Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 354 Menyebarnya virus Monster pepohonan


__ADS_3

Merlin yang mana membawa para ksatri dan juga beberapa pengguna DS Game kemudian muncul dialam manusia, disana mereka menjadi perhatian publik karena jumlah mereka yang banyak tersebut, dan saat disana entah kenapa Merlin langsung merasakan sebuah energy sihir yang mana sangatlah tidak mengenakan.


“Ada apa disana” pikir Merlin yang melihat hal tersebut.


“Ketua Merlin seluruh ksatria telah berkumpul, kami menunggu perintah anda untuk segera bergerak” kata salah satu ksatria yang ada disana.


“Hmm… lebih baik kita kumpulkan dulu informasi dari kota ini, kita bagi jadi dua regu sekarang, regu pertama tetap bersamaku untuk menjaga kami dan regu kedua menyebar dan pastikan tidak ada keanehan dikota ini” kata Merlin.


“Siap ketua” kata ksatria itu yang langsung kembali ketempatnya dan membagikan para ksatria tersebut.


Sementar itu Dion dan juga Angga yang mana ada disana sebagai tetua dari para pengguna aplikasi DS Game, sedang melihat-lihat disekitarnya “Wrrusshkk…” Angga yang mana juga merasakan energy yang sangat besar didalam hutan didekat kota tersebut langsung terbang kesana.


“Heeei… dia mau kemanaa…??” tanya Merlin.


“Kalau kau membicarakan Angga maka dia akan pergi mengikuti instingnya sendiri, karena itulah jangan khawatirkan dirinya” kata Dion.


“Tetapi kita tidah tahu mahluk seperti apa yang akan kita hadapi nantinya, terlebih lagi ada banyak manusia biasa yang tidak dapat bertarung disekitar sini” kata Merlin.


“Hahaha… kau tenang saja, dia itu cukup kuat untuk bisa menjadi tangan kanan dari Rio, dan karena itulah kalau dia kalah disini maka tidak ada diantara kita yang bisa selamat kali ini juga” kata Dion.


“Haaah… terserah kalian saja kalau begitu, sekarang aku ingin pergi ketempat pimpinan kota ini, kalian mau ikut denganku…??” tanya Merlin.


“Tentu… aku juga ingin mengetahui ada apa disana itu sebenarnya” kata Dion.

__ADS_1


Sementara itu Angga sendiri yang mana sedang terbang menuju arah hutan, “Frrusskk…” melihat adanya kabut yang cukup tebal didalam hutan tersebut.


“Hmm… kabutnya sangat tebal” kata Angga, “Frrusstt…” dia mengumpulkan bola angi ditangan kanannya dan “Wrrusshtt…” dia melemparkan bola angin tersebut dengan kuatnya.


“Brussshtt…” bola angin tersebut kemudian langsung meledak dengan cepat dan membuat kabut yang ada disana langsung menghilang dengan sangat mudahnya, akan tetapi ketika Angga akan turun kebawa hutan tersebut “Srrruhkk…” kabut itu tiba-tiba saja langsung muncul kembali, dan sekarang seperti bergerak kabut itu seperti berusaha untuk menangkap Angga yang ada disana.


“Kekuatan untuk mengendalikan kabut, kalau begitu mari kita bersenang-senang sedikit” kata Angga.


“Fusstt… Frrusstt…” dia mengumpulkan dan memadatkan angin yang ada disekeliling dirinya, lalu dengan cepat “Srraahhtkk…” dia membuat sebuah pedang panjang yang mana terbuat dari angin, “Wusshkk…” dan menggunakan kecepatannya Angga kemudian langsung menyerang kabut yang mana berusaha untuk menangkapnya tersebut, “Srraahkk… Srraahkk… Srraahkk…” dengan beberapa kali tebasan kabut yang ada disana langsung menghilang dengan mudahnya. “Srrahkkt…” akan tetapi kabut itu muncul sekali lagi, dan kali ini kabut itu muncul dengan wujud seekor naga yang mana “Srraahhkk…” terlihat ingin memakan Angga.


“Hahahaha…. ini seru juga” kata Angga.


“Brrusskhhh…” dengan menggunakan dorongan angin dikedua kakinya, Angga kemudian langsung melesat kearah mulut dari naga kabut tersebut, “Wusshk…” dengan cepat dirinya langsung mengarakan sebuah serangan tusukan kearah mulut naga kabut tersebut, “Crraaahkk…” dengan satu serangan tusukan itu naga kabut tersebut langsung kehilangan kepalanya karena serangan dari Angga. Disaat itulah Angga tampa sengaja melihat orang-orang yang mana sedang menggambarkan lingkaran sihir menggunakan darah mereka, orang-orang itu terlihat menggunakan daya kehidupan mereka untuk menyerang Angga menggunakan kabut tersebut, “Drrukk… Drrukk…” akan tetapi disaat yang bersamaan ketika Angga menghancurkan kabut tersebut beberapa dari mereka langsung tumbang.


“Furrssshk…” Angga kemudian mencoba untuk turun dan dengan sengaja terperangkap kedalam kabut tersebut, dan didalam kabut tersebut “Trringgs…” Angga langsung memanggil sesosok mahluk yang mana adalah tingkatan lebih tinggi dari Pastur kepala puntung. Dia telah menigkatkan levelnya setelah bersumpah setiap pada Angga dan saat itu juga, Pastru Kepala puntung telah berubah menjadi ksatria kegelapan tampa kepala Dullahan, dengan serigala hitam raksasa sebagai tunggangannya dan juga senjata yang sanga besar ditangan kanannya dan kepalanya sendiri ditangan kirinya, Dullahan itu langsung mengeluarkan aura hitam yang sangat kuat disekitar dirinya.


“Hmm… kau sekarang memiliki armor dan juga senjatamu menjadi lebih keren dari sebelumnya” kata Angga.


“Hrrhhktt…” tidak bisa berbicara dengan baik Pastur kepala puntung mengirimkan telepati pikiran pada Angga.


“Tidak perlu ditanyakan lagi, keluarkan seluruh keluargamu dan bantu aku untuk mencari semua yang hidup, yang ada disekitar hutan ini” kata Angga.


“Grraaakkhhtt…” Dullahan kemudian mengangkat pedang miliknya, dan aura kegelapan yang kuat langsung menyerang kesekitarnya.

__ADS_1


“Trrak… Trrak… Trrak…” para mayat tengkorak yang ada disana kemudian lagnsung bangkit dari tidurnya, mereka menghadap kearah Dullahan sebagai pimpinan mereka “Srringgs… Srringgs…” dan menggunakan energy gelap yang ada ditubuh mereka para tengkorak itu langsung memunculkan pedang hitam ditangan mereka.


“Hahahahah… wow ini menarik sekali, sekarang mari kita mulai pestanya” kata Angga.


“Grraahhkktt…” dengan satu perintah dari Dullahan para pasukan tengkorak itu kemudian langsung bergerak dan menyebar, mereka menuju keberbagai arah untuk memeriksa keadaan didalam hutan tersebut. “Srrahkk… Kraaskk…” akan tetapi keberadaan dari Angga telah disadari oleh monster alam bawah raksasa pohon tersebut, dia menggunakan akar-akar pepohonan miliknya untuk melihat keberadaan dari Angga, dan disana juga dia dapat melihat energy sihir yang sangat banyak pada tubuh Angga, saking banyaknya energy sihirnya monster alam bawah itu langsung ingin menjadikan Angga sebagai makanannya.


“Grrrr… Roaarr…” sementara itu para siluman dan iblis yang mana telah terjebak didalam kabut tersebut, telah berhasil dikendalikan sepenuhnya oleh monster alam bawah tersebut, “Srraak… Krraast…” tubuh mereka hampir seluruhnya telah ditutupi oleh akar pepohonan dan juga pikiran mereka telah diambil alih oleh monster alam bawah tersebut.


Disisi lain kelompok Merlin dan juga Dion yang mana sedang berada ditempat pimpinan kota tersebut, dapat merasakan ada yang aneh terhadap kota tersebut, itu karena semakin mereka mendekati wilayah dekat kota maka semakin banyak tatapan aneh yang mana mengarah kepada mereka.


“Kau merasakan ini juga…??” tanya Merlin pada Dion.


“Yah… sangat jelas sekali, itu bukanlah tatapan rasa penasaran ataupun tatapan rasa marah, akan tetapi itu adalah tatapan kosong yang hanya dimiliki oleh mereka yang sudah tak bernyawa” kata Dion.


“Sebaiknya kita cepat, karena aku mulai merasakan firasat yang buruk” kata Merlin.


Lalu saat itu juga seseorang pria tua gendut dengan tongkat hitam muncul didepan mereka, dia terlihat dikawal oleh sejumlah pria yang mana memiliki energy sihir yang cukup kuat ditubuh mereka, pria itu kemudian menundukkan kepalanya dihadapan Dion dan juga Merlin.


“Aku ucapkan selamat datang tuan dan nona, aku adalah pimpinan kota ini, kalau boleh tahu ada gerangan apa kalian datang kekota kami yang indah ini” kata pimpinan kota tersebut, matanya juga terlihat kosong seperti seorang boneka yang mana telah dikendalikan oleh seseorang.


Bersambung….


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan juga Votenya, karena dengan dukungan kalian penulis akan menjadi lebih bersamangat dan ceritanya menjadi semakin lebih baik lagi, Ok....

__ADS_1


__ADS_2