Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 77 Bekerjasama bagian 2


__ADS_3

Kakek tua yang menghampiri Rio dan Angga lalu duduk dengan santai bersama, kombinasi ketiganya sangatlah aneh sampai-sampai para partisipan yang lainnya melihat hal tersebut dapat merasakan aura permusuhan yang kuat diantara mereka bertiga.


“Hohoho… anak-anak muda menyerah sedikitlah pada kakek tua ini, kalian memangnya tidak punya rasa hormat pada yang sudah tua” kata kakek tua tersebut.


“Hmm… hormat katamu, maaf saja kakek tidak ada hal yang seperti itu dalam pertarungan” kata Angga.


“Hooi… bisa gak kalian berdua biasa aja, kalau mau makan ya makan aja, kelinci ini cukup besar untuk dibagi tiga kok” kata Rio, keduanya sedari tadi sedang bermusuhan karena berebut daging kelinci panggang buatan Rio.


Setelah beberapa menit mereka bertiga lalu menghabiskan keseluruhan daging kelinci panggang tersebut tampa sisa sedikitpun, dan hanya meninggalkan tulang-tulang dari siluman kelinci tersebut. Lalu secara tiba-tiba efek dari racun pelumpuh yang ada didalam daging kelinci itu mulai muncul dan membuat tubuh Angga kesemutan.


“Hmm… ini kenapa, rasanya agak gatal” kata Angga, tubuhnya telah mendapatkan perlindungan dari Dewa Rudra dan membuat dirinya kebal terhadap kutukan dan racun.


“Hohohoh… kelihatannya ini racun, tetapi racun sejenis ini sangatlah lemah untuk kita para pengguna aplikasi DS Game jadi jangan terlalu khawatir” kata kakek tua tersebut.


“Ooooh… itu aku lupa bilang ke kalian kalau daging kelinci ini sedikit beracun, tetapi tenang saja karena aku punya daya tahan racun maka aku aman memakannya” kata Rio.


“Iya kau memang aman tetapi pikirkan orang lain yang memakan masakanmu juga” kata Angga.


“Apa urusanku kan kalian sendiri yang main makan aja, lagi pula kalau keracunan yah tinggal berbaring sebentar siap itu udah sembuh” kata Rio.


“Hohohohoho…. Kalian berdua ini memang anak muda yang menarik, kalau begitu perkenalkan namaku adalah Joko, kalian bisa memanggilku kakek Joko” kata kakek tersebut yang memperkenalkan namanya pada Rio dan Angga.


“Jadi kakek kenapa kau secara tiba-tiba ingin bekerja sama dengan kami…??” tanya Rio yang penasaran.


“Hmm… itu semua karena mulut besar temanmu itu” kata kakek Joko yang mana menunjuk kearah Angga.


“Haaah… kenapa jadi aku…??” kata Angga.

__ADS_1


“Iyah memang benar, itu semua karena ucapanmu yang mengatakan kalau kau melihat sekelompok siluman berusia ribuan tahun sedang memburu para kontestan ujian yang ada” kata kakek Joko, pendengarannya sangatlah luar biasa karena dapat mendengar percakapan Rio dan Angga yang mana berada dalam pelindung kedap suara.


“Hahahahah…. Dasar orang tua monster, kau bisa mendengarkan perkataanku saat aku berada dalam pelindung kedap suara ini” kata Angga yang terkejut dengan kemampuan dari kakek Joko.


“Jadi kakek kau mau bekerja sama seperti apa, asal kau tahu aku tidak akan mau masuk kedalam ajaranmu” kata Rio.


“Cukup mudah saja, aku akan menjadikan kalian berdua sebagai umpan dan ketika kalian bertemu dengan kelompok siluman itu maka aku akan langsung datang kesana dengan kontestan yang lainnya” kata kakek Joko, dia berencana untuk menjadikan Rio sebagai umpan untuk memancing grup tentara bayaran tersebut.


“Heei… aku sama sekali tidak mengerti kata-katamu tadi, kau bilang mau menjadikan kami umpankan” kata Angga, disekitar tubuhnya lalu bermunculan energy dari angin yang kencang dan menyelimuti tubuhnya.


“Hmmm…. Jangan marah seperti itu, ini cuman sedikit saran saja, lagi pula aku yakin kalau kalian berdua yang jadi umpannya maka tidak mungkin bisa mati semudah itu” kata kakek Joko.


Mendengar perkataan itu Rio langsung mulai menyadari kalau mereka telah dikepung oleh beberapa orang, dia melihat wajah kakek Joko yang sangat licik dan berpikir tentang untung rugi yang akan dia dapatkan ketika dia menjadi umpan baginya.


“Hmm…. Baiklah aku setuju dengan menjadi umpan itu” kata Rio, dia berpikir tidak ada cara lain lagi mengingat kalau lawan mereka adalah kumpulan siluman berusia ribuan tahun.


“Tidak masalah aku juga sebenarnya berencana untuk melawan langsung kumpulan hewan yang mirib manusia itu, jika kalian mau menggunakanku maka aku juga akan menggunakan kalian” kata Rio.


Dia lalu langsung pergi dari sana dan dengan sihir sayap garuda dia langsung terbang pergi ketengah hutan, “Wuusshh….” Angga lalu mengikuti Rio terbang dengan kekuatan angin miliknya. “Buusshkk…” lalu entah dari mana munculah beberapa orang bertopeng yang mana menggunakan jubah puith sama dengan kakek Joko.


“Hahahha… kelihatannya dia tahu kalau kalian sedang bersembunyi disekitar sini” kata kakek Joko.


“Apa yang harus kami lakukan ketua, haruskah kita habisi mereka” kata salah satu orang bertopeng tersebut.


“Tidak-tidak kita tidak akan melakukannya, dari apa yang kudengar akhir-akhir ini ada beberapa orang nekat yang membuat raja iblis Bahamut marah besar, dan ada kemungkinan kalau insiden kali ini ada hubungannya dengan itu” kata kakek Joko.


“Maksudnya anda ingin menggunakan mereka untuk mengacaukan kekuasaan raja iblis Bahamut..??” kata salah satu pria bertopeng itu.

__ADS_1


“Hehehehe…. kenapa tidak, kita bisa memenangkan ujian kali ini juga merekrut banyak umat lalu mendapatkan informasi yang membuat tuan kita senang, satu batu untuk membunuh tiga lalat sangat menyenangkan, Heheheh…..” kata kakek Joko, dia ingin membiarkan Rio menjadi liar lebih lama lagi agar dia bisa membuat kekuasaan dari raja iblis Bahamut melemah.


Sementara itu diatas langit Rio yang mana sedang terbang langsung turun untuk kedalam pepohonan demi menghindari incaran dari siluman-siluman yang ada diatas langit, Angga yang mengikuti Rio langsung mendekatinya.


“Hei jadi aku ingin bertanya apa kau yakin kakek tua licik itu bisa dipercaya…??” tanya Angga.


“Aku tidak mempercayainya, aku hanya menggunakannya itu saja” kata Rio dengan nada dingin.


“Hmmm…. Ok-ok kalau begitu, ooh… iya aku lupa memberitahumu satuhal yang penting lagi” kata Angga.


“Hmmm…. Hal penting apa…??” tanya Rio.


“Sebenarnya ditempat ini banyak harta karun, cuman tidak ada yang tahu harta karun menyelesaikan misinya seperti apa” kata Angga.


“Jadi begitu yah tampaknya ujian kali ini benar-benar dibuat untuk membunuh semua partisipan yang ada” kata Rio.


“Hahahhaha…. Kalau kau mati maka mati saja sendiri, aku tidak akan mati karena aku lebih kuat dari semua yang ada disini” kata Angga.


“Kau tahu orang yang banyak omong itu adalah yang pertama kali mati” kata Rio.


Lalu secara tiba-tiba “Rooaarrr….” Sesosok siluman serigala melompat kearah mereka untuk menerkam leher mereka, “Wuusshh…. Wuusshh…. Wuusshh….” Namun dengan lincah Rio dan Angga dapat menghindari terkapan dari siluman serigala tersebut.


“Tampaknya kita ditemukan lebih cepat dari pada yang diduga” kata Angga.


“Itu bagus tandanya aku tidak harus membuang-buang waktu lagi untuk mencari mereka” kata Rio, “Srraanggss…” dia mencabut pisaunya dan berisiap untuk bertarung.


Bersambung…..

__ADS_1


Berikan dukungan anda dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah


__ADS_2