Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 355 Membuat ulang pedang yang baru


__ADS_3

Disaat melihat tatapan mata dari pimpinan kota tersebut Merlin dan yang lainnya langsung tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres pada mereka, dan menggunakan sihir miliknya “Trranggs…” Merlin kemudian langsung menyerang kesadara dari pimpinan kota tersebut.


“Groaaar…” dan benar saja “Crrastk…” dari tangan kanannya tubuh sebuah tangan monster yang mana mirib seperti akar pohon, dan bukan hanya dia saja “Crrast… Crrast… Crrast…” para orang-orang yang ada dibelakang pimpinan kota tersebut juga menembuhkan bagian-bagian tubuh monster dari tubuh mereka.


“Tampaknya kita terlambat, mereka semua telah terinfeksi oleh monster alam bawah yang mana datang kemari” kata Dion.


“Tidak kita masih memiliki kesempatan” kata Merlin.


“Apa maksudmu itu…??” tanya Dion.


“Kalau kita bisa menghilangkan bagian-bagian yang mana telah terinfeksi, ada kemungkinan kita bisa mengembalikan mereka kembali seperti semula” kata Merlin.


“Mungkin….??” Kata Dion yang mana sedikit khawatir.


“Kau punya rencana yang lebih baik lagi kawan” kata Merlin.


“Ok… semuanya panggil mahluk gaib yang mana telah kalian kontrakan, lalu pastikan kalian memerintahkan mereka untuk menangkap hidup-hidup orang-orang yang ada disana” kata Dion.


Mendengarkan perintah dari Dion “Trranggs… Trranggs…” para pengguna aplikasi yang ada disana kemudian lalu langsung memanggil mahluk gaib yang membuat kontrak dengan mereka, lalu dengan cepat “Grraaoorr… Raaorr…” pertarungan terjadi didalam kota tersebut, “Busshkk…” para mahluk gaib yang ada disana dengan mudah langsung menangkap para orang-orang yang mana telah terinfeksi oleh monster alam bawah tersebut.


“Bagus sekarang adalah saatnya, para ksatria tunjukkan kemampuan kalian pada mereka” kata Merlin.

__ADS_1


“Srraanggs… Srraanggs… Srraanggs…” para ksatria itu kemudian langsung mendengarkan perintah dari Merlin, dan dengan melapisi energy sihir pada pedang mereka “Wusshkk…” para ksatria itu langsung maju untuk menyerang, “Srrastt… Srrastt… Srrastt…” lalu dengan mudahnya merkea memotong bagian-bagian tubuh dari para orang-orang yang mana terinfeksi tersebut.


“Ketua ada beberapa orang yang terinfeksi dikepala mereka… apa yang harus kita lakukan” kata para ksatria yang mana sedikit ragu-ragu untuk menebas kepala para orang-orang yang terinfeksi tersebut.


“Jangan ragu-ragu, kita harus memastikan keselamatan kita dan juga yang lainnya, tebas kepala mereka” kata Merlin.


“Siap….” Mendengarkan perkataan dari Merlin, para ksatria itu menambah kekuatan energy sihir dibilah pedang mereka, kemudian dengan cepat “Srrast… Srrast…” beberapa orang yang telah terinfeksi tersebut langsung terpotong kepalanya, dan dengan sendirinya orang-orang itu langsung terjatuh “Duuskk…” dan langsung tewas ditempat. Sementara untuk para warga yang mana tertebas dibagian tubuh yang lainnya, “Dussk… Dussk… Dussk…” langsung terjatuh dan pingsan ditempat itu.


“Aku rasa kita telah berhasil menenangkan mereka” kata Dion.


“Yaah… kita beruntung tidak ada yang tewas dari pihak kita, sekarang akan aku pasangkan sihir pengekang untuk mengekang pergerakan mereka untuk sementara waktu” kata Merlin.


Sementara itu disisi lain, Rio yang mana sedang pergi bersama dengan Luna, Lita, dan juga Laplace sedang menuju kearah daerah kekuasaan dari Batara Kala, disana terlihat jelas kota tersebut tidak seperti saat Rio datang kesana waktu dulu. Para warga yang ada disana terlihat sangat sedikit, dan beberapa warga yang ada disan terlihat seperti sedang mengemasi baran-barang mereka untuk pergi kedimensi yang lain.


Disaat itulah Rio kemudian langsung sampai didalam kastil kekuasan Batara Kala, disana para penjaga dari kastil tersebut terlihat sedang panik, dan ketika mereka melihat Rio yang ada disana “Dukk…” mereka langsung menundukkan kepala mereka dan membiarkan Rio bersama para rekannya untuk masuk kedalam kastil tersebut. Dan ketika Rio masuk kedalam kastil istana tersebut dia dapat melihat kalau para prajurit yang ada disaana kebanyakan telah terluka dan sedang diobati oleh para rekan-rekannya, mereka saling mengobati satu sama lainnya akan tetapi obat-obatan yang mereka punya sama sekali tidak cukup untuk membuat koran peperangan tidak bertambah.


Dan saat itu juga ketika Rio telah masuk kedalam ruangan Batara Kala, disana dia melihat sang Batara Kala yang mana telah terluka parah akibat serangan dari para monster alam dalam, luka miliknya sama sekali tidak dapat dia sembuhkan menggunakan kekuatan waktunya. Luka yang mana seperti sebuah gigitan monster dibahu kanannya itu, mengandung kekuatan terkutuk yang sangat besar dan kekuatan terkutuk tersebut akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat luar biasa, dan disaat yang bersamaan tidak dapat diobati sama sekalli.


“Kau kelihatannya kurang sehat kawan lama” kata Rio.


“Heheheh…. Tidak kusangka sang raja manusia yan agung mendatangiku” kata Batara Kala yang mana terlihat lemas tersebut.

__ADS_1


“Menyedihkan juga Phoenix” lalu menggunakan api putih miliknya, “Wrrussk…” Rio menggunakan kekuatan dari Lemegeton.


“Burrn…” lalu seekor phoenix putih yang cantik langsung muncul dari tangan kanan Rio, “Wrrsuukk…” dengan cepat phoenix tersebut kemudian langsung membakar tubuh dari Batara  Kala dan memurnikan tubuhnya dari kutukan para monster alam bawah tersebut. Bukan hanya itu saja “Wrusshkk…” Phoenix juga langsung keluar dan dengan menggunakan api miliknya dia mengobati luka-luka dari para prajurit yang masih hidup tersebut, api milik phoenix menandakan keabadian yang mana dapat digunakan untuk menyembuhkan apapun yang ada didepan matanya dan karena itulah phoenix disebut sebagai burung abadi.


“Bagus sekarang bagaimana keadaanmu…??” tanya Rio yang mana melihat kalau luka-luka dari Batara Kala telah sembuh seluruhnya.


“Hahaha… luar biasa, sudah aku duga Lemegeton adalah artefak yang sangat kuat dan juga mengerikan, sangat disayangkan kau telah lepas dari kendaliku, jika tidak ada kemungkinan maka aku akan menjadi penguasa seluruh alam nantinya” kata Batara Kala.


Disaat Rio pingsan didalam koma miliknya, dia menyadari kalau pecahan jiwa milik Batara Kala yang ada ditubuhnya telah menghilang dan dipindahkan kedalam Lemegeton, itu karena saat Rio sedang melawan pencahan jiwa dari Solomon, pencahan jiwa Solomon itu juga sedang memisahkan dirinya dengan kekuatan dari Batara Kala, sehingga saat itu juga Rio telah lepas sepenuhnya dari kendali milik Batara kala.


“Yaah… aku juga tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini juga” kata Rio.


“Sudahlah kita lupakan saja masa lalu itu, dan lihat masa depan yang ada didepan mata kita, jadi katakan kepadaku wahai sang raja manusia ada apa kau ingin menemuiku saat ini…??” tanya Batara Kala.


“Kalau dibicarakan mungkin akan memakan waktu agak lama, akan tetapi aku tunjukkan saja langsung pada dirimu biarkan mengetahui maksudku untuk kemari” kata Rio.


Rio kemudian langsung mengeluarkan golok naga waktu yang mana telah terbelah menjadi dua, melihat hal itu Batara Kala kemudian langsung menggunakan kekuatan telekinetis miliknya untuk menerbangkan golok naga waktu tersebut. Dan saat dia melihat dengan seksama, wajah Batara Kala langsung terlihat seperti wajah seseorang yang mana memiliki kabar yang buruk.


“Dari wajahmu itu sudah kelihatan dengan jelas kalau kau tidak dapat memperbaikinya bukan” kata Rio.


“Yah… jiwanya sudah sepenuhnya menghilang, dan lagi eksitensi ceritanya juga telah hancur, akan tetapi aku masih bisa menggunakan ini untuk membuat pedang yang baru untukmu, tentu saja kalau kau memiliki bahan-bahan lainnya untuk membuat pedang yang baru” kata Batara Kala.

__ADS_1


“Jangan katakan lagi, buat saja segera” kata Rio yang mana mengeluarkan seluruh alat sihir simpanan miliknya selama puluhan tahun.


Bersambung…..


__ADS_2