
Sang pembuat boneka yang mana telah menangkap Rio itu lalu memegang wajahnya dengan salah satu tangan boneka miliknya, dia lalu melihat dengan dekat wajah Rio dengan mata kayunya itu. Didalam tatapanya itu hanya kekosongan namun saat Rio melihat lagi dia dapat merasakan kebencian dan dendam yang sangat besar berasal dari tatapan sang pembuat boneka tersebut.
“Hihihihi… kau sudah melupakanku rupanya, yah sudah lebih dari seratus tahun aku tinggal disini, memang sangat menyakitkan tetapi aku dapat bertahan hidup” kata sang pembuat boneka itu, “Srraakkktt…” dia lalu menyeret Rio pergi kembali ketempat dirinya membuat para boneka bawahannya.
Sementara itu diatas langit yang mana terututupi oleh awan lebat Luna, Lita, Dion, Angga, Aji dan Gio sedang melihat Rio yang dibawa pergi, mereka menggunakan sebuah pijakan yang terbuat oleh emas dan menggunakan kemapuan telekinetik milik Dion mereka dapat melayang diangkasa, sementara itu untuk membuat mereka tidak dapat dilihat Angga menggunakan kekuatan angin miliknya untuk mengumpulkan awan-awan disekitarnya dan membuat mereka tertutupi oleh awan tebal.
“Kelihatannya rencananya berjalan dengan lancar” kata Gio yang mana sedikit senang melihat Rio diperlakukan dengan kasar oleh sang pembuat boneka.
“Yah… aku juga tidak percaya, Rio itu dia benar-benar sangat ahli dalam berakting” kata Angga.
“Kau tidak tahu seperti apa dirinya sebenarnya” kata Luna yang terlihat mengetahui sesuatu tentang Rio.
“Sekarang gimana, abang Rio gak apa-apakan, apa harus aku tolong sekarang” kata Lita yang khawatir dengan keadaan Rio sekarang ini.
“Jangan khawatir ketua pastik akan baik-baik saja, karena dia itu adalah yang terkuat disini” kata Aji yang menunjukkan kepercayaannya pada Rio.
Mereka lalu mengikuti sang pembuat boneka itu pergi secara diam-diam, dan pada saat mereka melihat dari atas mereka dikejutkan dengan banyaknya pasukan siluman boneka yang mana mengelilingi hutan tersebut. Pasukan boneka itu berdiri diam tak bernyawa seperti sebuah patung, namun saat sang pembuat boneka mendekati mereka tiba-tiba saja para pasukan boneka itu bergerak dan mengawal dirinya dalam perjalanan untuk membawa Rio pergi kemarkasnya.
“Hahahaha… gila ternyata tebakanku benar, dia sudah mengubah hampir seluruh mahluk dihutan ini menjadi boneka miliknya” kata Angga yang sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat.
__ADS_1
Mereka terus mengikuti sang pembuat boneka itu sampai pada akhirnya dia memasuki sebuah gua yang mana mengandung kekuatan sihir yang luar biasa besarnya, dengan kasar sang pembuat boneka lalu melemparkan Rio masuk kedalam gua miliknya. “Trringgs…” menggunakan benang di kedua tangannya sang pembuat boneka lalu mengendalikan bebatuan disekitarnya, “Krruukk… Grruukkss…” dan membuat batu-batu tersebut menutupi pintu gua tersebut.
“Hihihihihi… sekarang tidak ada lagi yang bisa mengganggu kita, Rio aku akan sangat bersenang-senang saat memotong tubuhmu itu” kata sang pembuat boneka yang mana memegang sebuah gunting besar yang tertutupi oleh darah.
“Aaahh… gawat sepertinya ini akan sedikit sulit, aku harus memikirkan cara untuk membuat mengulur waktu” pikir Rio.
“Trriinggss… Trriinggss… Trriinggss…” sementara itu sang pembuat boneka sudah mendekatkan gunting berdarahnya didekat wajah Rio, melihat hal itu Rio langsung memutar otaknya dengan cepat dan pada akhirnya dia menemukan sebuah ide.
“Kau ini sebenarnya siapa, apa aku mengenalmu..??” kata Rio yang mana berusaha untuk mengulur waktu.
“Hihihi… HIHIHIHIHIHI…. Kau tidak mengingatku yah, mau bagaimana lagi dengan tubuh seperti ini kau tidak akan mungkin bisa mengenaliku, tetapi apa kau bisa mengingat tentang boneka ini” kata sang pembuat boneka, “Triingss…” dia lalu mengambil sebuah boneka yang dia simpan menggunakan benang ditangannya.
“Hihihihihi…. Hihihihihi….. kau memang benar-benar pintar, hanya dengan sedikit petunjuk kau bisa mengetahui idetintasku, kau bilang kalau ini semua tidak mungkin bukan, HIhihihi…. aku juga tidak percaya kalau aku bisa bertahan hidup” kata Adelia yang mana adalah sang pembuat boneka ( Bab 45 – 54 Menjelaskan siapa Adelia itu ).
Sementara itu Rio yang dapat merasakan energy sihir dari Luna, Lita dan yang lainnya langsung berpikit untuk membuat drama panjang yang dapat mengulur waktu untuknya.
“Kau sudah mati di dunia nyata lebih dari 50 tahun yang lalu, dan juga kau sudah mati disini kenapa kau tidak menyerah saja dan pergi kealam akhirat saja” kata Rio yang mana melihat Adelia yang memakai tubuh boneka.
“Pergi katamu, Hihihihihi…. Kau lucu sekali setelah apa yang aku lakukan selama ini, tidak mungkin aku akan pergi begitu saja bukan” kata Adelia aura ditubuhnya menjadi sangat gelap dan mengerikan seakan-akan dia seperti terbakar oleh kegilaan yang luar biasa kuatnya.
__ADS_1
“Jadi apa maumu, setelah membunuhku bukan berarti kau bisa keluar dari tempat ini, dan jika kau berhasil keluar kau tidak akan dianggap sebagai manusia lagi karena kau yang sekarang tidak lebih dari seorang monster” kata Rio.
“Wuussh… Trringgss…” Adelia lalu melemparkan gunting ditangannya kearah kepala Rio, tetapi dengan cepat Rio dapat menghindari hal itu dan hanya membuat sebuah bekas luka goresan di pipinya. “Trringgss… Trringgss… Trringgss…” dengan menggunakan ke 8 tangannya Adelia mengendalikan benang-benang ditubuh Rio, “Trriiittss…” dan membuatnya semakin ketat dan membuat tubuh Rio hampir remuk karena benang tersebut.
“Kkkhhhtt… kenapa kau marah seperti itu, apa yang aku katakan bukanlah kesalahan, kau lihat saja seluruh tindakanmu ini, tidak mungkin seorang manusia bisa berbuat sampai seperti ini” kata Rio yang mencoba untuk mengalihkan fokus Adelia pada dirinya.
Lalu saat Rio sudah sedikit kesulitan menahan eratan benang milik Adelia, rekan-rekannya sudah muncul dan akan menyerang Adelia dari belakang, Angga yang mana telah memadatkan angin miliknya dalam satu ujung pisau lalu langsung dengan cepat menyerang Adelia dari belakang. “Taakkss…” tetapi menggunakan salah satu tangannya, dengan sangat tepat Adelia berhasil memegang tangan Angga “Srraaattkk…” dia lalu memutar kepalanya kebelakang dan melihat kalau Angga dan yang lainnya sudah masuk kedalam gua miliknya.
“Hihihihi… seharusnya aku tahu, kau memang orang yang tidak bisa ditebak, bahkan aku tidak menyadari kalau kau menggunakan dirimu sendiri sebagai umpan, tetapi tampaknya ini berakhir disini” kata Adelia.
“Buurrnn…” energy sihir dalam jumlah besar mengalir dari benang-benang diseluruh gua tersebut dan seluruhnya mengalir langsung kearah Adelia, dengan energy sihir yang besar tersebut kekuatan Adelia langsung mencapai puncaknya. Dan melihat hal itu dengan cepat “Wuusshh… “ Angga menggunakan kekuatan angin miliknya untuk menutupi pandangan Adelia, dan saat angin tersebut sudah menghilang mereka telah pergi bersama Rio yang mana sudah dilepaskan dari ikatannya.
“Hihihihihih… kalian tidak akan bisa lari, karena kalian sebentar lagi akan menjadi bagian dari koleksi milikku, Hihihihihihi…. HIIHIHIHIHI….” Kata Adelia, tubuh boneka miliknya lalu mengeluarkan cairan hitam dari setiap sela-sela sendinya, dan cairan hitam tersebut memenuhi gua itu dan bahkan sampai meluap keluar gua tersebut.
Sementara itu Angga dan yang lainnya kabur dengan cepat menuju arah luar gua, karena mereka tidak yakin bisa bertarung didalam gua yang sempit tersebut, terutama Rio yang mana saat ini tidak bisa bergerak sedang berlari dibawa oleh Luna dalam gendongannya.
“Sepertinya ini ada yang salah” kata Rio yang mana merasa kalau kondisi mereka terbalik saat ini.
Bersambung….
__ADS_1