
Di hari itu rerumputan yang tumbuh tinggi mulai menari di bawa oleh angin, dan seseorang yang mana membawa sebuah tas yang cukup besar sedang melintasi jalan setapak untuk menuju kesebuah tempat yang mana di huni banyak orang-orang dari berbagai ras. Disana dia melintasi reruntuhan bangunan-bangunan besar dari dunia manusia yang lama, dan saat dia sampai di kota yang mana di tuju gadis itu kemudian mulai takjub dengan apa yang dia lihat, dan dengan cepat dirinya mulai berjalan menyisir kota tersebut dengan santainya.
Kota itu di tinggali oleh para manusia, iblis, dan juga bidadari ( bidadara ) yang mana berada di bawah kepemimpinan sang raja manusia, dan ditengah-tengah kota tersebut terdapat sebuah menara raksasa yang mana menjadi bangunan terpenting bagi kota besar tersebut.
“Waaah... jadi ini dunia manusia, tempat kekuasannya raja manusia Rio”
Perempuan tersebut terlihat seperti seorang petarung muda yang mana baru mendarat di dunia manusia, dia melihat-lihat kota dan melihat kalau para penghuni yang ada disana tinggal rukun dan damai, bahkan tidak ada satupun diantara mereka yang mana melihat ras ataupun mendiskriminasi ras tertentu. Lalu pada saat itu “Dushkk...” perempuan itu secara tidak sengaja menabrak seorang ksatria yang mana sedang berpatroli, kesatria tersebut menggunakan armor hitam dengan beberapa bagiannya yang memiliki corak keemasan, dan dengan tatapan tajam ksatria tersebut melihat perempuan itu.
“Gawat... aku pasti akan di tangkap oleh ksatria ini” pikir perempuan itu.
Akan tetapi “Tussk...” dengan santainya ksatria itu membersihkan debu yang ada di bahu perempuan itu, dan melihat kearah atas dan bawah tubuh dari perempuan tersebut.
“Bagus kau tidak memiliki luka sama sekali”
“Eeeh....???”
Keheranan dengan apa yang terjadi perempuan itu langsung terdiam di tempat dengan wajah herannya yang menggelikan, sementara itu ksatria itu langsung melihat wajah perempuan tersebut dan menyadari sesuatu.
“Hei... dari ekspresi wajahmu nampaknya kau ini adalah seorang pendatang bukan...??”
“Eeeh... iya pak, mohon maafkan aku karena telah bertindak ceroboh dan menabrakmu tadi”
Dengan kepala yang tertunduk perempuan itu berusaha untuk meminta maaf pada ksatria tersebut, dan dengan senyuman kecil diwajahnya ksatria itu langsung menepuk pundak perempuan itu.
“Jangan khawatirkan hal itu, di kota ini semua orang setara dan mematuhi hukum yang ada”
__ADS_1
“Selama kau mematuhi hukum, maka kau tidak perlu khawatir dan dari pakaianmu apa kau mau mendaftar menjadi seorang pemanggil..??”
Ksatria itu kemudian bertanya pada gadis tersebut dengan wajah yang penasaran, kemudian dengan senyuman yang lebar diwajahnya gadis itu kemudian langsung menjawab pertanyaan dari ksatria tersebut.
“Hehehe... benar sekali, aku berasal dari dunia yang cukup terbelakang akan tetapi aku memiliki energy sihir yang cukup tinggi”
“Dan aku telah di undang untuk memasuki menara iblis Solomon, katanya aku dapat membuat kontrak dengan salah satu iblis yang ada disana”
Dengan wajah kaget dan juga kagum kesatria itu langsung memberikan selamat pada gadis muda tersebut.
“Hahaha... selamat gadis kecil, kau sekarang adalah bagian dari kelompok kami”
“Akan tetapi apa kau tidak apa-apa disini terus, karena sebentar lagi acara penerimaan untuk para pemanggil akan segera dimulai”
Mendengarkan perkataan dari ksatria tersebut gadis muda itu langsung tersadar, dia lupa kalau sedari tadi dia hanya bermain-main dan melihat-lihat kota, dan sekarang ini dia hanya memiliki waktu beberapa menit untuk bisa tiba di menara iblis Solomon yang ada di tengah kota. “Bushkk...” dengan cepat dirinya langsung berlari meninggalkan ksatria tersebut, dan bahkan dia sama sekali tidak menyadari kalau barang-barang bawaannya tertinggal bersama dengan ksatria tersebut.
Ksatria itu kemudian langsung mengambil barang bawaan gadis muda tersebut, dan dengan santainya dia berjalan untuk menyusul gadis muda tersebut, namun di tengah jalan “Wruks... Trusskk...” secara tiba-tiba beberapa ksatria lain langsung mendatangi dan memberikan hormat pada dirinya.
“Memberikan hormat pada komandan kesatria emas Dion”
Kata para ksatria tersebut, orang yang mana sedari tadi berbicara pada gadis muda itu adalah Dion yang mana salah satu bawahan kepercayaan dari Rio.
“Semuanya kerja bagus atas patroli hari ini, sekarang adalah masa yang penting karena kerajaan kita akan memiliki beberapa pemanggil baru”
“Pastikan tidak akan ada kekacauan yang terjadi, karena nama kita sebagai ordo ksatria emas di pertaruhkan sekarang ini”
__ADS_1
“Trrussk.... Tukks...” dengan membusungkan dada mereka dan juga gaya bersiap para ksatria tersebut langsung menjawab perintah dari Dion.
“SIAP PAK... KAMI AKAN MELAKSANAKAN TUGAS KAMI”
Dion yang mana melihat para ksatria bawahannya tersebut langsung bangga akan didikannya, dia terlihat seperti seorang ayah yang mana bangga melihat anak-anaknya sudah dapat berdiri dan juga berlari dengan cepat. Dan disaat itu juga salah satu ksatria tersebut melihat sebuah tas besar yang mana di tinggalkan oleh gadis muda yang berbicara pada Dion tadi, dia melihat Dion membawa tas besar tersebut dengan tangannya dan berjalan kearah menara solomon.
“Ketua apakah anda membutuhkan bantuan untuk membawa barang-barang itu...??”
Dengan sigap salah satu ksatria itu langsung ingin menarik hati dari Dion, mendengarkan hal itu para ksatria yang lainnya langsung memasang wajah kesal karena mereka terlambat untuk memberikan bantuan kepada komandan mereka. Namun dengan senyuman diwajahnya Dion menolak tawaran tersebut, itu karena dia sekarang ini ingin melihat seseorang yang mana ada di menara solomon tersebut.
“Frusshkk....” sementara itu diatas menara solomon, terdapat seseorang pria yang mana sedang duduk diatas udara, dia melihat gadis yang mana meninggalkan barang-barangnya pada Dion sedang berlari menuju kearah menara solomon.
“Hehehe... nampaknya kita memiliki orang baru yang menarik disini, aku bisa merasakan kekuatan iblis dan juga dewa di dalam tubuhnya”
Dengan wajah tersenyum serta memegang senjata sabit miliknya yang mana bilahnya terbuat dari kristal hijau, orang itu menunjukkan dirinya yang mana adalah Angga yang sedang bersantai di atas awan dan terbang bersama dengan angin. Sementara itu gadis yang mana tidak di ketahui namanya tersebut pada akhirnya sampai di depan menara solomon, dan disana dia melihat kalau dirinya sama sekali tidak terlambat dan mengetahui kalau semua orang calon pemanggil baru saja berkumpul di area lapangan di dekat menara solomon.
“Haaah... untung saja hari penerimaan aku tidak telat, kalau aku terlambat maka aku bisa di usir dan melewatkan kesempatan sekali seumur hidup”
Pada saat itu dengan kelelahan dia mulai berusaha untuk berdiri tegak disamping yang lainnya, akan tetapi gadis kecil tersebut pada akhirnya terlambat menyadari kalau dirinya telah kehilangan tas dan juga barang bawaannya.
“Tasku... dimana tasku..??”
“. . . . . .” Gadis itu kemudian tersadar.
Dia teringat kalau tasnya tertinggal bersama ksatria yang dia ajak bicara, dan dia berlari meninggalkan tas miliknya karena terburu-buru setelah mengetahui kalau dirinya terlambat. Dan dengan wajah panik gadis itu seperti akan ingin kembali dan mengambil tasnya lagi, akan tetapi “Trranggs...” pintu gerbang menara solomon telah dibuka, dan disana Merlin langsung menyambut para calon anggota baru yang mana akan mereka rekrut sebagai para pemanggil baru.
__ADS_1
Bersambung......