Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 372 Pertarungan di Alam es abadi bagian 4


__ADS_3

Heracless yang mana berhasil mendaratkan serangan pukulannya kearah monster banteng berbadan manusia dengan tiga mata dan delapan tanduk tersebut, “Duuskk…” terjatuh karena serangannya, dia merasakan kekuatan energy sihir dan juga kehidupan miliknya terasa seperti menghilang dengan sangat cepat dari dalam tubuhnya, dan asal dari kehilangan energy miliknya tersebut berasal dari luka yang ada di dadanya tersebut.


“Gegegeg… bagaimana rasanya, apa kau merasakan lemas” kata monster banteng berbadan manusia dengan tiga mata dan delapan tanduk tersebut ( saat ini dalam wujud yang lebih manusiawi ).


Disaat Heracless melihat kearahnya dia dikejutkan karena kepala dari monster banteng tersebut, “Krraak…” dia melihat kalau kepala dari monster banteng itu telah berputar kearah belakang badannya. Disaat itu monster banteng itu masih tetap bisa tertawa dihadapan Heracless seakan-akan tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya.


“Kau bagaimana bisa, seharusnya racun tidak akan mempengaruhi diriku” kata Heracless.


“Gahahahahkk… Grrr… mahluk bodoh, apa kau tahu kalau senjata tombak ini terbuat dari bagian tubuhku, dan juga apa kau tidak tahu kalau aku telah menanamkan sebagian kecil tubuhku disaat menyerang dirimu” kata monster banteng tersebut.


Disaat itu juga “Srrahhkk…” Heracless menggunakan indra keenam miliknya untuk merasakan luka di dadanya tersebut, dan ternyata benar saja ada beberapa mahluk yang terlihat seperti cacing yang mana menyerap energy milik Heracless, mahluk itu terhubung dengan monster banteng tersebut.


“Mahluk pengecut sialan, kau seharusnya malu karena bertarung menggunakan trik licik seperti ini” kata Heracless.


“Gehehehe… Gahahahah… dasar bodoh, apa kau pikir aku akan bertarung dengan adil dengan mangsaku, akan aku beritahu kau kalau aku akan melakukan apa saja untuk membunuh dan melahap mangsaku” kata monster banteng tersebut.


“Crrast…” dia lalu menusuk dadanya sendiri dan “Crrast…” disaat itu dia menunjukkan pada Heracless, sebuah mahluk kecil yang mana terlihat ada didalam dadanya, mahluk itu terlihat sedang jongkok didalam tempat yang mana adalah kurungan tulang-tulang didalam tubuh monster banteng tersebut.


“Geheheh… hei apa kabar, ini pertama kalinya kau melihat wujud asliku bukan” kata mahluk aneh kecil yang mana terlihat seperti kakek tua yang sedang jongkok didalam tubuh monster banteng tersebut.

__ADS_1


“Jadi begitu rupanya, sedari tadi yang aku lawan bukanlah apa-apa melainkan sebuah cangkang biasa” kata Heracless.


“Pfff… benar sekali, Geehehehe… kau telah tertipu, dengan cangkangku yang seperti ini banyak yang mengira kalau aku kalah dan menurunkan penjagaan mereka, dan disaat itulah aku berbalik menyerang dan memangsa mereka semua” kata monster aneh yang mana sedang jongkok didalam tubuh tersebut, dia menceritakan pengalaman dirinya didalam alam bawah yang mana adalah alam monster yang saling melahap satu sama lainnya.


Melihat kegilaan dari monster yang ada didepannya tersebut, “Busshkk…” Heracless kemudian langsung meleset kearah monster itu menggunakan kekuatan terakhir miliknya, melihat Heracless yang mana sedang melesat kearah dirinya tubuh asli dari monster banteng tersebut langsung ketakutan. Dan disaat itulah “Wusshk…” dia langsung berlari kebelakang untuk menghindari Heracless, akan tetapi dengan tinju dari tangan kanannya “Traaks…” Heracless menyerang kearah tempat monster itu berada, dan kurungan tulang yang mana adalah tempat aman bagi monster tersebut langsung retak dengan sekali serangan.


“Kau mahluk setengah-setengah sialan, kau kira dapat mengalahkanku jangan mimpi” kata monster banteng tersebut ( Wujud aslinya ).


Disaat itu juga Heracless langsung mengambil gada miliknya dengan tangan kirinya, dan disaat itu juga “Fusshkk…” Heracless langsung menyerang monster banteng tersebut menggunakan gada miliknya, namun “Tranggs…” menggunakan tombak miliknya monster banteng tersebut mengendalikan cangkangnya untuk menahan serangan dari Heracless.


“Rasakan ini…” kata monster banteng tersebut, “Bushk…” disaat itu tubuh utama monster banteng tersebut langsung mengeluarkan sebuah jarum tulang dari mulutnya.


“Grrrrr…. Dia gila, mahluk ini tidak bisa aku percaya dapat melempaskan jarum tulangku, seharusnya itu sudah langsung berakar didalam sarafnya dan membuat dia lumpuh, akan tetapi apa-apaan kekuantannya itu dia seakan-akan tidak dapat dikalahkan” pikir monster banteng tersebut.


Melihat wujud agung dari Heracless yang mana ada didepannya terserbut, monster banteng ( tubuh asli ) itu langsung terdiam, itu karena dia tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi dan pada saat itu juga “Bruusskk…” Heracless langsung menghancurkan tubuh dari monster banteng berbadan manusia dengan tiga mata dan delapan tanduk tersebut menggunakan gada miliknya.


“Dengan begini, semuanya sudah selesai” kata Heracless “Dusshkk…” karena kelelahan dan juga energy sihirnya telah diserap habis Heracless kemudian terjatuh tergeletak disana.


Sementara itu Rio yang mana “Srranggs…” muncul secara tiba-tiba didepan Heracless menghormati pertarungan yang ditunjukkan oleh Heracless tersebut, “Trrunggs…” dia lalu mengeluarkan obat ajaib miliknya dan “Srrraahskk…” dengan cepat menuangkan isinya diatas tubuh Heracless tersebut.

__ADS_1


“Itu tadi adalah pertarungan yang sangat luar biasa, kau mendapatkan rasa hormatku wahai sang pahlawan Heracless” kata Rio.


Rio yang mana tahu kala Heracless telah aaman dan tidak membutuhkan bantuan lainnya lagi langsung pergi meninggalkan dirinya, sementara itu “Trrask… Trsaatssk…” menggunakan petir miliknya Thor mulai menghancurkan setiap daratan yang mana adalah medan pertarungannya dengan monster kodok raksasa dengan tubuh wanita diatas kepalanya.


“Heii… bisakah kau berhenti melompat kesana kemari, aku sudah mulai bosan dengan permainan kejar tangkap ini” kata Thor yang mana melihat kearah monster katak raksasa tersebut dengan tatapan yang marah.


“Krroook… Krroook… Hmm… si licik itu akhrinya telah mati, kalau begitu aku bisa melahap inti yang dia tinggalkan, Kekekek… Krookk…” pikir monster katak raksasa dengan tubuh wanita diatas kepalanya tersebut.


“Trrasskk…..” dan disaat dirinya sedang memikirkan cara untuk mengambil inti dari monster banteng tersebut, Thor langsung menyambar dirinya menggunakan sebuah petir dari palu miliknya.


“Gaaahhkk…. Krrookk... Crrastt…” dan disaat itu juga monster katak raksasa tersebut langsung menyerang balik, dia menggunakan cairan hitam yang mana keluar dari mulutnya untuk menyerang Thor.


Namun disaat itu juga “Trrahsskk…” Thor menggunakan petir yang ada disektar tubuhnya, dia lalu mengeluarkan petir bertegangan tinggi dan membuat setiap cairan hitam yang mana mengarah kearah dirinya langsung musnah dalam sekejap mata.


“Kalau cuman itu yang bisa kau lakukan maka ini mengecewakan, aku kira kalian para monster alam bawah adalah mahluk kuat, akan tetapi kalian itu ternyata sangat lemah” kata Thor, dia kelihatan bosan karena melihat betapa lemahnya monster alam bawah yang mana dia lawan saat itu.


“Krrook… dasar dewa kurang ajar, Krok… Krok… Krok… Krok…” menggunakan suaranya dia memanggil para monster alam bawah yang lainnya, dan dengan cepat puluhan monster alam bawah tersebut langsung mengelilingi Thor dan menyerang dirinya dengan mulut berair yang penuh nafsu untuk memakannya.


“Hmm… ini lumayan juga, sekarang mari kita bermain sebentar” kata Thor, “Trrassk…” dia menyiapkan energy petir dipalunya dan bersiap untuk menyerang para monster alam bawah tersebut.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2