
Silla adalah sesosok iblis wanita yang terobsesi dengan kekuatan, namun dirinya sama sekali tidak memiliki fisik seorang iblis dan lebih lemah dari manusia normal, dia sering dibuli dikeluarganya bahkan kedua orang tuanya hampir tidak pernah memperdulikan dirinya. Karena itulah dia memperlajari racun dan disaat dia mengetahui kekuatan sebenarnya dari racun, dia membunuh seluruh keluarganya beserta kedua orang tuanya untuk mengetes racun buatannya tersebut.
Setelah itu dia bergabung kedalam ksatria iblis yang berada dibawah raja iblis Beelzebub, dengan kelicikan dan juga racun yang dia punya Silla naik dengan sangat cepat, dalam waktu puluhan tahun dirinya langsung naik ketingkat jendral. Hal itu lalu membuat para ksatria iblis yang mana bekerja untuk raja iblis Beelzebub selama ratusan tahun lebih merasa iri, dan karena itu mereka menyiapkan sebuah jebakan untuk menjebak Silla.
Ditengah malam yang gelap para ksatria iblis yang iri padanya tersebut langsung mengepung dirinya, mereka membawa perlengkapan dan peralatan sihir tingkat atas untuk menahannya, mengetahui hal itu Silla langsung memadatkan energy sihirnya dan memadatkan racun yang ada ditubuhnya. “Srringgs…” sebuah pedang yang mana tercipta dari darah dan racunnya kemudian muncul, hanya dengan mencium udara didekat pedang itu saja para ksatria iblis itu langsung lumpuh dan “Srrasst…” dengan hanya sebuah luka gores kecil ditubuh mereka para ksatria iblis itu lang meleleh bagaikan es krim dan mati dengan penderitaan.
Dan sekarang ini Angga sedang menghadapi Silla yang mana telah mengeluarkan pedang miliknya, hanya dengan aura dari pedang itu seluruh tubuh Angga menjadi kaku. Dia seakan-akan tidak memiliki kekuatan untuk menggerakkan tubuhnya, dan ketika Silla mendekati Angga dan mengarahkan ujung pedangnya kearah Angga.
“Apa kau punya kata-kata terakhir…??” tanya Silla.
“Haaah.. hahahahah…. Aku yang harusnya bertanya seperti itu, SEKARANG” kata Angga.
“Srrrhhtt…” dengan cepat Pastur kepala puntung langsung muncul dibelakang Silla, dan menjaga jarak untuk tidak terkena aura dari pedang Silla, “Wuussh…” lalu Pastur kepala puntung melemparkan parang miliknya kearah Silla. Mengetahui hal itu Silla langsung berbalik, “Trranggs…” dengan pedangnya dia menangkis lemparan parang dari Pastur kepala puntung, “Shhhtt…” parang milik Pastur kepala puntung langsung meleleh karena menyentuh pedang milik Silla.
“Dasar bodoh, apa kau kira bisa menyerangku dengan cara terang-terangan seperti itu” kata Silla.
“Tidak tetapi itu berhasil mengalihkan perhatianmu” kata Angga, “Crrastt…” dengan pedang pendeknya dia menusuk Silla dan tusukannya menembus jantungnya.
“Ugghkk… kau-kau bagaimana bisa, seharusnya kau tidak bisa bergerak tadi” kata Silla yang mana telah hampir mati karena jantungnya telah tertembus oleh pedang pendek milik Angga.
__ADS_1
“Luar biasa kau dapat bertahan hidup setelah ditusuk seperti ini hebat sekali, kalau kau ingin tahu maka akan kuberitahu padamu kalau ketua kami memiliki sihir racun dan dia sudah meningkatkan sihirnya ketingkat tinggi, dan dengan bantuan dari serikat pencari kebenaran kami dengan mudah telah membuat penawar untuk racunmu” kata Angga.
“Hahaha… jadi begitu, sebelumnya tadi kau telah memakai penawar racunnya hanya saja kau berpura-pura untuk membuatku lengah, ini adalah kekalahanku” kata Silla yang mana menarik nafas terakhirnya dan mati dihadapan Angga.
“Pertarungan yang hebat, kau adalah salah satu iblis terkuat yang pernah aku lawan” kata Angga yang mana menggunakan sapu tangan untuk menutupi wajah Silla.
Angga lalu pergi dari tempat tersebut dan mencari para ksatria iblis lain untuk dia bunuh sebelum kembali bersama yang lainnya, “Bomshh… Buusshh…” disisi lain Gio yang mana saat itu bertarung melawana Gigan sedang kesulitan, karena bukan hanya kuat saja Gigan memiliki fisik yang mana sangat keras sehingga pedang Gio sama sekali hampir tidak dapat melukai dirinya.
“Manusia… apa hanya itu saja yang bisa kau lakukan, sedari tadi kau hanya menggelitiku, lebih baik kau pergi dari sini selagi aku masih mengampuni” kata Gigan.
“Hahaha… aku sih mau saja melakukan itu, akan tetapi kontrakku mengatakan kalau aku harus patuh pada perintah ketuaku, dan perintah itu adalah untuk mengalahkanmu disini sekarang juga” kata Gio, “Srriiinggss…” Gio lalu mengalirkan energy sihir kearah pedang miliknya.
“Grooaarr….” Gigan yang melihat itu langsung marah dan berlari kearah Gio, sementara itu Gio yang melihat hal tersebut “Trranggs…” dengan cepat menusukkan tanah didepan Gigan, “Trrakkss… Krrasstt…” tanah tersebut langsung sebut langsung retak. “Buuushkk…” dan karena tubuh Gigan yang besar kakinya langsung merosot masuk kedalam retakan tersebut, melihat Gigan yang mana kesulitan bergerak tersebut Gio langsung maju untuk menyerang dirinya.
“Gaahhkk… apa-apaan perisai ini, aku dapat merasakan kepalaku bergetar karena hantaman dari perisai ini” pikir Gio yang mana terkena serangan langsung dari serangan perisai Gio.
“Bagus tidak aku sangka perisai yang aku beli seharga 5.000 gold point didalam toko DS Game akan sebagus ini, dengan begini aku yakin bisa menahannya selama beberapa menit” pikir Gio.
Gelang pelindung putih, adalah sebuah alat sihir tingkat atas yang mana memiliki kemampuan untuk menciptakan sebuah perisai cahaya yang melindungi penggunanya, perisai ini akan memberikan getaran pada siapapun yang mana menyentuhnya.
__ADS_1
“Gaahkk… Hahahaha…. Lumayan juga” kata Gigan, “Trranggs…” dengan tangan kanannya dia memanggil sebuah kapak besar.
“Buusshh…” Gigan lalu mengalirkan energy sihirnya kearah kapak tersebut dan dengan energy sebesar itu dia mengincar Gio, “Wuuushk… Trrassskk…” dengan satu kali tebasan Gigan langsung melepaskan sebuah energy yang mana langsung mengarah kearah Gio. Melihat hal itu Gio langsung melompat kesampingnya “Buuuskk…” akan tetapi aura yang dikeluarkan Gigan dari serangan tersebut sangatlah kuat, dan membuat Gio terhempas sampai menghantam pohon yang ada diperumahan tersebut “Buusskk…” dengan cepat Gigan lalu langsung menarik kakinya dari retakan itu.
“Bangun manusia, kita belum selesai dengan pertarungannya” kata Gigan.
“Uhukk… sialan aku tidak menyangka dia sekuat ini, kalau aku tidak bisa selamat maka aku akan mengutukmu sampai kau mati ketua” kata Gio.
“Tidak ada pilihan lain, aku akan memanggil mereka” kata Gio, “Triinggss…” dia lalu memanggil para mahluk gaib yang membuat kontrak dengan dirinya.
Menggunakan aplikasi DS Game Gio memanggil tiga sosok mahluk gaib untuk membantu dirinya, dan ketiga sosok tersebut adalah tiga hantu Kambe yang mana menggunakan tiga macam senjata yang berbeda-beda.
“Hmm… kau memanggil kami bertiga untuk melawan musuh yang sulit kali ini” kata hantuk Kambe yang mana menggunakan pedang.
“Kalau kami tidak dibayar dengan harga yang memuaskan maka aku akan segera kembali” kata hantu Kambe yang mana menggunakan tombak.
“Kekekek… kau dengar itu, kenapa kau tidak berbicara…??” tanya hantu Kambe yang menggunakan crosbow.
“Hahahha… kalian tenang saja, aku telah berunding dengan ketua serikatku, dan katanya aku dapat membayar kalian 1.000 gold untuk masing-masing” kata Gio.
__ADS_1
Mendengarkan perkataan Gio ketiga hantu Kambe tersebut langsung mengeluarkan aura yang luar biasa kuat, seperti kata orang kekuatan uang adalah kekuatan yang paling kuat dan itu dibuktikan dengan kekuatan ketiga hantu kambe yang mana meningkat berkali-kali lipat saat itu.
Bersambung…..