
“Boommsshh… Buurrsshh….” Dengan liarnya Barong yang mana sudah datang mulai mengamuk, dan dirinya menghancurkan banyak perangkap-perangkap yang telah dipasang oleh Rio, “Trraasstt….” Baik itu jebakan api, tanah, air, dang petir serangan-serangan dari setiap element tersebut mulai menghancurkan area sekitar tetapi Barong sama sekali tidak terluka oleh serangan-serangan tersebut.
“Mahluk gila aku sama sekali tidak bisa melihat sedikitpun kelemahan dari mahluk itu” pikir Rio yang mana melihat kearah Barong tersebut.
“Hahahha… percuma saja, Barong adalah roh penjaga hutan yang paling kuat, tentusaja serangan-serangan kecil seperti itu sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap dirinya” kata Batara Kala yang mana berbicara kepada Rio.
“Jadi begitu yah, Hmm… mungkin aku harus coba cara lain” kata Rio.
“Boommsshh… Rooaarr…” Barong yang mana mengamuk mulai merasa bosan dan beridiri diam karena kebosanan.
“Hei ada apa… jangan bilang kalau kau bosan, ingat aku sudah memberikanmu makanan tadi kau harus bekerja sekarang” kata Hunter tersebut.
“Grrrr….” Barong yang mana mulai kesal mulai berjalan kembali tetapi pada saat dia melompat, “Trraakk… Taassskk...” sebuah cambuk hitam yang mana datang dari banyangan Barong langsung mengikat keempat kaki dari Barong tersebut, lalu pada saat yang bersamaan kelima jebakan tampa element langsung diaktifkan. “Boomsshh… Crruunggss… Srraassshh…” ledakan-ledakan, tembakan anak panah, dan lemparan sebuah pedang langsung mengarah kearah sang Barong dan pemburu tersebut.
“Apakah aku berhasil…??” kata Rio yang mana keluar dari bayangan miliknya.
“Wuuusshh…” tetapi Barong yang mana tubuhnya tebal akan bulu-bulu mulai mepaskan asap dari ledakan-ledakan jebakan milik Rio, tetapi setelah terkena ledakan dan anak panah begitu banyak Barong hanya mendapatkan luka sedikit sementara Hunter dilindungi oleh Barong menggunakan bulu-bulunya yang lebat. Melihat dirinya terluka Barong menjadi marah besar dan “Buusshh…” dengan cepat menyerang kearah Rio, “Crraaakk…” namun Rio dengan cepat menghindari serangan dari cakaran Barong tersebut “Crraakk… Crraakk… Crraakk…” serangan-serangan kuat terus dilancarkan oleh Barong namun Rio yang mana menggunakan kekuatan penghenti waktu miliknya dapat dengan mudah menghindari setiap serangan dari Barong.
“Cih… dia dapat menghindari setiap serangan dari Barong, dan dia menghindarinya seakan-akan dia tahu arah dari serangan Barong milikku” pikir Hunter tersebut.
__ADS_1
“Aku harus berhati-hati untuk menghindari serangan mahluk ini, aku tidak bisa membiarkan dia tahu kekuatan pemberian dari Batara Kala tetapi aku juga tidak boleh terkena serangan itu sedikitpun, kalau terkena sekali serangan Barong ini aku yakin aku pasti akan mati ditempat” pikir Rio, dia melihat serangan cakaran dari Barong tersebut sangatlah kuat dan bahkan dia dapat dengan mudah menghancurkan sebuah pohon besar dengan mudahnya.
“Grrrr…. Rooaarrrhhh….” Lalu Barong secara tiba-tiba mengaung dan auman miliknya membuat tubuh Rio kaku tidak bisa bergerak, dengan cepat Hunter yang mana melihat hal tersebut langsung membidik Rio dengan Crosbow miliknya “Crruunggss…” tiga buah panah langsung ditembakkan kearah kepala Rio yang mana anak panah tersebut telah dilapisi oleh racun. “Trraannggsss….” Tetapi sebuah sayap emas raksasa tiba-tiba saja muncul dan melindungi Rio dari tembakan anak-anak panah beracun tersebut.
“Apa kau memanggilku tuanku” kata Garuda yang muncul untuk melindungi Rio.
“Garuda lawan mahluk yang ada didepanmu dan habisi mereka” kata Rio yang mana berusaha untuk bisa bergerak lagi.
“Mahluk panggilan yang barukah, menarik kita lihat apa yang bisa dia lakukan” kata Hunter tersebut, “Taak-taak…” menggunakan kaki miliknya dia memerintahkan Barong untuk bergerak melompat mundur kebelakang “Buusshh…” dan diketinggian lompatan yang sangat tinggi tersebut Hunter dengan cepat menembakkan beberapa anak panah kearah Garuda dan Rio. “Crruunggss… Crruunggss… Crruunggss…” tembakan anak-anak panah tersebut dengan cepat melesat kearah Rio dan Garuda “Wuusshh…” namun menggunakan sayap miliknya Garuda menghempaskan seluruh anak panah yang melesat kearah dirinya tersebut.
“Hmm… benarinya kau menyerangku dari udara tempat kekuasaanku” kata Garuda, “Buusshh…” dengan cepat dia melesat terbang kearah Barong dan Hunter, menggunakan cakaran ditangan kanannya dia melesatkan serangan kearah perut Barong “Crraasskk…” serangan cakaran dari Garuda sangatlah kuat dan membuat perut Barong terluka parah karenanya.
“Hei jangan melupakan kalau aku juga ada disini” kata Rio yang mana keluar dari balik bayang-bayangan.
“Uhuukk-uhuukk… Borong cepat lari habisi orang itu” kata Hunter yang mana melihat Rio masih belum keluar sepenuhnya dari balik bayangan.
“Grrrr….” Dengan cepat Barong langsung melesat kearah Rio, “Buussh…” dan dia melompat kearahnya dengan niat membunuh yang luar biasa besarnya “Trraasshh…” namun Garuda dengan cepat melompat terbang kearah Barong dan menyerang dirinya jatuh ketanah. “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” serangan cakaran dari Garuda dia lancarkan berturut-turut dari tangan kanan dan kirinya miliknya, serangan-serangan tersebut membuat Barong lemas karena luka yang diabuat oleh Garuda.
“Selama aku berada disini tidak akan kubiarkan satupun bisa menyentuh tuanku” kata Garuda dia lalu memegang kepala Barong dengan kuatnya dan “Crraakk… Crraasstt…” dia mencabut kepala dari Barong menggunakan kedua tangan miliknya.
__ADS_1
“Sialan aku tidak bisa terus disini, aku harus segera pergi” pikir Hunter tersebut, dengan cepat walaupun terluka parah dia tetap berlari dengan cepat menuju hutan yang jauh lebih lebat, walaupun dirinya terluka parah dia tetap bisa berlari dengan sangat cepat menuju kearah hutan dan dengan cepat dia memasang jebakan untuk bisa menghambat Rio dan Garuda.
“Hmmm…. Coba lihat itu, dia bilang kalau dirinya adalah Hunter yang artinya seorang pemburu, tetapi sekarang ini dia jauh lebih terlihat seperti seekor buruan dimataku” kata Rio yang mana dibawa terbang dipunggung Garuda.
“Benar-benar menyedihkan, apa dia melupakan kalau aku ini memiliki sepasang sayap yang besar” kata Garuda yang melihat kebodohan Hunter tersebut.
“Yah mau bagaimana lagi, katanya orang akan terlihat mejadi jauh lebih bodoh disaat ketakutan” kata Rio, lalu dengan satu gerakan tangan dari Rio “Wussh...” Garuda dengan cepat melesat kearah Hunter tersebut dan mengarahkan cakarnya kearah tubuh Hunter tersebut.
“CRRAASSSTT….. KRRAAKSSTT…..” dengan kecepatan lesatannya itu Garuda menghancurkan tubuh, tulang dan beberapa orang milik Hunter tersebut membuatnya mati dalam sekejap tampa rasa sakit dan tampa tahu kenapa dia bisa mati, karena saking cepatnya dia sama sekali tidak akan ingat bagaimana dia mati.
“Bagus… sekarang mari kita lihat jiwa yang ada didalam tubuhnya” kata Rio yang mana akan melihat jiwa didalam tubuh Hunter tersebut.
Tetapi disaa Rio mengaptifkan sihir mata kematian miliknya dia melihat sesuatu yang tidak biasa, yaitu sebuah jiwa yang diikat sangat kuat dan dengan cepat ditarik langsung kearah dunia para mahluk gaib. Melihat hal tersebut Rio langsung tahu kalau lawan yang dia hadapi sekarang adalah mahluk yang sangat kejam.
“Hei… Batara Kala apa kau lihat jiwanya tadi itu…??” tanya Rio.
“Iya aku melihatnya dengan sangat jelas, jiwanya ditarik oleh sang raja iblis untuk dijadikan bayaran karena telah mengecewakan raja iblis itu” kata Batara Kala.
Bersambung….
__ADS_1