Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 61 Ksatria matahari


__ADS_3

Ditengah kota tempat para orang-orang banyak berkumpul, para mahluk siluman dengan cepat berkeluaran entah dari mana dan dengan ganasnya menyerang para warga yang tak bersalah “Crrasstt… Krrasstt…” para siluman tersebut membunuh dan melahap orang-orang disekitar mereka, dan pada saat para penduduk sudah kehilangan harapan mereka. “Trraanggss…. Krraassstt…” para kesatria pengikut dari Batara Surya “Srrasstt… Trrasskk…” dengan senjata sihir milik mereka para ksatria itu dengan mudahnya menghabisi para siluman-siluman yang mereka lihat.


“Semuanya tetap pertahankan, kita pastikan para siluman ini mati terbunuh” kata salah seorang ksatria yang merupakan pimpinan mereka semua.


“Trriiinggss…. Beeeaamm…” dari ujung pedangnya dia menembakkan sebuah cahaya panas kearah para siluman itu dan membunuhnya dengan sekali tembakkan, “Gaaahh….” Para siluman yang terkena sambaran dari sihir miliknya menjerit kesakitan karena luka bakar yang mereka terima.


“Wwaah…. K-kita selamat… horee-horee kita selamat” kata para penduduk yang diselamatkan oleh ksatria tersebut.


“Semuanya bagi kelompok menjadi 3 orang dalam satu tim, dan lalu berpencar keseluruh plosok tempat ini pastikan tidak ada satupun siluman yang kalian lewatkan” kata pimpinan ksatria tersebut.


Dia mengeluarkan kekuatan sihir dari tubuhnya yang mana masuk secara langsung kedalam tubuh para bawahannya, dan kekuatan itu membuat mereka menjadi tidak takut dan menjadi lebih brani dari sebelumnya, lalu dengan kekuatan itu sang pimpinan ksatria tersebut dapat mengetahui kondisi dari rekan setim yang dia miliki. “Trraak… Trraak… Trraak…” dengan cepat para ksatria itu langsung menyebar kesegala penjuru kota, dengan armor berat mereka gerakan dari para ksatria tersebut diketahui oleh beberapa mahluk mistik yang ada ditempat itu. “Grrooaarr… Rooaarr…” para siluman yang mana mengambil bentuk binatang-binatang besar mulai beramai-ramai mengincar para ksatria tersebut, bahkan pimpinan mereka yang mana sedang berjalan seorang diri diserang oleh segerombolan mahluk siluman dari segala jeni.


“Memanggil Banaspati” pimpinan ksatria itu lalu memanggil mahluk panggilannya, dan memanggil Banaspati yang mana memiliki 0,001 persen dari kekuatan aslinya.


“Crraahh…” Banaspati lalu terbelah menjadi banyak dan berubah menjadi kumpulan api-api kecil, lalu dari pedang miliknya “Buurrnn…” pimpinan ksatria tersebut mengeluarkan panas yang sangat luar biasa dan karena panas itu para Banaspati yang ada disekitarnya menjadi lebih besar, “Buurrnn… Buurrnn… Buurrnn… Buurrnn…” kumpulan Banaspati tersebut lalu mulai berkumpul dan beramai-ramai menyerang kearah para mahluk siluman yang mendatangi mereka.


“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” ledakan-ledakan dari serangan Banaspati yang mana meledakan diri mereka mulai terdengat sangat kuat, “Gaaahh… kRraahh…” para mahluk siluman tersebut lalu menjerit kesakitan karena terbakar oleh api dari Banaspati.


“Matilah kalian para mahluk terkutuk” kata pimpinan ksatria tersebut, “Busshh…” dia lalu menerjang kumpulan siluman yang mana sedang terluka parah tersebut, “Crrasstt… Srrasstt… Krraasst…” pedang miliknya bergerak dengan santai menuju kearah para siluman-siluman tersebut, gerakannya sangatlah anggun dia terlihat seperti sedang menari diantara para siluman yang mana mati oleh tebasan-tebasan pedang “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dengan gampangnya para siluman yang mana berjumlah puluhan tersebut mati terbunuh karena api dan tebasan pedangnya.


Sementara itu Rio dan Luna yang berada disisi lain “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dapat mendengar suara ledakan yang diciptakan oleh pimpinan ksatria tersebut dari tempat mereka, mendengar suara ledakan itu tiba-tiba saja Rio mendapatkan sebuah perasaan buruk dan memutuskan untuk pergi menjauhi ledakan tersebut. Dia bersama dengan Luna sedang memutari daerah disekitar sana dan disaat mereka sedang berjalan, “Trraak… Trraak… Trraak…” mereka mendengarkan suara dari armor besi dari para ksatria tersebut.

__ADS_1


“Rio kau mendengar suara itu…??” tanya Luna.


“Iya itu terdengar seperti suara besi-besi kecil yang sedang bertabrakan, atau suara armor” kata Rio, dan disaat dia sedang berjalan dia bertemu dengan tiga orang dari ksatria yang mana sedang bertarung dengan mahluk siluman berbentuk kelelawar raksasa.


“Crriitt… Crriitt… Crriitt…” kelelawar-kelelawar itu mengeluarkan suara yang mana membuat para ksatria tersebut kebingungan, melihat hal itu Rio bermaksud ingin membantuk karena keadaan sekarang dia membutuhkan lebih banyak orang untuk bertempur bersama dirinya.


Lalu sebelum Rio datang dan membantu para ksatria itu, salah satu dari mereka mengeluarkan kekuatan “Burrnn… Boomssh… Boomssh…” api pemberian dari Batara Surya, dengan kekuatan tersebut ksatria itu berhasil membakar siluman kelelawar yang ada dan membuat mereka tidak bisa mengeluarkan sihir mereka. “Buusshh…” dengan cepat ketiga ksatria itu melompat dan “Srrastt… Srrastt… Srrastt…” menyerang seluruh kelelawar siluman yang ada dihadapan mereka.


Melihat tehnik dan kekuatan dari para ksatria tersebut Rio lalu langsung tahu kalau mereka adalah para pengikut dewa Batara Surya, melihat hal itu Rio yang ingin menghindari pertarungan yang tidak perlu langsung ingin pergi dari tempat tersebut tetapi.


“Hei kalian yang ada disana, apa kalian tidak apa-apa” kata salah satu ksatria tersebut, dia mengira kalau Rio dan Luna adalah warga biasa dan ingin menolong mereka.


“Hahhaha… kami tidak apa-apa, cuman terluka sedikit saja” kata Rio, dia dengan cepat langsung berakting seperti orang biasa dengan mudahnya.


“Baguslah kalau kalian baik-baik saja, sekarang cepat pergi kearah tengah kota, kami telah memasang pelindung disana yang mana membuat para mahluk-mahluk ini tidak akan bisa mendekat” kata ksatria tersebut.


“Hahhaha… kalau begitu aku dan temanku akan segera pergi kesana, sekali lagi terimakasih yah” kata Rio, dia berusaha untuk pergi dari sana tampa membuat masalah.


“Hei…. Tunggu sebentar itukan aplikasi DS Game…!!!” kata salah satu ksatria tersebut yang tidak sengaja melihat layar smartphone milik Rio.


“Aaaah… sialan…” kata Rio.

__ADS_1


“Tunggu sebentar, kau apa jangan-jangan adalah salah satu orang yang menciptakan sihir besar ini bukan” kata ksatria tersebut, mereka bertiga langsung mengeluarkan senjata mereka dan berjaga-jaga pada Rio.


“Hahha… padahal aktingmu tadi udah lumayan bagus loh, sekarang kayak mana apa harus kita lawan saja” kata Luna.


“Kalau bisa aku tidak ingin bertarung sekarang…??, UWWAAHH…. Lihat ada gajah terbang” kata Rio sambil menunjukkan kearah belakang para ksatria tersebut.


“Hahahha…. kau kira kami ini bodoh bisa ditipu oleh trik semacam itu” kata salah satu ksatria tersebut.


“Trroooonngg…. Rooaarr….” Dan lalu suara siluman terdengar keras dari belakang ketiga ksatria tersebut, dan ketika mereka bertiga melihat kebelakang mereka dikejutkan dengan apa yang mereka lihat, itu adalah sesosok siluman gajah yang mana telah memiliki sayap dipunggungnya dan membuat dirinya dapat terbang bebas diangkasa.


“Sialan betulan gajah terbang” kata ksatria yang tertawa dengan kata-kata Rio tadi.


Dengan cepat ketika pandangan ketiga ksatria teralihkan Rio dan Luna langsung melarikan diri dengan cepat menjauhi merkea bertiga, sementara itu para ksatria yang dikejutkan dengan siluman gajah bersayap itu terlambat sadar akan hilangnya Rio dan Luna dari belakang mereka.


“Hahahahha…. Kok bisa betulan ada gajah terbang” kata Luna yang tertawa dengan kerasnya.


“Entahlah kau pikir aku bisa tahu” kata Rio yang mana juga terkejut melihat sosok gajah yang terbang.


“Apa yang harus kita lakukan, haruskah kita kejar mereka” kata ksatria yang ada disana.


“Jangan lebih baik kita urus dulu siluman ini, dari ciri-cirinya dia adalah sosok siluman berusia lebih dari ratusan tahun, jika tetap dibiarkan maka mahluk ini bisa menjadi ancaman bagi umat manusia” kata ksatria yang ada disana, mereka memutuskan untuk melawan siluman gajah terbang tersebut dan membiarkan Rio dan Luna pergi dari hadapan mereka.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2