Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 212 Awal dari peperangan bagian 2


__ADS_3

Didalam kota kekuasaan Beelzebub tersebut disana terlihat ada banyak ksatria iblis yang mana sedang berkeliaran, lalu disana juga ksatria iblis itu sedang menangkap para orang-orang yang mana terlihat mencurigakan dimata mereka. Karena hal itu para warga kota tersebut menjadi tidak nyaman, dan pasar yang ada ditempat tersebut lalu mengalami penurunan ditingkat keuntungan.


Melihat hal tersebut Beelzebub langsung memanggil Girras.


“Doommssh…” didalam kastil Beelzebub, disana dirinya sedang duduk diatas meja yang dipenuhi dengan piring-piring kosong, Beelzebub yang terlihat marah tersebut melihat Girras dengan dengan tatapan mata yang mengancam.


“Girras… bisa beritahu padaku apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kau membuat kotaku jatuh seperti ini” kata Beelzebub.


“Maafkan aku tuan, kami sedang menerima serangan dari seseorang yang tidak dikenal dan karena itulah kami sedang mencari pelakunya dari orang-rang dikota tersebut” kata Girras.


“Hmmm…. Kalau begitu maka tidak ada yang bisa kita lakukan, tetapi kerugian yang aku dapatkan cukup banyak juga, pastikan kalau kau dapat membuat mereka membayar kerugian yang aku alami” kata raja iblis Beelzebub.


“Baik tuan, hamba akan pastikan kalau hamba akan menangkap mereka” kata Girras.


“Wuussh…” dengan cepat dia langsung terbang keluar dari ruangan tersebut, Beelzebub yang mana ditinggalkan sendirian didalam ruangan itu lalu mulai melihat piring kosong dimejanya, “Taaask…” dengan satu jentikan jari miliknya roh-roh yang mana adalah para manusia yang menjadi pengikutnya langsung muncul didalam piringnya. “Crrasst…. Wuussh….” Dengan satu isapan mulutnya Beelzebub langsung melahap seluruh jiwa-jiwa tersebut, “Crraauust… Crraauust…” dengan mulutnya yang lebar Beelzebub melahap puluhan jiwa tersebut dengan mudahnya.


“Hmmm… nampaknya kali ini aku tidak mendapatkan jiwa yang bisa memuaskan rasa laparku, aku benar-benar sangat menanti saat-saat diriku dapat melahap jiwa itu” kata Beelzebub yang masih mengingat kembali jiwa dari Lita yang mana terlahir dari darah raja iblis kuno.


Sementara itu para sekelompok ksatria iblis yang mana sedang berkelompok sedang terlihat mengejar seseorang yang mencurigakan, dia menggunakan kain hitam dan jubah hitam untuk menutupi identitasnya. Melihat hal itu para ksatria iblis langsung berlari mengejar dirinya, akan tetapi ketika mereka memasuki sebuah gang kecil.


“Srrasstt….” Dengan sangat cepat 2 dari 7 ksatria iblis itu terbunuh dengan mudahnya.


“Sialan… cepat berikan sinyal bantuan” kata salah satu dari ksatria iblis tersebut.


“Crrasst… Srrastt… Srrastt…” akan tetapi dengan sangat cepat Rio menggunakan golok naga waktu miliknya untuk membantai ke 5 sisa ksatria iblis tersebut.

__ADS_1


“Bagus dengan begini mereka pasti akan kekurangan orang, dan dengan begitu kita dapat dengan leluasa mengambil alih kota ini” kata Rio.


“Tetapi bagaimana dengan janjimu itu, kau bilang kalau aku dapat melawan Girras itu, aku sudah bosan melawan lawan-lawan lemah seperti ini” kata Angga.


“Bersabarlah… sebentar lagi dia akan dipaksa untuk turun langsung, tetapi sebelum itu kita harus kurangi dulu para ksatria iblis ini” kata Rio.


“Cih… aku mengerti” kata Angga.


“Wuussh…” mereka bertiga lalu langsung pergi dari tempat tersebu, dan dengan cepat berpencar untuk mengincar para ksatria iblis yang lainnya, dan dihari itu puluhan ksatria iblis terbunuh oleh mereka dan mayat mereka diletakkan dengan cara yang sama. Mengetahui kalau para bawahannya mati satu persatu membuat Girras semakin marah, dia yang tidak bisa menahan amarahnya langsung pergi ketempat penyimpanan senjata, “Trranggs…” dia lalu mengambil sebuah tombak trisula dan terbang kearah kota.


Lalu pada malam yang gelap tersebut Girras terbang diatas kota, dia menggunakan sebuah alat sihir untuk membuat keberadaannya tidak dapat dilihat oleh orang-orang, “Trringgs…” akan tetapi menggunakan energy sihir miliknya Girras menyebarkan kesadarannya dan mulai mencari-cari keberadaan dari para orang-orang asing yang menyerang para bawahannya. “Srrastt… Krrastt… Crrasst…” lalu setelah satu jam lebih mencari, Girras pada akhirnya menemukan sebuah keberadaan yang mana sedang bertarung menghadapi para bawahannya.


“Grrr…. Ketemu kau…” kata Girras, “Wuusshkk…” dengan sangat cepat dia terbang kearah tempat orang asing tersebut.


“Tik-tik-tik….” Dan saat dia sampai disana Girras telah terlambat, itu semua karena para bawahannya yang telah bertarung dengan orang asing tersebut telah mati terbunuh ditangannya.


“Siapakau manusia, kenapa kau melakukan hal seperti ini pada para bawahanku” kata Girras.


“Hahahaha… memangnya kenapa, kalau aku mau membunuh mereka itu urusanku kalau kau marah sini maju hadapi aku” kata Angga.


“Dasar manusia sombong, akan kubuatkau menyesali seluruh perbuatanmu itu” kata Girras.


“Ini akan menarik, dia berani datang kemari dengan membawa tombak trisula seperti itu, nampaknya aku harus berhati-hati dengan serangan tusukannya itu” pikir Angga.


“Fuussh…” lalu sebuah energy sihir kemudian berkumpul di ketiga ujung trisula milik Girras, “Buusshkk…” dan dengan kekuatan otot tangannya Girras memberikan sebuah serangan dari jarak yang cukup jauh kearah Angga. Melihat serangan itu Angga lagnsung menggunakan kekuatan angin miliknya, “Wuussh… Trrassk…” dan dengan menggunakan perisai angin miliknya Angga langsung menahan serangan dari Girras.

__ADS_1


“Gilak serangannya berat sekali” pikir Angga yang mana sedikit kesulitan menghandapi serangan dari Girras.


“Kau lumayan juga untuk ukuran manusia” kata Girras, “Buush…” dengan satu langkah dari kakinya Girras langsung menutupi jaraknya dari Angga.


“Crrakk…” dan dengan menggenggam tombak trisula miliknya Girras langsung mengarahkan serangan tusukan kearah Angga, “Wuussh...” lalu dengan cepat Angga menghindari serangan Girras dengan cara melompat kebalangkang “Crrastt…” akan tetapi tubuhnya tetap terluka karena angin dari tombak trisula milik Girras.


“Kau bisa menghindari itu juga rupanya” kata Girras.


“Buusshkk…” tidak memberikan kesempatan pada Angga untuk menyerang Girras langsung dengan sangat cepat mencoba untuk menyerang dirinya, akan tetapi dia memiliki sebuah perasaan yang tidak enak ketika melihat senyuman dari Angga. “Srrhhkk…” dan benar saja Angga dengan cepat memanggil hantu Pastur kepala puntung disaat Girras maju untuk menyerang dirinya, Pastur kepala puntung lalu muncul dibelakang Girras dan menggunakan parangnya dia ingin menyerang Girras.


“Naif…” kata Girras, “Buusskk…” menggunakan kaki kanannya Girras langsung menendang Pastur kepala puntung dan membuat dia terhempas jauh.


“Kau yang naif” kata Angga, “Srringgs… Crrasstt…” menggunakan belati yang dia punya Angga langsung menusuk kaki Girras.


“Kurang ajar” kata Girras.


“Wussh…” dia berusaha untuk menyerang Angga akan tetapi dengan cepat Angga langsung melompat dan menghindari serangan dari Girras.


“Trrasskk..” Girras lalu menarik belati yang ditusukan kekakinya itu, dia lalu menggunakan energy sihir miliknya untuk menghentikan pendarahan di kakinya tersebut.


“Kenapa… apa kau kesakitan…?? Jangan khawatir itu hanya sedikit dari banyak rasa sakit yang akan kau dapatkan nantinya” kata Angga.


“Srringgs…” Angga lalu mengambil pedangnya dari penyimpanan DS Game miliknya, “Wooff… Wooff… Wooff…” dengan cepat Pastur kepala puntung langsung memanggil lima anjing hitam untuk melawan Girras.


“Majulah manusia” kata Girras yang mana telah bersiap untuk bertarung sampai mati melawan Angga.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2