
“Buurrnn…” dengan tubuh berapinya yang mana sangatlah panas dia membuat Angga dan juga Dion kepanasan hanya dengan berdiri disampingnya, kekuatan dari Banaspati yang mana telah meningkat pesat mulai membuat Reno hampir tidak bisa mengendalikan Banaspati lagi tetapi dia tidak punya cara lain, itu karena saat ini hanya Banaspati yang dapat mengalahkan semua musuh yang ada didalam hutan tersebut.
“Sekarang kalian masuklah kedalam bayanganku, akan kupanggil kalau ini telah selesai” kata Rio yang mana menyuruh Angga dan Dion untuk masuk kedalam bayangan miliknya.
“Ok…” kata Angga yang langsung masuk kedalam bayangan Rio.
“Jangan terlalu memaksakan dirimu” kata Dion yang juga ikut masuk kedalam bayangan Rio.
“Baiklah sekarang kita hanya tinggal berdua saja, mari mengamuk sesuka hati kita” kata Rio, “Buurrnn…” dia mengaptifkan cakar api yang dia miliki dan membuat Banaspati menjadi semakin kuat.
“Hahahah… bagus-bagus, inilah yang seharusnya dinamakan peperangan, mari kita meriahkan semuanya” kata Banaspati, “Wuussh…” dengan tubuhnya terbakar tersebut dia terbang keatas hutan.
“Buusshh….” Dia lalu meledakkan dirinya dan membagi tubuhnya menjadi beberapa bagian, “Fuuiingg… Fuuiingg… Fuuiingg…” pecahan tubuh Banaspati lalu mulaai berjatuhan dan mendekati para siluman juga para mahluk gaib yang dipanggil oleh kubuh Batara Surya. “Boomssh… Boomssh… Boomssh…” setiap pecahan tubuh dari Banaspati lalu mulai meledak, api miliknya lalu tersebar dan membakar para siluman berusia ribuan tahun tersebut.
“Gaaahhkk… Tolongg… Aaakkghh…” tetapi para siluman itu tidak bisa melakukan apapun selain terbakar oleh api milik Banaspati.
“Sialan….. aku tidak menyangka dia akan selicik ini” kata Batara Surya yang melihat para pasukannya mati satu persatu.
“Gahahahah… suara yang sangat indah untuk didengar, itu semakin pas dengan melihat wajah marahnya sekarang ini” kata Batara Kala yang melihat Batara Surya sedang kesal karena para pasukannya mati terbakar oleh api Banaspati.
“Kaaahkk… sialan api apa ini, kenapa pelindung hutan yang aku punya tidak dapat menahan kekuatan api ini” kata siluman rusa putih tersebut.
“Jadi kau rupanya lawan Angga tadi” kata Rio yang mana muncul dihadapan siluman rusa putih tersebut.
Dia melihat Rio yang mana tengah menggunakan cakar iblis api miliknya, melihat tangan kanannya itu siluman rusa itu langsung mengetahui kalau mahluk yang ada dihadapannya sangatlah berbahaya. Sementara itu dari tangan kanan Rio aliran sihir yang liar lalu berusaha untuk merasuki otaknya, namun karena tubuh Rio yang telah menjadi lebih kuat alirang sihir itu dapat dia tahan dengan mudahnya.
__ADS_1
“Hmm… tampaknya sampai saat ini aku masih bisa berpikir dengan jernih” pikir Rio.
“Siapa kau, apa kau adalah orang dibalik semua ini…??” kata siluman rusa putih tersebut.
“Yah… bisa dibilang seperti itu, kau mau apa sekarang…??” kata Rio.
“Tentu saja akan kuhabisi kau disini sekarang juga” kata siluman rusa putih tersebut.
“Wuussh… Wuussh… Wuussh…” dengan serangan tombak miliknya dia berusaha untuk menyerang Rio, tehniknya sangatlah cepat sehingga siluman rusa itu mampu membuat tiga tusukan bayangan dalam sekali serang. Tetapi saat dia sudah sangat dekat dengan Rio, “Buurrnn…” Rio langsung memperkuat panas dari tangan kanannya dan dengan panas tersebut tubuh dari siluman rusa putih itu langsung terbakar.
“KKhhhgg….” Karena hawa panas yang membakar tubuhya, siluman rusa putih tersebut langsung tidak bisa fokus pada serangannya dan membuat dirinya langsung dipaksa mundur dari hadapan Rio.
“Hmm… kau bisa tahu kalau kau akan mati jika mendekat jauh dari itu, tampaknya kau lebih berpengalaman” kata Rio.
“Cih… aku harus memikirkan cara untuk melawannya dari jarak yang aman, sebaiknya aku mundur dulu keluar hutan untuk bertemu dengan pasukan ksatrai manusia diluar” pikir siluman rusa putih tersebut, dia berencana untuk melarikan diri dari Rio.
“Kau kira bisa lari” kata Rio, “Trraassk…” dengan tangan kanannya dia mencengkram kepala dari siluman rusa putih itu “Buurrn…” dalam sekali cengkraman tubuh dari siluman rusa putih itu langsung terbakar.
“GAAAHHKKK…” siluman rusa putih itu lalu tidak bisa berbuat apa-apa selain menjerit kesakitan karena kepalanya terbakar habis oleh api dari tangan kanan milik Rio, jeritannya menggema keluar hutan dan membuat para ksatria matahari yang berada diluar hutan dapat mendengarkan teriakannya. Tubuhnya terus dibakar sehingga pada akhirnya dia tidak bersuara lagi, yang tersisa adalah tubuh siluman yang mana telah hangus terbakar dan didalam hutan tersebut tidak ada lagi mahluk hidup yang tersisa didalam sana.
“HAHAHAH… bakar-bakar semuanya, matilah kalian semua dan jadilah makanan bagi apiku” kata Banaspati yang mana menikmati kematian para siluman tersebut.
“Sudah cukup dengan itu, bagaimana apakah semua yang ada didalam hutan ini sudah kalah” kata Rio.
“Tenang saja selain kau dan aku yang tersisa hanyalah para prajurit wayang itu, sekarang haruskah kita menyerang yang ada diluar” kata Banaspati.
__ADS_1
“Hmm… boleh juga, tetapi cepatlah batas waktu pemanggilanmu sudah hampir habis” kata Rio.
“Hahahha… tenang saja, aku akan akhiri semuanya dengan cepat” kata Banaspati.
“Buurrnn…” ketika para ksatria matahari sedang melihat hutan yang terbakar itu, mereka semua langsung tahu kalau mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu diluar sampai api yang ada mulai padam.
“Tampaknya para siluman itu telah mati, karena itulah aku bilang kita harus menggunakan api dan sekarang lihat apa yang terjadi, tidak kusangka malah musuh yang menggunakan api untuk menyerang pasukan kita” pikir jendral dari para ksatria matahari tersebut.
“Nampaknya sudah tidak ada cara lain lagi” kata Batara Surya, dia mengenggam sebuah batu kuning keemasan ditangan kanannya, “Crranggs…” lalu dengan tangannya dia menghancurkan batu tersebut sehingga hancur berkeping-keping.
“Dewaku apa yang anda lakukan…??” kata jendral pasukan ksatria tersebut, dia terheran dengan tindakan dewanya yang nampak tenang tersebut.
“Kalian adalah pengikutku yang paling setia, jadi karena inilah aku meminta maaf pada kalian tetapi kalian harus mati disini sekarang juga” kata Batara Surya.
“Sssh…” tiba-tiba saja armor milik para ksatria matahari tersebut bercahaya dan mengeluarkan panas yang sangat luar biasa.
“Gaahkk… Apa yang terjadi…??” kata para ksatria matahari yang mana kesakitan tersebut.
“Matilah para ksatriaku, matilah dan jadi lebih kuat lagi, biarkan para musuhku merasakan amarah dari dewa matahari” kata Batara Surya.
“Grrrooaaarr…” tiba-tiba saja para ksatria itu kehilangan kesadarannya, dan armor yang mereka pakai telah menelan tubuh dan jiwa mereka, sekarang ini armor tersebut telah mengambil alih tubuh para ksatria matahari itu sepenuhnya dan sekarang ini mereka telah menjadi prajurit gila yang tidak takut mati.
“Buurrnn… Bommshh… Bommshh… Bommshh…” tiba-tiba saja tiga buah bola api muncul dan membakar para ksatria matahari tersebut.
“Hmm… apa yang terjadi disini, nampaknya aku datang disaat yang tidak tepat” kata Rio yang mana menyerang bersama dengan Banaspati.
__ADS_1
Bersambung….