Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 168 Hujan akan menenangkanku


__ADS_3

Rio yang mana mendengar nama dari orang yang telah membunuh Bahamut langsung tersenyum dengan sendirinya, dia mengenali nama itu dan sangat tahu siapa orang yang membunuh Bahamut tersebut. Senyumnya langsung membuat Luna dan Jill merasa merinding, mereka dapat merasakan hawa membunuh milik Rio keluar dengan sendirinya dari dalam tubuhnya.


“Luna maafkan aku tetapi aku ingin sendirian dulu, kau bisa kembali duluan bukan” kata Rio, dia lalu berjalan dengan santai kearah sebuah jalanan kosong yang mana tidak ada orang satupun disana.


“Rio tunggu…” kata Luna, tetapi dia ditahan oleh Jill yang mana ada disebelahnya.


“Kalau aku jadi kau aku tidak akan melakukan hal itu, apa kau tidak lihat aura yang mengerikan itu” kata Jill.


“Tadi itu apa…???” pikir Luna yang mana merasakan hawa gelap dari tubuh Rio.


Rio berjalan dengan santainya didalam sebuah gang kecil yang mana sangat sepi tersebut, disana dia melihat ada banyak preman yang sedang mengelilingi tempat tersebut Rio yang mana tidak perduli dengan mereka langsung berjalan dengan santainya tampa memperdulikan mereka.


“Oi-oi… bang tunggu dulu” kata salah satu dari para preman tersebut.


“Kau mau apa..??” tanya Rio.


“Baju bagus tuh, pasti banyak duit nih kan bagi-bagi kenapa sama kita” kata preman tersebut.


“Boleh tetapi kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian” kata Rio, “Buurrnn… Wuusshh…” Rio yang mana menggunakan sihir api miliknya mulai membakar para preman tersebut dan membuat mereka menjadi butiran abu.


Para preman tersebut tidak bisa berbuat apa-apa bahkan mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang mereka lihat hanya sebuah cahaya ditangan kanan Rio lalu nyawa mereka sudah melayang begitu saja.


“Haaah…. Apa yang aku lakukan, aku sangat bersemangat begitu mengetahui keberadaannya aku langsung kehilangan kendali” kata Rio.


Dia lalu mulai mengingat kembali masa lalunya dengan Gilang pamannya itu, disuatu hari dimana dirumahnya yang dulu pada saat itu Rio sedang diam dirumah karena hari yang sedang hujan, dia sedang menunggu kedua orang tuanya untuk kembali pulang dari rumah sakit karena harus memeriksa adiknya.

__ADS_1


“Kau sedang lihat apa Rio” kata Gilang, dia pada saat itu terlihat seperti seorang paman yang mana memilik beberapa rambut putih dikepalanya.


“Hmm…. Aku sedang melihat air hujan, aku penasaran kenapa hujan itu harus turun” kata Rio yang mana masih berusia 7 tahun.


“Hahahah… kau ini, pertanyaanmu itu tidak seharusnya ditanyakan seorang anak berusia 5 tahun” kata Gilang.


“Aku 7 tahun paman” kata Rio.


“Yah… hampir samalah itu, kalau kau bertanya seperti itu maka paman cuman bisa bilang karena itu adalah hal yang diperlukan” kata Gilang.


“Jadi maksud paman hujan itu diperlukan makanya dia harus turun” kata Rio.


“Iya benar, hujan itu membawa kehidupan bagi mereka para mahluk hidup yang membahasinya, terutama para hewan, tumbuhan, dan bahkan kita manusia” kata Gilang.


“Tapi aku gak merasa membutuhkan hujan, bagiku hujan itu menyebalkan dan aneh, lagi pula kenapa harus turun disiang hari aku jadi tidak bisa main sama teman-temanku” kata Rio.


Kembali kemasa sekarang “Trraassshhkkk….” Hujan mulai turun dan membasahi Rio yang mana saat itu sedang berjalan-jalan dijalanan yang sepi tersebut, hujan yang jatuh mulai menghapus bau bekas bakarannya yang mana membakar para preman tersebut.


“Kau benar paman, aku sangat membutuhkan hujan ini, agar aku bisa menghilangkan bau bakaran ini dan juga menenangkan pikiranku yang saat ini dipenuhi keinginan untuk membunuh” pikir Rio yang mana menikmati hujan yang turun membasahi tubuhnya.


“Kau telah mendekati tujuanmu, sekarang apa yang akan kau lakukan anak manusia” kata Batara Kala yang mana secara tiba-tiba menghubungi Rio.


“Hmm… mungkin aku akan pergi kedimensi milik Bahamut, walaupun dimensi itu sudah menjadi tanah mati dan akan hancur tetapi aku yakin akan ada jejak pertarungan antara mereka” kata Rio yang membalas Batara Kala lewat pikirannya.


“Hahahaha… ide yang sangat bagus, tetapi kau harus cepat karena aku merasakan beberapa hawa lain dari luar, dan tujuan mereka kemari sudah sangat jelas menuju ketempat Bahamut” kata Batara Kala.

__ADS_1


“Oooh… mereka ingin mendapatkan wilayahnya, yah… siapa yang tidak mau wilayah dari seorag raja iblis tapi aku yakin Teppes akan menjadi penghalang bagi mereka bukan” kata Rio.


“Benar sekali, sekarang ini Teppes telah memerintahkan bawahannya untuk menghabisi para pengguna aplikasi luar yang masuk kesini, dan juga para iblis kelas rendah dia habisi satu persatu, perbuatannya itu seakan-akan mengatakan kalau dirinya adalah penguasa baru wilayah milik Bahamut” kata Batara Kala.


“Hahahaha…. apa yang kau harapkan dari seorang Vampire, mereka adalah mahluk serakah yang memiliki harga dirinya yang tinggi, dan karena hal itulah aku akan memanfaatkan mereka sekarang” kata Rio.


Beberapa hari kemudian “Trranggs…” didalam dimensi bekas wilayah Bahamut, puluhan gerbang dimensi terbuka disana dan mengeluarkan seluruh utusan dari para raja iblis dan juga para dewa, mereka beramai-ramai mulai berkeliling mencari peninggalan milik Bahamut. “Trranggss…” lalu pada saat itu gerbang dengan lambang raja iblis darah Teppes mulai muncul, dan dari sana bermunculan lima vampire yang mana melihat kearah sekitarnya dan dibelakang mereka Alex menjadi pimpinan mereka.


“Kelihatanya kita sedikit terlambat, sudah ada banyak penjajah lain disini” kata Alex.


“Tidak perlu khawatir, yang kita cari saat ini adalah peninggalan raja iblis, aku tidak yakin benda itu akan ditemukan dengan cepat” kata Rio yang mana mengikuti Alex dan para vampire tersebut datang kewilayah Bahamut.


“Aku masih tidak percaya kalau kau menawarkan kerjasama ke raja kami” kata Alex.


“Hmm… tujuan kita hampir sama, dan juga aku memberikan dirinya penawaran yang tidak dapat dia tolak jadi dia tidak punya pilihan selain menyutujuinya” kata Rio.


“Apa yang ditawarkan orang ini pada rajaku, dia bahkan membuat raja Teppes mengikuti perkataannya” pikir Alex yang penasaran dengan penawaran yang dibuat oleh Rio dan Teppes.


“Jadi sampai kapan kau ada disana, ayo cepat masuk kemari” kata Rio yang memanggil seseorang yang mana masih belum keluar dari gerbang dimensi tersebut.


“Boss… kau serius mau membawaku kemari, apa kau yakin membawaku itu adalah hal yang diperlukan” kata Gio yang mana sedikit ketakutan untuk melangkah kedalam dimensi tersebut.


“Yah… kau diperlukan saat ini” kata Rio.


“Benarkah… aku masih tidak percaya kau sepercaya itu padaku” kata Gio.

__ADS_1


“Tentu saja aku percaya, aku percaya kalau butuh mengorbankan dirimu saat terjadi bahaya nantinya, yah lagi pula aku mengundangmu masuk dengan paksaan jadi aku tidak terlalu percaya pada piont sepertimu” pikir Rio yang mana memiliki rencana untuk mengorbankan Gio saat terjadi sebuah masalah.


Bersambung…..


__ADS_2