanganya untuk menahan tiga kepala dari monster elang tersebut.
__ADS_1
“Kalau sudah kalah maka menyerahlah, jangan sia-siakan tenagamu” kata Rio.
Dengan perlahan Rio langsung pergi meninggalkan monster elang berkepala tiga tersebut, disatu sisi Garuda dan Phoenix langsung mengambil kesempatan tersebut dan “Bussrrskk.. Krrast… Crrastt…” mereka melampiaskan kekesalan mereka karena telah terperangkap kedalam ilusi dari monster elang berkepala tiga tersebut. Mereka berdua membunuh monster elang berkepala tiga tersebut dengan kejam, lalu setelah monster elang berkepala tiga itu dipastikan tewas Garuda dan Phoenix langsung kembali kealam mereka.
“Hmm… monster elang berkepala tiga, itu terlihat seperti monster alam bawah yang mana telah mencapai evolusi tertinggi, mungkin ada banyak monster seperti ini ditempat lainnya” pikir Rio.
Disaat memikirkan hal itu Rio kemudian langsung kembali kedalam dimensi miliknya, kemudian setelah dia kembali kedaerah kekuasaannya Rio langsung memanggil seluruh tetua serikat miliknya. Dalam beberapa detik para tetua serikat ksatria bayangan langsung muncul dihadapan Rio, mereka yang mana melihat wajah serius miliki Rio langsung tahu kalau ada hal yang gawat sedang terjadi.
“Aku memanggil kalian kemari karena ada hal yang terjadi dalam kunjunganku, dan itu adalah kedatangan dari monster alam bawah yang mana telah mencapai evolusi tertinggi” kata Rio.
“Jadi mereka mulai menyerang dimensi-dimensi yang lainnya juga” kata Angga.
“Yah… nampaknya mereka berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi, karena itulah sebarkan kabar ini dan bantu para rekan kita yang mana ada diluar sana” kata Rio.
Dengan cepat mereka kemudian lalu langsung pergi untuk mengerjakan perintah dari Rio, disaat itulah mereka membentuh beberapaa kelompok untuk menyebar bersama kelompok mereka masing-masing. Sementara itu ketiga monster alam bawah yang lainnya pada saat itu mengetahui kalau salah satu teman mereka telah tewas terbunuh, dan saat itu juga mereka tidak bersidih ataupun marah, mereka bertiga hanya bersemangat mengetahui kalau ada mangsa kuat yang dapat mereka makan.
__ADS_1
Bersambung…..
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, dengan begitu penulis akan merasa senang karena karyanya telah dihargai oleh para pembaca, dan dia akan menulis semakin cepat dan membuat ceritanya semakin menarik lagi, Ok....