Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 160 Kemenangan ?? bagian 2


__ADS_3

Setelah kemenangan tersebut para vampire yang mana ada disana langsung dibuat kembali secara paksa kedalam kastil milik Teppes, sementara itu Teppes bersama dengan Rio, Alex, dan Lita masih tetap ada didalam arena peperangan tersebut. Ketiga iblis solomon itu lalu menggunakan sihir mereka untuk melepaskan kekangan ditubuh Teppes, “Trrasssnggss…” dengan satu jari Baal melepaskan rantai tersebut dengan mudahnya.


“Jadi itu manajer DS Game, mereka adalah 72 iblis solomon yang mana kekuatannya dapat membuat para dewa dan raja iblis patuh pada mereka” pikir Rio yang mana melihat ketiga sosok iblis tersebut.


“Hei-hei… lihat ini, kau kelihatannya sangat penasaran dengan kami yah, bagaimana kalau kita pergi dari tempat ini dan berbicara sebentar” kata Andras yang mana secara tiba-tiba mendekati Rio.


“Andras jaga sikapmu, jangan buat aku menjadi lawanmu” kata Garuda yang mana langsung berdiri untuk melindungi Rio.


“Hohohoh… sesosok hewan purba yah, memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan wujud yang tak sempurna itu” kata Andras.


“Walaupun dengan wujud ini aku yakin bisa menghajarmu sebelum kalah” kata Garuda.


“Hooo… mari kita coba saja kalau begitu” kata Andras, aura iblis yang sangat kuat mengalir keseluruh tubuhnya dan membuat Rio merasakan kalau dirinya hanyalah sebuah semut didepan kekuatan milik Andras.


“Srringgss…” tiba-tiba Zeppar yang mana melihat Andras mengeluarkan kekuatannya langsung mengacungkan pedangnya keleher Andras.


“Apa maksudmu ini…??” tanya Andras pada Zeppar.


“Jangan lupakan tugas kita, kalau kau berbuat semena-mena lagi maka aku dan Baal akan membunuhmu disini” kata Zeppar yang menunjuk kearah Baal, mendengar perkataan Zeppar tadi Andras yang mana melihat kearah Baal langsung tahu kalau Baal sedang menyiapkan mantra penyegelan untuk dirinya.


“Haaah… baiklah kalau begitu, kalian berdua memang tidak asik, aku lebih baik pergi saja dari sini” kata Andras yang mana langsung pergi dari sana melewati retakan dimensi.


“Haaah… akhirnya dia pergi, kalau dia lebih lama disini bisa-bisa aku pingsan terkena tekanannya itu” pikir Rio yang mana sudah kelelahan.


“Taaassk…” disaat Andras telah pergi Baal lalu menjentikan jarinya, dan dengan satu jentika jari tersebut sebuah kota yang mana mengeluarkan energy yang sangat besar langsung muncul ditangannya.

__ADS_1


“Sesuai perjanjian, mereka yang menang akan mendapatkan semuanya, tetapi jangan lengah walaupun Bahamut kehilangan seluruh dimensi miliknya dia tetaplah seekor naga yang dapat membunuh jutaan nyawa dengan mudahnya” kata Baal, kata-katanya tidak seperti memperingati Teppes tetapi Baal kelihatan sedang memberikan peringatan pada Rio.


Setelah menyerahkan kotak tersebut Baal bersama dengan Zeppar pergi dari tempat tersebut, meninggalkan Rio dan juga yang lainnya disana “Trranggss…” Teppes yang mana sudah menyelesaikan urusannya langsung membuka gerbang dimensi kembali kemarkasnya. “Taaskk… Taaskk…” dia mengikat Lita, Rio, dan juga Alex dengan tali merah yang dia ciptakan dari darahnya, mereka lalu masuk kedalam sebuah gerbang dimensi.


“Kau membawa kami untuk apa..??” tanya Rio yang mana sedang duduk santai didalam salah satu ruangan, ketika dia dibawa oleh Teppes dia sudah sampai didalam kastil miliknya didalam ruang makannya.


“Hahahha…. tidak ada aku hanya menunjukkan rasa terimakasihku dengan menjamu saja” kata Teppes.


“Tidak perlu seperti itu, lagi pula aku menerima bayaran atas peperangan itu” kata Rio.


“Hmm… kalau begitu ambillah bayaranmu ini” kata Teppes, dia melemparkan sebuah kota kayu kecil kearah Rio.


Didalam kotak kayu tersebut terdapat sebuah pecahan dimensi yang mana dapat memperluas dimensi kekuasaa Rio, dan juga disana tersiapkan lima buah kapsul mini yang mengandung energy sihir besar.


“Jadi begitu, praktis juga” kata Rio.


“Oooh… sebelum kita mulai makan, aku ingin bertanya satu hal” kata Teppes.


“Hmm… kau ingin bertanya tentang apa…??” kata Rio.


“Aku mendengar dari Alex kalau serikat milikmu memiliki banyak orang didalamnya, dan rata-rata mereka semua adalah pengguna aplikasi DS Game, tetapi kenapa kau tidak membawa mereka bersamam dimedan perang…??” tanya Teppes.


“Aku mengutus mereka ketempat yang lain, dan tempat itu adalah salah satu alasanku menerima kesepakatan bergabung didalam peperangan ini” kata Rio dengan senyuman licik diwajahnya.


Disisi lainnya tepat berada didalam hutan antah berantah, Luna yang mana sedang memimpin sebuah kelompok kecil terlihat sedang mencari sesuatu didalam hutan tersebut, dia ditemani Dion dan Angga yang membawa masing-masing 5 orang didalam kelompok mereka. Ketiga kelompok itu memiliki satu tujuan yang mana telah diberikan oleh Rio pada mereka, dan itu adalah untuk mencari sang pembuat monster chimera.

__ADS_1


“Rooaarr…” lalu saat mereka sedang mencari sesosok monster chimera muncul dari balik semak-semak, dia memiliki setengah tubuh manusia yang ditempelkan diatas tubuh singa yang besar.


“Hahahah… tampaknya kita sudah berada ditempat yang tepat” kata Angga, dia memanggil hantu Pastur kepala puntung.


“Woof… Woof… Woof…” dan dengan satu tangannya lima anjing hitam keluar dari bayangan Pastur kepala puntung, “Crrasstt… Crrasstt…” kelima anjing hitam itu lalu menahan monster chimera tersebut menggunakan gigitan taring mereka.


“Srrinnggss…” dan pada saat Pastur kepala puntung ingin mengakhiri monster chimera tersebut menggunakan pedang miliknya, “Gaahhtt…” energy sihir lalu muncul dari tubuh manusia yang tertempel diatas singa tersebut. “Trraanggss…” dan disekitarnya muncul beberapa lingkaran sihir api, “Buurrnn…” dan lingkaran sihir itu lalu meniupkan api yang kuat untuk membakar habis kelima anjing hitam milik Pastur kepala puntung.


“Hahahha… jadi untuk itu tubuh manusia miliknya, tidak kusangka monster itu memiliki kekuatan sihir” kata Angga yang sedikit kepanasan dengan api sihir dari monster chimera.


“Wuuusshh…” lalu dengan cepat Luna yang mana sedari tadi tidak berbicara langsung muncul dari belakang monster chimera tersebut, dia mengambil kesempatan dimana bayangan dari monster itu sangat besar dan jelas karena sihir api yang dia buat, “Srraaahh… Srraaahh… Srraaahh…” dengan belati miliknya Luna menebas bayangan milik monster chimera tersebut. “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” secara tiba-tiba tubuh dari monster chimera itu hancur dan rusak tepat ditempat dimana Luna menyerang bayangannya, melihat sebuah kesempatan tersebut Pastur kepala puntung lalu “Wuusshk…” dengan kuat melemparkan senjatanya dan “Crrasst…” dengan tepat menusuk kepala manusia yang ada dipunggun monster chimera tersebut.


“Hmm…. Kelihatanya dia baru saja terlahir” kata Luna yang mana melihat kalau tubuh dari monster chimera tersebut terlihat masih baru.


“Kau bisa tahu hanya dengan melihatnya, kau tampaknya memiliki sedikit ketertarikan pada pembuat chimera ini” kata Angga.


“Yaah… bisa dibilang aku pernah tahu seseorang yang melakukan hal yang sama” kata Luna.


“Hmm… kalau begitu itu namanya bagus, dengan adanya kau disini kita bisa mengetahui kelemahan musuh dengan mudah bukan” kata Angga yang berusaha untuk memancing Luna.


“Jangan banyak bicara, apa kau tidak merasakan kalau kita sudah terkepung” kata Luna.


“Hmm…. Haaah… aku dan mulut besarku, tampaknya aku juga harus sedikit serius” kata Angga, “Trringgss…” dengan smartphone miliknya Angga memanggil mahluk panggilan miliknya “Srraahhhkk…” dengan cepat Moto Sak Tampah langsung muncul diatas kepala mereka dan dengan mata besar miliknya Moto Sak Tampah mulai menatap semua yang menjadi musuh tuannya.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2