Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 137 Pertemuan yang ditakdirkan bagian 2


__ADS_3

Angin badai dan debu emas yang bertebaran dimana-mana seperti itulah gambaran pertarungan kedua orang tersebut, dengan kekuatan Naga besuki miliknya Dion menyerang Angga dengan ganasnya, sementara itu Angga yang terlihat sedang kesulitan menggunakan kekuatan angin miliknya untuk menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh Dion. Melihat hal itu Dion merasa sedikit aneh dengan pergerakan Angga yang tidak seperti biasanya, dia lalu melihat kearah tubuh Angga dengan seksama.


“Hmm… jadi begitukah, dia sudah terluka sebelum bertemu denganku, Cih….” pikir Dion yang mana melihat Angga sedang bertarung sambil menahan luka yang ada ditubuhnya.


“Haaah-haaah-haaah…” Angga yang mana terlihat kelelahan dan kesakitan itu berusaha bertahan dari setiap serangan yang Dion lancarkan pada dirinya.


“Trrannggss…” Dion lalu menciptakan sebuah palu emas raksasa dari debu-debu emas yang mana menyebar disekitar area tersebut, “Krraanggss… Buummssh…” lalu menggunakan kemampuan telekinetis miliknya Dion mengayunkan palu emas tersebut dan membuat sebuah kehancuran yang sangat besar diarea tersebut, sementara itu Angga yang mana melihat palu tersebut langsung mundur sambil menutupi dirinya menggunakan angin seperti sebuah kepompong.


“Sialan orang itu sudah semakin kuat” kata Angga yang mana berhasil untuk menghindari serangan langsung dari palu emas tersebut.


“Fuusshh…” angin yang berkumpul ditangan kanan miliknya lalu mulai menajam seperti puluhan pedang angin yang disatukan menjadi satu, kemudian angin tersebut berubah menjadi sebuah pedang tak terlihat “Wrruusshhtt…” dengan pedang angin tersebut Angga berusaha untuk menyerang Dion. “Crrastt…” tetapi disaat Angga menggunakan kekuatan anginnya teralu banyak luka ditubuhnya mulai terbukan lagi, pedang angin yang dia lemparkan mulai melemah dan melambat.


“Sepertinya dia sudah mencapai batasannya” pikir Dion yang mana melihat kekuatan sihir milik Angga mulai berkurang.


“Trraanggss… Crraannggss…” dengan kekuatan mengubah emas miliknya Dion lalu menciptakan sebuah perisai emas raksasa, “Trranggsskk…” dan dengan menggunakan perisai emas tersebut Dion dapat dengan mudahnya menangkis serangan pedang angin milik Angga, “Krranggss… Trraanggss…” lalu dengan cepat Dion langsung menggubah bentuk dari perisai emas tersebut menjadi sebuah balista. “Crrraakkss…. Trraanggss…” dan dari balista emas itu Dion menembakkan sebuah rantai yang mana langsung mengarah kearah Angga, karena terluka agak para Angga jadi tidak bisa bergerak “Trraakkss…” dan dengan mudahnya rantai emas tersebut menangkap dan mengikat dirinya.


Karena terjebak oleh rantai emas buatan Dion “Wuussshh…” Angga mencoba untuk menggunakan kekuatan angin miliknya untuk menghancurkan rantai tersebut, tetapi karena luka-luka ditubuhnya Angga tidak dapat untuk melepaskan dirinya dari rantai emas buatan Dion. Melihat Angga yang mana tidak berdaya tersebut Dion langsung berjalan kearah Angga secara perlahan-lahan, “Tak-tak-tak…” Dion lalu berjalan dengan santai kearah Angga dengan pedang emas yang dia ciptakan “Trraanggsskk… Srringggss…” pedang emas yang tajam tersebut lalu diarahkan ketenggorokan dari Angga.

__ADS_1


“Katakan padaku, kau mau mati seperti apa” kata Dion yang mana melihat Angga dengan mata penuh amarah.


“Hahahha… kalau kau mau membunuhku lakukan dengan cepat, aku tidak masalah bagaimanapun caranya” kata Angga.


Melihat hal itu Dion lalu mengarahkan pedang miliknya dan “Srraanggkk…” sebuah tebasan diarahkan langsung kearah Angga, sementara itu disisi lain Luna dan ke 6 orang bawahan Dion sedang menghadapi para siluman beruang yang mana terlihat akan melawan mereka sampai mati.


“Haaah… sialan ini sebenarnya mereka terbuat dari apa, kenapa dari tadi aku tidak melihat ada yang mati setelah kubelah-belah tubuh mereka” pikir Luna, setiap serangan dari belati miliknya bukan tidak berdampak pada siluman beruang yang ada tetapi setiap kali dia menebas mereka tubuh mereka langsung memperbaiki diri sendiri dan kembali seperti sedia kala.


“Grrrr… Roaarr… Roaarr… Roaarr…” para siluman beruag tersebut lalu langsung menyerang kearah Luna dan para rekannya, melihat hal itu Luna langsung menggunakan alat sihir cincin miliknya “Trringgs… Beeamm…” dengan serangan dari cincin miliknya Luna langsung menghanguskan setengah dari para siluman beruang tersebut. Dan ketika Luna pikir para siluman beruang tersebut sudah kalah “Traakkss… Traakkss… Traakkss…” para siluman tersebut langsung berkeluaran dari tanah dan dengan jumlah yang lebih banyak lagi, “Roaarr… Roaarr…” para siluman beruang tersebut yang mana berkeluaran dari tanah tersebut langsung menyerang kearah Luna.


Dengan belati sihirnya dia menebas tubuh siluman beruang tersebut lewat bayangan miliknya, lalu mengikuti Luna para bawahan Dion tersebut langsung menggunakan tombak emas miliknya “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” untuk menusuk-nusuk bagian tubuh siluman tersebut, lalu belahan tubuh siluman itu kemudian berhenti bergerak karena kekuatan dari Naga besuki yang mana berada didalam tombak emas tersebut.


“Rooaarr…” aura dari Naga Besuki yang ada didalam tombak tersebut lalu langsung merusak susunan tubuh dari siluman beruang tersebut, “Sssshh….” Lalu bagian tubuh dari siluman beruang tersebut lagnsung meleleh seperti cairan dan menghilang begitu saja. Melihat hal itu Luna langsung memiliki sebuah ide untuk mengalahkan seluruh siluman beruang yang mengepung mereka.


“Hei kalian semua, bersiaplah untuk menyerang saat aku berikan tanda” kata Luna, dia lalu menggunakan sebuah sihir hitam ditangan kirinya dan dengan sihir hitam tersebut Luna langsung menandai para siluman beruang yang ada dihadapannya.


“Trraanggss…” sementara itu para bawahan dari Dion langsung bersiap ketika mendengarkan perkataan dari Luna, mereka menyiapkan tombak milik mereka dan bersiap dengan aba-aba dari Luna. “Srrrhhaaahh….” Dari tangan kiri Luna munculah sebuah boneka jerami yang mana berwarna gelap, “Roaaarr…” merasakan hal itu para siluman beruang tersebut langsung berlarian berusaha untuk menyerang Luna, tetapi dengan paku ditangan kanannya “Crrasstt…” Luna menusuk tangan kirinya sendiri.

__ADS_1


“Crrassttt… Crrassttt… Crrassttt… Crrassttt…” dan dalam waktu seketika para siluman beruah tersebut langsung tidak bisa bergerak.


“SEKARANG SERANG” teriak Luna pada para bawahan dari Dion itu.


Keenam dari mereka langsung berlari dan “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” dengan cepat menusuk langsung kepala dari siluman beruang yang ada disana, setiap tusukan yang mereka lancarkan mengarah langsung kearah kepala siluman beruang yang ada. Dan dengan setiap tusukan aura dari aneh keluar dari siluman beruang yang tertusuk, “Trraakkss…” dan membuat tubuh mereka berantakan dan meleleh secara tiba-tiba.


“Hahaha… bagus dengan begini kita pasti bisa mengalahkan mereka semua” kata salah satu dari keenam orang tersebut.


“Grrrr…” namun secara tiba-tiba para siluman beruang yang mana masih tersisa itu bisa bergerak lagi, dan mereka semakin marah lalu akan menyerang keenam orang tersebut tetapi “Crrasstt…” dengan cepat Luna langsung menusukan satu paku lagi ketangan kirinya.


“Jangan diam saja cepat kalahkan mereka semua” kata Luna yang mana memerintahkan mereka sambil merasakan rasa sakit ditangan kirinya.


“Ayo semuanya cepat kalahkan mereka demi nona Luna” kata salah satu dari keenam orang tersebut.”


“Haaah… aku harap mereka cepat menyelesaikan ini, aku tidak bisa menahan sihir Voodoo milikku lebih lama lagi” pikir Luna yang mana sudah hampir kehabisan mana miliknya.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2