
“Trrranggs… Trrranggs… Trrranggs…” mereka berdua saling menghantamkan pedang mereka, dan setiap kali kedua pedang mereka saling berbenturan energy sihir mereka langsung keluar dan membuat area disekitar dimensi tersebut hampir rusak.
“Cuman itu saja, kau mengecewakanku” kata Gilang.
“Srrastt… Fuussh…” dengan sebuah tebasan kuat dari nya Gilang langsung membuat luka-luka ditubuh Rio, itu karena serangan pedangnya dilapisi oleh kekuatan sihir dan membuat sebuah pedang-pedang kecil yang mana akan menebas tubuh Rio ketika dia menangkis serangannya. “Ssshht…” akan tetapi dengan sangat cepat Rio langsung memulihkan dirinya sendiri, “Gllupss…” dan dengan cepat Nymph merubah dirinya kedalam bentuk cairan dan berencana untuk menyerang Gilang dari bawah.
“Dasar mengganggu” kata Gilang.
Dengan mengalirkan energy sihir kekakinya dia berusaha untuk menyerang Nymph “Busskk…” akan tetapi Rio memanfaatkan kelengahan Gilang, dan dia dengan cepat melancarkan serangan tebasan kearah Gilang “Srrastt… Srrastt… Srrastt…” dengan sayatan pedangnya itu Gilang langsung terluka parah. Akan tetapi disaa-saat itu Gilang langsung dengan cepat mengambil sesuatau didalam kantungnya, Rio yang mengira kalau dirinya akan mengambil smarphonenya.
“Kau lengah” kata Gilang.
“Fuusshkk…” dari kantug Gilang sebuah serbuk hitam tersebar dan terlempar kemata Rio, serbuk hitam tersebut membuat matanya langsung tidak dapat melihat dengan jelas. Mengambil kesempatan itu Gilang langsung berusaha ingin menebas tubuh Rio dengan pedangnya “Srraahhk…” akan tetapi Nymph dengan cepat memindahkan tubuh Rio untuk menghindari tebasan pedang Gilang, “Busskkk…” tidak cukup dengan itu Gilang langsung menendang Rio dan membuatnya terhempas.
“Nymph sembuhkan mataku” kata Rio.
“Baik tuan” kata Nymph.
Dengan menggunakan tubuh airnya Nymph menyelimuti mata Rio dan membuat penglihatanya mulai kembali seperti semula, akan tetapi disaat dia melihat kedepannya Rio telah melihat kalau Baphemot telah dipanggil dan terbang disebelah Gilang.
“Jadi dia adalah musuh kita kali ini, aku dapat merasakan kalau dia memiliki aura yang hampir sama denganku” kata Baphemot.
__ADS_1
“Dia adalah keponakanku” kata Gilang.
“Kahahha… pantas saja, aku bisa merasakan aura dari seorang monster dari dirinya” kata Baphemot.
“Cukup bicaranya, dan gunakan sihir hitam untuk menghilangkan roh disebelahnya” kata Gilang.
“Roh alam sulit untuk dilawan, akan tetapi bukan berarti mereka tidak bisa kalah” kata Baphemot.
“Trranggs…” Baphomet langsung membuat lingkaran sihir besar yang mana tercipta dari mantra iblis kuno miliknya, melihat hal itu Rio langsung mengeluarkan sihir racun dari tangan kirinya dan mengalirkannya ketubuh Nymph. Mengetahui rencana dari tuannya Nymph langsung bergerak, dia menciptakan 10 kepala ular air untuk menyerang Baphemot.
“Syrrahhkk…” kesepuluh kepala ular air tersebut langsung berusaha untuk menerkam Baphemot dan ingin menggigitnya, namun dengan cepat “Srrasshhkk…” Gilang langsung menebas kesepuluh kepala ular air itu dengan satu tebasan. Akan tetapi “Crrasttkk…” dari kepala ular air yang terpotong tersebut cairan beracun langsung keluar, cairan beracun itu lalu membasahi tubuh Gilang dan Baphemot.
Lalu sebuah bintik-bintik hitam muncul ditubuh Gilang dan juga Baphomet disaat mereka terkena cairan tersebut, dalam sekejap tubuh Gilang langsung lemas bagaikan tak bertenaga. Melihat kesempatan tersebut Rio langsung dengan cepat bergerak menuju kearah Gilang, “Burrnn…” dan dengan sihir apinya dia mencoba untuk membakar Gilang, “Fuusshhk.. Buurrnn…” akan tetapi Baphomet dengan cepat melindungi Gilang dengan tehnik sihirnya.
“Srrrasskk…” roh hitam itu lalu langsung menusuk Nymph dan dengan cepat Nymph kehilangan sejumlah besar energy sihirnya, melihat hal tersebut Rio langsung mengembalikan Nymph kealamnya. “Trringgs… Buusshkk…” Baphemot yang mana merasakan lemas karena racun dari Rio langsung menyerangnya dengan sihir, “Boomshh… Boomshh… Boomshh…” dengan satu gerakan tangannya dia mengeluarkan puluhan peluru sihir yang mana dengan cepat mengincar Rio.
Perluru-peluru sihir tersebut bagaikan rudal yang mana bergerak dengan perintah dari Baphomet, Rio yang mana berusaha untuk menghindari puluhan peluru sihir tersebut langsung kesulitan karena mereka bergerak semakin cepat, “Wusshh… Fuusshh…” dan bahkan Rio yang mana sedang menghindar diatas udara langsung terkena serangan dua peluru sihir tersebut “Boomshh… Boomshh…” karena serangan itu Rio langsung kehilangan kendali atas racun ditubuh Gilang dan juga Baphomet.
“Uggkk… tadi itu berbahaya sekali, terlambat sedikit saja maka aku akan kering seperti mumi” kata Gilang.
Dia berdiri dengan tegak dan melihat Rio yang terkena serangan peluru sihir dari Baphomet, dengan cepat Gilang berjalan kearah Rio karena dia mengira kalau Rio telah pingsan karena serangan yang dilancarkan oleh Baphomet. “Crraakk…” lalu secara tiba-tiba Rio keluar dari kabut asap tersebut, dan dengan tangannya yang mana telah tertutupi oleh sisik naga Rio berusaha untuk menyerang Gilang, “Tranggs…” dengan cepat Gilang langsung menahan serangan dari Rio menggunakan pedangnya.
__ADS_1
“Oi-oi… kau sudah tidak terlihat seperti manusia lagi sekarang, apa yang terjadi pada dirimu” kata Gilang.
“Bukan urusanmu” kata Rio.
“Buussht…” Rio yang mana sedang memegang pedang milik Gilang dengan tangannya kirinya, dia dengan cepat langsung mengalirkan energy sihir kearah golok naga waktu ditangan kanannya. “Fusshkk…” kemudian dengan cepat Rio menyerang kearah Gilang, akan tetapi Baphomet langsung menggunakan persai sihir untuk melindungi Gilang “Krraak… Buusskk…” dengan kekuatan fisiknya Gilang terhempas karena serangan tebasan Rio.
“Dasar pengganggu” kata Rio.
“Wuush… Wuush… Wuush…” dengan gerakan yang cepat Rio langsung membuat Baphomet tidak bisa melihatnya, “Wusshkk…” dan secara tiba-tiba Rio telah berada disebelah Baphomet, “Srringgs…” dan dengan pedangnya Rio melancarkan serangan tebasan kearah Baphomet. “Trraanggs…” Baphomet yang pintar memadatkan perisai sihir miliknya keujung jarinya, dan dengan persai sihir sekecil itu dia mampu menahan serangan tebasan dari Rio.
“Grrr….ROAAARRR….” marah karena serangannya dapat ditahan Rio langsung berteriak dan mengeluarkan auman naga miliknya, Baphomet yang mana berada sangat dekat dengannya langsung terkena auman naga dan juga membuatnya pingsan ditempat. Tetap marah dengan Baphomet “Busskk…” Rio menendang tubuhnya yang pingsan itu sampai terhempas cukup jauh dari dirinya.
“Hei… dasar kau ini, karena kau aku pasti akan dimarahi olehnya saat aku kembali nanti” kata Gilang yang mana terlihat sedang menahan rasa sakit ditubuhnya.
“Jangan khawatir, kau tidak akan bisa kembali lagi karena kau akan mati disini” kata Rio.
“Buusshhkk…” dengan satu langkah Rio langsung melesat kearah Gilang, dan menggunakan pedang miliknya dia berusaha untuk menebas tubuh Gilang menjadi dua. Akan tetapi Gilang yang mana melihat hal itu hanya tersenyum, dia tersenyum seakan-akan telah merencanakan sesuatu “Crrangss… Trranggs…” dan benar saja sebuah rantai hitam dengan cepat mengikat tubuh Rio dan juga Gilang, rantai hitam tersebut menyegel energy sihir milik mereka.
“Apa yang kalian lakukan, kenapa kalian berani bertarung dikotaku” kata Naberius yang mana muncul secara tiba-tiba sambil memegang rantai hitam yang mengikat Gilang dan Rio.
Bersambung…..
__ADS_1
Berikan Like, Komen, Giff dan Vote nya kalau kalian menyukai cerita yang ada didalam novel ini, dan terus dukung novel ini untuk membantu penulis melanjutkannya dan menamatkannya dengan baik, Ok...