Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 45 Game Pertahanan kastil


__ADS_3

Ditempat yang mana terlihat seperti kastil besar tersebut Rio dan yang lainnya seharus berkumpul dan membahas strategi pertahanan mereka, namun yang terjadi malah sebaliknya “Brrukk…. Trraanggss… krrasstt…” para pengguna aplikasi DS Game yang ada disana mulai saling bertarung satu sama lainnya. Mereka bertengkar karena sebagian dari mereka adalah orang yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang aplikasi DS Game, dan sebagian lagi adalah mereka yang ingin mengambil alih posisi pimpinan kastil tersebut.


“Abang sekarang kita harus apa…?? Mereka lagi tawuran tuh” kata Lita dengan imutnya menunjuk dengan jari kecilnya kearah orang-orang yang sedang berkelahi tersebut.


“Lita bisa panggilkan Hantu Pagebluk milikmu, buat mereka mendiamkan semua yang ada disini tapi jangan dibunuh, Ok…” kata Rio yang menyuruh Lita untuk memanggil Hantu Pagebluk.


‘Trriinggss…” dua Hantu Pagebluk lalu muncul ditengah-tengah orang banyak dan membuat mereka ketakutan dengan wujud menyeramkan mereka, “Raaaaahh….” Hantu Pagebluk lalu berteriak dan mengeluarkan miasma hitam dari mulut mereka dan menenangkan semua yang ada disana.


“Heheheh…. Akhirnya mereka tenang juga” kata Lita yang mana melihat kalau Hantu Pagebluk berhasil menenangkan orang-orang yang bertengkar tadi.


“Si-siapa kau, kenapa kau mengeluarkan mahluk panggilanmu apa kau mau bertarung” kata mereka yang mana melihat Rio, Luna dan Lita dengan tatapan seram.


“Aku mau mengatakan beberapa hal tetapi sebelumnya bisa tidak kalian hilangkan tatapan menjijikan kalian itu” kata Rio, dia lalu mengeluarkan sihir mata kematian miliknya dan membuat orang-orang yang ada disana membeku diam kaku.


“Hmm… kau bisa berbuat kasar juga” kata Luna.


“Iya kau tahu situasi kita bisa gawat jika orang-orang ini tidak bekerja sama dengan kita” kata Rio.


“Mohon maaf sebelumnya tetapi bisa aku bertanya siapa kau dan kita ini sedang ada dimana” kata seorang wanita dengan jas kantor yang terlihat sangat sopan pada Rio, dia terlihat seperti perempuan dengan rambut panjang sampai bahu dan dengan wajah seriusnya yang cantik membuat beberapa orang yang ada disana terpana melihatnya.

__ADS_1


“Oooh… kau pengguna barukah, baiklah akan kujelaskan sekarang ini kita berada dialam lain dan itu semua penyebabnya adalah aplikasi yang ada di smartphone kalian semua, dan untuk semua pengguna baru kalian bisa mengecek smartphone kalian dan membaca ketentuan yang ada disana, dan mereka yang sudah memiliki pengalaman dengan aplikasi DS Game aku minta kerja sama kalian dalam ujian pertahanan kali ini” kata Rio, para partisipan yang lain tidak bisa berbuat apa-apa selain setuju dengan kata-kata dari Rio dan mereka yang baru pertama kali menggunakan aplikasi DS Game langsung dengan mudahnya mengikuti kata-kata dari Rio.


“Hmmm… lumayan juga dia bisa menyatukan semua orang yang ada disini, tapi tidak aku sangka kita bisa bertemu kembali ditempat ini” kata Dion yang mana sedang bersembunyi dikerumunan orang menggunakan jubah untuk menutupi penampilannya, dia lalu langsung keluar dari tempat itu untuk melihat-lihat seluruh ruangan yang ada dikastil tersebut.


Sementara yang lain tidak sadar akan kehadiran dirinya Luna melihat dirinya langsung keluar dari ruangan tersebut, melihat hal itu Luna memerintahkan Kuntil anak untuk mengikuti Dion yang keluar tersebut. Sementara itu para pengguna aplikasi DS Game yang baru tersebut telah selesai membaca seluruh hal tentang aplikasi DS Game, beberapa dari mereka tidak percaya dengan apa yang mereka baca dan sebagian besar panik tidak tahu harus berbuat apa-apa tetapi ada juga yang merasa senang karena mendapatkan sebuah kesempatan baru.


“Wanita ini tidak seperti yang lainnya, dia terlihat sangat tenang dan bisa menjaga ekspresi wajahnya walaupun aku tahu dia sedikit panik mengetahui kenyataan tentang DS Game” kata Rio yang mana melihat perempuan yang berbicara tadi sedikit menggigil ketakutan.


“Hmmm… permisi bolekah aku bertanya padamu” kata wanita itu.


“Tentu saja silahkan” kata Rio.


“Kau benar-benar sangat sialyah, sekali menggunakan aplikasi DS Game langsung masuk kedalam ujian, biasanya orang seperti dirimu akan dimangsa oleh para pemburu pemula dan dibunuh untuk mengambil semua Gold point yang kau punya” kata Rio dengan senyuman manis diwajahnya.


“Haaah… yah aku tidak bisa menolak dengan kata-katamu itu, tetapi aku merasa cukup beruntung bisa bertemu denganmu dan dari apa yang aku lihat kau sama sekali tidak tertarik dengan Gold point yang aku punya itu artinya kau memiliki banyak Gold point, dan kau membutuhkan banyak orang untuk mencapai tujuanmu yaitu hadiah utama di ujian kali ini” kata Adelia, dia dapat menebak semua yang ada didalam pikiran Rio seperti membaca sebuah buku.


“Heeeh… menarik kau lebih mirip seorang pesulap dari pada seorang yang bekerja dikantor hukum” kata Rio.


“Tampaknya aku benar, dan untuk pujiamu itu aku ucapkan terimakasih” kata Adelia.

__ADS_1


“Wanita yang menarik, hei setelah ini mau tambah nomer chat denganku” kata Luna yang tertarik dengan sikap tenang Adelia.


“Terimakasih tetapi sebelum itu bisa kau jelaskan rencanamu untuk lolos ujian ini” kata Adelia.


“Mudah pertama kalian para pengguna baru cepat gunakan perkamen kontrak milik kalian dan buat kontrak dengan mahluk alam lain, setelah itu kita akan bagikan semua tugasnya” Kata Rio.


“Kalau kalian semua bagaimana, mau ikut sama-sama selamat atau mau mati disini” kata Luna, dia mengeluarkan belati miliknya dan berusaha mengancam beberapa orang partisipan yang sudah berpengalaman menggunakan aplikasi DS Game.


“Ok aku akan ikut, aku juga dari pada aku mati disini, cih tidak ada cara lainkah” kata orang-orang partisipan yang sudah berpengalaman, mereka semua takut pada Luna yang mana disampingnya ditemani hantu Pagebluk dan dia yang memegang senjata sihir yang cukup langkah.


“Gadis ini semakin mengerikan semakin lama aku melihat dia, kurasa aku harus berjaga-jaga agar tidak membuat dia marah” pikir Rio yang melihat Luna dan Lita yang berwajah cantik dan imut namun disisi lain juga sangat menyeramkan.


“Hmmm…. Apa kau memikirkan sesuatu yang tidak sopan” kata Luna yang melihat Rio dengan tatapan tajam.


“T-ti-tidak cuman persaanmu saja itu” kata Rio dengan gugupnya.


Lalu pada saat mereka sedang fokus dengan mahluk-mahluk panggilan mereka “Boomshh…” tiba-tiba saja sebuah batu besar menghantam kastil tempat para partisipan ujian berada, dengan cepat Rio langsung bergerak kearah luar kastil dan disana dia melihat ada sosok Buta Ijo yang mana memakai beberap armor ditubuhnya dan memimpin para Buta lainnya untuk menyerang kastil tempat mereka berada.


“Tampaknya sudah dimulai” kata Rio, “Trriinggss…” dia lalu memanggil Banaspati disebelahnya dan bersiap untuk bertarung.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2