
Serangan api yang Rio buat dapat ditangkis oleh Garuda dengan menggunakan sayap miliknya, sayap keemasan yang diapunya menutupi tubuhnya agar api dari Banaspati tidak membakar tubuhnya.
“Sialan…. Kalau saja kekuatan yang aku punya tidak ditahan beberapa persen dialam ini aku akan segera membunuh manusia ini dengan cepat” pikir Garuda yang kesal dengan tindakan dari Rio.
“Seperti yang diharapkan dari Garuda, benar-benar sesosok mahluk legendaris jadi serangan api biasa tidak akan dapat dengan mudah melukainya” kata Rio.
“Wuussshh….” Dengan cepat ketika Garuda melihat adanya kesempatan dia menggunakan sayapnya untuk memunculkan angin yang sangat kuat, angin tersebut langsung memadamkan api disekitarnya dan ketika api itu telah menghilang dia dengan cepat ingin menangkap Rio menggunakan tangannya “Buussh….” Namun Rio menggunakan penghenti waktu dan dengan cepat langsung mundur beberapa langkah dari Garuda.
“Sialan bocah ini menggunakan penghenti waktu lagi, apa dia tidak takut kehilangan umurnya atau dia sama sekali tidak tahu bayaran dari penggunaan kekuatan itu, tidak bukan-bukan seperti itu aku yakin pasti ada hal lain didalam tubuh manusia ini” piki Garuda yang penasaran dengan kekuatan yang dimiliki oleh Rio.
“Tampaknya kau sedang memikirkan sesuatu, jangan kira kau dapat menangkapku dengan rencana-rencana kecil biasa” kata Rio, dia lalu menggunakan 10 tetes darah yang dia punya dan melemparkan sebuah bola api ukuran sedang “Buurrrnn…” api miliknya sangatlah kuat kali ini dan hal itu dapat dirasakan oleh Garuda.
“Fuusshh….” Dengan cepat Garuda langsung melompat dan menggunakan sayapnya untuk bisa menghindari bola ap dari Rio, namun ketika dia melihat kearah Rio dia melihat kalau Rio sudah tidak ada disana dan ketika dia menggunakan matanya yang dapat melihat kesemua tempat Garuda sama sekali tidak dapat menemukan Rio dimanapun dia berada.
“Dimana dia…. Kenapa aku tidak bisa menemukan dirinya” pikir Garuda yang mana melihat kesegala arah.
Lalu ketika dia sudah tidak menemukan Rio dia memutuskan untuk mendarat kebawah mencari Rio didaratan, Garuda melihat kesekitarnya dan tidak menumukan apapun dan bahkan tidak dapat menemukan keberadaan dari Rio, “Krraakss… Krraakss… Krraakss…” tali-tali dari jubah alat sihir milik Rio lalu muncul dari dalam bayangan Garuda dan dengan cepat mengikat Garuda yang mana telah mendarat ketanah tersebut.
“Gaaaah… apa ini…” kata Garuda yang merasakan kalau kekuatan yang ada didalam tubuhnya semakin berkurang saat diikat oleh tali-tali hitam tersebut.
__ADS_1
“Hei… apa kabar bagaimana kalau kau menyerah saja, dengan begitu kita bisa bersantai lebih baik lagi” kata Rio yang mana muncul dari balik bayangan Garuda.
Dia memegang sebuah alat sihir yang mana terlihat seperti cambuk hitam bercabang, dan cambuk hitam tersebut mengeluarkan aura hitam yang mana menarik energy dari Garuda. Cambuk hitam terkutuk adalah sebuah cambuk yang digunakan untuk mengikat dan bukan untuk menyerang dan siapapun yang terikat oleh cambuk hitam tersebut maka kekuatan yang diapunya akan diserap sedikit demi sedikit, tetapi cambuk ini memiliki kelemahan yaitu cuman dapat mengikat beberapa target untuk sementara waktu.
“Grrrr…. Jangan meremehkan aku kau manusia sialan” kata Garuda, “Krraak… Trraakk…” cambuk-cambuk yang mana mengikat tubuh dari Garuda langsung lepas dengan menggunakan kekuatan fisiknya semata, otot-otot milik Garuda yang kuat dapat dengan mudahnya mematahkan setiap ikatan-ikatan yang dimiliki oleh alat sihir milik Rio.
“Aaaaah… sialan aku meremehkannya” kata Rio yang mana melihat kalau alat sihirnya rusak dengan mudahnya.
Garuda yang mana telah melepaskan dirinya dari ikatan alat sihir milik Rio langsung dengan cepat mengincar Rio menggunakan tangannya, disaat itu juga Rio berpikir kalau dia akan menggunakan penghenti waktu miliknya tetapi disaat itu juga sebuah pikiran lain muncul didalam kepal Rio.
“Mari kita coba, mata kematian aktifkan” Rio yang mana bertaruh karena ingin mencoba mata kematian miliknya tidak ragu-ragu untuk mengaptifkannya, lalu matanya langsung berubah menghitam bagaikan sebuah sumur dalam yang mana tidak ada dasarnya.
Rio lalu melihat langsung kearah mata Garuda dan Garuda yang mana melihat kearah mata Rio lansung berhenti bergerak, tubuhnya seakan-akan ditahan oleh sebuah tangan-tangan halus kasat mata yang mana mengikat seluruh pergerakan miliknya.
Sihir mata kematian adalah sebuah tehnik sihir yang mana mengubah mata seseorang menjadi pandangan orang-orang mati, mereka yang mana dapat melihat kematian dan juga mereka yang mana merasakan kematian adalah orang-orang yang memiliki mata tersebut, mata ini memiliki beberapa skill yang pertama pandangan kematian adalah sebuah skill yang mana pengguna dapat memberikan persaan mati rasa seperti mayat dengan tatapan matanya.
“Bagus taruhanku berhasil dan sekarang mari kita bakar dia, 100 tetes darah dikorbankan” Rio yang mana berhasil membekukan pergerakan dari Garuda langsung melompat mundur sambil mengeluarkan api dengan membakar 100 tetes darah miliknya, “Burrrnnn…” sebuah bola api yang besar lalu muncul ditangan Rio yang mana bola api itu dilemparkan langsung pada Garuda “BOOMMSSHH….” Tidak bisa berlindung karena pergerakannya dikunci Garuda terkena langsung serangan bola api tersebut.
“AAAAAGGGKKKHH….” Dan dia lalu terhempas jauhnya, “Buusshh… Boommsshh…” sampai menghantam beberapa pohon hingga hancur.
__ADS_1
“Haaah-haaah…. Haaah-haaah…. Haaah-haaah…., aku berhasil mengalahkannya bukan” kata Rio yang mana terduduk lemas karena enemia.
“GAHAHAHAHA…. Bagus-bagus sekali, tidak kusangka kau dapat mengalah penguasa langit, GAHAHAHAHA…. Bagus burung itu sekarang menjadi elang bakar Kahahahaha….” Kata Batara Kala yang mana tertawa melihat Garuda yang kalah dan terbakar oleh Rio.
“Kau ini…. Tidak kusangkan kau memiliki sifat seperti ini” kata Rio yang mana melihat Batara Kala berbicara lewat smartphone miliknya.
“Wuuussshhh….” Lalu secara tiba-tiba Garuda menggunakan sayap miliknya untuk menghilangkan seluruh api yang ada ditubuhnya, dengan beberapa luka bakar ditubuhnya Garuda lalu berdiri dengan tegak lalu maju berjalan kearah Rio.
Melihat hal itu Rio merasa takut karena dia sekarang telah terkena anemia jadi dia tidak bisa banyak bergerak, dan karena Rio telah melukai Garuda dengan cukup parah Rio berpikir Garuda akan menghabisi dirinya, namun itu semua salah secara tiba-tiba Garuda berlutut “Duukk…” dan menundukkan kepala pada Rio.
“Kau telah mengalahkanku dan menjadi tuan yang pantas untukku, mulai sekarang aku Garuda akan menjadi mahluk kontrak milikmu, dan sayapku sekarang ini akan menjadi sayapmu dan selama masih ada langit didunia ini maka selama itu aku akan terus bertarung” kata Garuda yang telah mengakui Rio kalau dirinya itu pantas.
“Haaaahh… baguslah kalau begitu, untuk sekarang kau boleh kembali dan beristirahat dulu” kata Rio.
Dengan perintah Rio sebuah gerbang lalu terbuka dibawah kaki Garuda dan membuat Garuda langsung kembali kealam asalnya, sementara itu Rio yang mana sedang lemas karena anemia langsung tergeletak lemas tidak bergerak dia lalu memutuskan untuk tidur didalam hutan tersebut.
“Hei… kau jangan tidur disini, manusia itu lemah jadi kalau kalian tidur sembarangan tempat bisa-bisa kau mati” kata Batara Kala.
“Berisik kau, aku cuman istirahat sebentar” kata Rio yang kemudian terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
“Haaah… dasar bocah yang merepotkan” Batara Kala lalu keluar dalam wujud roh cahaya miliknya “Triinngsskk…” dia lalu memasang pelindung disekitar Rio dan kemudian masuk kembali kedalam smartphone milik Rio.
Bersambung………