
Ditengah-tengah api yang mana sangat panas tersebut “Srrasst… Crrasst…” Lili berjuang bersama beberapa rekannya yang masih hidup, dia menyerang para iblis yang mana adalah pasukan dari raja iblis, dengan tubuhnya yang terluka parah Lili memberikan perlawanan yang berat bagi para pasukan iblis tersebut. Dan disebelah dirinya Gilang terlihat sedang membasmi para iblis didekatnya, “Srrastt… Krraastt…” dengan ayunan pedang besar miliknya Gilang mengalahkan puluhan iblis dengan mudahnya.
“Kau terlihat seperti membutuhkan bantuan” kata Gilang.
“Kalau kau memang mau membantu maka ayunkan pedangmu itu, jangan hanya bicara saja” kata Lili, “Buumssh…” dengan bola sihir miliknya dia memborbardir para pasukan iblis itu dan membuat mereka terpecah belah.
Sementara itu Gilang yang ada disana dengan cepat “Wuussh…” mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang, “Srrastt… Srrastt… Srrastt…” dia mengalahkan setiap prajurit iblis dengan sekali tebasan. Akan tetapi “Boomssh…” mereka menemukan sebuah musuh yang mana sangatlah kuat, dia adalah sesosok orang yang mana menggunakan sebuah jubah untuk menutupi dirinya.
Orang tersebut mengeluarkan sihir miliknya dan membantai para manusia yang mana adalah anggota kelompok disana, melihat hal itu Lili mulai marah dan ingin segera maju untu membunuhnya.
“Taaakkss…” akan tetapi Gilang menghentikan dirinya.
“Ada apa…?? Kau tidak lihat kalau rekan-rekan kita telah terbantai oleh orang itu” kata Lili yang mana telah dipenuhi oleh amarah.
“Aku tahu itu, akan tetapi kau bisa apa melawan dirinya, tidak bisakah kau melihat kalau dia telah dilindungi oleh sosok iblis raksasa” kata Gilang.
Dia melihat seososok Buta Ijo yang mana menggunakan armor dan memiliki tinggi 15 meter sedang melindungi orang tersebut, dan siapapun yang memiliki niat untuk menyerang dirinya “Buusshkk…” akan dihempaskan oleh Buta Ijo dengan satu kali kibasan tangannya.
“HAHAHAHAH…. Mati-matilah para pendusta, inilah akibatnya karena berani melawan keagungan sang raja iblis Satans” kata orang tersebut.
“Hmm… tampaknya dia adalah seorang manusia” kata Gilang yang mana secara tidak sengaja melihat sosok waja dari orang tersebut.
“Apa dia pemuja raja iblis…??” kata Lili.
“Tampaknya seperit itu, dan yang lebih mencurigakan lagi adalah kristal biru datar yang sedari tadi dia pegang, aku dapat merasakan kekuatan dirinya mengalir dari kristal tersebut” kata Gilang.
“Jadi begitu, kalau begitu kita harus mengambil kristal itu karena ada kemungkinan benda itu bisa membuat kita membalikkan keadaan saat ini” kata Lili.
__ADS_1
“Aku setuju denganmu, aku akan alihkan perhatian Buta Ijo tersebut kau pastikan rebut kristal itu dari dirinya” kata Gilang.
“Ok… akan kupastikan memotong tangannya dengan benar” kata Lili.
“Buusssh….” Dengan cepat Gilang langsung melesat kearah Buta Ijo tersebut, dan saat Buta ijo tersebut melihat dirinya “Wuussh…” Gilang langsung melemparkan pedang besar miliknya kearah Buta ijo tersebut. “Crraasstt…” tetapi Buta ijo itu langsung dapat menahan lemparan pedang dari Gilang.
“Graaaorr… Rrrr…???” akan tetapi saat Buta ijo itu berusaha untuk menyerang kearah Gilang, dia telah menghilang dari hadapannya dan “Srrastt… Srrastt…” dengan tebasan pedang cadangan miliknya Gilang menebas tepat kearah tumit kaki Buta ijo tersebut. “Dusskk…” Buta ijo lalu dipaksa berlutut oleh serangan pedang Gilang.
“Oooiii… apa yang kau lakukan cepar berdiri lawanmu itu hanyalah seorang manusia, ingatlah kontrak kita dan lawan orang itu” kata pria yang memakai tudung hitam tersebut.
“Eeeeh… kau memiliki kontrak dengan mahluk itu ternyata” kata Lili yang mana sudah berada sangat dekat dengan pria tersebut.
“Srrastt…” dan dengan sekali tebasan dari belati miliknya dia memotong tangan kanan pria tersebut, “Trraakss… Crrasst…” dan karena tebasan yang tidak rapih tersebut darah mengalir keluar dari tangan kanan orang tersebut dengan sangat cepat. “Drrukkss…” dia lalu hampir pingsan karena kehabisan banyak darah, akan tetapi saat pria itu akan berdiri dan ingin melawan balik.
“Menyerahlah maka akan kuberikan kau kematian yang tidak menyakitkan” kata Lili.
“Srraastt…” dengan tebasan belati milik Lili dia menebas tenggorokan pria tersebut, akan tetapi dia tidak membuat pria itu langsung mati, malahan Lili membuat pria itu sekarat dengan tebasannya yang agak dangkal dan membuat pria itu menderita sebelum pada akhirnya dia mati.
“Kau yang meminta ini jadi jangan salahkan aku” kata Lili, “Taask…” dia lalu mengambil kristal biru tersebut.
Didalam kristal tersebut tertuli sebuah kata-kata yang mana berasal dari bahasa iblis, melihat kata-kata itu Lili sama sekali tidak dapat mengerti bagaimana cara menggunakan kristal biru tersebut.
“Sebaiknya kau hentikan itu, karena kau tidak akan bisa menggunakannya” kata Gilang yang mana mendekat kearah Lili.
“Hmm… kau sudah selesai, dan apa maksudmu dengan tidak bisa menggunakan ini…??” tanya Lili.
“Itu dibaca Demon Summoning Game, dan adalah sebuah permainan yang diciptakan oleh iblis – iblis solomon, mereka menciptakan benda itu dan menyebarkannya didunia manusia dan dengan benda tersebut para manusia dapat membuat mereka membuat kontrak dengan para manhluk alam gaib” kata Gilang.
__ADS_1
“Kau berkata seperti seakan-akan kau sudah mengetahui apa benda ini sebenarnya” kata Lili yang mana terlihat curiga dengan Gilang.
Gilang lalu tidak berkata apapun dan mengeluarkan sebuah kristal biru yang sama dari kantungnya, dan ketika melihat hal tersebut Lili tahu akan satu hal yang pasti, kalau Gilang adalah salah satu penghianat yang mana membawa para pasukan iblis kemarkas kelompok mereka. Tetapi disaat Lili akan menyerang Gilang, “Srranggs… Crranggs…” lima buah rantai hitam lalu muncul dan mengikat tubuh Lili lalu membuat dirinya tidak dapat bergerak.
“Maafkan aku, akan tetapi mereka sangat tertarik pada dirimu sehingga menawarkan harga yang besar untukmu” kata Gilang, “Buusskk…” Lili lalu dibuat pingsan dengan satu pukulan tangan oleh Gilang.
Setelah itu Gilang menyerahkan Lili pada salah satu perajurit raja iblis Beelzebub, kemudian Gilang langsung berlari seakan-akan dirinya sedang mencoba untuk melarikan diri dari para pasukan iblis tersebut. Dan pada saat dia melihat Sintia dan Rian sedang bertarung melawan para iblis yang mengepung mereka, “Buuskk… Srrasatt…” dia lalu langsung membantu mereka berdua dengan pedangnya.
“Heii.. butuh bantuan” kata Gilang yang mana mencoba untuk bersikap keren dihadapan Sintia.
“Hahaha… kau datang tepat waktu” kata Rian, tangannya yang terluka parah terlihat sangat jelas, dan dengan tangan tersebut Rian hampir tidak dapat memegang pedang lagi.
“Bagus kalau begitu, lihatlah kekuatanku yang hebat ini” kata Gilang, “Srrastt… Srrastt… Krrastt… Krrastt…” dengan pedang miliknya dia mengalahkan setiap iblis yang ada.
Akan tetapi disaat dia melihat kearah belakagnnya dia melihat Sintia yang mana lebih memperhatikan abangnya yang sedang terluka, Gilang lalu memikirkan semua itu dan membuat amarahnya semakin memuncak, akan tetapi dia tetap menyimpan amarah miliknya dan tidak berbauat apapun untuk saat ini.
“Gilang-Gilang…” kata Rian yang mana berusaha untuk memanggilnya.
“Eeeh… yah ada apa…??” kata Gilang yang sempat diam karena memikirkan rencana jahat.
“Kau tunggu apa lagi, ayo cepat kita segera pergi dari sini” kata Rian, dia membawa beberapa anggota yang selamat serta beberapa harta bersamanya.
“Aku mengerti, aku akan segera kesana” kata Gilang.
“Trranggs…” lalu dengan gulungan sihir pemindahan yang Rian punya, mereka dipindahkan langsung kedunia manusia meninggalkan beberap teman mereka yang mati dan juga yang ditangkap, dan salah satu dari mereka yang tertangkap adalah Lili yang mana dibawa pergi oleh seseorang yang mana ingin melakukan penelitian kepada dirinya.
Bersambung…..
__ADS_1