
“Buummshh…. Buuusskk… Trrasskk…” serangan-serangan gila yang dilancarkan oleh Beelzebub membuat kastil miliknya mulai hancur, dengan pukulan dan serangan aura miliknya Beelzebub dapat membuat Rio tidak berkutik dan hanya dapat bertahan saja. Sementara itu Rio yang menggunakan Orang bati sebagai perisainya mulai memperlihatkan batasnya, Orang bati yang terus menerus menahan serangan dari Beelzebub mulai tampak kelelahan.
“Kiiik…” kata Orang bati pada Rio.
“Sudah saatnyakah, kalau begitu tolongyah berikan dia pukulan terakhir” kata Rio pada Orang bati.
“Buuussh…” dengan sangat cepat Rio langsung menyerang kearah Beelzebub, dia mengarahkan ujung dari golok naga waktu kearah Beelzebub, akan tetapi Beelzebub yang melihat hal tersebut hanya santai dan tidak melakukan apapun. “Trringgs…” lalu dengan menggunakan kedua jarinya dia menghentikan serangan Rio dengan mudahnya, akan tetapi Rio sama tiba-tiba saja tersenyum melihat hal tersebut “Rooaarr…” dan aura naga dari golok naga waktu mulai keluar, aura naga dari golok naga waktu langsung menghapus aura iblis milik Beelzebub.
Melihat hal itu Rio langsung menarik kembali golok miliknya “Srringg…” dan mengarhkannya lagi kearah leher Beelzebub, dan dikarenakan aura naga tersebut Beelzebub menjadi kesulitan untuk mengerakan tubuhnya “Srrasstt…” lalu untuk pertama kalinya tubuh Beelzebub terluka oleh serangan manusia. Leher miliknya tergores dan hal itu membuat Beelzebub menjadi murka, walaupun dirinya sempat bergerak sedikit dan mampu menghindari luka fatal akan tetapi harga dirinya sebagai salah satu dari 7 raja iblis terkuat telah terluka, dan itu semua karena dia telah dilukai oleh sesosok manusia.
“BUUUSSHH….” Mengetahui kalau dirinya telah dilukai oleh manusia biasa Beelzebub menjadi marah besar, dia lalu mengeluarkan aura yang luar biasa kuatnya, aura yang dia keluarkan dua kali lebih besar dari yang sebelumnya. Melihat hal tersebut Orang bati langsung mempersiapkan dirinya, “Buuush…” lalu dengan dikumpulkannya aura iblis ditangan kanannya, Beelzebub berusaha untuk menyerang Rio dan membunuhnya dengan sekali serangan “TRRASSKKK…” akan tetapi serangan dari tinjunya dapat ditahan oleh perisai mantra kebal milik Orang bati.
“Kiiik-kiiik…” kata Orang bati.
“Bagus Orang bati, sekarang kembalikan semuanya” kata Rio.
“BUUUSSKKK….” Dengan mantra kebal milik Orang bati, serangan yang dilancarkan oleh Beelzebub lalu langsung dikembalikan kepada dirinya, “Buummmsh…” Beelzebub yang mana terkena kekuatan serangannya sendiri langsung terhempas jauh dari arah Rio. “Buuusskk…” Beelzebub lalu sampai terhempas keluar dari kastilnya dan masuk kedalam sebuah taman bunga yang ada didalam kastilnya itu, sementara itu Orang bati yang menggunakan seluruh tenaganya untuk menghempaskan Beelzebub langsung kembali kealamnya karena kelelahan.
“Kerja yang bagus, berikutnya serahkan dia padaku” kata Rio.
__ADS_1
“Trrasskk…” dari dalam tumpukan batu tersebut, Beelzebub keluar dengan luka disekujur tubuhnya, dia yang mana menggunakan jas hitam tersebut melihat kalau jasnya telah hancur dan rusak. “Srraaahkk…” lalu dengan menggunakan aura miliknya Beelzebub langsung memperbaiki jas yang dia pakai, dia juga bahkan dapat menyembuhkan luka yang dia alami tadi dengan mudahnya, akan tetapi luka dileher Beelzebub yang mana disebabkan oleh golok naga waktu milik Rio sama sekali tidak dapat dia sembuhkan dengan sihirnya dan luka itu terus saja berdarah.
“Hanya luka ini yang tidak dapat aku sembuhkan, yang digunakan manusia bernama Rio itu pastilah sebuah artefak” pikir Beelzebub.
“Srraakk…” dia mengambil sebuah kain hitam dan kantungnya “Srrittt…” dan mengikatkan kain tersebut kelehernya untuk memperlambat darah keluar dari lehernya. “Wuuusshh… Trrakkss…” Rio lalu langsung melompat keluar dari kastil tersebut untuk mengejar Beelzebub, Rio yang melihat luka ditubuh Beelzebub telah menghilang langsung merasa kesal, itu semua karena setiap usaha yang dia lancarkan untuk melukai tubuh Beelzebub sia-sia.
“Hmm… nampaknya serangan dari artefakku bertambak cukup besar pada dirinya” lalu saat Rio melihat leher Beelzebub, dia menyadari kalau luka yang disebabkan oleh golok naga waktu sama sekali tidak dapat disembuhkan oleh Beelzebub dan itu menjadi sebuah kunci bagi Rio untuk dapat mengalahkan dirinya.
“Manusia… aku telah meremehkan dirimu, karena itulah kau dapat menyerangku seperti tadi, tapi sekarang sudah berbeda karena aku telah mengganggap kalau kau adalah sebuah ancaman yang harus dihabisi” kata Beelzebub.
“Bzzzztt… Bzzzztt… Bzzzztt…” suara-suara kepakan sayap lalat lalu terdengar disekitar tubuh Beelzebub, mendengarkan hal tersebut Rio langsung teringat pada saat Angga melawan Girras.
“Kau mengetahuinya, nampaknya memang benar kalian telah melawan Girras dan mengalahkannya” kata Beelzebub.
“Kau yakin mau menggunakan mahluk itu, aku sudah pernah melihatnya sekali dan akan sangat mudah untuk mengalahkannya” kata Rio.
“Kau yakin… karena aku sangat tidak yakin dengan perkataanmu itu” kata Beelzebub.
“BZZZZTTT…. BZZZZTTT…. BZZZZTTT….” Lalu dibelakan Beelzebub muncul ratusan lalat neraka raksasa, dengan mulutnya yang berair tersebut mereka menatap Rio dengan tatapan kelaparan.
__ADS_1
“Sialan….” Kata Rio, “Buurrnn…” menggunakan sihir api miliknya dia berusaha untuk menyerang para lalat neraka raksasa tersebut.
“Buurrnn… Wuuussh… Wuuussh… Wuuussh…” dengan tiga buah bola api yang sangat besar, Rio berusaha untuk mengalahkan para lalat neraka tersebut dengan cara membakarnya. “Boomshh… Boomshh… Boomshh…” lalu saat ketiga bola api tersebut meledak, para lalat neraka raksasa itu hanya mengalami luka kecil, “Brrukkkss…” namun beberapa dari mereka terjatuh karena sayap yang terbakar.
Akan tetapi dengan rasa laparnya para lalat neraka rakasasa tersebut langsung menyerang Rio, walaupun tampa sayap mereka bergerak dengan sangat cepat untuk dapat memangsa Rio. “Kriieeekk…” para lalat neraka rakasa itu lalu langsung menyerang menggunakan mulut mereka, “Wuush…” akan tetapi Rio dengan sigap menghindari serangan mereka dan “Srrasstt… Srrasstt…” menggunakan golok naga waktu miliknya Rio memotong kepala para lalat neraka raksasa yang terjatuh tersebut.
“Kau lumayan juga, akan tetapi sampai berapa lama kau dapat melakukan hal itu” kata Beelzebub, dia lalu mulai mengendalikan para lalat neraka raksasa tersebut.
“BBZZZZT…. BBZZZZT…. BBZZZZT….” Para lalat neraka raksasa tersebut lalu langsung menyerang kearah Rio secara beramai-ramai, melihat hal tersebut Rio tidak memiliki pilihan lain selain memulai rencana yang dia punya lebih awa. “Trringgs…” Rio lalu memanggil Banaspati untuk datang membantunya, “Wuuussh… Buurrn…” dengan api milik Banaspati tubuh para lalat neraka raksasa tersebut langsung meleleh dan hangus, serangan api milik Banaspati membunuh lebih dari puluhan lalat neraka raksasa tersebut.
“Kahhahaha…. Aku datang, tampaknya kau sedang bermasalah dengan serangga kali ini Rio” kata Banaspati yang mana terlihat agak berbeda.
Tubuh Banaspati nampak menjadi lebih besar dan sekarang sudah mencapai ketinggian manusia dewasa, energy sihir didalam tubuhnya juga telah meningkat dengan sangat tajam.
“Yah… kali ini kita harus membunuh raja serangga yang satu itu” kata Rio yang mana menunjuk kearan Beelzebub.
“Baiklah kalau begitu, mari kita bakar habis dirinya dan juga seluruh tempat ini” kata Banaspati, “Wuushh…” dengan api yang sangat panas ditubuhnya dia langsung menerjang maju untuk menyerang Beelzebub.
Bersambung……
__ADS_1