Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 384 Kebangkitan sang angin kematian bagian 3


__ADS_3

Beberapa minggu yang lalu, disaat itu Rio baru saja mendapatkan Lemegeton dan belajar dengan singkat untuk menguasai Lemegeton tersebut, karena senang dengan artefak itu Rio langsung mengadakan pesta besar-besaran. Seluruh orang yang tinggal didalam wilayah kekuasaan Rio bersukaria karena mengatahui kalau pimpinan mereka menjadi lebih kuat lagi, dan didalam gedung markasnya telah berkumpul para anggota serikatnya untuk merayakan dirinya mendapatkan Lemegeton.


“Hmm... semuanya tampak telah hadir dan bahkan para tamu juga telah datang” kata Dion yang mana ada disamping Rio.


“Yah... aku bisa melihatnya, akan tetapi dimana dia...??” tanya Rio.


“Ketua kau tahu sendiri bukan, dia itu orangnya tidak ingin kalah jadi kalau kau membahas tentang dia maka kau bisa melihatnya dihutan sana” kata Dion.


Pada saat itu juga Angga yang mana merasakan ketinggalannya pada diri Rio merasakan depresi yang sangat besar, dan disaat itu juga dirinya berusaha untuk membangkitkan kekuatan miliknya sendiri, akan tetapi “Bummshkk...” kekuatan itu sangatlah kuat dan tidak dapat ditampung ditubuh manusia Angga yang lemah.


“Ugghkk... sialan aku gagal lagi” kata Angga yang mana meledakkan dirinya untuk menghindari efek samping dari penyatuannya dengan kedua mahluk gaib yang membuat kontrak dengan dirinya.


Dia berusaha untuk membuat Dullahan dan juga Moto Sak tampah menjadi bagian dari tubuhnya, kemudian dia menggunakan kekuatan angin miliknya untuk memperkuat kekuatan dan indra ditubuhnya sehingga dia menjadi seorang petarung yang mana jauh lebih kuat dari sebelumnya. Akan tetapi disaat itu kekuatan kegelapan yang mana keluar dari armor Dullahan sangatlah kuat, dan kegelapan itu berusaha untuk melahap tubuh Angga sehingga dia tidak memiliki pilihan lain selain meledakkan dirinya untuk melepaskan armor Dullahan dari tubuhnya.


“Trunggs...” disaat itu dia menggunakan obat penyembuhan untuk memulihkan setiap luka ditubuhnya, namun saat Angga sedang beristirahat disana dia sama sekali tidak menyadari kalau Rio telah duduk disebelahnya dan sedari tadi melihat apa yang berusaha dia lakukan.


“Hmmm...” pada saat itu Angga yang mana baru menyadari keberadaan Rio sama sekali tidak tahu harus berbuat apa, otaknya berhenti berpikir karena melihat Rio yang mana secara tiba-tiba ada disana.


“Ternyata kau memang benar ada disini, tetapi tidak kusangka kau berusaha memakai cara seperti itu untuk menambah kekuatanmu.... mau aku bantu... ??” kata Rio, dia melihat usaha keras dari Angga dan ingin membantunya.


“Hmm... memangnya kau bisa membantuku...??” tanya Angga.

__ADS_1


“Tentu saja bisa, akan tetapi kau akan merasakan rasa sakit yang luar biasa” kata Rio.


“Tidak msalah, kalau aku bisa menjadi lebih kuat lagi maka lakukan” kata Angga.


Pada saat itu dengan menggunakan kekuatan Marbas, “Gaahhkkk...” Rio langsung mengutak-atik tubuh dari Angga dan dengan waktu singkat Angga mendapatkan tubuh ideal yang mana dapat menahan kekuatan setiap energy dari element yang berbeda. Itulah yang membuat dirinya dapat menyatukan dirinya dengan Dullahan dan juga Moto Sak tampah, disana Ares yang hanya bisa terdiam melihat kegilaan didepan matanya tersebut berusaha untuk melawan Angga.


Akan tetapi “Crrak... Crrak... Crrak...” dari setikar armor Dullahan yang mana telah dipakai oleh Angga, berkeluaran puluhan mata Moto Sak tampah yang mana melihat setiap gerakan Ares, mata tersebut memberikan informasi lebih pada Angga dan membuat dirinya dapat melihat lebih jauh dari sebelumnya dan memutuskan harus melakukan gerakan seperti apa untuk mengalahkan Ares. Disaat itu Ares yang mana tidak terlalu memperdulikan mata-mata tersebut “Fusshkk...” langsung menyerang menggunakan tombak miliknya, serangan tombaknya sangatlah cepat dan kecepatan tusukannya melebihi kecepatan suara, akan tetapi “Fuustt...” dengan mudahnya Angga menghindari tusukan tombak tersebut.


“Sialan kenapa dia bisa menghindari seranganku, ini pasti hanya kebetulan saja” pikir Ares.


Disaat itu Ares yang mana kesal karena serangannya dapat dihindari dengan mudahnya oleh Angga mengeluarkan seluruh kekuatannya, “Brrushkk...” dia mengalirkan aura dewa miliknya kearah ujung tombak setelah itu “Fusht.. Fusht.. Fusht..” dengan cepat Ares memberikan serangan tusukan beruntun kearah Angga. Akan tetapi disaat itu juga Angga yang hanya berdiam diri ditempatnya dapat melihat setiap arah serangan tusukan tombak milik Ares, “Fusht... Fusht...” dengan gerakan sederhana Angga dengan gampangnya menghindari setiap serangan Ares, para dewa yang mana menonton saat itu tabjuk dengan kemampuan Angga yang mana dapat menghindari setiap gerakan milik Ares tampa tergores sedikitpun.


“Hohohoh... menarik, dia memiliki mata yang sangat bagus, hampir sama dengan dewa Heimdal itu” kata Zeus yang mana melihat Angga.


“Yah... itu hampir sama, akan tetapi masih belum sempurna” kata Rio yang mana melihat beberapa mata Moto Sak tampah yang ada diarmor Angga mulai tertutup beberapa.


Disaat itu karena tidak dapat menahan beban yang besar dari kekuatannya, Angga menutup beberapa mata daro Moto Sak tampah yang ada diarmornya, dan disaat itu juga Ares mengira kalau Angga kelelahan dan langsung maju menyerang kembali dengan liarnya.


“Nampaknya dia sudah kelelahan, ini adalah kesempatanku untuk mengalahkannya” pikir Ares.


“Wusshkk...” dengan gerakan yang beragam dari tebasan, tusukan dan juga tendangannya, Ares berusaha untuk menyerang Angga dan saat itu juga “Crrast....” Ares berhasil menggores pundak Angga menggunakan tebasan tombaknya.

__ADS_1


“Aaah... sialan aku terlalu meremehkannya” kata Angga.


Disaat itu juga Ares yang mana melihat Angga terluka langsung melanjutkan serangannya, “Trranggs...” dan disaat itu juga Angga mulai menangkis beberapa serangannya menggunakan pedang besar milik Dullahan. Pada saat itu Ares merasakan percaya diri dan “Frushkk...” auranya membesar karena kepercayaannya tersebut, baik itu kekuatan dan juga kecepatan semuanya bertambah kuat berkali-kali lipat dari sebelumnya, itu karena Ares merasakan kemenangan ada didekatnya dan dia dapat mengambil kembali harga dirinya sebagai dewa perang.


“Hmm... kekuatanya semakin bertambah, itu mungkin karena dia adalah dewa perang karena itulah kekuatannya akan bertambah kuat didalam pertarungan, menarik juga” pikir Rio yang mana melihat hal tersebut.


Disaat yang bersamaan juga Angga yang mana sedari tadi menangkis dan menghindari serangan Ares, sedang belajar akan cara mengendalikan kekuatan baru miliknya, dan disaat itu juga dia melihat bagaimana Ares menggunakan aura dewa miliknya untuk meningkatkan kekuatan fisiknya dan membuat senjata dan perisainya menjadi semakin kuat.


“Oooh... jadi begitu rupanya, ternyata kekuatan kematian ini hampir sama dengan kekuatan dewa, hanya saja unsurnya sedikit lebih unik” kata Angga.


“Srrahhkk...” angin yang mana membawa aura hitam langsung menyebar disekitar Angga, dan disaat itu juga angin tersebut membawa energy kematian kearah pedang miliknya, dan disaat itu pedang tersebut bukanya terlapisi oleh energy itu akan tetapi energy kematian itu mulai merasuki pedang besar yang ada ditangan Angga. “Trringgs...” semakin banyak energy kematian yang diserap semakin menghitam pula pedang besar tersebut, Ares yang mana melihat hal itu langsung bisa merasakan ketakutan yang aneh dari bilah pedang tersebut dan dia juga bisa samar-samar mendengarkan jeritan kematian dari arah pedang besar yang dipengang oleh Angga itu.


“Yaah... seperti ini juga bisa bukan” kata Angga yang mana tersenyum kearah Ares, disaat yang bersamaan “Crraakk...” dari punggung pedang besar yang dipengang Angga muncul sebuah mata besar yang mana menatap tajam kearah Ares.


“Apa yang... Ghhkk....” tatapan mata yang muncul dari punggung tersebut langsung memberikan ilusi pada pikiran Ares yang menayangkan kematiannya yang dipenggal oleh pedang tersebut.


Merasakan ada yang aneh pada pedang tersebut Zeus secara tidak sengaja langsung berdiri dari tempat duduknya, dan dia langsung melihat kembali pedang itu dengan seksama.


“Ini hampir sama dengan kekuatan dari saudaraku, bagaimana bisa manusia mendapatkan kekuatan alam neraka” pikir Zeus.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2