
Nisan raja iblis Mormo adalah sebuah artefak yang ia ciptakan untuk membuatnya bisa tertidur dengan nyenyak, batu nisa ini memiliki kemampuan untuk membangkitkan para mayat yang telah beristiarahat dengan tenang, namu sebagai ganti kerja mereka energy sihir dalam jumlah yang sangat besar diperlukan. Raja iblis Mormo sendiri menggunakan banyak jiwa para korbannya untuk mengendalikan para pasukan mayat hidupnya, dan dia bahkan menyimpan energy sihir selama beberapa minggu agar bisa digunakan untuk mengaptifkan artefak batu nisan tersebut.
Dan sekarang ini artefak itu telah berada ditangan Rio yang mana sedang kelelahan setelah menghadapi raja iblis Mormo, dia terlihat seperti baik-baik saja akan tetapi energy sihirnya terkuras cukup banyak karena memanggil Garuda, Banaspati dan juga Orang bati secara bersamaan.
“Haaah… aku lelah, tetapi aku tidak boleh lengah untuk saat ini” pikir Rio, dia berjaga-jaga akan seseorang yang tiba-tiba datang dan merebut kemenangannya.
“Kalau kau sudah seperti itu sebaiknya aku pergi terlebih dahulu, sampai jumpa lagi Rio, lain kali mari kita bermain lagi” kata Banaspati yang mana langsung pergi kealamnya.
“Tuanku… hamba juga mohon pamit untuk pergi” kata Garuda, dia langsung menghilang setelah berlutut didepan Rio.
“Sekarang tinggal kau sendiri saja, untuk itu tolong tetapi diam disini untuk sementara waktu” kata Rio.
“Kiik… Kikk…” kata Orang Bati yang siap untuk menemani Rio.
“Wuuushhkk… Fuussh…” lalu sebuah angin kencang langsung menghampiri dirinya, dan angin tersebut membawa para rekan-rekannya, melihat hal itu Rio hanya tersenyum melihat mereka berhasil selamat tampa ada satupun yang tewas. Dion yang melihat Rio sedang kelelahan langsung bergerak mendekati dirinya, dia lalu mengeluarkan sebuah botol obat yang terbuat dari energy sihir yang telah dipadatkan lalu dicairkan.
“Oooh… aku tidak menyangka kau akan membawa sesuatu seperti ini” kata Rio yang mengambil obat tersebut.
“Yaah… aku memerlukannya karena menggunakan kekuatan Naga besuki itu memakan banyak energy sihirku” kata Dion.
Rio lalu membuka botol tersebut dan meminumnya, dia lalu merasakan sedikit lebih baik setelah meminum obat yang ada didalam botol tersebut, dirinya seakan-akan merasakan kalau tubuhnya sudah terisi kembali dengan sedikit energy. Setelah merasa lebih baik Rio lalu langsung bergerak kearah kastil raja iblis Mormo, melihat hal itu mereka langsung mengikuti dirinya.
“Oii.. Rio kita sekarang mau pergi kemana…??” tanya Angga.
__ADS_1
“Mengambil hadiah kita” kata Rio.
Disaat dia telah sampai disebuah rumah kecil yang berada didekat kastil raja iblis Mormo, Rio langsung mengeluarkan artefak batu nisan tersebut “Truummngs…” artefak itu lalu bercahaya dan kemudian rumah itu langsung membukakan sebuah jalan rahasia. Setelah berjalan kearah jalan rahasia tersebut disana mereka melihat segudang harta telah bertaburan dalam satu ruangan yang sangat luas itu, disana ada banyak uang emas dan juga senjata sihir lalu ada juga beberapa gulungan mantra terlarang tingkat tinggi yang tersimpan disana.
“Sudah kuduga ini memang adalah kunci ruang harta milik Mormo” kata Rio.
Sebelumnya dia membakar kastil raja iblis Mormo karena tidak menemukan sebuah ruangan yang menyimpan hartanya, disana hanya ada satu ruangan yang menyimpan harta emas dan beberapa senjata sihir tingkat bawah. Melihat hal itu Rio langsung tahu kalau raja iblis Mormo menyimpan harta miliknya ditempat lain dan bukan didalam kastilnya.
“Hahahah… lihat itu, semuanya ayo kita kuras habis ruangan ini” kata Angga yang memimpin para anggota serikat Rio untuk mengambil semua harta yang ada didalam ruangan tersebut.
Sementara para anggota serikat Rio sedang mengambil seluruh harta yang ada disana, Rio sendiri terlihat sedang melihat sebuah belati yang bernodakan darah, dibelati itu Rio merasakan hawa yang hampir sama dengan batu nisa yang ada ditangannya. “Trriggs…” lalu saat Rio memegang belati tersebut dia dapat merasakan hawa kematian dari jutaan orang, belati tersebut telah memakan nyawa sangat banyak “Gaahhkk…” disaat Rio memegang belati tersebut dia merasakan ada ratusan orang sedang berteriak kesakitan kearah dirinya.
“Tampaknya aku beruntung, aku mendapatkan dua buah artefak disaat yang bersamaan, akan tetapi sangat tidak menyenangkan menggunakan yang satu ini” kata Rio.
Dia melihat kearah kedua artefak tersebut dan melihat kalau keduanya memiliki kemampuan yang hampir sama akan tetapi berbeda dalam jumlah kekuatan, lalu saat dia menyimpan kedua artefak tersebut dia melihat kalau seluruh ruangan harta tersebut telah kosong. Semua harta yang ada didalam ruangan tersebut telah diambil oleh para anggota serikat Rio, mereka mengambil semuanya dan membuat ruangan yang tadinya penuh harta tersebut menjadi ruangan kosong.
“Hahaha… Ketua kau sudah mengambil apa yang kau incar” kata Angga.
“Aku sudah mengambilnya, dan kalau kalian sudah selesai disini kita bisa langsung keluar sekarang juga” kata Rio.
Setelah itu mereka lalu langsung keluar dari rumah kecil tersebut, dan setelah seluruh anggota serikat Rio telah keluar, “Buurrnn…” dia lalu menggunakan sihir api miliknya untuk menghancurkan rumah tersebut “Boomssh…” dengan satu bola api rumah itu hancur berantakan. Melihat hal tersebut para anggota serikat Rio hanya tersenyum karena mereka mendapatkan banyak harta kali ini, “Trranggs…” dengan satu gerakan tangannya Rio langsung membuka gerbang kembali kedimensi miliknya.
Lalu setelah mereka kembali kedalam dimensi kekuasaan Rio, para anggota serikat miliknya langsung bergerak kembali kearah ruangan perawatan, disana telah menunggu Nymph yang mana sedang bersiap untuk merawat mereka yang terluka.
__ADS_1
“Bagaimana keadaannya…?? Apakah kita memiliki korban jiwa…??” tanya Rio.
“Tidak ada sama sekali, akan tetapi kita memiliki 5 orang yang sekarat karena terkena serangan para pasukan mayat hidup” kata Dion.
“Itu bukan masalah, selama mereka masih tetap hidup maka Nymph dapat menyembuhkan mereka dengan cepat, dan juga pastikan kalian menggunakan semua ramuan tingkat atas untuk menyembuhkan mereka” kata Rio.
“Tenang saja, akan kupastikan kalau mereka tidak akan mati” kata Dion.
Beberapa hari kemudian “Trrask…” para iblis yang mana mengincar Rio berusaha untuk menerobos masuk kedalam dimensi miliknya, akan tetapi dengan kekuatan alat sihir dan juga formasi penghalang, para iblis itu sama sekali tidak bisa masuk kedalam dan bahkan mereka akan terluka parah jika mencoba masuk secara paksa.
“Oooh… lihat itu, sudah ini sudah ke 12 kalinya minggu ini” kata Angga.
Dia melihat potongan iblis yang terbakar karena mencoba untuk masuk kedalam dimensi markas serikat mereka, dan dengan kekuatan anginnya Angga menghembuskan mayat tersebut dan menyebarkannya kedalam hutan.
“Jadilah berguna sebagai pupuk untuk pepohonan didalam hutan kami” kata Angga.
“Abang….” Disaat Angga sedang membersihkan tempat tersebut, Lita tiba-tiba datang menyapa dirinya.
Dia bersama dengan tiga siluman singan dan juga anak naga hitam kecil yang terbang diatasnya, disaat Rio membawa anak naga itu secara tiba-tiba anak naga itu langsung jinak kepada Lita, itu karena dia dapat merasakan hawa yang membuatnya nyaman dann saat ini hanya ada tiga orang yang bisa menyentuh anak naga tersebut. Jika ada orang lain yang berusaha menyentuhnya, maka anak naga hitam itu tidak akan segan-segan dan menyerang menggunakan bola api dari mulutnya.
“Hmm… Lita ada apa kau kemari” kata Angga.
“Aku nyari abang Rio, sedari tadi aku gak ketemu dia” kata Lita.
__ADS_1
“Oooh.. Rio kalau tidak salah dia bilang akan pergi menjumpai seseorang, tetapi dia tidak bilang akan menjumpai siapa” kata Angga.
Bersambung…..