Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 64 Melawan dua kembar iblis bagian 2


__ADS_3

“Boommsshh…. Srrasstt… Crrasstt…” para ksatria matahari yang mana sedang bertarung sambil melindungi para penduduk disulitkan karena jumlah siluman yang sangat banyak, “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” walaupun mereka memiliki berkat dari Batara Surya tetap saja para ksatria tersebut kalah jumlah.


“Ketua kita harus bagaimana, kita kalah jumlah dan beberapa dari kita sudah banyak yang jatuh karena kelelahan” kata salah satu dari prajurit matahari tersebut.


“Tarik mundur mereka yang terluka dan kelelahan kemudian pasang penghalang sihir tipe area yang besar disekitar sini, sisanya bantu aku untuk mengulur waktu sampai area sihir dapat diaktifkan” kata ketua kelompok ksatria tersebut.


“Roooarrr…” lalu sesosok siluman serigala tiba-tiba saja melompat kearahnya dan “Srraasstt…” dengan tehnik pedangnya dia dapat mengalahkan siluman serigala tersebut walaupun “Crrastt…” bahunya terluka akibat serangan siluman serigala tersebut “Trruukk…” dan membuatnya terjatuh. “Rooaarr… Rooaarr… Rooaarr…” para siluman yang lainnya kemudian mengambil kesempatan tersebut dan beramai-ramai menyerang ketua kelompok kesatria tersebut.


“Sialan apa aku akan mati disini….” Kata ketua kelompok ksatria itu.


“Crraasstt…..” lalu disaat harapan dari ketua kelompok ksatria tersebut sudah hilang seebuah tombak emas dengan cepat dan ganas menusuk para siluman yang ada disekitarnya, “Triinggss… Triinggss… Triinggss…” lalu disekelilingnya bermunculan mahluk gaib panggilan dari DS Game.


“Ini bantuankah, tetapi siapa” kata ketua kelompok ksatria tersebut.


“Hahhahaha…. Semuanya mari kita nikmati perburuan kita kali ini” kata Dion yang mana membawa para rekan-rekannya untuk membantuk para ksatria matahari tersebut.


“Crraaannggs… Krraanggss… Trraaannggss…” Dion kemudian menggunakan kekuatan dari Naga Besuki untuk menciptakan lima buah balista dan dengan kekuatan telekinetik miliknya dia membuat ke 5 balista tersebut melayang, “Crraannggss… Crraannggss… Crraannggss… Crraannggss…” dan dengan kuatnya balista-balista itu lalu menembakkan 5 anak panah emas yang besar, “Trraasstt… Krraasstt… Rrraasstt…” lalu kelima anak panah emas tersebut menghancurkan lebih dari puluhan siluman yang ada didepannya dengan mudah.


“Kuat sekali, apa dia adalah pemain tingkat atas di DS Game” pikir pimpinan kelompok ksatria tersebut.

__ADS_1


“Boomssh… Boomssh… Boomssh…” Dion lalu melihat kearah tengah kota dan merasakan aura dari sihir Rio ada disekitar sana.


“Hmm… dari yang terlihat sepertinya dia sedang bertarung, apa dia sedang bertarung dengan orang yang menciptakan area sihir ini…??” pikir Dion.


“Rooaarr… Rooaarr… Rooaarr…” siluman-siluman tersebut menjadi liar, karena mereka mulai merasakan energy iblis yang pekat dan hal itu membuat para siluman yang ada menjadi liar dan menggila. “Crrasst… Srrasstt…” melihat hal tersebut para kesatria dan orang-orang dari kelompok Dion mulai merasa kesulitan karena para siluman semakin liar, sementara itu Rio sendiri sedang kesulitan melawan Akilla yang mana telah beresonansi dengan hantu Kisut miliknya.


“Buusshh…” dengan kecepatannya Akilla bergerak langsung kearah depan Rio dan “Crraahhss…” dan menggunakan tato ditangan kanannya untuk berubah menjadi pedang, “Srrraaanggss…” lalu dengan kekuatan matra kebal Orang Bati serangan tusukan dari Akilla berhasil dihentikan, mantra kebal milik Orang Bati bergerak layaknya kata-kata yang terbang dan menghentikan pedang Akilla dengan hanya satu kali sentuhan saja “Boommsshh…” dan dengan mantra tersebut Orang Bati mendorong Akilla dengan energy ledakan miliknya. Melihat kesempatan itu Rio langsung menggunakan cambuk miliknya “Trraasskk… Trraasskk… Trraasskk…” dan mengikat kedua tangan dan kaki Akilla, dengan ikatan tersebut tubuh Akilla menjadi kaku dan tidak bisa bergerak dengan bebas.


“Buurrnn….” Dengan cepat Rio lalu menggunakan sihir apinya dan membidik tubuh Akilla yang telah terikat tersebut, “Buusskk…” dia lalu menembakkan bola api yang cukup besar kearah Akilla “Srraahh… Crraahh…” namun tato-tato dipunggung Akilla mulai bergerak dengan sendirinya dan berubah menjadi seperti ekor “Trrasskkk…” dan dengan ekor tersebut Akilla dengan mudahnya menghapus bola api yang dilemparkan oleh Rio.


“Apa…!!” kata Rio yang terkejut melihat tehnik Akilla yang sangat gila.


Kemudian menggunakan ekor miliknya “Trraaskk… Trraaskk… Trraaskk…” Akilla menebas habis seluruh ikatan yang mengikat kedua kaki dan tangannya, “Crraasshh….” Lalu ekor tersebut berjalan kearah tangan kanan Akilla “Srraahh…” kemudian berubah kembali menjadi sebuah tombak hitam pekat. Dan dengan mata kematian milik Rio dia dapat melihat hawa kematian yang sangat pekat dari tombak tersebut.


“Hmm… Ooohh… kau memiliki mata kematian rupanya pantas, dan kalau kau bilang berapa banyak yang aku mulai berhenti menghitungnya ketika sudah mencapai ratusan, soalnya tidak penting jugakan kalau mau bunuh yang tinggal bunuh aja, Hahhahaa….” Kata Akilla dengan santainya dia mengatakan hal yang sangat kejam.


“Jadi begituyah, kalau begitu sekarang matilah” kata Rio, “Crrakk…” dia langsung menggunakan penghenti waktu untuk menghentikan waktu selama dua detik, dan dalam sekejap mata dirinya sudah ada didepan Akilla.


Melihat hal tersebut Akilla langsung “Buussh…” melompat mundur tetapi “Srrasstt...” menggunakan pisaunya Rio berhasil melukai wajah Akilla, mengetahui kalau wajah sempurna miliknya telah dilukai Akilla semakin marah. “Wuush…” dia lalu melemparkan tombak hitamnya kearah Rio “Trraanggss…” tetapi Rio dengan mudah menangkis tombak tersebut, “Busshh…” dan pada saat Rio lengah Akilla dengan cepat langsung bergerak kebelakang Rio dan menggunakan tangannya dia berencana membunuh Rio.

__ADS_1


“Kikikiki…. Mau ngapain kamu” kata Kuntil Anak yang mana tiba-tiba muncul dibelakang Akilla, “Traaakk…” lalu Kuntil Anak langsung mengunci kedua tangan Akilla dan membuatnya kesulitan untuk bergerak.


Melihat kesempatan itu Rio dengan cepat mengarahkan pisaunya dan akan menusuk jantung dari Akilla “Trraanggss…” tetapi menggunakan tato-tato miliknya Akilla menciptakan armor ditubuhnya, “Crranggss…” dan membuat pisau milik Rio hancur karena berusaha menusuknya tadi.


“Jangan sombong kau bocah….” Kata Akilla, “Crrasshh… Crrastt… Crrastt… Crrastt…” dengan menggunakan tato-tato dipunggunnya dia mencitakan jarun-jarum hitam yang mana menusuk tubuh dari Kuntil Anak.


“Kaaagghh…. Aaaaahhh….” Kuntil Anak yang mana kebal terkena serangan fisik langsung lenyap dan menghilang kembali kealamnya.


“Buuusskkk…” Akilla lalu menggunakan tinjunya untuk meninju perut Rio, “Buuusshh…” dan membuat Rio terhempat jauh tetapi sebelum Rio terhempas dia telah meninggalkan sebuah bola hitam kecil dibawah kaki Akilla yang mana itu adalah kekuatan sihir miliknya. Melihat bola hitam itu Akilla langsung mengambilnya dengan tangannya kanannya dan melihat dengan seksama bola hitam apa itu.


“AKILLA CEPAT BUANG ITU” teriak Killa yang mana merasakan sebuah bahaya dari bola hitam kecil tersebut.


“Buuussrrrhh….” Dan benar saja tangan kanan Akilla langsung tertelan oleh bola hitam yang mana semakin membesar, dan lalu bola hitam itu kemudian menarik masuk selurug tubuh dari Akilla.


“Apa-apaan ini, tubuhku tidak bisa melawan daya hisapnya” kata Akilla.


“Crrasstt…” karena terpaksa Akilla langsung memotong tangan kanannya sendiri untuk menghindari bola hitam tersebut.


“Gahahaha… Uhuukk-uhuukk…. Tidak berhasilkah” kata Rio, tubuhnya hanya mengalami luka kecil karena bantuan dari pertahanan Orang Bati.

__ADS_1


“Uugghkkk… Bocah sialan…” kata Akilla yang mana menahan rasa sakit kehilangan tangan kanannya.


Bersambung…..


__ADS_2