Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 381 Perjanjian dengan dua dewa raja bagian 4


__ADS_3

Pada saat itu Rio langsung mendapatkan Draupnir tampa halangan apapun, Odin langsung memberikan artefak cincin itu pada Rio dan dengan cepat Rio langsung pergi dari tempat tersebut, dan disana Odin langsung kembali duduk diataas singgasana miliknya.


“Odin kenapa kau membiarkan manusia itu mengambil artefak kita, walaupun cincin itu tidak memiliki kelebihan khusus akan tetapi itu tetap saja lambang kekayaan dari Asgard” kata Friggal.


“Memang benar sangat disayangkan kalau harus melepaskan artefak kita itu, akan tetapi itu sama sekali tidak sebanding dengan kemarahannya, kalau dia dan aku bertarung maka aku dapat pastikan kalau Asgard akan hancur didalam apinya, dan bahkan para warga akan menjadi korban kemarahannya” kata Odin yang dapat mengira-ngira kekuatan dari Rio.


Sementara itu Rio sendiri yang mana telah kembali kedalam dimensinya langsung bersiap, dia memerintahkan Merlin untuk membawa Draupnir kepada pandai besi dan membuat Draupnir berlipat ganda dengan memberikan energy sihir tampa batas.


“Dengan kloning dari cincin Draupnir ini maka kita dapat membuat banyak senjata sihir tingkat tinggi, walaupun mereka tidak setara dengan artefak akan tetapi itu cukup untuk melawan para monster alam bawah itu” kata Rio.


Satu  hari kemudian serikat ksatria bayangan milik Rio langsung telah dapat mengumpulkan para penempa ahli dari berbagai ras, mereka diundang langsung oleh para pengguna aplikasi yang bergabung kedalam serikat ksatria bayangan milik Rio, dengan menggunakan Draupnir sebagai besi utamanya para penempa itu memulai pekerjaannya dengan cepat.


Merlin pada saat itu diberikan tugas untuk membembing para penempa yang ada untuk membuat senjata sihir yang diperintahkan oleh Rio, disana Merlin telah ditemani oleh Lita dan juga Luna untuk membantu dirinya mengurus para penempa yang mana sedang bekerja disana.


“Kelihatannya 100 senjata sihir tipe tombak akan selesai dibuat hari ini” kata Merlin.


“Cepat sekali, ini bukannya baru satu hari bukan” kata Luna yang mana terlihat terkejut dengan data yang diterima oleh Merlin.


“Yah... mau bagaimana lagi, mereka ini adalah ras Dwarf, kalau soal menempa seperti ini maka mereka adalah ahlinya” kata Merlin.


“Aku tidak menyangka kau dapat membujuk penempa dari ras Dwarf untuk datang kemari, aku dengar mereka itu terkenal karena keangkuhan dan juga sifat yang kasar” kata Luna.


“Heheh... ketika mereka mendengarkan kalau mereka dapat membuat senjata dari besi cincin Draupnir mereka dengan cepat langsung menyetujuinya, tentu saja dengan syarat mereka mendapatkan beberapa cincin Draupnir tersebut untuk mereka mainkan” kata Merlin.

__ADS_1


“Yah... lagi pula cincin itu dapat melipatgandakan dirinya sendiri, jadi memberikan ratusan ataupun ribuan itu bukanlah masalah, yang aku khawatirkan sekarang ini adalah Rio yang mana pergi kesana” kata Luna.


“Tenang saja... tuan Rio pasti akan dapat menyelesaikan masalah dengan aman dan juga selamat disana, walaupun para dewa Olimpus itu kuat akan tetapi mereka juga tidka akan menyerang tuan Rio sembarangan” kata Merlin.


“Aku tahu itu, tetapi yang aku khawatirkan adalah orang lain yang dia ajak” kata Luna.


Dan betul saja perkataan Luna tadi, sekarang ini didalam sebuah Colesseum milik serikat dewa Olimpus, disana telah bersiap bertarung Ares sang dewa perang melawan Angga yang mana datang bersama dengan Rio ke wilayah kekuasaan serikat dewa Olimpus.


“Heheheh... seorang dewa, bagus sekali sudah lama sekali aku ingin menantang sosok dewa kuat sepertimu” kata Angga yang mana terlihat bersemangat.


Pada saat itu Rio dan juga Zeus sedang terlihat santai diatas tempat duduk Colesseum disana, Rio terlihat sedang tersenyum karena melihat Angga bertarung melawan Ares.


“Hahaha... aku benar-benar tidak menyangka ini, aku tidak tahu mau bilang apa tetapi anggota serikatmu itu benar-benar gila dan juga sangat pemberani, aku menyukai sifat manusia yang seperti ini” kata Zeus.


Sebelumnya ketika Rio pada saat itu telah sampai didalam dimensi kekuasaan serikat dewa Olimpus, disana dia bersama dengan Angga, Dion dan juga Furfur telah disambut oleh para prajurit yang ada didalam dimensi tersebut. Mereka adalah para ksatria manusia terpilih yang mana dibawa langsung kedalam dimensi Olimpus, dan setelah dilatih selama ratusan tahun mereka menjadi pasukan Olimpus yang layak tinggal disana dan dapat membuat keturunan mereka menjadi penduduk resmi disana.


“Tuanku apa tidak apa-apa kalau kita melakukan rencana itu disini, para dewa Olimpus terkena karena emosi mereka yang tidak terkendali dan juga ketua mereka Zeus adalah seorang dewa yang mana sangat suka dengan pertarungan” kata Furfur, dia terlihat seperti sosok laki-laki dengan tinggi 3 meter, dengan mata hitam keemasan dia menatap Rio dengan tatapan hormat dan dengan tanduk rusa dikepalanya dia mengeluarkan energy listrik kuat yang mengancam orang-orang disekitarnya.


“Tenanglah Furfur, aku tahu itu dan karena itulah rencana ini adalah hal yang paling bagus yang bisa aku pikirkan, terlebih lagi Angga sama sekali tidak menolak rencana ini bukan” kata Rio.


“Hehehe... menolak kau bilang, aku sangat bersamangat dengan rencana seperti ini, dengan begini aku bisa tahu perbedaan kekuatanku dengan para dewa itu” kata Angga.


“Haaah... aku harap ini akan berjalan seperti yang anda harapkan ketua” kata Dion yang mana merasa sakit kepala melihat kelakuan Angga.

__ADS_1


Dan pada saat itu mereka dibawa oleh perwakilan prajurit Olimpus tersebut, mereka dibawa menuju istana dari Zeus raja dewa dari tanah dimensi Olimpus tersebut, akan tetapi pada saat itu juga sesosok dewa dengan pedang dan perisai bulat menatap Rio dan yang lainnya dengan tatapan mengancam. Dewa itu adalah Ares sang dewa perang, dia memiliki tubuh kekar dibalik armor emas miliknya, dan dengan iris mata merah keemasan Ares terlihat sangat tidak menyukai kedatangan Rio dan yang lainnya kealam mereka.


“Hehehe.... ketemu, Angga sekarang adalah giliranmu” kata Rio.


“Ok...” Balas Angga dengan senyuman diwajahnya.


Pada saat itu Ares melihat kearah Angga yang mana sedari tadi tersenyum kearah dirinya, dan saat itu Angga menggerakan bibirnya seperti sedang mengatakan sesuatu dan saat itu juga Ares yang mengetahui apa yang Angga katakan “Burrshhtt...” langsung mengeluarkan aura kedewaan miliknya.


“Dasar manusia rendahan berani sekali kau” kata Ares.


Ares kemudian secara perlahan-lahan mendekati Angga sambil mengeluarkan aura intimidasi miliknya, namun disaat itu dengan kekuatan angin miliknya Angga meringankan admosfir yang ada disekitarnya sehingga dia sama sekali tidak terpengaruh oleh aura intimidasi Ares dan tetap berdiri tegak dihadapan Ares yang mana telah ada dihadapannya.


“Yoo... dewa perang Ares bukan, kenapa kau marah sekali sampai seperti itu...?? perasaan aku sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun” kata Angga.


“Diam kau manusia, akan aku potong lidah busukmu itu” kata Ares “Srringgs...” disaat itu juga Ares langsung menarik pedang miliknya dan bersiap untuk menyerang Angga.


“Trrasssk....” namun saat itu juga Ares dihentikan oleh seorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya sendiri Zeus sang penguasa Olimpus, dia menahan tangan Ares dengan kekuatannya dan terlihat marah besar pada Ares.


“Apa-apaan maksud semua ini Ares, kalau kau tidak memberikan penjelasan yang bagus maka akan aku patahkan tanganmu ini” kata Zeus yang mana terlihat marah besar tersebut.


Sementara itu Rio yang ada disana langsung berjalan mendekati Zeus dengan rencana yang mana telah diarancang.


“Sekarang mari kita maju ketahap selanjutnya” pikir Rio.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2