Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 52 Akhir dari ujian pertahanan kastil


__ADS_3

Esok paginya para partisipan ujian yang mana sudah menyiapkan banyak jebakan sihir disekitar kastil mulai bersiap untuk menerima gelombang serangan terakhir dari ujian kali ini, Rio yang menggunakan mata kematian miliknya dapat melihat sebuah asap hitam yang dikeluarkan dari niat membunuh para mahluk yang akan menyerang kearah mereka. “Boommshh… Boommshh… Boommshh…” suara langkah kaki yang sangat besar lalu mengarah kearah kastil tempat para kontestan itu berada, dan ketika dia sudah berada didekat kastil tersebut terlihatlah sesosok raksasa yang sangat besar dengan tubuh kurus yang mana sangat menakutkan.


Mahluk raksasa itu sama sekali tidak memiliki kepala dan sebagai ganti kepalanya raksasa itu ratusan asap hijau yang mana berasal dari kumpulan roh-roh gentayangan terlihat menjerit-jerit sebagai ganti kepala raksasa tersebut, “Grraaahh…. Rooaarr… Krraaahh…” roh-roh gentayangan tersebut lalu menjerit-jerit kearah kastil tersebut bagaikan memiliki dendam yang sangat besar pada orang-orang yang ada didalam kastil tersebut. Para kontestan yang ada disana lalu mengeluarkan para boneka-boneka ksatria yang mana telah dilengkapi oleh senjata dan armor untuk menghadang raksasa tersebut, “Boomhh… Boomhh… Boomhh…” dan ketika raksasa tersebut melangkah jebakan-jebakan yang dipasang oleh Rio dan para kontestan yang lainnya, namun jebakan mereka sama sekali tidak menggores raksasa tersebut sedikitpun.


“Semunya bersiap” kata Rio, yang mana menyuruh para kontestan yang lainnya untuk membidik raksasa itu dengan meriam-meriam yang terukir naga emas disekitarnya.


Tadi malam meriam-meriam tersebut tiba-tiba saja muncul disekitar kastil tersebut dan karena itulah Rio dengan cepat memeriksan kekuatan dari meriam itu, dan ketika dia pertama kali menggunakan meriam itu “BOOMMSSHH….” sebuah batu besar hancur dengan seketika karena tembakkan dari meriam tersebut, “Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh…” meriam-meriam itu lalu tertembak kearah mahluk raksasa tersebut. “Grraaoorrr… Rooaarr….” Raksasa itu lalu menjerit kesakitan karena serangan tembakkan dari meriam-meriam dari para kontestan tersebut, “Buummsshh….” karena serangan tembakan dari meriam-meriam itu raksasa tersebut terjatuh dan menghancurkan sebagian besar daratan yang ada disana.


“Sekarang semuanya panggil mahluk panggilan kalian dan habisi raksasa itu” kata Rio, dia memerintahkan para kontestan ujian yang lainnya untuk memanggil mahluk yang mereka kontrakan “Trriinnggss… Trriinnggss… Trriinnggss…” dan dalam sekejab mata banyal mahluk gaib langsung memadati area itu dan dengan cepat menyerang kearah raksasa yang sedang terjatuh tersebut.


“Garuda ikut aku keatas kita akan bakar raksasa itu dan hancurkan tubuhnya” kata Rio yang mana memanggil Garuda untuk ikut menyerang raksasa tersebut.


“Aku rasa ini akan cukup sulit tuanku” kata Garuda.


“Hmm…. Apa yang kau maksudkan..??” tanya Rio yang mana mendengarkan perkataan Garuda tadi.


“Mahluk itu adalah kumpulan dari para roh gentayangan yang mana telah menyatu karena memakan banyak dendam dari manusia yang sudah mati, raksasa itu biasanya muncul hanya dimedan perang yang mana banyak manusia mati dan tidak terima akan kematiannya” kata Garuda.

__ADS_1


“Jadi begitu, tampaknya pihak Manajemen DS Game sama sekali tidak memberikan sedikit keringanan dan ingin membunuh semua partisipan yang ada disini” kata Rio.


“Hei… jangan berbicara seperti itu” kata Luna, dia muncul secara tiba-tiba dengan membelah ruang yang mana adalah kemampuan dari alat sihir cincin pemberian dewa miliknya.


“Kenapa kau ada disini, bukanny kau masih terluka parah karena serangan dari Adelia” kata Rio yang mana melihat perut Luna yang dibalut oleh perban.


“Hahahha… apa maksudmu itu, kau tidak jangan katakan seperti itu luka seperti ini bukan apa-apa bagiku” kata Luna yang mana sok kuat sambil menahan rasa sakit dari luka yang ada diperutnya.


“Terserah kau sajalah kalau begitu, lagi pula aku juga harus memikirkan apa yang harus kulakukan dengan raksasa ini” kata Rio.


“Aku juga ingin menggunakannya, tetapi aku sama sekali tidak percaya dengan pihak DS Game lagi pula aku ingin mencoba mengalahkannyaa sendiri dengan kekuatanku” kata Rio.


“Buusshh….” Lalu dari atasnya sesosok mahluk terjatuh dari langit yang mana berasal dari atas kastil tersebut, dan ketika abu asap telah menghilang nampaklah Dion yang mana mengenakan armor keemasan dan senjata tombak emas yang sepanjang 2 meter. Dan dibawahnya adalah sesosok mahluk berkaki empat berwujud Barong ( Naga ) yang mana terlihat sangat gagah dan menakutkan, “Rooaarr…” Barong tersebut dengan gagahnya mengaung kearah raksasa tersebut yang mana menunjukkan kalau mahluk raksasa itu adalah musuh.


“Kalau kau ragu akan apa yang kau punya maka kematianlah yang akan menunggumu, dan kalau kau memiliki sebuah senjata maka gunakanlah karena itu juga adalah kekuatan yang kau miliki” kata Dion yang mengingatkan pada Rio untuk tidak ragua menggunakan semua yang diapunya.


“Bruukk… Druukk… Brruukk…” dengan cepat Barong tersebut langsung berlari kearah raksasa yang jatuh itu, “Rraaahh….” Lalu raksasa yang mana merasakan hawa kehadiran dari Barong tersebut langsung bergerak dari tempatnya. Dengan tangannya yang besar dia berusaha menyerang Dion yang mana sedang menaiki Baron tersebut, “Wuussh…” tampa rasa takut Dion lalu menambah kecepatan dari Barong yang dia naiki “Buussh…” dan dengan lincahnya Barong itu melompat naik keatas tangan raksasa tersebut.

__ADS_1


“RAAAAAHHH….” Marah karena energy dari Barong itu mulai menghapus kekuatannya sang raksasa tersebut langsung mengeluarkan puluhan roh gentayangan dari sekujur tubuhnya, “Rraahh… Rraahh… Rraahh…” dan para roh gentayangan itu lalu beramai-ramai maju menyerang kearah Dion dan Barong miliknya “Swwunggs… Swwunggs… Swwunggs…” Dion lalu memutar-mutar tombak emas panjang ditangannya dan mengumpulkan energy keamasan diujungnya. “Srriinnggss… Booommsshh…” dan dengan satu tusukan Dion langsung menembakkan serangan abu keamasan yang mana sangatlah cepat, “Srraaakk…” dan para roh gentayangan itu yang terkena abu keemasan tersebut berubah menjadi patung emas, “Krrakk.. Trraakk…” dan dengan cepat juga patung-patung emas tersebut hancur dan menjadi abu emas lagi.


“Maju serang mereka semua Barong” kata Dion, mendengar kata-kata dari tuannya Barong ( Naga ) tersebut lalu mengumpulkan energy ditenggorokannya dan menembakkan sebuah bola energy putih kearah mahluk raksasa tersebut “Booomsshh…” dan sebuah ledakan besar tercipta dari bola energy tersebut yang mana mengahancurkan pundak dari raksasa itu.


Melihat kehebatan dari Dion dan Barong ( Naga ) dengan tangan yang begetar karena sangat tertarik, Rio dengan matanya melihat setiap gerakan dari Dion dengan seksama dan semakin ingin bertarung seperti yang dilakukan Dion.


“Garuda bersiaplah, kita juga tidak boleh ketinggalan karena tempat pertama dari ujian ini adalah milikku” kata Rio, dia menggunakan kekuatan dari bulu Garuda untuk mengaptifkan sihir sayap “Wuusshh…” dan terbang keangkasa berasama dengan Garuda.


“Buurrnn… Buurrnn… Buurrnn… Buurrnn…” dengan mengorbakan 50 tetes darah miliknya Rio menciptakan lima bola api besar yang mana terbang disekitar dirinya.


“Bagi siapapun yang tidak ingin mati terbakar, aku sarankan kalian segera pergi dari hadapanku” kata Rio, dan dengan satu gerakan dari tangannya “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” Rio melemparkan kelima bola api tersebut dan membuat luka yang cukup besar ditubuh mahluk raksasa tersebut.


“Hahahhaha…. Dasar orang gila, tapi aku juga tidak akan kalah darimu” kata Dion yang mana menggunakan Barong ( Naga ) untuk berlari dilangit.


Penjelasan : Roh pendendam raksasa adalah mahluk kumpulan dari para roh yang mana bersatu karena memiliki dendam yang sama, para roh tersebut menyatu untuk memperkuat dendem yang merkea punya dan juga untuk bertahan lebih lama didunia. Setelah mereka menyatu para roh itu akan kehilangan kesadarannya dan akan menyerang mahluk-mahluk apapun yang ada didekatnya dan jika ada manusia biasa yang bisa melihatnya maka jiwa dari manusia itu akan rusak lalu menjadi orang gila.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2