
Gilang yang mana terluka parah tersebut menyadari kalau hawa keberadaan dari Teppes ada didekat dirinya, “Bushhkk…” lalu dia dengan cepat berusaha untuk mendekati Teppes dan mengambil dirinya untuk mengekstrak darah miliknya, akan tetapi disaat itu Teppes yang mana telah berubah menjadi monster mulai melawan Gilang. “Srringgs…” menggunakan kedua kaki depannya dia menciptakan puluhan tombak darah kristal “Srringgs… Srringgs… Srringgs…” yang mana terus bermunculan dibawah kaki Gilang.
Akan tetapi serangan tersebut “Trraskk… Krrasst…” sama sekali tidka berpngaruh pada Gilang, dan bahkan dirinya dengan mudah menghindari setiap tombak kristal darah yang mengarah padanya, “Srrahhk…” Gilang lalu memadatkan energy sihir miliknya di mulutnya dan kemudian “Roaarr…” dia mengeluarkan lima sosok monster yang mana memiliki mulut yang tajam. “Srrrahhkk…” kelima sosok tersebut terbang bagaikan hantu dan langsung menyambar kearah Teppes dari lima arah, melihat hal tersebut “Srrrakk…” Luna langsung tidak tinggal diam dan dia langsung membidik kelima sosok tersebut menggunakan senjata api miliknya.
“Mati kalian…” kata Luna.
“Dorst… Dorst… Dorst… Dorst…” dengan lima kali tembakkan dia menghancurkan satu sosok yang mana sedang mengejar Teppes, akan tetapi keempat sosok yang tersisa sudah berada sangat dekat dengan Teppes dan “Crrastt… Crrastt… Crrastt…” keempatnya langsung mengigit Teppes. “Bushkk… Bushkk… Bushkk…” keempat sosok yang mana mengigit Teppes tersebut langsung meledak, dan ledakan yang disebabkan oleh keempat sosok tersebut membuat Luna dan juga Rio langusng terhempas dari dekat Teppes tersebut.
“Gaahkk….” Teppes yang mana terkena ledakan langsung tersebut langsung pingsan dengan keadaan lemas, tubuhnya sudah tidak dapat diledakan lagi dan karena hal itu Gilang langsung mendekati Teppes.
“Sekarang waktunya kita pergi dari sini” kata Gilang yang mana ingin membawa Teppes pergi bersama dengan dirinya.
Akan tetapi disaat Gilang akan menyentuh tubuh dari Teppes, “Ttasskk…” sebuah tangan raksasa langsung muncul dan tangan itu berasal dari Incubus yang mana tadinya dipulihkan oleh Luna, dan tangan itu kemudian “Fusshkk…” melemparkan Gilang jauh dari Teppes. Disaat yang bersamaan pula Rio mulai tersadar, dan dia melihat wajah Luna yang sedang pingsan ada didepan matanya, dengan wajah yang bulat dan manis tersebut Luna terlihat seperti wanita yang sangat cantik dan juga mengeluarkan aura yang misterius.
“Waktunya aku untuk kembali bertarung” pikir Rio yang mana langsung bangkit kembali.
Dengan kedua tangannya Rio lalu langsung memidahkan Luna ketempat yang aman, “Trranggs…” dan dia juga menaruh sebuah sihir pelindung disekitar Luna yang menjaga dirinya dari serangan Gilang, dan disaat dia telah selesai Rio dapat dengan sangat jelas “Wushhkk…” merasakan aura gelap milik Gilang yang mana dipenuhi oleh emosi dendam dan amarah.
“Nampaknya dia telah kehilangan kedua tangannya, sedikit lagi maka aku bisa menghancurkan seluruh tubuhnya itu” pikir Rio.
“Burrn…” Rio mencoba untuk menggunakan sihir api miliknya, akan tetapi “Frrusshk…” api yang keluar dari tangan kanan Rio sangatlah kecil dan dapat disetarakan dengan api lilin biasa.
__ADS_1
“Hmm… apa aku sudah melemah sampai jadi seperti ini..??” pikir Rio yang mana tidak menyadari kondisi tubuhnya sendiri.
“Nampaknya kau telah sadar” kata Banaspati yang mana ada didalam tubuh Rio.
“Banaspati ternyata kau masih ada didalam tubuhku, sekarang katakan padaku kenapa kekuatan yang aku punya berkurang sederastis ini” kata Rio.
“Hehehe… apa yang kau bicarakan, melawan seseorang yang mana memiliki kekuatan gelap sebesar itu, tentu saja kau kelelahan bisa dibilang energy sihir milikmu sekarang ini yang mana awalnya sebesar sebuah danau telah mengering menjadi segelas air kecil” kata Banaspati.
“Jadi begitu, ini adalah pertama kalinya untukku” kata Rio.
Setelah mengetahui hal tersebut Rio tetap berdiri dengan tegak dan juga berusaha berjalan kearah Gilang, “Fusshhkk…” disaat yang bersamaan Garuda lalu muncul dari atas Rio, dia terlihat sedang membawa kepala dari mahluk Titan yang mana dipanggil oleh Gilang. Mahluk Titan tersebut tidak kembali kealamnya walaupun dia telah terluka parah, dan tetap melanjutkan pertarungannya dengan Garuda sampai dia kehilangan hidupnya.
“Bagus kau sudah datang kemari Garuda, berikan dia serangan pembuka” kata Rio yang mana menunjuk kearah Gilang.
Disaat yang bersamaan juga Gilang yang mana bangkit setelah dilemparkan oleh Incubus, langsung melihat kalau dirinya sedang dibidik oleh seseorang dan dia juga merasakan sebuah serangan datang kearah dirinya, “Srrahhkk…” energy gelap kemudian mengalir diseluruh tubuh Gilang lalu dengan imajinasi miliknya “Srrangs… Krrangs… Trranggs…” Gilang membentuk sesosok avatar berzirah hitam raksasa. Dan dengan avatar tersebut “Taaanggs…” Gilang langsung menahan serangan lemparan tombak dari Garuda, “Roaaarr…” avatar berzirah hitam tersebut bagaikan hidup mengeluarkan suarah raungan mahluk buas.
Sementara itu disisi lain Gilang yang mana telah mencapai batasnya menyadari kalau ada darah yang keluar dari hidungnya, dia kemudian melihat kearah Teppes dan juga melihat ada banyak mahluk yang menghalangan dirinya untuk merebut darah milik Teppes.
“Nampaknya aku hanya bisa menggunakan cara kedua, kau beruntung kali ini Teppes, akan tetapi berikutnya aku akan habisi dirimu dan juga kalian semua yang menghalangiku” kata Gilang.
“Trranggs…” Gilang kemudian langsung pergi karena tidak dapat menahan kekuatan 9 jantung iblis yang mana ada didalam dirinya, sementara itu “Trranggs…” Rio langsung mengembalikan Garuda dan juga Banaspati kembali kealam mereka, setelah itu “Drrukk…” Rio hampir jatuh pingsan karena kelelahan menggunakan seluruh energy sihir yang ia miliki.
__ADS_1
“Sialan aku hampir saja jatuh kembali, aku tidak boleh menunjukkan sisi lemahku sekarang, karena aku tidak tahu apa yang dia rencanakan” pikir Rio yang mana melihat kearah Incubus.
Incubus sendiri yang mana menyadari tatapan mata dari Rio langsung “Srruhsst…” kembali kewujud semulanya, dia lalu melihat kearah Rio dengan tatapan kosong setelah itu “Trranggs…” dia langsung kembali kealam kekuasaannya.
“Haaah… baguslah kalau begitu, nampaknya dia telah menyerah dengan Teppes, sekarang aku harus memeriksa keadaan mereka berdua” kata Rio yang mana berusaha untuk berjalan kearah Teppes.
“Anak manusia… kau ada disini rupanya…” kata Teppes, tubuhnya sudah terluka parah dan dari apa yang Rio lihat Teppes hanya memiliki sedikit waktu yang tersisa.
“Sebaiknya kau istirahatkan dirimu, akan aku carikan kau darah untuk mengembalikan tenagamu itu” kata Rio.
“Tidak-tidak perlu… sudah tidak ada waktu lagi, Rio dengan ini aku menyatakan bahwa seluruh wilayah milikku sekarang berada dibawah kekuasaanmu” kata Teppes.
“Trrangs…” Dia memberikan Rio sebuah segel yang dia buat dengan jiwa miliknya, segel tersebut langsung masuk kedalam aplikasi DS Game milik Rio yang mana membuat dia dapat mengatur wilayah kekuasaan Teppes dengan sesuka hatinya.
“Dan juga aku ingin memberikanmu apa yang manusia bernama Gilang itu inginkan, ini tidak seperti darah dewa iblis yang sebelumya, ini adalah darah milikku dan juga milik dewa iblis yang tercampur menjadi satu dan disaring untuk dapat digunakan dengan mudah” kata Teppes.
Teppes menyerahkan sebuah kristal darah bewarna keemasan, kristal darah itu sangat kecil dan seekuran segenggam tangan manusia dewasa, akan tetapi disaat Rio melihat kristal darah tersebut dia tahu kalau itu adalah salah satu cara untuk mengalahkan Gilang yang saat ini telah menjadi kuat.
“Kau jangan khawatir, karena aku bersumpah akan membalaskan dendam para rasmu dan juga dendammu, dan untuk para ras vampire yang mana masih selamat akan aku bimbing mereka dibawah kekuasaanku” kata Rio.
“Terimakasih… Rio…” kata Teppes yang mana langsung menjadi abu, kemudian abunya langsung pergi dibawa angi untuk mengelilingi wilayah kekuasaan miliknya untuk terakhir kalinya.
__ADS_1
“Beristirahatlah Teppes, akan aku buat para vampire memiliki masa depan yang lebih cerah dan lebih baik lagi” kata Rio.
Bersambung…..