
Rio yang mana telah kelelahan langsung duduk dan berisitirahat disebuah tempat aman, disana terdapat sebuah tempat yang terlihat seperti rumah kayu yang terbuat dari akar-akar pohon, ditempat itu Rio memanggil Hantu banyu untuk menyembuhkan luka ditangan kanannya tersebut. Melihat hal itu Aji langsung berjaga disekitar tempat itu, dia tidak pernah melihat Rio berada dalam kondisi yang parah dan kali ini dia bertekat untuk melindungi Rio dan Lita sekarang.
“Jangan terlalu tegang, kalau kau tegang seperti itu musuh akan menganggap remeh dirimu” kata Gio yang melihat ketegangan dari Aji.
“Eeeh… apa terlihat seperti ituyah” kata Aji.
“Kau tahu wajahmu itu benar-benar sangat mudah untuk dibaca” kata Gio.
Mendengar kata-kata dari Gio membuat Aji kesal dan dia langsung pergi dari sana untuk mengecek daerah disekitarnya, disana dia tidak melihat apa-apa selain hutan dan hutan lagi tetapi ditempat itu ada sebuah keanehan yang mana belum disadari ole Aji.
“Hmmm… sepertinya aman-aman saja, disini tenang dan sunyi” kata Aji, namun dia sama sekali tidak menyadari kalau hutan tersebut terlalu sunyi, bahkan tidak ada suara burung berkicau ataupun serangga yang berkeliar disekitar sana.
Lalu dari atas pohon yang besar beberapa orang sedang melihat Aji yang pergi meninggalkan Rio yang terluka itu, melihat hal itu sekelompok orang tersebut berencana untuk menyerang kearah sana. “Trriinggss…” mereka lalu menyiapkan senjata-senjata tajam untuk menyerang kearah Rio dan rekan-rekannya, “Srraasskk… Srraasskk… Srraasskk…” lalu mendengar suara dari semak-semak yang ada didepannya Gio langsung bersiap menggunakan pedangnya “Srraanggss…” dan lalu keluar dari sana.
“Hei semuanya apa kabar kalian” kata Jill yang mana keluar dari semak-semak tersebut.
“Hmm… kau kalau tidak salah adalah perempuan yang mencoba untuk bernegosiasi dengan Rio waktu itu bukan” kata Gio yang masih mengingat kalau Jill adalah salah satu dari beberapa orang yang menyerangnya pada waktu itu.
“Hahhaha… aku cukup senang bisa diingat, kalau begitu aku tidak perlu mengenalkan diriku lagi” kata Jill yang berjalan mendekati mereka.
“Trraakkss…” dengan cepat sebuah peluru air yang telah dikompres menembak kearah depan Jill, peluruh itu berasal dari hantu Banyu yang menerima perintah dari Rio, sebuah serangan peringatan yang mana membuat Jill tidak mendekat lebih jauh lagi.
__ADS_1
“Ohh… kelihatannya aku gak disambut disini” kata Jill dengan tatapan dingin dimatanya.
“Gak juga, aku hanya tidak suka bau darah dari tubuhmu itu” kata Rio, tubuhnya telah diperkuat beberapakali dan membuat kelima indranya semakin tajam.
“Aku terkejut kau bisa menciumnya dari sana, jangan salah sangka dulu mereka semua mengincarmu jadi aku hanya berbuat baik dan menyingkirkan mereka” kata Jill.
“Begitu rupanya, aku sangat senang dengan bantuanmu itu, tetapi aku tidak ingat kalau kita pernah punya suatu hubungan yang cukup dekat dan membuatmu membunuh untuk melindungiku” kata Rio yang semakin curiga dengan Jill.
“Hahaha… kau terlalu berpikiran negatif, memangnya kau tidak pernah mendengar kata cinta pada pandangan pertama” kata Jill dengan wajahnya yang cantik dia berusaha bersikap imut didepan Rio.
“Maafkan aku karena aku tidak terlalu mengerti dengan kata-kata seperti itu, tetapi aku tahu kalau seseorang pernah mengatakan setiap bunga mawar itu pasti beracun, melihat dirimu didepanku aku bisa mengerti arti kata-kata itu sekarang” kata Rio, dia berusaha untuk membuat Jill membuka kedoknya dengan cara memanas-manasi dirinya.
“Hmm… itu dia, apa kau tahu aku akan pergi sekarang tetapi aku bukanlah seorang wanita yang gampang menyerah begitu saja, sekali aku sudah melihat buruanku maka dia akan kukejar sampai bisa kulahap” kata Jill yang menatap Rio dengan tatapan penuh nafsu.
“Gila itu tadi sebuah sihir untuk menyadap dan melacak bukan” kata Gio yang mengenali sihir yang dipasang dalam bola kristal tersebut.
“Haaah…. Kelihatannya aku terjebak dengan orang gila lagi” kata Rio yang mana sedikit sakit kepala mengingat orang-orang disekitarnya tidak memiliki prilaku yang normal.
Melihat hal itu hantu Banyu langsung memegang kening Rio untuk menyembuhkan sakit kepalanya, “Srraasskk…” Aji lalu langsung keluar dari arah yang sama dimana Jill menghilang barusan.
“Hei coba lihat ini, aku menemukan beberapa bola-bola kristal dan item-item sihir tergeletak didekat sana” kata Aji yang membawa beberapa barang-barang ditangan kanannya.
__ADS_1
Melihat barang-barang itu Rio langsung tahu kalau Jill adalah orang yang meninggalkan barang-barang tersebut, dia lalu melambaikan tangannya dengan tujuan untuk menyuruh Aji datang mendekati dirinya.
“Letakkan disana, Gio bantu aku untuk memeriksa item-item ini, aku yakin beberapa diantaranya telah dipasang penyadap” kata Rio.
“Hmm… Ok kalau begitu, kau tahu aku merasa sedikit kasihan padamu karena menarik perhatian dari wanita gila seperti dia” kata Gio yang sedikit bersimpati pada Rio.
“Yah terimakasih, aku sudah terbiasa ditemani orang-orang seperti itu” kata Rio yang menunjuk kearah Lita, Aji, Luna dan Angga.
Sementara itu disisi lain Jill yang mana melanjutkan pembantaiannya sedang duduk diatas mayat puluhan orang yang diabuhun, sambil menggunakan alat sihir untuk mendengarkan perkataan dari Rio dan terlihat seperti perempuan yang sangat tergila-gila dengan Rio.
“Nona Jill, semuanya telah kami siapkan” kata sesosok orang yang mana memakia topeng hitam dan baju serba hitam.
“Bagus kalau begitu, sekarang kita bisa menunggun dengan tenang sampai ujian ini selesai, Ooooh… iya aku ingat kau sudah menyuruh mereka untuk merekam apa yang dia lakukan bukan” kata Jill dengan tatapan dan aura yang sangat mengancam.
“Iyah nona anda tenang saja, keduanya adalah ahli dalam bersembunyi, saya yakin mereka dapat melaksanakan semua tugas yang anda berikan” kata orang tersebut, tubuhnya mengigil ketakutan karena merasakan aura Jill.
“Aaaahh… benar-benar sungguh tidak terduga, aku tidak menyangka bisa jadi seperti ini, aku bisa jatuh kepada dirinya itu, Hahahahhaha….” Kata Jill.
Dia lalu mengingat kembali disaat-saat Rio menggunakan sihir cakar iblis api miliknya tersebut, disaat dia menggila dan membunuh raksasa hijau itu dengan kejamnya, diwaktu itu Jill melihat tindakan Rio dan dia terpesona dengan hal itu.
“Tidak akan kulepaskan, kau adalah milikku dan jika tidak bisa kudapatkan maka tidak akan kubiarkan orang lain mendapatkannya” kata Jill yang mana memegang sebuah boneka yang menyeramkan.
__ADS_1
Bersambung……