Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 382 Kebangkitan sang angin kematian


__ADS_3

Disaat itu Angga yang mnaa telah melihat kekuatan dari Ares menggunakan kedua matanya, menyadari kalau dirinya sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan Ares dan karena itulah “Trringgs...” Angga langsung memanggil kedua mahluk gaib yang membuat kontrak dengan dirinya. Dullahan dan juga Moto Sak tampah langsung datang menjawab panggilan dari Angga, mereka tahu kalau lawan mereka adalah dewa dan karena itulah mereka langsung bersiap siaga untuk menghadapi Ares.


“Hmm... keduanya adalah mahluk yang mana cukup sulit untuk ditaklukan, kau memiliki bawahan yang cukup hebat juga Rio” kata Zeus.


“Terimakasih atas pujian anda raja dewa Zeus, dia adalah maniak pertarungan yang paling gila didalam serikat kami, dan karena itulah disaat dia melihat sosok lawan yang kuat maka dia tidak akan sabar untuk melawan dirinya” kata Rio.


“Hahah... bagus sekali, kalau begitu aku sama sekali tidak perlu merasa bersalah karena membuat salah satu bawahanmu itu mati” kata Zeus.


Disaat itu juga “Busshkk...” Ares dengan sangat cepat langsung telah berada didepan Angga, dan “Srranggs...” dengan pedang miliknya dia hendak akan menebas kepala dari Angga, namun “Trrasskkk...” dengan cepat Moto Sak tampah langsung menghentika pergerakan Ares dengan tatapan mata terkutuk miliknya. Ares yang mana tidak dapat bergerak itu dapat melihat jelas kekuatan dari Moto Sak tampah tersebut, dia dapat melihat asap-asap hitam yang mana berubah menjadi tali pengikat yang mana mengikat tubuhnya.


“Mahluk rendahan kau pikir siapa yang kau sentuh ini” kata Ares.


“Brrusskk...” dengan mengeluarkan aura dewa dari seluruh tubuhnya dia langsung menghancurkan tehnik dari Moto Sak tampah tersebut, dan membuat “Kiiieek...” Moto Sak tampah terluka karena terkena langsung aura dewa milik Ares. Disaat yang bersamaan “Wrrusskk...” dengan cepat Angga mengambil kesempatan itu dan telah berada dibelakang Ares, lalu menggunakan artefak yang diberikan oleh Rio pada dirinya Angga bersiap untuk menyerang Ares menggunakan artefak pedang miliknya.


“Fusshhkk....” namun serangan Angga sama sekali tidak dapat mengenai tubuh Ares, dan bahkan dengan satu gerakan maju kedepan Ares dapat menghindari serangan dari pedang Angga, dengan cepat Ares langsung berputar dan mengarahkan serangan tusukan pada Angga. “Trranggs...” namun disaat itu juga Dullahan langsung dengan cepat menyelamatkan Angga dengan menahan serangan tusukan Ares menggunakan pedang miliknya, “Taaask...” Dullahan lalu menarik kerah baju milik Angga dan “Fusshkk...” melemparkan dirinya kebelakang.

__ADS_1


“Untuk ksatria yang telah mati kau memiliki tehnik pedang yang cukup bagus” kata Ares.


Disaat itu “Fusshkk....” Dullahan langsung melemparkan kepala miliknya keatas udara, dan dengan menggunakan pedang miliknya Dullahan langsung menyerang kearah Ares “Trranggs... Trranggs... Trranggs...” gerakan pedang Dullahan menjadi sangat cepat dan juga kuat, itu karena dirinya menggunakan kedua tangannya dipedangnya sehingga dia dapat fokus untuk menyerang dari dan menggunakan kepalanya yang ada diatas udara untuk melihat gerakan dari Ares.


“Tetapi itu hanya bagus saja, tidak berarti kau bisa melawanku” kata Ares.


“Trranggs....” dengan satu serangan kuat “Fusshkk...” Dullahan kemudian dipukul mundur oleh serangan dari Ares, disaat yang bersamaan juga “Frrusst...” menggunakan kekuatan angin miliknya Angga langsung menyerang Ares menggunakan pedang angin tak kasat mata. “Trranggs... Trranggs...” namun serangan dari pedang angin tersebut langsung menangkis setiap serangan tersebut dengan mudahnya menggunakan perisai yang ada ditangan kirinya.


“Sekaran Dullahan panggil bantuan” kata Angga.


“Srrahhkkk....” menggunakan kepala miliknya yang mana dia panggil, Dullahan lalu memanggil para prajurit yang telah mati dan menggunakan mereka untuk menyerang kearah Ares, namun pada saat itu “Srranggsst...” pedang milik Ares langsung berubah dan menjadi sebuah tombak tajam dengan aura energy sihir merah membara. “Fusshhkk...” dengan satu serangan dari tusukan tombaknya tersebut, puluhan prajurit tengkorak langsung “Trrask... Krrastt...” hancur berkeping-keping karena tidak dapat menahan aura kekuatan energy sihir milik Ares.


“Jangan harap kau dapat menyerangku manusia” kata Ares.


Dengan gampangnya “Fushhhk...” Ares langsung menghindari serangan tusukan dari Angga, akan tetapi disaat itu juga “Bruuskk...” kekuatan angin di tangan kanan Angga langsung lepas dan melepaskan puluhan serangan tebasan angin yang cukup kuat. “Crrastt...” salah satu serangan tersebut langsung melukai wajah Ares yang mana tidak sempat menghindari serangannya, mengetahui serangannya dapat melukai tubuh Ares dengan sebuah senyuman Angga langsung melihat kearah Ares, sementara itu Ares baru menyadari kalau dirinya telah salah dan terlalu menyepelekan Angga.

__ADS_1


“Kau memanglah bukan manusia biasa, ini kesalahanku” kata Ares, disaat itu dia melihat Moto Sak tampah yang mana ada dijidat Angga telah menyatu dan menjadi mata ketiga Angga.


Dengan mata Moto Sak tampah kekuatan tubuh, reflek dan juga penglihatan milik Angga ditingkatkan secara paksa sebanyak 200%, dan karena hal itulah dia dapat membaca hampir seluruh gerakan Ares dan dapat melukai dirinya.


“Hahahah... jangan minta maaf dulu, berikutnya adalah aku akan memberikan luka lebar pada tubuhmu itu” kata Angga.


“Aku tidak yakin kau dapat melakukannya” kata Ares, disaat itu juga “Brusskk...” aura merah darah milik Ares langsung keluar.


Aura itu adalah kedewaan miliknya dan dengan cepat langsung menyebar keseluruh area Colesseum, dan dengan aura itu tubuh dari Dullahan dan juga Angga langsung menjadi sangat berat, kekuatan milik mereka berdua seperti ditahan oleh kekuatan yang mana lebih besar lagi. Merasakan hal itu Angga berusaha untuk menggunakan kekuatan angin miliknya untuk meringankan beban tubuhnya, akan tetapi “Busshkk...” dengan cepat Ares langsung mengarahkan serangannya pada Angga dan bersiap untuk mengalahkan Angga ditempat itu.


“Sialan....” kata Angga.


Pada saat itu juga Angga sama sekali tidak dapat menghindari serangan itu, dia hanya bisa bergerak sedikit dan menggunakan kekuatan angin miliknya, namun pada saat itu Ares telah memusatkan kekuatan sihirnya pada ujung tombaknya sehingga serangannya kala itu sama sekali tidak dapat dihentikan. Disisi lain Dion terlihat khawatir akan keselamatan Angga, namun Rio sama sekali tidak melakukan apapun dan hanya diam santai ditempat duduknya.


“Sudah berakhir manusia, ini adalah kemenganku” kata Ares yang mana mengarahkan serangan pada Angga.

__ADS_1


Disaat itu juga Angga hanya tersenyum dan senyumannya itu membuat Ares menjadi sedikit ragu-ragu untuk menyerangnya, namun dengan kuatnya Ares langsung menyerang Angga “Crrast...” dengan serangan itu semua orang yang melihat disana langsung terkejut dengan apa yang terjadi.


Bersambung......


__ADS_2