Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 334 Sun Dragon bagian 2


__ADS_3

Teppes yang mana melihat kalau Rio memiliki aura yang cukup mengancam, “Busshkk…” dan dengan cepat Teppes lalu langsung melompat kearah Rio untuk menyerang dirinya, melihat hal tersebut Rio tidak memilik pilihan lain “Burrn…” dan mulai menyerang Teppes dengan sihir api miliknya. “Frusshkk… Frusshkk… Fusshkk…” puluhan bola api kecil dilemparkan kearah Teppes, “Wrruskk…” namun dengan sayap dipunggunnya, “Wusshkk…” Teppes dapat menghindari setiap bola api yang dilemparkan kepada dirinya dengan sangat mudah.


“Wusshkk….” Dan setelah Teppes berhasil menghindari setiap serangan itu dia langsung melesat kearah Rio dengan sangat cepat, “Tringgs…” menggunakna taringnya Teppes berusaha untuk mengigit Rio, akan tetapi Rio berhasil menangkis serangan Teppes menggunakan golok miliknya. “Busshkk…” disaat yang sama Incubus lalu langsung menyerang menggunakan pipa rokok miliknya, “Trrangg…” namun serangan dari Incubus dapat Teppes tahan menggunakan sayap miliknya.


“Grrr…” merasa marah karena serangan dari Incubus tersebut, “Fusshkk….” Teppes langsung melemparkan Rio kearah Incubus, akan tetapi Incubus langsung menghindari Rio yang terlempar kearah dirinya.


“Yaampun itu brutal sekali” kata Incubus.


“Busshkk…” dan dengan cepat disaat Incubus sedang tidak fokus, Teppes langsung melesat kearah dirinya, “Srrast…” dan menggunakan cakar miliknya Teppes lalu langsung menebas tubuh depannya.


“Gaahkk….” Incubus yang mana terkena serangan tersebut mendapatkan luka parah didada depannya.


“Roaarr…” dengan kaki depannya Teppes kemudian menyerang kearah Incubus yang mana sedang terluka tersebut, “Busshkk…” dengan serangan kaki depannya Teppes lalu menghempaskan diri Incubus. Akan tetapi disaat itu juga Rio langsung mengambil kesempatan tersebut, “Burrn…” dengan sihir cakar api miliknya Rio kemudian langsung mengambil persiapan untuk menyerang Teppes.

__ADS_1


“Srringgs…” dengan tebasan dari golok naga waktu miliknya, Rio lalu dapat membuat sebuah luka tebasan ditubuh Teppes, dan bahkan luka tersebut terbakar oleh api milik Rio yang mana membuat lukanya semakin parah dan membesar. “Triinggs…” disaat itu juga Teppes kemudian mengeluarkan bola cahaya merah dari mulutnya, dan melihat hal tersebut Rio langsung tahu kalau Teppes akan mengeluarkan sebuah serangan kuat kearahnya.


“Wusshkk…” dengan cepat Rio langsung bergerak mundur dan mencoba untuk menghindari serangan dari Teppes tersebut, “Roaar…” akan tetapi Teppes kemudian langsung menyerang menggunakan bola cahaya merah kearah Rio. “Srruhkk…” disaat yang bersamaan tubuh air milik Nymph langsung merang balik kearah Teppes, “Srrahhkk…” Nymph yang masih ada didalam raugnan itu langsung menyelimuti bola cahaya merah tersebut dengan tubuh air miliknya.


“Bushhkk…” ledakan asap yang mana terperangkap dari tubuh air milik Nymph kemudian menghilangkan serangan bola cahaya merah milik Teppes, dan lalu disaat melihat hal itu Rio kembali maju “Wusshtt…” dengan cepat Rio kemudian langsung mengarahkan sebuah serangan tusukan menggunakan golok naga waktu miliknya. Teppes yang melihat serangan tersebut tidak bisa bergerak untuk menghindari serangan Rio, itu karena dia mencoba untuk menyerang menggunakan bola cahaya disaat tenaga miliknya telah terkuras oleh pertarungan dengan Satans.


Dan dengan cepat Rio langsung mengarahkan serangan golok miliknya kearah jantung milik Teppes, namun “Crrangg…” menggunakan mulutnya Teppes berhasil menangkap serangan tusukan golok naga waktu tersebut, disaat itu Rio lalu berusaha untuk menarik golok miliknya dari mulut Teppes, akan tetapi “Grrr…” Teppes sama sekali tidak mau melepaskan gigitannya. “Taaskk…” Rio kemudian melepaskan pegangannya dari golok naga waktu miliknya, “Fusshkk…” dan dengan cepat Rio langsung menggunakan perisai miliknya untuk menyerang Teppes “Busshkk…” dengan serangan hantaman perisai tersebut Teppes langsung terhempas.


“Grrrr….” Dan disaat itulah Teppes merasa ketakutan, itu karena dia melihat sesosok naga yang mana memegang matahari dicakarnya berada dibelakang Rio, sosok itu memberikan terror pada dirinya yang mana mendapatkan kekuatan element kegelapan dan bayangan. “ROAARR….” Akan tetapi tidak menyerah dengan intimidasi tersebut, “Crrangg… Crrangg… Crrangg…” Teppes mulai menyerang Rio dengan tombak-tombak kristal darah yang keluar dari bawaha kaki Rio, disaat Rio sedang fokus untuk menghindari serangan tombak kristal darah tersebut dia melihat kalau Teppes telah menghilang dari pandangannya.


Disisi lain Incubus yang mana terlempar karena serangan dari Teppes tersebut, mulai kembali berdiri, dia melihat disana ada banyak mayat pasukan iblis yang mana adalah para pengikutnya, mereka semua mati lemas karena energy kehidupan mereka telah ditarik oleh para monster alam bawah. “Kiieek… Kiieek… Kiieek…” lalu dari balik tumpukan mayat tersebut, tiga sosok monster alam bawah berbentuk manusia lalu muncul dihadapan Incubus, ketiga monster itu terlihat sedang memangsa para pasukan yang dibawa oleh Incubus.


“Jadi begitu, nampaknya Satans tidak bisa mengendalikan kalian semau lagi, kalau begitu itu artinya kalian adalah musuh” kata Incubus.

__ADS_1


“Srrahhkk…” kabut asap dari pipa rokoknya mulai menyelimuti tempat tersebut, dan dengan cepat Incubus kemudian langsung menghilang dari hadapan ketiga monster alam bahwa berbentuk manusia tersebut, dan disaat ketiga monster itu mencari-cari keberadaan dari Incubus “Crrastt…” dengan tangan kanannya Incubus membunuh salah satu dari ketiga monster alam bawah tersebut. “KIIEEEKK….” Dan dengan satu serangan Incubus langsung mencemari tubuh dari monster alam bawah itu dengan sihir miliknya, dan membuat monster alam bawah tersebut “Crrask…” meledak mati karena serangan dari Incubus tersebut.


“Tidak kusangka monster seperti kalian memiliki mimpi juga, kalau begit sekarang ini mari kita lihat berapa banyak mimpi buruk yang akan bisa kalian berikan padaku” kata Incubus, dia berencana menggunakan ketiga monster alam bawah berbentuk manusia tersebut untuk meningkatkan kekuatan miliknya.


Sementara itu Teppes yang mana sedang berlari dari Rio sedikit demi sedikit mulai mendapatkan kesadarannya kembali, “Truuskk…” dan disaat dia memasuki sebuah pintu dia melihat kalau disana Luna sedang kelelahan menghadapi puluhan Roy Black yang mana terlihat menggunakan artefak. Para Roy Black tersebut memunculkan belati hitam yang mana dapat menarik energy sihir milik musuhnya, dan disaat yang sama Luna telah kehilangan cukup banyak energy sihir miliknya untuk memanggil dua mahluk menggunakan aplikasi DS Game miliknya.


“Huff… nampaknya aku harus segera melarikan diri sekarang juga” pikir Luna.


“Hahaha… manusia wanita jangan kira kau bisa mengalahkan kami, kau akan kami bunuh karena telah mempermainkan kami sang raja siluman yang agung” kata para Roy Black tersebut.


Dan pada saat itulah Teppes langsung muncul disana, menghadapi wujud Teppes yang mana terlihat seperti seekor monster, para Roy Black tersebut langsung dapat mengenali dirinya dari aroma dan juga energy sihir miliknya. Sementara itu Teppes yang mana melihat diri Roy Black merasakan amarah yang sangat besar didalam dirinya, “ROOAAR…” Teppes kemudian langsung mengaum dengan kuatnya dan aumannya tersebut langsung membuat kastil miliknya terguncang dengan kuatnya.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2