
Setelah kegagalan mereka tim Luna, Angga, Dion dan yang lainnya lalu kembali kedalam dimensi tempat markas mereka berada, disana Rio sudah menunggu mereka kembali dan ketika Rio melihat wajah mereka yang marah tampa membawa apa-apa Rio tahu kalau mereka telah gagal.
“Untuk sekarang pergilah beristirahat dulu, setelah itu kita bicarakan apa yang terjadi” kata Rio yang mana melihat kalau mereka semua lelah karena bertarung.
“Hmm… abang pikir mereka gak apa-apa…??” tanya Lita yang penasaran.
“Mereka hanya kelelahan dan kecewa, tidak dalam bahaya apapun, tetapi aku harap mereka tidak menyalahkan diri mereka” kata Rio.
“Memang abang gak marah…??” kata Lita.
“Tidak juga, jika mereka berhasil maka kita akan mendapatkan penelitian dari pencipta chimere tersebut dan jika mereka gagal maka kita tidak kehilangan apapun” kata Rio.
Sementara itu disisi lain Angga yang mana merasa malu berhadapan dengan Rio, “Trranggs…” langsung keluar menggunakan kunci yang dia dapatkan dari Rio, dia pergi kealam manusia untuk menyegarkan isi kepalanya.
“Haaaah… aku rasa aku akan pergi keruang perawatan sekarang” kata Luna yang mana ingin mengobati tangan kirinya yang terluka tersebut.
Dion yang mana ditinggalkan sendiri bersama dengan anggota yang lainnya lalu mulai mengganti bajunya, setelah itu Dion langsung bertemu dengan Rio dengan tujuan ingin membahas apa yang telah terjadi.
“Kau tidak istirahat dulu, aku yakin musuh yang kau lawan itu cukup sulit karena mengingat kau gagal kali ini” kata Rio.
“Tidak aku tidak apa-apa, dan untuk musuh yang kau bilang tadi yah dia sangat licik” kata Dion.
__ADS_1
“Kelicikan itu adalah bagian dari senjata, karena bagi mereka yang memiliki kekurangan kekuatan fisik maka kelicikan dan kecerdikan adalah hal yang mereka butuhkan” kata Rio.
“Kau ada benarnya juga, soal pencipta chimera itu aku rasa dia akan menjadi masalah untuk kita” kata Dion, “Taaskk…” dia meletakkan sebuah buku yang mana diambil dari pondok pencipta chimera tersebut.
Rio yang mana penasaran dengan apa yang Dion dapatkan “Taaskk…” langsung mengambil buku tersebut, dia lalu dikejutkan karena melihat adanya foto Luna didalam buku itu dan juga semua rahasia yang disimpan oleh Luna, “Buurrnn…” menggunakan sihir api miliknya Rio membakar buku itu menjadi abu.
“Jangan katakan pada siapapun tentang masalah ini, aku ingin dia memberitahukannya sendiri jika dia ingin” kata Rio.
“Aku mengerti, tampaknya kau benar-benar menjadi ketua yang sangat baik” kata Dion yang mana langsung pergi dari tempat tersebut untuk kembali kedalam kamarnya.
“Kau salah Dion, aku sama sekali bukan orang baik karena kau ingin menggunakan hal ini untuk keuntunganku dan jika kau berbicara maka itu akan menghancurkan rencana yang aku susun selama ini” kata Rio, dia masih tidak bisa mengganggap orang lain sebagai rekannya dan memutuskan untuk mengganggap mereka sebagai bidak catur.
“Rooaarr…” lalu salah satu dari ketiga siluman singa yang bermain dengan Lita mulai menghampiri Rio, siluman itu dengan manjanya meminta dielus dengna Rio “Krrrr…” dan ketika Rio mengelus dirinya siluman singa tersebut mengeluarkan suara bergetar dari tenggorokannya.
“Dielus dan dimanja, mungkin itu bisa juga aku gunakan” pikir Rio yang mana telah merencanakan sesuatu.
Sementara itu Luna yang mana sedang berada didalam ruang perawatan, mulai mengingat kembali masa lalunya yang mana adalah mahasiswa biasa, Luna terlahir dari keluarga biasa namun kedua orang tuanya meninggal karena penyakit ketika dia beranjak remaja. Dan semenjak itulah Luna harus bisa menjaga dirinya sendiri, namun Luna yang mana telah beranjak remaja menjadi gadis cantik dan menarik banyak perhatian lelaki “Buusskk…” banyak yang berusaha menggodanya dan banyak juga yang berbuat macam-macam tetapi dengan tendangannya Luna mengusir para lelaki mesum tersebut satu persatu.
Dan disaat umurnya mencapai 19 tahun dia bertemu dengan seorang pria tampan yang mana terlihat terluka parah, disaat itulah penderitaan Luna dimulai dan itu adalah disaat dia mulai jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan seorang laki-laki.
“Cih… padahal tinggal sedikit lagi” kata Luna yang tersadar dari ingatan masa lalunya tersebut.
__ADS_1
Disaat dia keluar dari ruangan tersebut dia melihat Rio yang mana berjalan kearahnya, saat itu perasaan Luna sedang buruk dan dia memutuskan untuk diam saja melihat Rio datang kearah dirinya. Luna lalu berjalan dengan santai sambil menundukkan kepalanya melewati Rio, merasakan kalau dirinya dihindari Rio lalu langsung dengan cepat memegang tangan kanan Luna.
“Ada apa, aku sedang tidak ingin bercanda denganmu” kata Luna dengan dinginnya.
“Hmm… kalau kau punya waktu mari kita pergi sebentar keluar dari dimensi ini, aku dengar diluar sedang ada makanan baru yang lagi populer saat ini, kalau kau tertarik aku akan menunggumu di ruangan tamu” kata Rio yang mana lalu melepaskan tangan kanan Luna dan berjalan keruagan tamu sendirian.
Dan ketika Luna masuk kedalam kamarnya dia merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh Rio barusan, dengan wajahnya yang memerah dia memikirkan lagi perkataan Rio.
“Ini Rio bukan, aku tidak menyangka kalau dia akan mengundangku duluan, aku kira dia itu memilik hati keras seperti batu tetapi kenapa dia tiba-tiba mengajakku jalan, aku harus memakai pakaian yang bagus untuk sekarang” kata Luna yang mana dengan cepat membuka lemari pakaiannya untuk melihat seluruh pakaian yang dia miliki.
“Bruuskk… Druuskk… Trrasskk…” dari kamar Luna terdengar suara berisik yang mana sangat keras, suara berisik tersebut membuat banyak orang penasaran sedang apa Luna didalam kamarnya.
“Hmmm…. Sepertinya perkataanku itu terlalu efektif” kata Rio yang mana dapat mendengarkan suara berisik dari kamar Luna.
Beberapa jam kemudian Luna langsung keluar dari kamarnya setelah meluluh lantahkan seluruh pakaian yang ada didalam lemari baju miliknya, dia menggunakan pakaian yang mengeluarkan keren yang dia miliki, Rio yang melihat hal itu langsung merasa sedikit terpana melihat dirinya.
“Eheem… nampaknya kau sudah siap, jadi bagaimana kalau kita pergi sekarang juga” kata Rio.
“Yah… aku juga tidak punya pekerjaan apapun, dan lagi santai jadi ayo kita pergi sekarang” kata Luna yang mana melihat kearah Rio dengan malu-malu.
“Trraanggs…” Rio lalu membuka gerbang kealam manusia dan mengajak Luna untuk pergi bersama dengan dirinya, sesampai disana mereka melihat kalau hari memasuki siang hari di dalam dunia manusia, disana Rio lalu mengulurkan tangannya kearah Luna, melihat hal itu Luna lalu memegang tangan Rio dan mereka langsung pergi bersama-sama menikmati suasana yang ada di kota saat itu.
__ADS_1
Tetapi mereka sama sekali tidak mengetahui kalau ada sesosok bayangan yang mana mengikuti mereka, sosok bayangan tersebut melihat keduanya dengan mata penuh kebencian dan dengan aura iblis miliknya sosok tersebut mengincar mereka berdua.
Bersambung….